"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Minggu, 02 Oktober 2016

Merampok Earth Rune

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Diruang penyekapan, Sasarai menceritakan peristiwa yang terjadi 15 tahun lalu saat peristiwa perang penyatuan Dunan pada Luc. Sasarai mengatakan bahwa ada dalam pasukan musuh yang berwajah sama dengannya yang mampu mengendalikan angin. Setelah perang berakhir ia terus melakukan penyelidikan dan mengetahui bahwa pemuda tersebut bekerja pada penyihir wanita Leknaat di Menara Penyihir, salah satu pewaris 27 true rune (Back Gate Rune) dan merupakan orang terakhir yang selamat dari klan penjaga Gate Rune.
Diakhir cerita Sasarai berkata ; "Jadi pemuda itu kau, Luc ...?"
"Senang bertemu denganmu, kak .....", sapa Luc ringan.
"Meski saat ini baik-baik saja, akan jadi masalah kalau kembali ke negara", kata Luc lebih lanjut.
"Apa tujuanmu menjalankan rencana seperti ini untuk menggantikan aku?", tanya Sasarai.
"Kau itu sudah ditinggalkan oleh Harmonia .... Apakah kau belum berpikir kenapa ada yang melindungimu?", Luc balik bertanya.
"Apa .....", jawab Sasarai.
"Daripada menghabiskan waktu untuk mengumpulkan rune, akan lebih baik kalau Jenderal Besar dan Tuan Hikusaak menerima usulanku khan?", papar Luc.
"Luc ! Apa yang kau lakukan ? Apa kau sudah tertipu penyihir jahat yang membawamu pergi dari Harmonia itu !?", Sasarai mencoba menyadarkan tindakan Luc.
"Lucu sekali.... kau tak tahu apa-apa tentang yang mulia. Dia sudah mengasuhku sejak aku dalam keranjang. Sepertinya kau tak pernah memikirkan tentang dirimu sendiri ya? Tujuan dari dan hidup di dunia ini kita dilahirkan ....", bantah Luc lebih lanjut.
"Aku tak mengerti apa tujuanmu sebenarnya !?", Sasarai mencoba mencari tahu.
"Kalau begitu akan kuberi tahu", jawab Luc.
BLAAAR !!!
Luc menyerang Sasarai, dan iapun terjatuh. Luc segera meminta Sarah untuk menahan Sasarai dengan ikatan sihir.
"Kau dan aku adalah wadah yang dibuat demi terjaganya true rune", jelas Luc.
Luc terus berusaha melepas rune yang dimiliki Sasarai.
"Hikusaak adalah pewaris salah satu true rune dari lingkaran rune yang menjadi penguasa tertinggi negara suci Harmonia. Demi menciptakan dunia yang ideal. Dia menginginkan seluruh 27 true rune. Tapi, satu rune hanya bisa diwariskan pada satu orang. Lagi pula mustahil menghentikan hal seperti itu, karena rune memilih sendiri pewarisnya dengan tujuan tertentu. Tapi Hikusaak memikirkan caranya dan membuat hal itu mungkin terjadi. Akan sangat menyenangkan kalau seorang pewaris rune bisa dibuat tiruannya", papar Luc.
Sasarai merintih kesakitan. Dan Luc terus berusaha mengeluarkan rune milik Sasarai dan akhirnya berhasil. Seperti takdirnya, jika rune di keluarkan dari pemiliknya maka hidupnya tinggal dalam hitungan sebulan.  (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 7, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Kunci Hidupnya Hati

Kunci hidupnya hati: Merenungi al-Qur'an, beribadah di waktu sahur, meninggalkan dosa-dosa (Haadi al-Arwah: 106)

Dr. Saleh Sindi, Dosen Universitas Islam Madinah 26/9/2013.  (Twitter : @Drsalehs) - Twit Ulama

Larang Menyiksa Hamba dan Binatang Melebihi dari Batas Mendidik (2)

Abu Ali (Suwaid) bin Muqarrin r.a. berkata : Kami tujuh saudara dari putra Muqarrin, dan tidak mempunyai pelayan hanya seorang, tiba-tiba ditempeleng oleh seorang yang termuda di antara kami, maka Rasulullah s.a.w. menyuruh kami memerdekakan budak kami itu. (HR. Muslim).

Abu Mas’ud Albadry r.a. berkata : Saya sedang memukul budak sahayaku dengan cemeti, mendadak terdengar dari belakang : Ketahuilah Abu Mas’ud. Karena saya sedang marah tidak mengerti suara siapakah itu, dan ketika telah dekat padaku, tiba-tiba Rasulullah s.a.w. bersabda : Ketahuilah Abu Mas’ud bahwa Allah kuasa membalas kau lebih dari kekuasanmu atas budak sahaya ini. Maka saya berkata sungguh saya tidak akan memukul hamba sahaya lagi sesudah ini.
 
Dalam lain riwayat :
Maka jatuhlah pecut itu dari tanganku, dan hebatnya Rasulullah s.a.w. Maka saya berkata Dia merdeka karena Allah ya Rasulullah. Bersabda Nabi s.a.w. Ingatlah andaikan, tidak segera berbuat itu, niscaya akan menyentuh kau api neraka. (HR. Muslim).

Ibn Umar r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.W. Siapa yang memukul hamba sahayanya sebagai hukuman atas sesuatu yang tidak dikerjakan oleh hamba itu, maka tebusannya ialah memerdekakannya. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 466-467.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Kudeta di Camp Tentara Harmonia

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Kedatangan Luc, Yuber dan Sarah di kamp militer tentara Harmonia menarik perhatian seluruh tentara di kamp karena seperti melihat kembaran Sasarai sang pemimpin mereka selama ini.
Di tenda utama Sasarai dan Albert Silverberg tengah berkonsentrasi membahas strategi serangan ke Grassland berikutnya. Tiba-tiba suasana berubah tegang saat Luc, Yuber dan Sarah memasuki ruangan tenda utama.
"Panglima tertinggi pasukan penyerbu Grassland, Jendral Sasarai. Aku menyampaikan pesan dari markas besar Crystal Valley karena masalah atas perintah yang mulia untuk mundur dalam operasi militer, kau dipecat dari jabatanmu di markas besar", kata Luc memecahkan suasana.
"Apa maksudnya? Kami melakukan yang terbaik dan hasil yang diberikan cukup bagus, lalu ini keputusannya? Albert, tolong jelaskan padanya !", jawab Sasarai.
Tapi Albert Silverberg hanya terdiam.
"Tapi ini pesan dari tuan Hikusaak, silakan kalau mau protes", jelas Luc lebih lanjut.
"Kau akan diantar dengan aman", kata Luc kemudian.
"Tuan Sasarai silakan ke arah sini", ucap kepala pengawal.
Sementara itu disudut ruangan Yuber dan Albert berbincang tentang adanya kesalahan perhitungan strategi. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 7, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Cara Mendapatkan Kedudukan Yang Mulia

Dengan bersungguh-sungguh, memaksakan jiwa untuk taat dan melaksanakan perintah Allah, maka seorang hamba akan mendapatkan kedudukan yang mulia.

Allah ta’ala berfirman, 
 
وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia” (QS. al-Baqarah : 124)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama

Jumat, 30 September 2016

Selalu Minta Perlindungan Allah

Abu Hurairah pernah berkata pada akhir-akhir usianya,”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari melakukan zina dan dosa-dosa besar lainnya”. Kemudian dikatakan kepadanya, “Apakah engkau masih takut zina padahal engkau sudah tua dan sudah terputus syahwatmu?”. Beliau mengatakan, “Bagaimana aku bisa merasa aman, padahal iblis masih hidup?”

Dr. Umar Al-Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al-Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al-Qur’an, Saudi Arabia. (Twitter : @dr_almuqbil) - Twit Ulama

Seandainya

Ibnu Mas'ud رَضِيَ اللََّهُ عَنْه berkata :
 
لَأَنْ أَعُضَّ عَلَى جَمْرَةٍ حَتَّى تَبْرُدَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَقُوْلَ لِشَيْءٍ قَدْ قَضَاهُ اللهُ : لَيْتَهُ لَمْ يَكُنْ

"Sungguh aku menggigit bara api hingga dingin lebih aku sukai daripada aku berkata kepada suatu perkara yang telah ditetapkan oleh Allah : "Seandainya tidak terjadi." (Az-Zuhd, Abu Dawud hal 128)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta
web : mahadumar.id
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC

Larang Menyiksa Hamba dan Binatang Melebihi dari Batas Mendidik (1)

Ibn Umar r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Seorang perempuan telah disiksa karena kucing yang telah dikurungnya hingga mati, maka ia masuk ke dalam neraka, karena ketika ia mengurung tidak diberinya makan dan tidak dilepaskan untuk mencari makan sendiri dan binatang-binatang bumi yang menjadi makanannya. (HR. Buchary dan Muslim).

Ibn Umar r.a. berjalan bertemu dengan pemuda-pemuda Quraisy yang sedang meletakkan burung sebagai sasaran latihan memanah, dan tiap kali lempar tidak tepat,maka anak panah bagian yang mempunyai burung itu. Ketika mereka melihat Ibn Umar, maka berpencarlah mereka. Ibn Umar bertanya : Siapakah yang berbuat ini? Allah melaknat pada siapa yang berbuat ini. Rasulullah s.a.w telah melaknat siapa yang mempergunakan binatang bernyawa untuk dijadikan sasaran
. (HR. Buchary dan Muslim).

Anas r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. telah melarang dikurungnya binatang untuk dibunuh. (HR. Buchary dan Muslim).

Penganiayaan dalam pembunuhan.
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 465-466.

Kamis, 29 September 2016

Mohon Kesabaran dan Mati Islam

Di surat al-A'raaf (7) ayat 126 ;
"Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran watawaffanaa muslimiin"

Artinya :
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan kami menyerah diri (kepada-Mu).

Keterangan :
Menurut keterangan ahli tafsir, bahwa manakala tukang-tukang sihir Fir'aun berserah diri karena beriman kepada Musa a.s., berdo'alah mereka yang telah beriman itu dengan do'a ini (al-Baghawy, 3 : 224).
-------------------------------------
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979, halaman 240.
Pedoman Dzikir dan Do'a, Prof. DR. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, Cetakan Kesepuluh 1987, halaman 360.

Ambillah Qishash-nya

Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 194, Allah ta'ala menasehati orang beriman dalam firman-Nya :

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا۟ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا۟ اللَّـهَ وَاعْلَمُوٓا۟ أَنَّ اللَّـهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Bulan haram (dihadapi) dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishash. Maka barangsiapa yang memerangi kamu, maka seranglah mereka sebagaimana mereka menyerang kamu. Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. (194).

Asbabun Nuzul
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Qatadah رضي الله عنهما dikemukakan peristiwa sebagai berikut; pada bulan Dzulqa'idah Nabi ﷺ, dengan para sahabatnya berangkat ke Mekah untuk menunaikan 'umroh dengan membawa qurban. Setibanya di Hudaibiyah dicegat oleh kaum musyrikin, dan dibuatlah perjanjian yang isinya antara lain agar kaum Muslimin menunaikan 'umrohnya pada tahun berikutnya. Pada bulan Dzulqa'idah tahun berikutnya, berangkatlah Nabi ﷺ beserta sahabat ke Mekah, dan tinggal di sana selama tiga malam. Kaum musyrikin merasa bangga dapat menggagalkan maksud Nabi ﷺ untuk 'umroh pada tahun yang lalu. Allah ta'ala membalasnya dengan meluluskan maksud 'umroh pada bulan yang sama pada tahun berikutnya. Turunlah ayat tersebut diatas (QS. 2 : 194) berkenaan dengan peristiwa itu. (HR. Ibnu Jarir).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 194. "Bulan haram (dihadapi) dengan bulan haram, ...". Jika mereka perangi kamu terlebih dahulu pada bulan yang suci dan kehormatan bulan itu telah mereka langgar, hendaklah kamu tangkis serangan mereka walau di bulan suci sekalipun. "..., dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishash. ...". Di ayat ini disebut hurumaatu (jama' dari hurmah) yang berarti suci. Ada terdapat berbagai kesucian disana. Pertama bulan yang suci itu sendiri (as-Sahrul Haram). Kedua tanah itu sendiri. Ketiga masjidnya suci, Masjidil Haram dan keempat mengerjakan haji dan 'umroh itu sendiri, sehingga pakaian yang dipakai diberi nama pakaian ihrom saat sedang mengerjakan ibadat yang suci (hurumatul-ihrom). Maka segala pekerjaan suci itu diharamkan oleh syara' mengotorinya dengan perbuatan yang akan merusak suasananya. Tetapi betapapun sucinya semua suasana itu, sekiranya kamu diserang terlebih dahulu, kamu wajib mengambil qishash-nya, yaitu pukul lawan pukul, hantam lawan hantam. ".... Maka barangsiapa yang memerangi kamu, maka seranglah mereka sebagaimana mereka menyerang kamu. ...". Memerangi atau melanggar maksudnya ialah mereka memulai penyerangan. Kalau mereka melanggar terlebih dahulu, hendaklah tangkis dengan langgaran yang seimbang pula. Sebagaimana yang mereka lakukan kepadamu, lakukan pula kepada mereka semacam itu. ".... Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa". Kita bertemu lagi arti takwa yang mengenai sikap jiwa (mental) dan awas serta waspada menghadapi segala kemungkinan. Karena takwa dipasang niat di dalam hati, bahwa ke Mekah hanyalah semata-mata buat ibadat, bukan buat perang. Karena takwa tidak ada maksud hendak melanggar kesucian dan kemuliaan tanah suci, masjid suci, bulan suci dan manasik (ibadat) suci. Tetapi takwa dan awas pula menghadapi segala kemungkinan. Karena kalau musuh melanggar atau memerangi terlebih dahulu, diri mesti dipelihara. Tidak boleh dibiarkan binasa.
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 61 - 62.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 122 - 124.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 54.

Upaya Membentengi Aqidah

Sholeh Al-Fauzan berkata, “Tidak mungkin seseorang dapat membentengi aqidah melainkan orang yang mempelajari dan memahaminya”.

Syaikh Dr. Ihab Nadir, Da'i di kantor dakwah Hail, S3 bidang Akidah di Universitas Islam Madinah. (Twitter : @eihab8888) - Twit Ulama