"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 04 Februari 2013

URUSAN JENAZAH (18)

Dari Abdurahman bin Abu Laila r.a., ia berkata ; “Adalah Zaid bin Arqam bertakbir atas jenazah-jenazah empat kali, dan ia bertakbir atas satu jenazah lima kali; dan saya bertanya padanya dan jawabnya : “Adalah Rasulullah s.a.w. berbuat demikian”. Diriwayatkan oleh Muslim dan Imam yang Empat (Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasa’i).

Dari Ali r.a., bahwasanya ia bertakbir atas Sahal bin Hunaif enam kali, dan ia berkata; “Bahwasanya ia adalah Badry”. Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur, dan asalnya dari Bukhary.

Badri” adalah gelar bagi shahabat Nabi s.a.w. yang ikut perang Badar.
-----------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Janaiz,  halaman 202.

KOLAM PANCING BAROKAH SEKOPEK

WISATA KULINER. TravelNusa (Traveler Nusantara). Berawal dari kolam pembesaran Lele di tahun 1987, dan setahun kemudian mencoba peruntungan dengan membuka Kolam Pemancingan dan ternyata menampakkan perkembangan yang signifikan Kolam Pemancingan “BAROKAH” Sekopek Kelurahan Polaman Kecamatan Mijen Semarang terus mengadakan pembenahan dan pelayanan.
Kolam Pancing Barokah I, menyediakan ikan Lele (Clarias Batrachus), Nila/ Kakap Merapi (Oreochromis Nilaticus), Bawal (Pampus Argentus), Karper (Cyprinus Carpio), dan Gurami (Osphronemus Gouramy) sebagai menu masakan yang bias dinikmati. Kelezatan berbagai menu ikan dengan menu masakan olahan dari goreng biasa, bakar, bumbu saos bumbu acar sampai dengan bumbu bali tentu taka sing lagi bagi lidah kita. Rasa gurih ikan dipadu dengan sambal terasi yang khas akan selalu membuat kita ingin menikmatinya berulang kali.
Sensasi menikmati menu ikan yang masih segar menjadikan kolam pancing menjadi magnet bagi para penikmat kuliner. Selain menikmati menu yang disediakan kita juga bisa bersantai bersama teman, rekan kerja ataupun keluarga.
Kolam Pemancingan Barokah I juga menyediakan menu pendampingnya berupa lalap urap (gudangan / trancam), Petai (mentah/ goreng) yang disediakan berdasarkan musim.
Kolam Pemancingan “BAROKAH” Sekopek memberikan bonus setiap pembelian diatas 2 juta mendapatkan bonus 1 kg karper bakar dan berlaku kelipatannya dalamsatu nota pembelian).
Areal makan Kolam Pemancingan “BAROKAH” Sekopek yang sangat luas memungkinkan bagi kita untuk mengadakan acara ulang tahun, arisan, rapat ataupun acara keluarga. Didukung dengan fasilitas bermain bagi anak-anak mandi bola dan kolam renang, musholla, parker yang luas dan toilet.

Minggu, 03 Februari 2013

BAKTI TA’AT KEPADA KEDUA ORANGTUA DAN MENGHUBUNGI SANAK KERABAT (10)

Abdullah bin Amru bin Al-Ash r.a Bersabda Nabi s.a.w : Bukan yang disebut menghubungi persaudaraan itu, seorang yang membalas hubungan kebaikan. Tetapi menghubungi persaudaraan itu yaitu jika keluarga - sahabat itu memutuskan hubungan lalu dihubunginya. (HR. Buchary).
-------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 301.

URUSAN JENAZAH (17)

Dari Abu Hurairah r.a.; “Bahwasanya Nabi s.a.w. menyiarkan kabar wafatnya Najasyi di hari wafatnya, dan beliau keluar bersama mereka pergi ke musholla, kemudian beliau berbaris dengan mereka, dan beliau bertakbir empat kali”. Muttafaq ‘alaih.

Dari Ibnu ‘Abbas r.a., ia berkata ; Saya mendengar Nabi s.a.w. bersabda : “Tidak ada seorang muslim yang meninggal, dan jenazahnya disholatkan oleh empatpuluh orang yang tidak menyekutukan Allah sedikitpun, melainkan Allah akan menerima permintaan ampun mereka bagi si mayat itu”. Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Samurah bin Jundub r.a., ia berkata : “Saya pernah menyembahyangkan seorang wanita yang meninggal dalam nifasnya di belakang Rasulullah s.a.w., beliau berdiri di tengah-tengahnya”. Muttafaq ‘alaih.

Dari Aisyah i.a. ia. Berkata ; “Demi Allah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah menyembahyangkan dua anak Baidha di masjid”. Diriwayatkan oleh Muslim.
---------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Janaiz,  halaman 201-202.

MUSLIMIN BERANGKAT

Demikianlah prinsip musyawarah itu oleh Muhammad sudah dijadikan undang-undang dalam kehidupannya. Apabila sesuatu masalah yang dibahas telah diterima dengan suara terbanyak. maka hal itu tak dapat dihalalkan oleh sesuatu keinginan atau karena ada maksud-maksud tertentu. Sebaiknya ia harus dilaksanakan, tapi orang yang akan melaksanakannya harus pula dengan cara yang sebaik-baiknya dan diarahkan ke suatu sasaran yang akan mencapai sukses.
Sekarang Muhammad berangkat memimpin kaum Muslimin menuju Uhud. Di Syaikhan (Syaikhan nama sebuah tempat; pada masa Jahiliah konon di tempat itu terdapat dua buah kubu untuk dua orang tua yang buta, pria dan wanita, yang sedang bercakap-cakap. Maka tempat itu dinamai asy-Syaikhan (harfiah berarti dua orang tua)) ia berhenti. Dilihatnya di tempat itu ada sepasukan tentara yang identitasnya belum dikenal. Ketika ditanyakan, kemudian diperoleh keterangan, bahwa mereka itu orang-orang Yahudi sekutu Abdullah bin Ubay. Lalu kata Nabi ‘alaihis-salam : “Jangan minta pertolongan orang-orang musyrik dalam melawan orang musyrik, — sebelum mereka masuk Islam.”

YAHUDI DAN IBN UBAYY KEMBALI KE MEDINAH
Dalam pada itu orang-orang Yahudi itu pun kembali ke Medinah. Lalu kata sekutu Ibn Ubayy itu : “Kau sudah menasehatinya dan sudah kauberikan pendapatmu berdasarkan pengalaman orang-orang tua dahulu. Sebenarnya dia sependapat dengan kau. Lalu dia menolak dan menuruti kehendak pemuda-pemuda yang menjadi pengikutnya.”
Percakapan mereka itu sangat menyenangkan hati Ibn Ubayy. Keesokan harinya ia berbalik menggabungkan diri dengan pasukan teman-temannya itu. Tinggal lagi Nabi dengan orang-orang yang benar-benar beriman, yang berjumlah 700 orang, akan berperang menghadapi 3000 orang terdiri dari orang-orang Quraisy Mekah, yang kesemuanya sudah memikul dendam yang tak terpenuhi ketika di Badr. Semua mereka ingin menuntut balas.
--------------------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 293.

Sabtu, 02 Februari 2013

Kesamaan Strategi Perang Rasulullah Muhammad dan Sun Tzu

Strategi Perang "Mekar diatas Pohon" oleh Sun Tzu
Manga SHANAOU YOSHITSUNE karya Hirofumi Sawada pada bagian 3 yang berjudul “MEKAR DIATAS POHON” diceritakan bahwa saat Hyota membebaskan Rin temannya dari kelompok sirkus jalanan “Nokishita Ichiza” yang disandera perampok gunung menggunakan taktik tersebut. Dengan menimbah kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka maka Hyota mengambil strategi perang dari Sun Tzu yang disebut “Mekar diatas Pohon”, maksudnya dengan memperlihatkan jumlah yang banyak pada lawan akan mengalihkan perhatian dan mengagetkan serta menghilangkan semangat tempur mereka. Seperti angsa yang melebarkan sayapnya sehingga terlihat besar. Begitu musuh kaget pertempuran pun dimulai cukup dengan sedikit tentara yang memiliki kemampuan luar biasa.
Dari kegelapan malam teman-teman Hyota membawa obor masing-masing 6 buah sehingga satu orang seperti 6 orang. Pertempuran 5 orang perampok gunung dewasa melawan 4 orang anak-anak dan 1 orang dewasa. Empat orang dari kelompok Hyota bertindak sebagai Angsa yang mengepakkan sayapnya, sedang Hyota menjadi eksekutor untuk membebaskan Rin.
Pada tahun ke 5 Hijrahnya Rasulullah Muhammad telah menggunakan strategi itu di Hamra’l-Asad (sebuah tempat sejauh 8 mil dari Madinah). Sesaat setelah kaum Muslimin dipukul mundur oleh Quraisy di perbukitan Uhud, karena sebagian kecil tentara pemanah kaum Muslimin diatas bukit yang tidak taat dengan perintah Rasulullah untuk tetap pada posisinya apapun yang terjadi dalam masa peperangan Uhud itu.
Di Hamra’l-Asad, tentara Muslimin membuat perkemahan dan api unggun. Waktu itu Ma’bad al-Khuza’i (ketika itu ia masih dalam syirik) yang telah melewati rombongan Muhammad ditanya Abu Sufyan tentang kebenaran keadaan rombongan Muslimin yang menyusul. Dan untuk meyakinkan diri dan kaum Quraisy Abu Sofyan mengutus kafilah dari suku Abd’l-Qais untuk mengintimidasi Muhammad dan sahabat-sahabatnya bahwa mereka siap menggempur Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu.
Ketika perwakilan utusan dari kafilah suku Abd’l-Qais datang ke perkemahan Muhammad dan sahabat-sahabatnya malam hari, mereka menyambut dengan berbaris, barisan depan berdiri rapat memegang masing-masing satu obor dan bagian belakangnya berdiri agak jarang memegang masing-masing 2 obor, sehingga pasukan perang Uhud yang tersisa terlihat banyak (dari kurang lebih 700 orang yang ikut perang Uhud dan yang gugur 70 orang).
Setelah rombongan pesan itu disampaikan selama tiga hari itu pula tentara Muslimin menjawab intimidasi Abu Sufyan dengan ketabahan terus berjaga di Hamra’l-Asad untuk mengawasi dan menanti rombongan Quraisy yang kala itu berkemah di Rauha. Akhirnya semangat Abu Sufyan dan orang-orang Quraisy jadi buyar dan mereka memutuskan untuk pulang ke Mekah.
--------------------------------------------
(Mohon koreksi jika peristiwa di Hamra’l-Asad dalam sejarah Rasulullah S.A.W. kurang tepat penuturannya, karena aku mengambil simpulan dari buku yang ku baca SEJARAH HIDUP MUHAMMAD karya Muhammad Husain Haekal dan dari acara TV Khalifah Trans 7)

BAKTI TA’AT KEPADA KEDUA ORANGTUA DAN MENGHUBUNGI SANAK KERABAT (9)

Abdullah bin Aniru bin Al-‘Ash ra berkata : Adalah seorang datang kepada Rasulullah s.a.w dan berkata : Saya berbai’at kepadamu ya Rasulullah untuk berhijrah dan berjihad dengan mengharap pahala dari Allah. Maka Rasulullah bertanya : Apakah masih ada yang hidup salah seorang dari ayah bundamu? Jawab orang itu : Bahkan keduanya masih hidup. Bersabda Nabi : Kau mengharap pahala dari Allah? Jawabnya : Ya. Sabda Nabi : Kembalilah kepada kedua orang tuamu, dan perbaikilah pelayananmu kepada keduanya. (HR. Buchary dan Muslim).

Dalam lain riwayat : Seorang datang kepada Nabi s.a.w. minta idzin untuk berjuang jihad, maka Nabi bertanya : Adakah ayah bundamu masih hidup? Jawabnya : Ya. Bersabda Nabi : Pada keduanya itu kamu berjihad.
-------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 300-301.

URUSAN JENAZAH (16)

Dari Buraidah r.a. tentang kisahnya Ghamidiyyah yang (meninggal) diranjam karena berbuat zina, ia berkata ; “kemudian beliau menyuruh menyembahyangkannya dan menguburnya.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Jabir bin Samurah r.a., ia berkata ; “Pernah dibawa kepada Nabi s.a.w. seorang yang membunuh dirinya dengan tombak, dan beliau tidak menyembahyangkannya”. Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Abu Hurairah r.a. tentang kisahnya wanita pengurus (tukang membersihkan) mesjid, Nabi s.a.w. menanyakannya, dan mereka menjawab : “Ia telah meninggal”. Beliau bertanya : “Mengapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?”; seolah-olah mereka menganggap kecil urusan perempuan itu; Maka beliau bersabda : “Ujukkanlah kuburannya padaku”. Lalu mereka menunjukkannya, kemudian Rasulullah sholat atasnya”. Muttafaq ‘alaih Dan Muslim menambah : Kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya kuburan ini penuh dengan kegelapan bagi penghuninya, tapi Allah meneranginya dengan sholatku atas mereka.”
---------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Janaiz,  halaman 200.

Jumat, 01 Februari 2013

BAKTI TA’AT KEPADA KEDUA ORANGTUA DAN MENGHUBUNGI SANAK KERABAT (8)

Anas r.a berkata : Abu Thalhah seorang terkaya di antara sahabat Anshor di kota Madinah, dari kebun-kebun kurma. Dan kekayaan yang amat digemarinya ialah Bairaha’ yang di muka masjid, dan Rasulullah sering masuk minum dari sumbernya yang baik. Dan ketika turun ayat : LAN TANALUL BIRRA HATTA TUNFIQU MIMMA TUHIBBUN. (Tiadalah kamu mendapat tingkat bakti, sehingga kamu dapat mendermakan apa yang sangat kamu sukai). Maka pergilah Abu Thalhah kepada Rasulullah dan berkata : Ya, Rasulullah, Tuhan Allah telah menurunkan perintah dalam firman-Nya : LAN TANALUL BIRRA HATTA TUNFIQU MIMMA TUHIBBUN. Dan hartaku yang sangat saya gemari ialah Bairaha’, dan kini saya sedekahkan kepada Allah yang saya harapkan bakti dan tabungan di sisi Allah, maka letakkan ya Rasulullah di mana yang kaupandang baik. Maka sabda Nabi : Baik-baik! itulah harta yang untung, itulah harta yang untung, dan telah saya dengar katamu, dan pandangan saya bagi-bagikan kepada famili kerabatmu. Berkata Abu Thalhah : Baiklah ya Rasulullah. Maka dibagi-bagikan pada sanak kerabatnya dan saudara-saudara sepupunya. (HR. Buchary dan Muslim).
-------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 299-300.

URUSAN JENAZAH (15)

Dari ‘Aisyah r.a.; Bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda : “Kalau kamu meninggal sebelum saya, maka saya akan memandikanmu”. Alhadits. Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan disahkan oleh Ibnu Hibban

Dari Asma binti Umaisy r.a. ; “Bahwasanya Fatimah r.a. berwasiat supaya Ali r.a. memandikannya (apabila ia meninggal)”. Diriwayatkan oleh Darukutny.
---------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Janaiz,  halaman 199.

CARA HIDUP DENGAN MUSYAWARAH

Selesai sholat Asar Muhammad masuk ke dalam rumah diikuti oleh Abu Bakr dan Umar. Kedua orang ini memakaikan sorban dan baju besinya dan ia mengenakan pula pedangnya. Sementara ia tak ada di tempat itu orang di luar sedang ramai bertukar pikiran. Usaid bin Hudzair dan Sad bin Mu’adh — keduanya termasuk orang yang berpendirian mau bertahan dalam kota — berkata kepada mereka yang berpendapat mau menyerang musuh di luar :
“Tuan-tuan mengetahui, Rasulullah berpendapat mau bertahan dalam kota, lalu tuan-tuan berpendapat lain lagi, dan memaksanya bertempur ke luar. Dia sendiri enggan berbuat demikian. Serahkan sajalah soal ini di tangannya. Apa yang diperintahkan kepadamu, jalankanlah. Apabila itu sesuatu yang disukainya atau ada pendapatnya, taatilah.”
Mendengar keterangan itu mereka yang menyerukan supaya menyerang saja, jadi lebih lunak. Mereka menganggap telah menentang Rasul mengenai sesuatu yang mungkin itu datang dari Tuhan. Setelah kemudian Nabi datang kembali ke tengah-tengah mereka, dengan memakai baju besi dan sudah pula mengenakan pedangnya, mereka yang tadinya menghendaki supaya mengadakan serangan berkata :
“Rasulullah, bukan maksud.kami hendak menentang tuan. Lakukanlah apa yang tuan kehendaki. Juga kami tidak bermaksud memaksa tuan. Soalnya pada Tuhan, kemudian pada tuan.”
“Ke dalam pembicaraan yang semacam inilah saya ajak tuan-tuan tapi tuan-tuan menolak,” kata Muhammad “Tidak layak bagi seorang nabi yang apabila sudah mengenakan pakaian besinya lalu akan menanggalkannya kembali, sebelum Tuhan memberikan putusan antara dirinya dengan musuhnya. Perhatikanlah apa yang saya perintahkan kepada kamu sekalian, dan ikuti. Atas ketabahan hatimu, kemenangan akan berada di tanganmu.
--------------------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 292-293.