"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Sabtu, 31 Agustus 2019

Melihat Orang Berdusta

Jika Anda melihat orang yang berdusta atas nama Islam, membuat makar kepada Islam, maka ingatlah firman-Nya,
“Jika Rabbmu berkehendak mereka tak akan melakukannya, maka waspadailah mereka dan apa yang mereka ada-adakan” (QS. al-An’am : 116).

Jangan sampai orang-orang yang tidak punya keyakinan mengecoh Anda.

Dr. Shalih al-Bahlal; dosen hadits di Universitas Qoshim. (Twitter : @Dr_albahlal) - Twit Ulama 

Jumat, 30 Agustus 2019

Dalam Waktu Yang Cepat

Dalam satu waktu yang cepat, selesailah balasan bagi para thaghut, bala tentaranya dan kekuasaannya. Azab itu pun terjadi dengan sangat pedih, keras, cepat dan tiba-tiba.

“Dan Kami siksa Firaun dan balatentaranya, Kami tenggelamkan dia ke dalam lautan” (QS. adz-Dzariyat : 40).

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama  

Kamis, 29 Agustus 2019

Menundukan Pandangan

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.” (QS. an-Nuur : 35).

Ayat ini terletak setelah ayat mengenai menundukkan pandangan. Maka barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari yang haram, Allah akan memberikan kepadanya cahaya bashiroh (pandangan hati yang tajam) serta Allah membukakan Ilmu untuknya. (Ibnu Taymiyyah رحمه الله)

Syaikh Abdul Malik bin Abdurrahman Al-Qasim, salah seorang murid dari Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh at-Tamimi. (Twitter : dr_alqassem) - Twit Ulama 

Rabu, 28 Agustus 2019

Wasiat Rasul

Dari sahabat Abu Hurairah رَضِيَ اللََّهُ عَنْه, beliau mengatakan, “Kekasihku Rasulullah ﷺ berwasiat 3 hal kepadaku :

(1) berpuasa 3 hari setiap tengah bulan
(2) mengerjakan 2 rakaat shalat di waktu dhuha
(3) shalat witir sebelum aku tidur” (Muttafaqun ‘alaih).

dr. Khalid al-Jubair, Da’i di Kuwait. Beliau juga dokter spesialis jantung. (Twitter : @Khalid_Aljubair) - Twit Ulama 

Selasa, 27 Agustus 2019

Sifat Cahaya

“Allah lah cahaya langit dan bumi” (QS. an-Nuur : 35).

Cahaya yang menjadi sifat Allah ada 2 jenis;
(1) Indrawi: dari Allahlah semua cahaya yang ada di alam ini,
(2) Maknawi: itulah yang ada di hati para Nabi dan wali-wali-Nya" – Imam Ibnu Sa’di رحمه الله.

Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi. (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama 

Senin, 26 Agustus 2019

Kunci Jalan Keluar

“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq : 2).

Mafhum dari ayat ini bahwasanya barangsiapa yang tidak bertaqwa kepada Allah, akan ditutup di hadapannya seluruh pintu (jalan keluar). Dan kita berlindung pada Allah dari yang demikian.

Dr. Abdul Muhsin Al-Muthiri, Doktor dalam bidang tafsir, Fakultas Syari’ah Universitas Kuwait. (Twitter : @q8azm) - Twit Ulama 

Minggu, 25 Agustus 2019

Ditinggalkan Atau Dilakukan

Siapa yang meninggalkan kemaksiatan karena Allah padahal dia mampu untuk melakukan maksiat tersebut, maka dia akan diberikan ganjaran pahala.
Namun siapa yang meninggalkan maksiat, karena dia tidak mampu melakukannya dan dia telah mengerahkan segala kemampuan untuk melakukan maksiat tersebut, maka dia berhak mendapatkan dosa seperti pelaku maksiat itu.
Karena orang model kedua ini sama kedudukannya seperti pelaku maksiat dari segi hukumannya.

Dr. Saleh Sindi, Dosen Universitas Islam Madinah. (Twitter : @Drsalehs) - Twit Ulama 

Kamis, 22 Agustus 2019

Yang Harus Dimusuhi

Memusuhi syaitan adalah mutlak, bahkan Allah menetapkan hal ini untuk diri-Nya sendiri, sehingga tak ada seorangpun yang lepas dari kewajiban memusuhi syaitan, maka bersikaplah teguh dan bersabar.

“Janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai penolong” (QS. al-Mumtahanah : 1).

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Rabu, 21 Agustus 2019

Menghindari Angan - Angan

Tipu daya iblis yang paling besar kepada manusia adalah tipu daya memperpanjang angan-angan untuk mendapatkan kepemimpinan dan kekuasaan. “Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata : “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tak akan binasa?” (QS. Thaha : 120).

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Selasa, 20 Agustus 2019

Jika Menyelisihi Aqidah

Siapa yang menyelisihi akidah Ahlu Sunnah, maka dia bakal:
(1) Menyelisihi dalil-dalil Naql (Quran dan Sunnah) dan dalil akal,
(2) Akan menjadi saling bertolak belakang antara apa yang dia tetapkan dan apa yang dia nafikan.

(Syaikh Ibnu Baz رحمه الله)

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama 

Senin, 19 Agustus 2019

Tipu Daya Iblis

Tipu daya iblis yang paling besar kepada manusia adalah tipu daya memperpanjang angan-angan untuk mendapatkan kepemimpinan dan kekuasaan. “Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata : “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tak akan binasa?” (QS. Thaha : 120)

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Minggu, 18 Agustus 2019

Bermanfaat Bagi Seorang

Hal yang paling manfaat bagi seorang hamba dan hatinya adalah ketika dia senantiasa berzikir, berdoa dan memperbaharui taubatnya.
  • Dengan berzikir kepada Allah hati menjadi tenang,
  • Dengan doa segala yang dicita-citakan kan tercapai,
  • Dengan taubat kan terhindar dari azab dan sesuatu yang dibenci.
Syaikh Hamd bin Abdurrahman al-Kus; Imam dan Khatib di Masjid di Kuwait. (Twitter : @hamadalkous) - Twit Ulama  

Sabtu, 17 Agustus 2019

Memperbaiki Diri Dan Keluarga

Semangatlah untuk memperbaiki dirimu dan memperbaiki keluargamu, karena keluarga yang baik akan berkumpul denganmu di dalam surga.
“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka” (QS. ath-Thur : 21)

Dr. Shalih al-Syamrani, Dosen Fiqih di Universitas Ummul Qura, Saudi Arabia. (Twitter : @d_alshamrani) - Twit Ulama 

Jumat, 16 Agustus 2019

Tadabbur Ayat

Renungkan ayat yang mulia ini;

“Dan kepada Allahlah semuanya kembali” kemudian bayangkan bagaimana keadaan orang-orang shalih dan keadaan para thagut yang zhalim, kufur nan pembangkang, semuanya akan kembali kepada Allah kemudian “tidak ada kezhaliman pada hari ini” (QS. al-Mukmin : 17).

Dr. Sulaiman ar-Rajihi, Dosen Akidah dan Madzhab Kontemporer di Universitas Ibnu Su’ud, KSA. Anggota Yayasan Wakaf al-Rajihi. (Twitter : @SulimanAlrajhi_) - Twit Ulama 

Kamis, 15 Agustus 2019

Penyebab Kesedihan

Di antara penyebab kesedihan : perkataan yang buruk, perkataan yang buruk adalah penyebab kesedihan yang akan berlanjut pada penyesalan.

Obatnya adalah : berusaha memilih kata-kata yang baik, “Agar mereka mengatakan perkataan yang terbaik, Sesungguhnya syaitan benar-benar memecah belah mereka”. (QS. al-Isra : 53).

Dr. Muhammad Hisyaam Thaahiri, mendapatkan gelar Doktor dari Fakultas Akidah Universitas Islam Madinah, Imam dan Khotib di Kementrian Wakaf Kerajaan Arab Saudi. (Twitter : @dr_abusalah) - Twit Ulama 

Rabu, 14 Agustus 2019

Sebab Ditutupnya Aib

Memaafkan dan berlapang dada kepada orang yang berbuat salah adalah sebab ditutupnya aib dan diampuninya dosa.
“dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. an-Nuur : 22).

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Selasa, 13 Agustus 2019

Terbukanya Pintu Ilmu

لا يُفتح باب العلم لطالبه حتى يطهر قلبه عن الرياء ونفسه عن رذائل الأخلاق وجوارحه عن ذنوب الخلوات

Tak akan terbuka pintu ilmu untuk yang mencarinya sebelum dia bersihkan :
- hatinya dari riya,
- jiwanya dari akhlak buruk,
- anggota tubuhnya dari dosa-dosa di waktu sendiri.

Dr. Shoolih Asy-Syamrooniy adalah pengajar fiqh di Universitas Ummul Quro, Makkah Al-Mukarromah, KSA. (Twitter : @d_alshamrani) - Twit Ulama    

Senin, 12 Agustus 2019

Wanita Yang Menjaga Diri

Gambaran wanita yang menjaga diri : Anak wanita Syuaib menghindari ungkapan yang bisa membuat galau, dia berkata, “Sesungguhnya bapakku mengundangmu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami” (QS. al-Qashash : 25). Dia tidak mengatakan, “Aku mengundangmu sehingga aku bisa membalas kebaikanmu memberi minum ternak kami”!

Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri; pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama 

Minggu, 11 Agustus 2019

Kecuali Dua Orang

Surga itu tidak akan dicapai oleh dua golongan, mereka yang menyombongkan diri dan mereka yang menginginkan kerusakan tersebar di dunia. Allah ta'ala berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. (QS: Al-Qashash : 83)

Syaikh Prof. Dr. Sa’ud bin Ibrahim al-Syuraim, Imam dan Khatib Masjidil Haram, Dosen dan Profesor di Universitas Ummul Qura Mekkah. (Twitter : @saudalshureem) - Twit Ulama     

Sabtu, 10 Agustus 2019

Teladan Umat

Ibnu Hazm رحمه الله berkata: “Perjalanan hidup Nabi Muhammad ﷺ, bagi orang yang merenungkannya, pasti akan membenarkan kenabiannya dan dia akan benar-benar menyaksikan bahwa beliau adalah utusan Allah. Seandainya tidak ada mukjizat yang turun kepada Nabi selain hanya perjalanan hidupnya, niscaya sudah cukup untuk meyakini kenabian beliau”

Prof. Dr. ‘Ashim Al-Qoryuutiy, professor dalam bidang ilmu hadits di Universitas Al-Imam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, KSA. (Twitter : @alqaryooti) - Twit Ulama 

Jumat, 09 Agustus 2019

Kecuali Dua Orang

Surga itu tidak akan dicapai oleh dua golongan, mereka yang menyombongkan diri dan mereka yang menginginkan kerusakan tersebar di dunia. Allah ta'ala berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. (QS. Al-Qashash : 83)

Syaikh Prof. Dr Sa’ud bin Ibrahim al-Syuraim, Imam dan Khatib Masjidil Haram, Dosen dan Profesor di Universitas Ummul Qura Mekkah. (Twitter : @saudalshureem) - Twit Ulama  

Kamis, 08 Agustus 2019

Lebih Luas Dari Dosa

Rahmat Allah lebih luas dari semua dosa (yang dilakukan seorang hamba -pent). Orang yang diharamkan (dari rahmat Allah) adalah dia yang berharap rahmat tersebut sementara ia malah menghampiri sebab-sebab datangnya azab.
 
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚفَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ

“dan rahmat-Ku luas meliputi segala sesuatu, maka aku akan memberikannya bagi mereka yang bertaqwa” (QS. al-A’raf : 156).

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Rabu, 07 Agustus 2019

Terdepan Dalam Taqwa

“Dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. al-Furqon : 74).

Betapa agungnya kalau Anda menjadi seorang yang bertakwa. Adapaun menjadi imamnya orang yang bertakwa, maka Anda harus menjadi terdepan di antara orang yang bertakwa, lebih berkorban dari pada mereka, dan siap untuk berbuat kebaikan dalam segala situasi.

Dr. Syaafi al-'Ajmi; Imama Masjid al-Ghazali, kuwait. Murid Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله. (Twitter : @shafi_ajmi) - Twit Ulama 

Selasa, 06 Agustus 2019

Tanda Kemunafikan

Senang dengan musibah yang menimpa umat Islam, adalah tanda kemunafikan yang jelas, “Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.” (QS. at-Taubah : 50)

Dr. Ruqayyah al-Muharib; Dosen wanita dalam bidang ilmu hadits di Universitas Putri An-Nuurah. (Twitter : @rokaya_mohareb_) - Twit Ulama 

Senin, 05 Agustus 2019

Bentuk Zhalim

Diantara bentuk menzhalimi wanita :

- Tidak menafkahi mereka,
- Tidak mengasuh mereka,
- Tidak memberikan hak mereka sama sekali atau sebagiannya dalam harta warisan,
- Menikahkan mereka tanpa kerelaan mereka,
- Memakan mahar yang sudah diberikan pada mereka,
- Merampas harta mereka, baik pendapatan, rumah atau tanah mereka.

Dr. Sa'ad bin Mathar al-Utaibi, Doktor dalam bidang Politik Islam, dosen dan studi Majalah al-Bayan. (Twitter : @otsaad) - Twit Ulama 

Minggu, 04 Agustus 2019

Memanfaatkan Waktu

Sebagian salaf mengatakan, “Akan diperlihatkan kepada Bani Adam pada hari kiamat, waktu-waktu yang digunakan dalam hidupnya. Maka setiap waktu yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah, akan membuat jiwanya gundah gulana dan senantiasa berada dalam penyesalan.” Subhaanallah Wabihamdih

Syaikh Ahmad an-Nufais, Imam Masjid al-Kabir, Kuwait. (Twitter : @ahmad_alnufais) - Twit Ulama 

Sabtu, 03 Agustus 2019

Seburuk - Buruknya Manusia

Seburuk-buruk manusia adalah suatu kaum yang menikmati karunia Allah kemudian kafir dengannya dan berpaling dari jalan-Nya. Allah Ta'ala berfirman :
 
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّـهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (QS. al-Anfal : 55).

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama

Jumat, 02 Agustus 2019

Kecuali Yang Dikehendaki

Allah berfirman:
 
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. Yunus : 25).

Renungilah ayat ini, Allah menjadikan ajakan menuju surga-Nya dalam konteks umum. Adapun hidayah untuk menggapai surga, hanya Allah berikan untuk hamba- hamba-Nya yang terpilih. Allah memberi taufik kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama 

Kamis, 01 Agustus 2019

Dalam Bersedekah

Untuk membeli keperluan rumah seharga 100 atau 200 dirham, tidak sedikitpun terlintas keraguan pada dirinya. Akan tetapi ketika dia ingin berinfak setara dengan yang ia belanjakan untuk keperluan rumah itu, tiba-tiba dia ingat anak-anaknya, ia takut kekurangan, takut ditimpa sakit. Maka sungguh benar Allah Ta"ala dalam firman-Nya;
 
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

“Syaithan itu selalu menjanjikan kemiskinan”. (QS. al-Baqarah : 268).

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama