"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Kamis, 26 Juli 2012

MUJAHADAH (8)

Abu ‘Abdullah (Hudzaifah) bin Aljamaan r.a. berkata : Saya sholat di belakang Rasulullah s.a.w. pada suatu malam dan setelah membaca Fatihah membaca surat Al-Baqarah. Mulanya saya menduga akan ruku’ pada ayat keseratus, mendadak terus dibacanya. Dalam perasaanku mungkin akan dibacanya satu surat dalam satu rakat, mendadak setelah selesai terus memulai membaca surat. Annisa’ sehingga akhir dan mulai surat Al-Imron, maka dibacanya dengan tartil, tiap ada ayat tasbih membaca tasbih dan bila ada ayat ta’awwudz, ia berlindung kepada Allah dari bahaya kemudian dari itu semua baru ruku’ sambil membaca: SUBHAANA RABBIYAL ‘ADHIIM. Dan ruku’nya hampir panjang berdirinya. Kemudian bangun membaca : SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH RABBANAA LAKAL HAMDU. Dan lama berdiri hampir sama dengan ruku’nya, kemudian bersujud hampir sama dengan berdirinya. (HR. Muslim)
--------------------------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 123-124.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar