"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Minggu, 21 Juli 2013

AL-HASIIBU

AL-HASIIBU (الْحسِيْبُ) artinya Yang Maha Menghisab (memperhitungkan) amal hamba-Nya pada hari kiamat. Segala perbuatan manusia di dunia ini, harus dipertanggungjawabkannya di hadirat Allah di kemudian hari, dan barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah (abu) akan mendapat balasan dari Allah setimpal dengan amalnya itu dan barangsiapa yang mengerjakan sebesar zarrah kejahatan, maka kejahatannya pun akan mendapat balasan pula dari Allah yang setimpal dengan kejahatannya itu.
Demikianlah keadilan Allah terhadap hamba-Nya dalam pemeriksaan nantinya.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 1 yang artinya :
“Telah dekat kepada manusia masa berhisab mereka, sedang mereka di dalam kelalaian, serta berpaling”.

Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-Haqqah ayat 18 yang artinya :
“Pada hari itu kamu dihadapkan (hehadirat Allah supaya berhisab) sehingga tidak tersembunyi daripadamu apa-apa yang bisa tersembunyi”.

Adapun orang yang diperlihatkan buku amalannya dari sebelah kanannya, lalu ia berkata : “Ambillah buku saya dan bacalah!
Saya menyangka (yakin) bahwa saya menemui perhitungan saya (dengan sebetulnya).
Dengan dalil Al-Qur’an yang tersebut di atas ini, mengertilah kita bahwa segala perbuatan manusia ini, tidak dibiarkan begitu saja, semuanya akan mendapat pertanyaan Allah di kemudian hari.
Karena demikian dalam sebuah hadits Nabi ﷺ ada diceritakan, bahwa Malaikat Jibril berkata kepada Nabi : “Hai Muhammad! Hiduplah kamu sesuka hatimu, maka sesungguhnya engkau akan mati, dan cintailah apa yang kamu cintai, maka sesungguhnya engkau akan bercerai dengan apa yang kamu cintai itu, dan beramallah apa yang engkau kehendaki, maka sesungguhnya engkau akan mendapat balasan atas amalan engkau itu”.
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 52-53.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 31.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar