"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Rabu, 22 Mei 2013

AL-MUTAKABBIRU

AL-MUTAKABBIRU (الْمُتَكَبِّرُ) artinya Yang Maha Agung, Maha Megah, Maha Tinggi dalam Kebesaran-Nya.
Dengan Kebesaran dan Ke-Agungan Allah, tunduklah kepada-Nya segala isi langit dan bumi dan apabila Tuhan berkehendak dalam segala sesuatu, terjadilah sesuatu itu.
Apabila kita bertamasya mengelilngi dunia, hati berkata :
“Alangkah indahnya dunia ini. Ketika kita memandang ke laut lepas, nampaknya dan udara seperti tikar terhampar, warna biru, sejuk mata memandangnya, kelihatan sawah yang luas berjenjang-jenjang padinya sedang menguning, diselingi oleh pohon nyiur yang melambai-lambai”. Hati pun bertambah tergugah dibuatnya, sehingga kita berkata pula :
“Alangkah lebih indah dan sempurnanya penciptanya”.
Karena itu, berulang-ulang Tuhan berfirman dalam surat Ar-Rahman yang berbunyi : “Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Apabila kita bentangkan ke-Agungan, ke-Besaran dan ke Kejayaan Allah, andaikata air laut dijadikan tinta, akan keringlah tinta itu melukiskannya, dan apabila daun-daun kayu menjadi kertas, akan habislah kertas dibuatnya, dan bilamana ranting-ranting kayu menjadi kalam, akan habis pulalah pena-pena itu, namun anugerah Allah belum selesai ditulisnya. Begitulah kemegahan, kebesaran dan kekayaan Allah yang tiada taranya.
Allaahu Akbar 3x, Walillahil hamdu, Allah Maha Besar 3x, segala puji bagi Allah.
Firman Allah s.w.t. dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 13 – 18 yang artinya :
“Dan sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. telah melihat Malaikat Jibril pada kali yang lain, yaitu di sidratul Muntaha. Didekat Sidratulmuntaha itu ada syurga tempat tinggal (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha itu tertutup oleh sesuatu yang menutupnya. Tiada berpaling penglihatan Muhammad dan yang dilihatnya dan tidak pula melampauinya. Sesungguhnya Muhammad telah melihat tanda-tanda Kebesaran dan Ke-Agungan Allah.”--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 20-21.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 15-16.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar