"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 27 Juni 2011

GENKAN

Ditulis oleh Furui Asako, Foto-foto oleh Omori Hiroyuki

Ruang di depan yang berada setelah pintu masuk utama rumah Jepang disebut genkan. Rumah-rumah yang dibangun dalam gaya tradisional mempunyai semacam genkan yang resmi, dan anda diharapkan mengikuti tata krama tertentu ketika memasukinya. Pertama-tama anda berdiri di luar dan menyapa dengan resmi untuk memberitahukan kedatangan anda, lalu anda buka pintu luar dengan cara menggesernya, dan berjalan di atas lantai beton (tataki) yang berada di tingkat dasar. Seseorang yang tinggal di dalam rumah akan datang menuju ruang terbuka kecil yang menghadap tataki untuk menyambut anda. Kalau orang tersebut mengundang anda ke dalam, lepaskan sepatu anda. kemudian naiki anak tangga kayu (shikidai). Kini anda dapat masuk ke dalam rumah menuju ruang yang disiapkan untuk para tamu.
Genkan terletak di batas psikologis antara bagian dalam rumah dan dunia luar. Ruang ini juga merupakan bagian penting dari setiap rumah Jepang, karena orang Jepang tidak memakai sepatu di dalam rumah dan karena itu perlu ruangan untuk melepaskan sepatu. Apartemen dan condominium harus mempunyai sebuah genkan, biasanya dengan desain yang lebih sederhana.
Kata genkan semula digunakan bagi pintu masuk ke kuil Zen. Kata ini ditulis dengan dua huruf gambar, yang berarti “pintu gerhang menuju pengetahuan yang dalam” Hal ini menyatakan secara tidak langsung bahwa seseorang yang melewati pintu gerbang sedang memulai kehidupan latihan Zen yang berat. Genkan kuil mempunyai banyak arti bagi para pengikut latihan itu merupakan langkah pertama mereka memasuki kehidupan Zen.
Sekitar abad ke 17, samurai mulai membangun ruang depan pada jalan masuk rumah mereka, lengkap dengan anak tangga shikidai. Mereka sebut ruang depan mereka genkan . seperti pintu gerbang kuil Zen. Tidak lama kemudian, para pedagang kaya juga mulai membangunnya, dan kebiasaan ini kemudian menyebar pada rakyat umum.
Sekarangpun genkan dapat dikatakan sebagai bagian paling bergengsi dari rumah, sebuah tempat di luar kehidupan sehari-hari yang membosankan. Genkan merupakan batas antara bagian dalam rumah dan dunia luar. Ruang ini menunjukkan citra rumah terhadap para pengunjung. Itulah sebabnya anda akan sering melihat beberapa dekorasi di sana, misalnya bunga atau ornamen.
Genkan merupakan sebuah tempat tradisi. Orang-orang yang pulang ke rumah dan pemakaman tidak akan memasukinya sebelum mereka menaburkan garam pada tubuh mereka sendiri di luar rumah dalam suatu upacara penyucian kuno.
Ada tata-krama tertentu yang harus diikuti sewaktu menggunakan tempat yang penting ini. Misalnya. sebelum memasuki genkan seseorang, anda diminta menanggalkan mantel dan topi, dan memastikan bahwa pakaian anda rapi. Begitu di dalam genkan anda harus melepaskan sepatu. Sepatu paling baik diletakkan dengan ujung menghadap pintu. dan menempatkannya pada tingkat dasar dekat anak tangga. sedikit ke pinggir (jangan di tengah). Dengan melakukan ini akan menunjukkan rasa hormat terhadap tata-krama genkan.
------------------------------------------------------------------------

Para tamu akan berdiri di atas lantai beton (tataki (1)) dan menunggu sampai seseorang yang tinggal di dalam rumah menjawab panggilan mereka. Mereka kemudian akan disapa dari bagian dalam ruang depan (yoritsuki, (4)), dan diundang masuk Mereka akan melepaskan sepatu dan meninggalkannya pada anak tangga batu (2). Kemudian, mereka menaiki anak tangga kayu (shikidai, (3)), lalu menuju yoritsuki. Yoritsuki biasanya mempunyai layar dekoratif.

Majalah Triwulan NIPPONIA, No. 20, 15 Maret 2002, Penerbit Heibonsha Ltd, Tokyo, Japan, halaman 20.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar