"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Sabtu, 30 Juli 2011

Cara Berpakaian Muslimah

Cara berpakaian muslimah baju muslim yang benar menurut Al-Quran dan Al-Hadist. Dalam bukunya ” Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunati.”, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan menurut Al-Quran dan Al-Hadist, bahwa jilbab itu harus memenuhi 8 syarat :
  1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan. (QS.An-Nur : 31, QS. Al-Ahzab : 59).
  2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan. (QS. An-Nur : 31, QS. Al-Ahzab : 33).
  3. Kainnya harus tebal, tidak tipis. (HR. Abu Dawud).
  4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. (HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya).
  5. Tidak diberi wewangian atau parfum. (HR. An-Nasa’i dan Muslim).
  6. Tidak menyerupai laki-laki. (HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).
  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. (HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani).
  8. Bukan libas syuhrah (pakaian popularitas). (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Itulah 8 syarat pakaian wanita muslimah berpaikaian baju muslim. Pertanyaannya sekarang, apakah ukhti sudah memenuhi itu semua ? Atau bahkan ukhti belum berjilbab / masih menampakkan auratnya ? (Astaghfirullah, Na’udzubillah). Ingat berjilbab itu kewajiban bukan sunnah atau lainnya, jadi tidak benar jika berjilbab itu menunggu kesiapan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmad, hidayah serta ridhlo Nya pada kita semua. Amin……
----------
Sumber : rumahmadina.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar