"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Rabu, 07 Maret 2018

Bahaya Wahabi

Note Trip. Sekira bulan akhir bulan Maret 2017 selepas kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia tercinta, saat aku melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Aku duduk bersama seorang bapak yang kemudian makan siang bareng sesampainya di Terminal Jombor, sembari membicarakan obrolan orang yang duduk di bangu depan kami.
Pak Agus (sebut saja begitu) teman sebangku perjalananku ke Yogyakarta, memulai pembicaraan : "Sempat dengar perkataan bapak yang duduk dibangku depan kita dik?"
"Yang bagian mana pak?", tanyaku
"Itu lho, "Di jaman pak harto, sekte wahabi yang dianut raja Salman sempat dilarang, setelah berafiliasi dengan Golkar akhirnya berjalan dengan pembinaan. Sekarang jemaahnya dibina oleh partai penguasa, beruntung saya sempat berada dalam aliran tersebut yang kemudian membawa saya kepada pemahaman perlu mengimani al-qur'an, injil bahkan beserta shuhuf-shuhuf torah yang ada di dalamnya dan melepas hadits-hadits tulisan orang-orang yang tidak memiliki jaminan dari Tuhan", ingat kah perkataan yang itu dik?"
"Ingat pak", jawabku.
"Menurut adik?", tanya beliau.
"Yang saya garis bawahi dia menafikan hadits-hadits, itu sangat berbahaya dalam menghadapi fitnah akhir zaman", jawabku.
"Berhati-hatilah dik, bila bergaul dengan orang-orang model seperti itu, pemikirannya sangat jauh dari watak Ahlus Sunnah wal Jamaah, pemikiran seperti itu bisa berasal dari syiah, liberal, atheis dan kroni-kroninya, tetaplah belajar agama yang benar, berdoa senantiasa untuk selalu dikucuri hidayah.", pak Agus menasehatiku.

Sebelum berpisah beliau sempat memberiku PR, "Buka Qur'annya ya dik!, surat Ali Imran ayat 71 - 73".

Datang Ajal Berakhirlah Amal

قال العلامة ابن عثيمين - رحمه الله
 :
" الأعمال لا تنتهي بانتهاء مواسمها؛
وإنما تنتهي الأعمال بانتهاء الأجل "  
[ لقاء الباب المفتوح ٥١]

Amal tidak berakhir dengan selesainya musim kebaikan. Amal hanya akan berakhir jika datang ajal. (Ibnu Utsaimin -رحمه الله-)

Syaikh Prof. Dr. Ahmad al-Batiliy, Profesor bidang Ilmu Sunnah di Universitas Al-Imam, Riyadh. (Twitter : @DrAhmadAlbatli) - Twit Ulama    

Selasa, 06 Maret 2018

Seruan Mentaati-Nya

Bertakwalah pada Allah dengan menaati-Nya, Taatlah pada Allah dengan bertakwa pada-Nya. Tahanlah tanganmu, jangan menumpahkan darah kaum Muslimin! Tahanlah perutmu, jangan mengambil harta mereka! Tahanlah lisanmu, jangan mengganggu kehormatan mereka! (Abu Bakar ash-Shiddiq)

Dr. Ahmad Isa al-Mu'sharawi, ketua lajnah tashih al-Qur'an di al-Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al-Azhar, Mesir. (Twitter : @elmasrw) - Twit Ulama 

Senin, 05 Maret 2018

Bahaya Orang-orang Munafik

Allah lebih banyak mengkhususkan penyebutan orang-orang munafik ketimbang orang yahudi, karena orang-orang Yahudi tidak pernah menyembunyikan permusuhan dan selalu menampakkannya, adapun orang munafik, mereka menyembunyikan permusuhan dan menampakkan perkawanan.

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Da'i di Saudi yang juga pernah menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Minggu, 04 Maret 2018

Nikmat Dunia Terbesar

Kelezatan, kegembiraan, kebahagiaan dan kenyamanan yang tidak mungkin untuk digambarkan hanya akan diperoleh dengan ilmu, bertauhid dan beriman kepada Allah (Ibnu Taymiyyah -رحمه الله-)

Dr. Abdullah al-Ju'aitsin Dosen ilmu hadits di Universitas Ibnu Su'ud, da'i di kementrian agama Saudi Arabia. (Twitter : @aboali1406) - Twit Ulama 

Sabtu, 03 Maret 2018

Obscura

Note Trip. Dalam sebuah perjalanan kereta api ke arah barat Weleri setahun lalu, aku mendengarkan pembicaran yang menyenangkan dan menambah wawasan dan cinta.

Sodron tiba-tiba ngromet : "Maaf, bro. Kamu dosa loh pakai Facebook, HP dan Twitter. Itukan produk kafir. Ayo, cuci tangan yang bersih, syukur-syukur mandi besar sekaliyan...!"
Jumino pun menjawab : "Sini bro aku kasih tahu ya...! Pada tahun 965-1040 masehi Ibn Al Haitham sudah membahas perihal optik. Merumuskan 19 derajat di ufuk timur dan barat sebagai titik fajar dan senja, dia patahkan pula teori Ptolemeus tentang melihat, yang semula dikira mata memancarkan cahaya, menjadi bahwa pantulan cahaya pada bendalah yang ditangkap mata. Dalam kajiannya, dia juga berhasil merumuskan kedudukan cahaya terhadap kaca seperti pembiasan dan pembalikan. Ibn Al Haitham juga merintis pembakaran kuarsa untuk dijadikan kaca, dan menemukan padu-padan lensa serta prinsip kerja kamera. Awalnya, untuk mempelajari gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar. Inilah yang disebut "Al Kamrah", yang kemudian dialih bahasa menjadi "Kamera Obscura" atau fenomena ruang gelap. Teori yang dicetuskan Ibn Al Haitham ini telah mengilhami penemuan film yang disambung-sambung dan dimainkan. Dan Johannes Kepler di tahun 1571-1630 masehi yang memperkenalkan istilah dan konsep ini ke barat. Terinspirasi, pada tahun 1827 Joseph Nicephore Niepce di Prancis mulai menciptakan kamera permanen. Sekira 60 tahun kemudian George Eastman mengembangkan kamera yang lebih canggih pada zamannya. Tapi ketahuilah 'kamera' tercanggih yang selalu harus kita waspadai adalah yang merekam hidup kita, dari baligh sampai mati, tanpa kenal habis baterai dan penuh memori. Raqiib. 'Atiid. Jadi hentikan ocehanmu perihal karya orang barat mendahului ilmuan Muslim. Paham..!!"

Sungguh aku semakin cinta dengan agamaku, ketawadhu'an hamba dihadapan Khaliqnya, selalu menumbuhkan akal yang tertuntun agar berguna bagi agamanya. Tidak bertindak jumawa seolah sang perkasa.

Hati-hati dari perkara syubhat !

Imam Sufyan Ats-Tsauri -رحمه الله- berkata: segala kesesatan pasti dihias-hiasi, maka jangan engkau jual agamamu kepada orang-orang yang membencimu karena agama. Janganlah engkau tertipu dengan kebatilan meskipun ia dipenuhi dengan hiasan-hiasan, kuatkan dirimu di atas sunnah yang jelas ini, niscaya engkau akan selamat.

Dr. Muhammad bin Ghaits, Doktor dalam bidang syariah, da'i khatib dan peneliti di UEA. (Twitter : @D_ghaith) - Twit Ulama 

Jumat, 02 Maret 2018

Mohon Ampun untuk Orang yang Telah Bertaubat

Di surat al-Mu’min (40) ayat 7 - 9;

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا۟ وَاتَّبَعُوا۟ سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنٍ الَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوٰجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

وَقِهِمُ السَّيِّـَٔاتِ ۚ وَمَن تَقِ السَّيِّـَٔاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُۥ ۚ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Robbanaa wa si’ta kulla syai’in rahmatan wa ‘ilmaa, faghfir lilladziina taabun wattaba’uu sabiilaka wa qihim ‘adzaabal jahiim. Robbana wa adkhilhum jannaati ‘adninil-latii wa’adtahum wa man sholaha min aabaa ihim wa azawaajihim wa dzurriyyaatihim innaka antal ‘aziizul hakiim. Waqihimus-sayyiaati wa man taqis syyiaati yaumaidzin faqad rahimtah wa dzaalika huwal fauzul ‘dziim.”

Artinya :
Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.

Keterangan :
Do’a ini semula dibaca oleh para malaikat yang memikul ‘Arsy dan para malaikat yang berada di sekelilingnya. Mereka para malaikat bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman.
Dan menurut keterangan ahli tafsir, Abu Bakr radhiyallahu anhu berdo’a dengan do’a ini dikala telah berumur genap 40 tahun. Do’a ini diajarkan kepadanya oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari nash al-Qur’an. (al Khazin 6 : 134).
------------------------
Al-Quraan dan Terjemahannya, Departeman Agama RI, Pelita II/1978/1979, halaman 760.
Pedoman Dzikir dan Do’a, Prof Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit PT. Bulan Bintang Jakarta, cetakan kesepuluh 1987, halaman 369.

Boleh Diceritakan Dengan Ketentuan

Aku berpendapat bahwa tidak masalah menceritakan kisah su’ul khotimah dari kejadian yang ada dengan dua syarat :
1) Su’ul khotimah tersebut benar-benar terbukti secara syar’i maupun akal,
2) nama orang atau ciri-ciri orang tersebut tidak disebutkan.

Dr. Muhammad Hisyaam Thaahiri, mendapatkan gelar Doktor dari Fakultas Akidah Universitas Islam Madinah, Imam dan Khotib di Kementrian Wakaf Kerajaan Arab Saudi. (Twitter : @dr_abusalah) - Twit Ulama 

Kamis, 01 Maret 2018

Daki Badan

Di dalam buku “Ihya’ Ulumiddin” karya Imam al-Ghazali pada halaman 488 menuturkan bahwa daki badan yang terdapat pada seluruh badan karena keringat dan debu jalan, dapat dihilangkan dengan mandi. Dari itu tidak mengapa memasuki tempat permandian umum (hammam).
Para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasuki tempat-tempat permandian umum di negeri Syam (Syria) dan berkata sebahagian dari mereka : “Sebaik-baik rumah ialah rumah yang mempunyai hammam, yang menyucikan badan dan mengingatkan kepada api neraka”. Diriwayatkan yang demikian dari Abid-Darda’ dan Abi Ayyub Al-Anshari radhiyallahu anhu.
Berkata setengah mereka : “Sejahat-jahat rumah, ialah rumah yang menjadi tempat pemandian umum, yang menampakkan aurat dan menghilangkan malu”. Yang ini membentangkan bahayanya dan yang itu (keterangan di atas tadi) membentangkan faedahnya. Dan tiada mengapa mencari faedahnya ketika terpelihara daripada bahayanya.
-------------------------------------------
Ihya’ Ulumiddin Jilid 1, Imam al-Ghazali, Penerbit C.V. Faizan Jakarta, cetakan kesembilan 1986.

Penggabungan Perkataan dan Praktik

Hasan berkata, “seandainya Allah ‘azza wa jalla mau, Dia bisa jadikan agama ini sekedar ucapan saja tanpa praktek, atau praktek saja tanpa ucapan. Akan tetapi Dia jadikan agama-Nya ini perkataan sekaligus praktek, praktek sekaligus perkataan.

Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama