"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Rabu, 29 Mei 2019

Jaga Lisan

....
قائم الليل وصائم النهار، إن لم يحفظ لسانه، أفْلَس يوم القيامة/ عمر بن عبدالعزيز

"Sholat di malam hari, puasa di siang hari, bila tidak menjaga lisan akan rugi di hari kiamat" (Umar ibn Abdul Aziz)

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama    

Selasa, 28 Mei 2019

Berdo'alah

قال ابن القيم رحمه الله
(فمن أُلهِمَ الدعاء ؛ فقد أُريدَ به الإجابة ، فإنّ الله سبحانه قال : {ادعُونِي أسْتَجِب لكُم}).
(الداء والدواء (٢٨

Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata ;

Siapa yang diberi taufik untuk berdoa, maka dia akan diijabah, karena Allah berfirman : "Berdoalah pada-Ku, akan Ku kabulkan"

Ad-Daa Wad-Dawaa 28

أحمد العضيب - (Twitter : @ahmedalothayb) - Twit Ulama   

Kamis, 09 Mei 2019

Memperbanyak Membaca

Perbanyak perkataan, “Laa ilaha illallah subhaanaka inni kuntu minazhzhalimin” (Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang zhalim”). Karena di awalnya mengandung tauhid, di tengahnya tasbih dan di akhirnya istighfar. 

dr. Khalid al-Jubair, Da’i di Kuwait. Beliau juga dokter spesialis jantung, 16/7/2013. (Twitter : @Khalid_Aljubair) - Twit Ulama   

Selasa, 07 Mei 2019

Diterimanya Do'a

Waktu diterimanya doa adalah waktu ketika berbuka puasa, jangan lupa berdoa untuk diri Anda, keluarga Anda, negara Anda dan masyarakat kaum muslimin.

Dr. Abdullah asy-Syahri; Doktor dalam bidang akidah dan madzhab kontemporer, Riyadh. (Twitter : @ALSHEHRI89) - Twit Ulama  

Senin, 06 Mei 2019

Memperhatikan Keadaan Diri

Siapa yang memperhatikan kondisi dirinya sendiri dan kondisi orang-orang di sekitarnya pasca Ramadhan, Maka dia akan berkesimpulan bahwa dia sangat butuh dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ;

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibaadati”

(Ya Allah berilah aku pertolongan untuk berdzikir mengingat-Mu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepada-Mu)

Sebab, kemampuan untuk beribadah hanyalah berasal dari taufik yang Allah berikan..

Dr. Saleh Sindi, Dosen Universitas Islam Madinah. (Twitter : @Drsalehs) - Twit Ulama

Minggu, 05 Mei 2019

Dosa Karena Tanpa Udzur

Seseorang yang merusak puasanya (puasa wajib -ed) secara sengaja tanpa ada udzur, maka ia telah berdosa dalam puasanya, iapun harus melanjutkan puasa di sisa hari yang telah rusak, dan dia wajib mengqodhonya (mengganti puasanya di hari lain -ed)

Dr. Salim al-‘Ajmi; Doktor jurusan Fikih, Imam dan Khatib di salah satu masjid di Kuwait. (Twitter : @DR_SALEM_ALAJMI) - Twit Ulama  

Sabtu, 04 Mei 2019

Menjelang Ramadhan

Semoga Allah meridhoi kita semua di bulan Ramadhan, keridhoan yang tidak mendatangkan kemarahan-Nya setelah Ramadhan.
Ya Allah jadikan kami orang-orang yang Engkau cintai, jadikan kami wali-wali-Mu. Ya Allah, jadikan Ramadhan sebagai sebab kebahagiaan pada setiap umat Islam.

Dr. Sa’ad Asy-Syitsriy, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh. (Twitter : @Dr_Alshathry) - Twit Ulama  

Jumat, 03 Mei 2019

Melaksanakan Sesuai Perintah

Kapan? Kapan kita mendahulukan memenuhi perintah Allah di atas keinginan kita? Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan ganti dengan yang lebih baik. “Dan adapun orang yang takut dengan kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari hawa nafsu, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya” (QS. An-Naazi’at: 40-41).

Dr. Sa'ad Asy-Syitsriy, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai'ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh.(Twitter : @Dr_Alshathry) - Twit Ulama  

Kamis, 02 Mei 2019

Karena Tidak Memahami Bahasa Arab

Fahmul khithab, memahami materi pembicaraan : Ash-Shafadi (seorang penyair dan pakar bahasa Arab -pent) menyaksikan seorang Syi'ah Rafidhah yang mengatakan, “Matsna, wa tsulatsa, wa rubaa'a, dua-dua, tiga-tiga, empat-empat ialah maksudnya boleh menikahi 9 orang wanita (karena 2+3+4 = 9 -pent)”. Berkata Ash-Shafadi, “Perkataan ini keluar dari orang yang belum pernah makan buahnya bahasa Arab!”.

Dr. Ahmad bin ‘Ali As-Sudais, ketua jurusan Qira’at Universitas Islam Madinah Munawwarah. (Twitter : @dr_AhmadAlsdies) - Twit Ulama  

Rabu, 01 Mei 2019

Kebahagiaan Qona'ah

Sifat qana’ah (merasa cukup) adalah kebahagiaan, tak bisa dirasakan oleh orang-orang yang serakah. Allah berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”(QS. an-Nahl : 97).

Hasan al-Bashri رحمه الله mengatakan bahwa kehidupan yang baik adalah sifat qana’ah.

Syaikh Sulaiman Al-Majid, anggota Majelis Syura Saudi Arabia, pengasuh berbagai majelis ilmu di Kota Riyadh. (Twitter : @s_almajed) - Twit Ulama