"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Selasa, 02 Juli 2013

SUJUD SAHWI (2)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata ; Nabi saw. pernah sholat salah satu dari sholat petang (Ashas) dua rakaat, kemudian salam, lalu beliau berdiri menghadapi sebuah kayu di depan masjid dan beliau meletakkan tangannya di atas kayu itu, dan di antara orang-orang ada Abubakar dan Umar tetapi mereka segan akan berbicara dengan Nabi s.a.w., padahal orang-orang telah keluar tergesa-gesa sambil berkata : “Apakah sholat ini diqashar?, dan ada seorang laki-laki disebut oleh Nabi s.a.w. Dzulyadain, lalu ia bertanya : “Ya Rasulullah, apakah engkau lupa atau sholat itu sudah diqashar?”. Maka jawab Nabi : “Aku tidak lupa dan sholat tidak diqashar”. Ia berkata : “Sungguh engkau telah lupa”. Lalu Nabi sholat dua raka’at lagi, kemudian salam, lalu beliau takbir, kemudian sujud seperti sujudnya (yang biasa) atau agak panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan takbir, kamudian beliau tundukkan kepalanya dan sujud seperti sujudnya yang biasa atau agak panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan takbir. Muttafaq alaih, dan lafadh ini bagi Bukhary. Dan pada satu riwayat Muslim : “Sholat Ashar”. Dan di riwayat Abu Daud; Rasulullah s.a.w. bersabda. “Benarkah Dzulyadain’?”, maka mereka mengangguk. “ya”. Dan riwayat ini dalam Shahihain tapi dengan lafadh; Maka mereka berkata: “Dan pada satu riwayat olehnya juga; Dan beliau tidak sujud (sahwi) sehingga Allah ta’ala meyakinkan beliau akan itu”.
-------------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 125-126.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar