"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Sabtu, 25 Mei 2013

SIFAT SHOLAT (23)

Dari Anas r.a.; Bahwasanya Nabi s.a.w. pernah qunut sesudah ruku’, sebulan lamanya, mendo’akan kebinasaan bagi beberapa suku bangsa Arab, kemudian beliau meninggalkannya. Muttafaq ‘alaih. Dan bagi Ahmad dan Darukutny seperti itu juga dari jalan lain. Dan ia menambah : “Adapun pada sholat Shubuh, beliau terus-terusan qunut sehingga beliau meninggal dunia”.

Tambahan itu mengenai qunut di sholat shubuh, hadits-haditsnya tidak ada yang kuat, semuana lemah, dan bertentangan dengan yang lebih kuat. Dan pada hadits tambahan di atas ada rawi bernama Abu Ja’far Ar-Razi yang dilemahkan oleh Ahmad dan lain-lain.

Dan dari padanya Bahwasanya Nabi s.a.w. tidak qunut kecuali apabila mendo’akan kebaikan kepada satu kaum atau mendo’akan kebinasaan kepada satu kaum. Disahkan oleh Ibnu Khuzaimah.
------------------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 113-114.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar