"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Sabtu, 13 Juli 2013

KEUTAMAAN LAPAR DAN SEDERHANA DALAM HIDUP (12)

Abu Hurairah r.a. berkata : Demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Ia. Adakalanya saya terpaksa menekankan perutku ke tanah karena lapar. Dan adakalanya saya mengikat batu di perutku karena lapar. Dan pada suatu hari saya duduk dijalanan, mendadak Nabi s.a.w. berjalan dan tersenyum ketika melihat saya, dan mengerti benar penderitaanku, maka berkata : Ya Aba Hirr : Jawabku : Labbaika ya Rasulullah. Ikutlah Aku. Maka saya ikuti Rasulullah s.a.w. hingga sampai di rumahnya kemudian mengizinkan saya masuk, dan di situ Rasulullah menemukan segelas susu. Ia bertanya kepada isterinya : Dari manakah susu ini? Jawab isterinya : Fulan telah mengirimkan hadiyah untukmu. Rasulullah lalu memanggil saya : Ya Aba Hirr : Labbaika ya Rasulullah. Nabi menyuruh saya : Pergilah panggil ahlusshuffah (orang-orang yang tak berumah atau keluarga), jika Rasulullah mendapat sedekah maka dikirim langsung kepada mereka dan Rasulullah tidak mengambil sedikitpun daripadanya, tetapi jika mendapat hadiyah dimakan sebagian dari padanya, dan sebagian diberikan ahlusshuffah, tetapi saya merasakan berhak mendapat seteguk lebih dahulu, untuk mengembalikan kekuatan yang telah hilang daripadaku itu. Dan nanti kalau ahlusshuffah datang tentu saya yang akan disuruh melayani mereka, dan tinggal apa buat saya? demiklan suara hati kecilku. Namun perintah Allah dan Rasulullah tidak boleh dibantah. Maka saya pergi dengan segera memanggil ahlusshuffah. Dan ketika mereka telah datang ke rumah Nabi, masing-masing sudah mengambil tempat duduknya, Nabi memanggil saya : Hai Aba Hirr : Jawabku : Labbaika ya Rasulullah. Bersabda Nabi : Terima ini dan bagi-bagikan kepada mereka. Maka saya terima gelas itu dan saya berikan kepada orang pertama untuk diminum sampai puas, kemudian dikembalikan kepadaku dan saya berikan kepada orang kedua, ketiga, keempat dan semuanya minum sehingga puas baru mengembalikan gelas itu kepadaku, hingga berakhir kembali kepada Rasulullah s.a.w. setelah selesai semua yang hadir itu, maka Rasulullah menerima kembali gelas itu sambil tersenyum padaku dan berkata : Ya Aba Hirr. Labbaika ya Rasulullah. Bersabda Nabi : Tinggal saya dan kau. Jawabku : Benar ya Rasulullah. Nabi bersabda : Duduklah minum. Maka saya duduk sambil minum. Dan Nabi bersabda : Minumlah, maka terus saya minum. Dan Nabi selalu mengulangi : Minumlah ! hingga saya berkata : Demi Allah yang mengutus kau dengan hak, tidak ada tempat lagi dalam perutku. Kemudian Rasulullah bersabda : Berikan kepada Aku gelas itu. Kemudian Rasulullah memuji syukur kepada Allah dan membaca : Bismillah dan meminum sisa itu. (HR. Buchary).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 424-426.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar