"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Jumat, 19 Juli 2013

AL-MUQIITU

AL-MUQIITU (الْمُقِيْتُ) artinya Yang Maha Pemberi Kecukupan, baik yang berupa makanan tubuh ataupun makanan rohani.
Allah سبحانه وتعالى menjadikan makhluq-Nya dengan sempurna, diberi-Nya kecukupan alat hidup, baik jasmani dan rohani.
Makanan jasmani telah tersedia dalam pangkuan bumi, tanam-tanaman yang bermacam ragam, air yang mengalir dari bumi dan yang turun dari langit dan diberi-Nya ilmu pengetahuan untuk kebahagiaan hidup. Semuanya itu Allah yang mengatur dan menyempurnakan dengan secukupnya. Oleh sebab itu manusia hendaklah bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى, tapi sayang kebanyakan manusia tidak memikirkan tentang ni’mat Allah سبحانه وتعالى yang banyak itu.
Mengimani sifat ini kepada Tuhan berarti bahwa janganlah kita minta rizki atau makan kecuali dari Allah سبحانه وتعالى dan janganlah kita kikir dengan rizki itu kepada makhluk-makhluk Allah yang membutuhkan rizki itu jika kita ada kelebihan.
Firman Allah سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 85 yang artinya :
“Barangsiapa diantara manusia yang memberi pertolongan, dengan pertolongan yang baik, adalah baginya satu bahagian dari pahala. Barangsiapa yang memberi pertolongan dengan pertolongan yang jahat adalah baginya satu bahagian daripada dosa. Adalah Allah kuasa pada tiap-tiap sesuatu.”

Demikianlah kebesaran Allah dapat memberikan kecukupan lahir batin yang nyata dan yang tersembunyi atas segala sesuatu amal, yang baik dibalasi dengan baik (dicukupkan) balasan amal baiknya itu, demikian pula orang yang berbuat jahat akan dibalasi pula dengan sempurna atas perbuatan buruknya itu.
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 51-52.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 30-31.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar