"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 01 Juli 2013

AL-LATHIIFU

AL-LATHIIFU (اللَّطِيْفُ) artinya Yang Maha Halus, yakni Allah mengetahui yang samar-samar, pelik-pelik dan yang kecil-kecil.
Tidak tersembunyi dalam ilmunya Allah walaupun yang sebesar zarrah (sangat halus) atau yang samar-samar antara kelihatan dengan tidak, dan sebagainya. Dengan sifat Allah yang mulia ini, termasuklah di dalamnya ke-Agungan dan ke-Besaran-Nya yang tak ada suatu pun yang dapat menandingi-Nya. Dengan sifat Allah yang mulia ini, tunduklah kepada-Nya semua hamba-Nya yang ada di langit dan bumi, karena mereka mengerti bahwa Allah Maha Mulia dan Maha Halus.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 100 yang artinya :
“Diangkatnya ibu-bapaknya di atas singgasananya, lalu merelea tunduk kepadanya sebagaimana adat raja. Berkata Yusuf : “Ya Ayahanda! Inilah ta‘wilnya mimpiku yang dahulu itu, sungguhnya Tuhanku (Allah) menjadikanya dengan sebenarnya. Allah telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun sesudah setan membinasakan hubungan antara aku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Halus terhadap urusan yang dikehendaki-Nya. Dialah Yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”
Ayat ini menceritakan Nabi Yusuf عليه السلام masa dahulunya mengalami bermacam-macam penderitaan, semenjak dia dimusuhi oleh saudara-saudaranya yang sebapa, dia dimasukkan oleh saudara-saudaranya itu ke dalam sumur, sewaktu beliau masih kanak-kanak. Kemudian beliau dapat keluar dengan selamat dari dalam sumur itu, ketika seorang saudagar Mesir meliwati tempat itu untuk mengambil air. Nabi Yusuf عليه السلام pun bergantung di tali timba kemudian dia diambil oleh saudagar itu lalu dibawanya ke Mesir dan di sana Nabi Yusuf عليه السلام dijual kepada pembesar Mesir (raja Mesir) dengan harga yang mahal. Semenjak itu Nabi Yusuf عليه السلام menjadi anak angkat raja. Kemudian, setelah Nabi Yusuf عليه السلام meningkat dewasa, karena sangat ganteng dan cakap (gagah)nya, maka permaisuri raja (St. Zulaiha) jatuh cinta kepadanya.
Akhirnya Nabi Yusuf عليه السلام dimasukkan ke penjara. Setelah keluar dari penjara الله سبحانه وتعالى meninggikan derajat Nabi Yusuf عليه السلام yang kemudian beliau diangkat menjadi pembesar Mesir dan bertemu kembali dengan orang tuanya dan saudara-saudaranya. Nabi Yusuf عليه السلام berkata : “Sesungguhnya Tuhanku maha halus urusan-Nya, yakni barangsiapa yang menerima cobaan-Nya, dengan sabar akhirnya menjadi orang yang berbahagia. Demikianlah ke-Maha Halusan Allah, Maha Kaya dan Maha Kuasa dalam segala hal.
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 43-44.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 26.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar