"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Kamis, 06 Oktober 2016

Strategi Pikiran Setan; A'DAWAH

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ اجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا۟ اللَّـهَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman ! jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa; dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain; dan janganlah sebahagian dan kamu mengunjing sebahagian yang lain; Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya ! Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Hujuraat (49) : 12).

Untuk tafsir ayat lihat di Beriman. Dalam buku "Membaca Pikiran Setan"-nya Muhammad Muhibbuddin halaman 161 - 164 dituturkan bahwa : Pikiran setan senantiasa menciptakan / menanamkan kebencian; A'dawah. Pikiran tersebut akan mudah menyulut perang dan membuka permusuhan diantara manusia. Pikiran setan ini biasanya berbentuk adu domba (an-Namimah) antar sesama, provokasi, fitnah dan sejenisnya. Sehingga tidak pernah damai dan hidup rukun sebuah masyarakat.
Perhatikan nasehat Nabi s.a.w., suatu ketika Rasulullah s.a.w. bertanya : "Maukah aku beritahukan kepadamu orang yang paling jelek diantara kamu?" Para sahabat menjawab : "Baiklah ya Rasul". Selanjutnya Rasulullah s.a.w. bersabda : "Orang yang kesana-kemari mengadu domba yang merusak diantara para kekasih dan orang yang mencari aib orang yang tidak bersalah." (HR. Ahmad).
-----------------------------------
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979.
Membaca Pikiran Setan, Muhammad Muhibbuddin, Penerbit : Najah Bantul Jogjakarta, Cetakan pertama, Juli 2011.
Agar Dicintai Allah, Abu Mujaddidul Isla Ibnu Mafa, Penerbit Mitrapress, cetakan November 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar