"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Selasa, 31 Juli 2018

Bersegera puasa Syawwal

المبادرة بصوم الست من شوال حسنٌ، لكن إذا كان يترتب عليها تقصير في الصلة والفرحة مع الأقارب في الاجتماعات، فتأجيل صومها أحسن

Bersegera puasa Syawwal baik, namun bila saat ini momennya silaturahim dan bergembira dengan keluarga, maka menunda puasa Syawwal lebih baik

Dr. Umar Al-Muqbil (Twitter : @dr_almuqbil) - Twit Ulama     

Senin, 30 Juli 2018

Menggunakan Kata Ganti Ketiga

Ku nasehatkan kepadamu : Kurangilah menggunakan kata ganti orang pertama (saya/kami) saat engkau tengah membahas sebuah topik di kalangan orang banyak kecuali memang ada keperluan untuk itu. Gunakanlah kata ganti orang ketiga (seseorang/fulan), karena dengannya engkau akan terhindar dari sikap ‘ujub (bangga diri) dan topik yang engkau sampaikan lebih dipahami oleh orang-orang.

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al-Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama   

Minggu, 29 Juli 2018

Tanda Kemualian Seorang

Di antara tanda kemuliaan seseorang: cepat memberikan pertolongan, menahan tangan dari mengganggu, cepat memberikan hadiah, tidak terburu-buru memberi hukuman.

Dr. Yahya bin Ibrahim Al-Yahya, doktor dalam bidang ilmu hadits, pernah menjabat sebagai dosen dan wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Islam. (Twitter : @dr_alyahya) - Twit Ulama    

Sabtu, 28 Juli 2018

Dibutuhkan Mahramnya

Manusia pada masa ini cenderung bermudah-mudah. Mereka membolehkan wanita bersafar dengan pesawat udara tanpa mahram, dan ini tidak boleh (Sebab jarak perjalanan dengan pesawat biasanya sudah layak disebut safar, sehingga wanita harus ditemani mahramnya –pent) . Safarnya seorang wanita dengan pesawat terbang dikhawatirkan akan tertimpa berbagai macam bahaya.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama  

Jumat, 27 Juli 2018

Mendapat Martabat Yang Tinggi

Berbuat baik kepada sesama makhluk dan tidak menunggu ucapan terima kasih dari mereka adalah martabat yang tinggi, “sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu karena mengharap wajah Allah, kami tidak mengharapkan balasan ataupun ucapan terima kasih” (QS. al-Insan : 9).

Dr. Shalih As-Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia. (Twitter : @_salehalsultan) - Twit Ulama 

Kamis, 26 Juli 2018

Dekat Dengan Kebaikan

Rahmat Allah kepadamu sebanding dengan sifat Ihsan (kebaikan) yang ada pada dirimu. Maka tambahlah kebaikanmu, maka kau akan dapati rahmat Allah semakin bertambah padamu. “Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada orang-orang yang berbuat Ihsan” (QS. al-A’raf : 56)

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia, salah satu murid senior sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama 

Rabu, 25 Juli 2018

Karena Merasa Butuh

Semakin besar rasa butuhmu kepada Allah dalam berdo’a, semakin mudah dikabulkan doamu. (Di antara doa Nabi Musa –pent) “Wahai Rabbku, sesungguhnya aku amatlah membutuhkan rahmat yang Kau turunkan kepadaku” (QS. Al-Qashash : 24).

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia, salah satu murid senior sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama   

Selasa, 24 Juli 2018

Bahagia Dengan 3 Perkara

Bahagiakan orang tuamu dengan 3 perkara:
(1) Bermuamalah dengan lembut pada mereka,
(2) Mengingatkan kesalahan mereka dengan santun,
(3) Mengarahkan mereka dengan baik agar melakukan kewajibannya.

(As-Siba’i, Hakadzaa ‘Allamatnii Al-Hayaat)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama   

Senin, 23 Juli 2018

Tidak Ada Dosa Jariyah

Di antara perkataan yang kukagumi : “Bila engkau tidak punya shadaqah jariyah setelah kematianmu, hendaknya kamu memastikan tidak ada dosa jariyah juga pada dirimu setelah kematianmu.”

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al-Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama   

Minggu, 22 Juli 2018

Dengan Memuji Dan Bersyukur

Setiap apa yang ada di alam ini adalah milik Allah, “Ketahuilah hanya milik Allah lah segala apa yang ada di langit dan di bumi” (QS. Yunus : 55) Dialah yang mengatur hamba-hamba-Nya. Dialah yang berhak untuk senantiasa mendapatkan pujian dan rasa syukur. Maka bagi-Mu segala pujian dan rasa syukurku Ya Rabb.

Dr. Shalih As-Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia. (Twitter : @_salehalsultan) - Twit Ulama  

Sabtu, 21 Juli 2018

Kenikmatan Yang Didapat

Kenikmatan yang didapatkan mendadak setelah ada musibah/kemiskinan akan menyeret kepada kezhaliman, maka berhati-hatilah! “Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami” (QS. Yunus : 21) Kenikmatan yang didapat tanpa ada tahapan-tahapannya, bisa menjadi istidraj (kenikmatan yang diberikan terus agar terlena sehingga akhirnya hukuman yang didapat semakin besar –pent)

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi; Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Jumat, 20 Juli 2018

Bahayanya Bersekutu Dengan Syaitan

“Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.” (QS. Al-Isra : 64), berserikatnya syaitan bisa jadi sebelum sebuah perbuatan, atau berbarengan dengan sebuah perbuatan atau setelah perbuatan. Di awal, syaitan akan menghias kebatilan yang Anda kerjakan, kemudian syaitan akan membuat kebatilan itu terasa ringan di mata Anda, kemudian syaitan akan menjadikan Anda larut terus menerus mengerjakan kebatilan tersebut.

شافي العجمي - Imama Masjid al-Ghazali, Kuwait. Murid Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. (Twitter : @shafi_ajmi) - Twit Ulama  

Kamis, 19 Juli 2018

Dua Rukun Kekuasaan

Kekuasaan punya 2 rukun: (1) Kekuatan (2) Amanah. Adapun kekuatan dalam hukum kembali kepada ilmu dan keadilan dalam penerapan hukum. Adapaun sikap amanah kembali kepada perasaan takut kepada Allah. (Ibnu Taymiyyah رحمه الله dalam al-Mustadrak)

Dr. Muhammad Al-Habdan, anggota Rabithah Ulama’ Al-Muslimin (Ikatan Ulama Muslimin). (Twitter : @dr_alhabdan) - Twit Ulama 

Kehebatan Usul Umar bin Khattab

Umar bin Khattab adalah salah sahabat Rasulullah yang pendapatnya didengar Allah ta'ala dan bersesuaian dengan firman Allah ta'ala di dalam tiga perkara, yaitu :
Pertama. Ketika ia mengusulkan, "Wahai Rasulullah, tidaklah sebaiknya tuan jadikan maqom (tempat sholat) Ibrahim ini menjadi tempat sholat". Maka turunlah surat al-Baqarah (2) ayat 125 :

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرٰهِۦمَ وَإِسْمٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَالْعٰكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman, dan jadikanlah sebagai maqam Ibrahim tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".
Baca juga; Baitullah adalah Tempat Berkumpul dan Pemicu Tegaknya Tauhid.    

Kedua. Ketika ia mengusulkan, "Telah berkunjung kepada isteri-isteri tuan orang baik dan orang jahat. Bagaimana sekiranya tuan memerintahkan agar supaya dipasang hijab (penghalang)". Maka turunlah ayat hijab dalam surat al-Ahzaab (33) ayat 53 :

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتَ النَّبِىِّ إِلَّآ أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نٰظِرِينَ إِنَىٰهُ وَلٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا۟ فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا۟ وَلَا مُسْتَـْٔنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِىَّ فَيَسْتَحْىِۦ مِنكُمْ ۖ وَاللَّـهُ لَا يَسْتَحْىِۦ مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتٰعًا فَسْـَٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍ ۚ ذٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا۟ رَسُولَ اللَّـهِ وَلَآ أَن تَنكِحُوٓا۟ أَزْوٰجَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦٓ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّـهِ عَظِيمًا
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali dia mengijinkan kamu untuk makan tanpa menunggu masak makanan, tetapi apabila kamu diundang, maka masuklah, dan apabila kamu selesai makan, maka keluarlah dengan tidak memperpajang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi, tetapi dia malu kepada kamu (menyuruh keluar), sedang Allah tidak malu (menjelaskan) kebenaran. Dan apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang dinding. Demikian itu lebih membersihkan hati kamu dan hati mereka. Dan kamu tidak boleh menyakiti Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya sesudahnya selama-lamanya. Sesungguhnya yang demikian itu besar (dosanya) di sisi Allah.
Baca juga; Adab dan Sopan Santun dalam Rumah Tangga Nabi s.a.w.

Ketiga. Ketika Rasulullah s.a.w. diboikot oleh isteri-isterinya karena cemburu, maka Umar berkata kepada mereka (isteri-isteri Nabi) : "Mudah-mudahan Tuhannya akan menceraikan kamu, dan menggantikan kamu dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu". Maka turunlah surat at-Tahrim (66) ayat 5 :

عَسَىٰ رَبُّهُۥٓ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُۥٓ أَزْوٰجًا خَيْرًا مِّنكُنَّ مُسْلِمٰتٍ مُّؤْمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓئِبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓئِحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَأَبْكَارًا
Jika dia menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, (yaitu) yang muslimat, yang mukminat, yang ta'at, yang taubat, yang beribadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
Baca juga;   .
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 44 - 45.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994.

Rabu, 18 Juli 2018

Sebab Datangnya Rasa Takut

Di antara sebab datangnya rasa takut dan cemas adalah: syirik menyekutukan Allah. “Kami akan campakkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, disebabkan mereka telah berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak pernah menurunkan keterangan tentangnya.” (QS. Ali-Imran : 151).

Dr. Muhammad Al-Habdan, anggota Rabithah Ulama’ Al-Muslimin (Ikatan Ulama Muslimin). (Twitter : @dr_alhabdan) - Twit Ulama  

Selasa, 17 Juli 2018

Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ikhram

Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa Nabi ﷺ apabila mengangkat tangannya pada takbiratul ihram, hendak ruku’, hendak bangkit dari ruku’ dan hendak berdiri setelah tasyahud awal, beliau mengangkat sampai pundaknya atau telinganya. Demikianlah sunnah dalam mengangkat tangan, dan bagian telapak tangan, tepat menghadap kiblat. Banyak manusia yang melalaikan sunnah ini, atau meninggalkan sebagiannya dengan tidak mengangkat tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Syaikh Abdurrahman bin Shalih As-Sudais, penulis kitab-kitab ilmiah diantaranya Syarh ‘Aqidah Ath-Thahawiyah. (Twitter : @assdais) - Twit Ulama 

Tidak Sekedar Dengan Pemahaman

Yunus berkata, “Dahulu Imam asy Syafi’i رحمه الله selalu berbicara dengan kita sekadar dengan pemahaman kita, bila saja dia berbicara kepada kita sekadar pemahamannya, niscaya kami tidak bisa memahaminya.”

Syaikh Dr. Ahmad Muhammad Al-Kholil; Beliau ialah pengajar di Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qosim. (Twitter : @DrAlkhlil) - Twit Ulama  

Senin, 16 Juli 2018

Yang Menjaga Adalah Qur’an

Sebuah kata hikmah yang menakjubkan. Satu hari Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله diajak bicara oleh seseorang, “Si Fulan menjaga hafalan al-Qur'an”. Hasan Al-Bashri رحمه الله menjawab, “Bahkan Qur'an lah yang menjaganya”

Syaikh Ibrahim Alfares; berkonsentrasi pada masalah aqidah, madzhab dan aliran kontemporer. Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Malik Saudi Arabia. (Twitter : @ibrahim_alfares) - Twit Ulama  

Minggu, 15 Juli 2018

Dengan Rendah Hati Dan Kejujuran

Sesungguhnya manusia yang paling kuat akalnya, yang paling dihormati oleh orang-orang sekitar yang percaya kepadanya adalah mereka yang berkata dengan segala kerendahan hati dan kejujuran, mengatakan “Kami Tidak Mengetahui” kalau mereka ditanya dengan sesuatu yang tidak dia ketahui.

Dr. Muhammad Jabir al-Qahthani; Dosen Ilmu al-Qur'an di Universitas King Khalid, Abha, KSA. (Twitter : @moh396) - Twit Ulama 

Sabtu, 14 Juli 2018

Dua Macam Kesyirikan

Bentuk kesyirikan kepada Allah, ada 2 macam: (1) Syirik besar, (2) Syirik kecil.
Syirik besar menjadikan pelakunya keluar dari Islam dan menjadikan dia kafir, dia akan kekal selama-lamanya di neraka jahannam, semua amalannya akan terhapus, berbeda dengan syirik keci.
Adapun syirik kecil adalah sebuah dosa yang sangat amat dikhawatirkan terjerumus pada syirik besar, sampai-sampai syariat ini menyebutnya dengan istilah syirik. Tapi syirik kecil ini tidak membuat pelakunya keluar dari Islam dan tidak juga menjadikannya kekal di neraka dan tidak menyebabkan semua amalannya terhapus.
Di antara contoh syirik kecil adalah: bersumpah dengan selain nama Allah, perkataan “atas kehendak Allah dan kehendak Fulan”, perkataan “seandainya bukan karena Allah dank arena si Fulan” dan riya’
- semoga Allah mengampuni dosa kita semua.-

Dr. Abdullah Al-Syurikah, Imam dan Khatib Masjid Ad-Duwailah, Kuwait. (Twitter : @dr_alshoreka) - Twit Ulama  

Jumat, 13 Juli 2018

Untuk Direnungkan

Sebuah renungan : “karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka CEMETI azab, sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (QS. al-Fajr : 13, 14). Baru CEMETI azab saja, sudah bisa menghancurkan dan membinasakan mereka! (Apalagi azabnya –pent)

Dr. Muhammad Jabir al-Qahthani Dosen Ilmu al-Qur'an di Universitas King Khalid, Abha, KSA. (Twitter : @moh396) - Twit Ulama  

Kamis, 12 Juli 2018

Sesuai Dengan Sikap

Kedekatanmu dengan Rasulullah ﷺ pada hari kiamat adalah sesuai dengan sikap mengikutmu kepada beliau ﷺ dan seberapa cepat engkau menjawab seruan dakwahnya.

Dr. Aziz bin Farhan al-‘Unizi; ulama Uni Emirat Arab, Mudir salah satu markas dakwah di Dubai. (Twitter : @azizfrhaan) - Twit Ulama  

Mengadu Kesedihan

Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan. Semua orang juga pasti mempunyai masalah dan problem kehidupan. Di saat tertentu orang hidup bahagia dan senang, di saat yang lain pula boleh jadi sedih dan pilu. Sesungguhnya semua masalah itu cukup, semua perkara yang dihadapi seorang muslim hanya dicurhatkan kepada Allah. Seorang muslim hanya akan menampakkan kelemahannya di hadapan Allah, tidak kepada makhluk yang sama-sama lemah.
Jika seseorang menampakkan dan mengadukan kesedihan serta kesulitan kepada manusia, maka hal itu tidak meringankan kesedihan tersebut. Namun apabila seseorang mengadukan kesedihan itu kepada Allah, itulah yang akan bermanfaat baginya.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat ~ Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku” [QS Al Baqarah (2) : 186].

Ini semua bukan berarti kita tidak boleh sama sekali meminta pendapat kepada orang lain. Akan tetapi, mana yang di dahulukan. Datang mengadu kepada Allah dulu atau berkeluh kesah ke teman ? Ingatlah bahwa Allah tidak menjadikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.
Tetapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan. Dia juga memberikan jawaban di setiap do'a dan kemudahan dari setiap kesulitan serta jalan dari setiap masalah.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
 “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.  (5).

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
 Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. (6).
[QS. Al Insyirah : 5-6]

Hijab Alila

Rabu, 11 Juli 2018

Wasiat Rasul

“Wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk setelahku, gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerahammu”, maka adakah ummat Islam yang mau berpegang teguh dengan wasiat Nabi ﷺ ini?

Dr. Aziz bin Farhan al-‘Unizi; ulama Uni Emirat Arab, Mudir salah satu markas dakwah di Dubai . (Twitter : @azizfrhaan) - Twit Ulama 

Selasa, 10 Juli 2018

Lisannya Orang Bijak Dan Bodoh

Para salaf mengatakan, “Lisannya orang bijak itu ada di belakang hatinya, kalau tak bermudharat, maka dia akan bicara, tapi kalau ternyata mudharat maka dia akan diam. Sebaliknya orang bodoh, hatinya ada di ujung lisannya, pembicaraannya tidak akan ditimbang oleh hatinya” (Hasan al-Bashri رحمه الله)

Dr. Muhammad al-Khudairi; Dosen Ulumul-Qur'an di King Saud University (KSU) Saudi Arabia. (Twitter : @mkh1384) - Twit Ulama  

Senin, 09 Juli 2018

Nikmat Terbesar Untuk Penduduk Bumi

“Siapa yang mencermati keadaan alam ini, dia kan mendapatkan bahwa Allah tidak pernah memberi nikmat yang lebih besar kepada penduduk bumi yang setara dengan nikmat diutusnya Muhammad ﷺ sebagai Rasul” (Ibnu Taymiyyah رحمه الله)

Dr. Abdul ‘Aziz alu Abdul Latif; dosen Jurusan Aqidah Universitas Al-Imam, anggota lembaga editorial dan pusat penelitian dan studi Majalah al-Bayan. (Twitter : @dralabdullatif) - Twit Ulama 

Minggu, 08 Juli 2018

Manfaat Sedekah dan Puasa

Dampak sedekah, diriwayatkan dari Ibnu Zanjawih dalam kitab al Amwal bahwa Abdullah bin Amr’ pernah berkata, “Sedekah itu bisa menolak musibah, puasa itu bisa menolak takdir buruk”

شافي العجمي - Imama Masjid al Ghazali; kuwait. Murid Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. (Twitter : @shafi_ajmi) - Twit Ulama  

Sabtu, 07 Juli 2018

Dengan Ketaatan

Hasan al-Bashri رحمه الله berkata, “Wahai anak cucu Adam, cintailah Allah niscaya Allah kan mencintaimu! Ketahuilah bahwa engkau belumlah mencintai Allah sampai engkau mencintai perbuatan taat kepada-Nya”

Dr. Abdullah Al-Syurikah; Imam dan Khatib Masjid Ad-Duwailah, Kuwait. (Twitter : @dr_alshoreka) - Twit Ulama  

Jumat, 06 Juli 2018

Beberapa Sifat Tercela

Dan janganlah kamu mengikuti orang yang (1) hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, (2) serta menuruti hawa nafsunya dan (3) adalah keadaannya itu melewati batas” (QS. al-Kahfi : 28)

Tiga sifat tercela yang menjadi rumusan yang sangat rinci yang menunjukkan kerusakan perkataan dan pemikiran orang yang memiliki tiga sifat tersebut dan kita tidak boleh mengambil perkataannya.

Dr. Abdul Aziz Al-Uwayyid. Pengajar Ushul Fiqh Universitas Al-Qosim, Saudi Arabia. (Twitter : @alowyed) - Twit Ulama 

Kamis, 05 Juli 2018

Mohon Ampun

Di surat Nuh (71) ayat 28;

رَّبِّ اغْفِرْ لِى وَلِوٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا
“Robbighfir lii waliwaalidayya wa liman dakhala baitiya mu’minaa wa lilmu’miniina wal mu’minaati walaa tazididz-dzoolimiina ilaa tabaroo.”

Artinya :
Ya Tuhanku, Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang dzalim itu selain kebinasaan.

Keterangan :
Menurut keterangan ahli tafsir, nabi Nuh a.s. di kala hendak meminta dibinasakan kaumnya lantaran ingkar, memohon dengan do’a ini untuk keselamatan pengikut-pengikutnya. (al-Khazin – al-Baghawy 7 : 130-131).
------------------------
Al-Quraan dan Terjemahannya, Departeman Agama RI, Pelita II/1978/1979, halaman 981.
Pedoman Dzikir dan Do’a, Prof Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit PT. Bulan Bintang Jakarta, cetakan kesepuluh 1987, halaman 371.

Tidak Akan Terus Menerus

Sangat indah apabila dalam posisi yang sulit engkau ingat-ingat perkataan ini, “Setiap kesulitan ada jalan keluarnya, dalam setiap kesusahan ada kesempatan, dan tidaklah kesengsaraan itu kan terus menerus dirasakan”

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama 

Rabu, 04 Juli 2018

Untuk Yang Sudah Menikah

Nasihat bagi pasangan suami-istri, jangan sampai salah seorang di antara kalian menaati yang lainnya dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Karena siapa yang mencari ridha manusia dengan mendatangkan kemurkaan Allah, Allah akan murka padanya dan manusia pun kan ikut murka kepadanya.

Syaikh Khalid Ibrahim Ash-Sha’qaby; da’i di kementrian pendidikan dan pengajaran KSA. (Twitter : @KhaledAlSaqaby) - Twit Ulama  

Selasa, 03 Juli 2018

Pintu Iblis

“Ketahuilah bahwa pintu terbesar tempat iblis masuk ke dalam manusia adalah KEJAHILAN, iblis akan masuk dalam keadaan aman kepada orang-orang yang jahil. Adapun orang-orang yang berilmu, maka iblis hanya bisa masuk dengan cara mencuri-curi kesempatan” (Ibnul Jauzi رحمه الله)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama 

Senin, 02 Juli 2018

Saling Mencintai Sesama Mukmin

Nabi ﷺ bersabda kepada Abu Hurairah, “Ya Allah, jadikanlah hambamu ini (yakni Abu Hurairah) dan ibunya mencintai orang-orang beriman, dan jadikanlah orang-orang beriman mencintai mereka”, Abu Hurairah mengatakan, sejak saat itu tidak seorang mukmin pun yang mendengarkanku atau melihatku, kecuali dia akan mencintaiku. (HR. Muslim dan selainnya)

Syaikh Misyari Rasyid Al-Afasy; Qari’ yang masyhur di Timur Tengah dan Indonesia, Imam Masjid besar Kuwait dan alumnus Universitas Islam Madinah Fakultas Studi Islam dan Al-Qur’an .(Twitter : @mishari_alafasy) - Twit Ulama 

Minggu, 01 Juli 2018

Melembutkan Hati Dengan Berdzikir

Ada seseorang yang datang kepada Hasan al-Bashri رحمه الله, orang ini berkata, “Wahai Abu Sa’id (nama kunyah Hasan al Bashri –pent) aku hendak mengadukan kepadamu perihal kerasnya hatiku”. Hasan al-Bashri رحمه الله berkata, “lembutkan dengan memperbanyak berdzikir mengingat Allah”

Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-‘Arifi, dosen di King Saud University (KSU), Riyadh, anggota Rabithah (Ikatan) Ulama Syari’ah. (Twitter : @MohamadAlarefe) - Twit Ulama  

Salaf dan Keikhlasan

Generasi salaf adalah generasi yang sangat menjaga aktifitas hati. Seorang lelaki pernah bertanya kepada Tamim Ad-Daari tentang shalat malam beliau. Dengan marah ia berkata: “Demi Allah satu rakaat yang kukerjakan di tengah malam secara tersembunyi, lebih kusukai daripada shalat semalam suntuk kemudian pagi harinya kuceritakan kepada orang-orang!”
Ar-Rabi’ bin Khaitsam berkata: “Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak!”
Mereka tahu bahwa hanya dengan keikhlasan, manusia akan mengikuti, mendengarkan dan mencintai mereka. Imam Mujahid pernah berkata: “Apabila seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah, maka Allah akan menghadapkan hati manusia kepadanya.”
Memang diakui, menjaga amalan hati sangat berat karena diri seakan-akan tidak mendapat bagian apapun darinya. Sahal bin Abdullah berkata: “Tidak ada satu perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-akan –red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.”
Sehingga Abu Sulaiman Ad-darani berkata: “Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah!”
Mereka juga sangat menjauhkan diri dari sifat-sifat yang dapat merusak keikhlasan, seperti gila popularitas, gila kedudukan, suka dipuji dan diangkat-angkat.
Ayyub As-Sikhtiyaani berkata: “Seorang hamba tidak dikatakan berlaku jujur jika ia masih suka popularitas.”
Yahya bin Muadz berkata: “Tidak akan beruntung orang yang memiliki sifat gila kedudukan.”
Abu Utsman Sa’id bin Al-Haddad berkata: “Tidak ada perkara yang memalingkan seseorang dari Allah melebihi gila pujian dan gila sanjungan.”
Oleh karena itulah ulama salaf sangat mewasiatkan keikhlasan niat kepada murid-muridnya. Ar-Rabi’ bin Shabih menuturkan: “Suatu ketika, kami hadir dalam majelis Al-Hasan Al-Bashri, kala itu beliau tengah memberi wejangan. Tiba-tiba salah seorang hadirin menangis tersedu-sedu. Al-Hasan berkata kepadanya: “Demi Allah, pada Hari Kiamat Allah akan menanyakan apa tujuan anda menangis pada saat ini!”

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VI/1423H/2002M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

Baca selengkapnya di almanhaj.or.id