"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Selasa, 29 Oktober 2013

Ridlo

Ridlo, rela dan mesra menerima ketetapan Illahi. Menerima pimpinan Illahi artinya menerima kebijaksanaan-Nya. Kebijaksanaan Illahi menentukan dan menetapkan sesuatu. Tempo-tempo kita gagal dalam usaha, padahal kita telah memberikan kesungguhan dan pengurbanan. Manusia berusaha dan membuat rencana tapi ketetapan dan keputusan terakhir ditangan Tuhan.
Manusia berusaha taqdir menentukan !!!
Manusia membuat rencana, dari sudut yang gelap taqdir mentertawakan dia. Kita seringkali menemukan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan perhitungan kita.
Ada Maha Kekuatan dan Maha Kekuasaan dibelakang segala ikhtiar manusia !!! Ada Maha Kekuatan dan Maha Kekuasaan yang mempunyai “Hak Veto” yang menentukan nasib dan bahagia kita. Diri kita terpelanting antara harap dan cemas, terhempas antara dua dunia yang saling bertabrakan. Jaya atau binasa, derita dan malapetaka yang menimpa, segala itu ada hubungannya dengan Maha Kekuatan dan Maha Kekuasaan yang memegang pimpinan dan kebijaksanaan atas seluruh alam yang besar ini.
“Jika Allah menimpakan bahaya kepada kamu, maka tidak ada siapapun juga dapat melepaskannya, melainkan Dia. Dan jika Ia memberikan kebaikan kepadamu, maka sesungguhnya Ia berkuasa atas segala sesuatu”. Dan Ia-lah yang berkuasa atas segala hamba-Nya, dan Ia-lah yang bijaksana, yang amat Mengetahui”. (QS. Al-An’am : 17 – 18)
Segala yang dijadikan, segala kejadian, ketetapan dan kebijaksanaan Tuhan, pasti ada rahasia yang terkandung didalamnya, ada “Sirrun Illahiyyun” yang gelap dalam pandangan mata, tetapi cerah dalam pandangan bathin.
Ada “Hikmah Illahiyyah” yang tersimpan didalam kebijaksanaan Illahi itu. Ma kholaqta hadza batila !!! Galilah rahasia dan misteria itu, dan terimalah kebijaksanaan itu !!! Mukmin yang sudah ridlo kepada Allah sebagai Robb, ridlo kepada Islam sebagai Agamanya dan ridlo Muhammad Nabi dan Rasul, itu artinya dia telah sampai kepuncak. Tak ada lagi yang lebih atas dari itu, tak ada lagi yang lebih tinggi dari itu. Mukmin yang begitu akan mendapat MARDLOTILLAH, keridloan Illahi. Itulah tujuan kita, dan bukan keridloan manusia. Itu yang memesrakan kita tenggelam dalam mengabdi dan berbakti, larut dalam kehidupan yang maha luas ini.
Dia ridlo kepada Tuhan, dan Tuhan ridlo kepadanya; demikian hendaknya hubungan Mukmin dengan Tuhannya ! Menerima pimpinan dan kebijaksanaan-Nya tanpa cadangan. Hendak digantung tinggi atau dilempar jauh oleh-Nya, bulat terserah semata-mata kepada-Nya belaka. Ia berkuasa hamba menerima. Itulah jiwa tauhid, jiwa Ketuhanan Yang Maha Esa yang suci dan murni. Marilah kaum Muslimin kita miliki jiwa ini dahulu sebelum berangkat, agar tidak ada penyesalan ditengah jalan. Marilah kita menghiasi jiwa dan diri dengan perasaan Ridlo, Insya Allah kita akan menemukan keyakinan didalam hidup ini. marilah kita pegang erat-erat dan jangan dilepaskan !!!
“Wahai jiwa yang yakin !!! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridlo dan diridloi !!! Masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam jannah-Ku !!!” (QS. Al-Fajr : 27 – 30)
#570

Tidak ada komentar:

Posting Komentar