"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Minggu, 11 Agustus 2019

Kecuali Dua Orang

Surga itu tidak akan dicapai oleh dua golongan, mereka yang menyombongkan diri dan mereka yang menginginkan kerusakan tersebar di dunia. Allah ta'ala berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. (QS: Al-Qashash : 83)

Syaikh Prof. Dr. Sa’ud bin Ibrahim al-Syuraim, Imam dan Khatib Masjidil Haram, Dosen dan Profesor di Universitas Ummul Qura Mekkah. (Twitter : @saudalshureem) - Twit Ulama     

Sabtu, 10 Agustus 2019

Teladan Umat

Ibnu Hazm رحمه الله berkata: “Perjalanan hidup Nabi Muhammad ﷺ, bagi orang yang merenungkannya, pasti akan membenarkan kenabiannya dan dia akan benar-benar menyaksikan bahwa beliau adalah utusan Allah. Seandainya tidak ada mukjizat yang turun kepada Nabi selain hanya perjalanan hidupnya, niscaya sudah cukup untuk meyakini kenabian beliau”

Prof. Dr. ‘Ashim Al-Qoryuutiy, professor dalam bidang ilmu hadits di Universitas Al-Imam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, KSA. (Twitter : @alqaryooti) - Twit Ulama 

Jumat, 09 Agustus 2019

Kecuali Dua Orang

Surga itu tidak akan dicapai oleh dua golongan, mereka yang menyombongkan diri dan mereka yang menginginkan kerusakan tersebar di dunia. Allah ta'ala berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. (QS. Al-Qashash : 83)

Syaikh Prof. Dr Sa’ud bin Ibrahim al-Syuraim, Imam dan Khatib Masjidil Haram, Dosen dan Profesor di Universitas Ummul Qura Mekkah. (Twitter : @saudalshureem) - Twit Ulama  

Kamis, 08 Agustus 2019

Lebih Luas Dari Dosa

Rahmat Allah lebih luas dari semua dosa (yang dilakukan seorang hamba -pent). Orang yang diharamkan (dari rahmat Allah) adalah dia yang berharap rahmat tersebut sementara ia malah menghampiri sebab-sebab datangnya azab.
 
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚفَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ

“dan rahmat-Ku luas meliputi segala sesuatu, maka aku akan memberikannya bagi mereka yang bertaqwa” (QS. al-A’raf : 156).

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama 

Rabu, 07 Agustus 2019

Terdepan Dalam Taqwa

“Dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. al-Furqon : 74).

Betapa agungnya kalau Anda menjadi seorang yang bertakwa. Adapaun menjadi imamnya orang yang bertakwa, maka Anda harus menjadi terdepan di antara orang yang bertakwa, lebih berkorban dari pada mereka, dan siap untuk berbuat kebaikan dalam segala situasi.

Dr. Syaafi al-'Ajmi; Imama Masjid al-Ghazali, kuwait. Murid Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله. (Twitter : @shafi_ajmi) - Twit Ulama 

Selasa, 06 Agustus 2019

Tanda Kemunafikan

Senang dengan musibah yang menimpa umat Islam, adalah tanda kemunafikan yang jelas, “Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.” (QS. at-Taubah : 50)

Dr. Ruqayyah al-Muharib; Dosen wanita dalam bidang ilmu hadits di Universitas Putri An-Nuurah. (Twitter : @rokaya_mohareb_) - Twit Ulama 

Senin, 05 Agustus 2019

Bentuk Zhalim

Diantara bentuk menzhalimi wanita :

- Tidak menafkahi mereka,
- Tidak mengasuh mereka,
- Tidak memberikan hak mereka sama sekali atau sebagiannya dalam harta warisan,
- Menikahkan mereka tanpa kerelaan mereka,
- Memakan mahar yang sudah diberikan pada mereka,
- Merampas harta mereka, baik pendapatan, rumah atau tanah mereka.

Dr. Sa'ad bin Mathar al-Utaibi, Doktor dalam bidang Politik Islam, dosen dan studi Majalah al-Bayan. (Twitter : @otsaad) - Twit Ulama 

Minggu, 04 Agustus 2019

Memanfaatkan Waktu

Sebagian salaf mengatakan, “Akan diperlihatkan kepada Bani Adam pada hari kiamat, waktu-waktu yang digunakan dalam hidupnya. Maka setiap waktu yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah, akan membuat jiwanya gundah gulana dan senantiasa berada dalam penyesalan.” Subhaanallah Wabihamdih

Syaikh Ahmad an-Nufais, Imam Masjid al-Kabir, Kuwait. (Twitter : @ahmad_alnufais) - Twit Ulama 

Sabtu, 03 Agustus 2019

Seburuk - Buruknya Manusia

Seburuk-buruk manusia adalah suatu kaum yang menikmati karunia Allah kemudian kafir dengannya dan berpaling dari jalan-Nya. Allah Ta'ala berfirman :
 
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّـهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (QS. al-Anfal : 55).

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama

Jumat, 02 Agustus 2019

Kecuali Yang Dikehendaki

Allah berfirman:
 
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. Yunus : 25).

Renungilah ayat ini, Allah menjadikan ajakan menuju surga-Nya dalam konteks umum. Adapun hidayah untuk menggapai surga, hanya Allah berikan untuk hamba- hamba-Nya yang terpilih. Allah memberi taufik kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama 

Kamis, 01 Agustus 2019

Dalam Bersedekah

Untuk membeli keperluan rumah seharga 100 atau 200 dirham, tidak sedikitpun terlintas keraguan pada dirinya. Akan tetapi ketika dia ingin berinfak setara dengan yang ia belanjakan untuk keperluan rumah itu, tiba-tiba dia ingat anak-anaknya, ia takut kekurangan, takut ditimpa sakit. Maka sungguh benar Allah Ta"ala dalam firman-Nya;
 
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

“Syaithan itu selalu menjanjikan kemiskinan”. (QS. al-Baqarah : 268).

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama