"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Selasa, 31 Oktober 2017

Konfirmasi Terlebih Dahulu

Jika Anda mendengar informasi yang baru, jangan buru-buru mengingkarinya. Tapi, cobalah untuk segera cek dan ricek.
Kalau berita itu benar, maka Anda mendapatkan satu informasi. Kalau berita itu salah, maka Anda juga mendapatkan informasi bahwa berita itu keliru.

‘Aly Al-'Imroon merupakan pengajar dalam bidang syari'ah, hadits, dan adab di Universitas Ummul Qura (Twitter : @a_alemran) - Twit Ulama 

Boleh Membunuh Cecak

Umm Syarik r.a. berkata : Bahwa Rasulullah s.a.w. telah menyuruh kepadanya membunuh cecak, dan bersabda : Dahulu ia telah meniupkan api atas Nabi Ibrahim a.s. (HR. Buchary dan Muslim).

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Siapa yang membunuh cecak (Tekik) pada pukulan pertama, maka mendapat sekian pahalanya, dan membunuh dalam pukulan yang kedua maka mendapat sekian pahalanya, kurang dari yang pertama, dan siapa yang membunuh cecak dalam pukulan ketiga, maka mendapat sekian pahalanya. Dan dalam lain riwayat : Siapa yang membunuh cecak dalam pukulan pertama mendapat seratus hasanat, dan dalam kedua kurang dari itu, dan ketiga kurang dari itu
. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 634-635.

Senin, 30 Oktober 2017

Jangan Kau Menyelisihi

Siapa yang menyelisihi akidah Ahlu Sunnah, maka dia bakal: (1) Menyelisihi dalil-dalil Naql (Quran dan Sunnah) dan dalil akal, (2) Akan menjadi saling bertolak belakang antara apa yang dia tetapkan dan apa yang dia nafikan. (Syaikh Ibnu Baz رحمه الله)

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama 

Minggu, 29 Oktober 2017

Menyikapi Nadzar

‘Aisyah r.a. berkata : Bersabda Nabi : Siapa yang nadzar akan berbuat baik karena Allah hendaknya diteruskan, dan siapa yang nadzar akan berbuat ma’siat maka jangan diteruskan (jangan berbutan ma’siat). (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 634.

Dua Mata Untuk Hamba

Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata, “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka dia kan bangkitkan dua mata bagi sang hamba. Satu mata untuk melihat surga dan satu mata untuk melihat neraka”

Syaikh Ahmad Abdul Karim Al-Khudhair, Imam dan Khatib Masjid Jami’ Al-Muqbil, Riyadh, Saudi Arabia. (Twitter : @ahmedk0025) - Twit Ulama 

Sabtu, 28 Oktober 2017

Masa Muda Dan Tua

“Siapa yang menjaga (hak) Allah di masa muda dan kuat, Allah akan menjaganya di waktu tua dan lemah” (Ibnu Rajab).

Dr. Sami bin Muhammad ash-Shaqir, Imam Masjid Jami’ Ibnu Utsaimin, Dosen Fikih Universitas Qashim KSA. (Twitter : @DrAlsoger) - Twit Ulama  

Nalar Anomali

Note Trip. Shelter Transit Elisabet BRT Trans Semarang pagi itu. Sembari menunggu BRT koridor berikutnya yang akan aku tuju, tetiba seorang bapak resah dengan kondisi politik bercerita. Berhubung aku tak begitu mudeng dengan politik ya aku dengarin saja. Sekira celotehannya begini;

Bapak Resah : "Coba lihat dik menjelang Pemilihan Presiden, Gubernur dan Walikota-Bupati selalu digaungkan "Jangan gunakan agama untuk kampanye"; eh.... tetiba saat Kurban, diberitakan di media manapun koran, elektronik dan medsos bahwa partai A sumbang hewan kurban ke masjid agung kota Y. Partai B distribusikan hewan korban ke seluruh Indonesia sebagai bukti rasa kemasyarakatan Partai. Padahal Kurban itu khan disyariatkan atas nama pribadi."

Hehehe.... Bener juga kata-kata Bapak Resah ini. Aku harus berusaha untuk nggak terkecoh dengan pelintiran kata-kata orang-orang partai.

Jumat, 27 Oktober 2017

Orang Pandai adalah yang Kuat Hafalan Qur'annya

Abu Zaid (Amru) bin Akhthob Al-Anshary r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. sholat subuh dengan kita, kemudian naik di atas mimbar berkhutbah hingga dhuhur, maka turun sholat sesudah itu naik di mimbar kembali, melanjutkan khutbahnya hinga asar, kemudian turun sholat dan naik kembali ke mimbar, hingga terbenam matahari. Maka ia telah memberitahu kepada kami semua apa yang telah lalu dan yang akan datang, maka orang yang terpandai di antara kami ialah yang lebih kuat hafalannya. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 634.

Siapa Diri Anda ?

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah, maka jangan kalian sembah siapapun selain Allah” (QS. al-Jin : 18). Jadilah orang mulia yang merdeka, jangan hinakan diri Anda di hadapan manusia atau batu atau kuburan. Anda adalah hamba Allah! Menghinakan diri, berdoa dan meminta hajat, semuanya hanya kepada Allah saja.

Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-‘Arifi, dosen di King Saud University (KSU), Riyadh, anggota Rabithah (Ikatan) Ulama Syari’ah. (Twitter : @MohamadAlarefe) - Twit Ulama

Kamis, 26 Oktober 2017

Mohon Diselamatkan dari Tipu Daya Musuh

Di surat asy-Syu’araa (26) ayat 169;

رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ
“Robbi najjinii wa ahlii mimmaa ya’maluun”.

Artinya :
Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.

Keterangan :
Menurut keterangan ahli tafsir, inilah do’a yang diucapkan nabi Luth a.s. untuk memohon supaya beliau dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan kaumnya yang buruk itu. (al-Khazin 5 : 103).
Beliau selalu menghadapi kaumnya yang laki-laki lebih menyukai laki-laki daripada wanita.
------------------------
Al-Quraan dan Terjemahannya, Departeman Agama RI, Pelita II/1978/1979, halaman 569.
Pedoman Dzikir dan Do’a, Prof Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit PT. Bulan Bintang Jakarta, cetakan kesepuluh 1987, halaman 366-367.

Cahaya Sang Rabbi

“Allah lah cahaya langit dan bumi” (QS. an-Nur : 35).

Cahaya yang menjadi sifat Allah ada 2 jenis.
  1. Indrawi : dari Allahlah semua cahaya yang ada di ala mini,
  2. Maknawi : itulah yang ada di hati para Nabi dan wali-waliNya" – Imam Ibnu Sa’di رحمه الله
Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, pernah ke Indonesia Januari. (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama