"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)
Tampilkan postingan dengan label Suikoden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suikoden. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2017

Damai Tercipta

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Di medan pertempuran pasukan Harmonia yang ditugaskan menjauhkan tentara aliansi Grassland - Zexen dengan Pahlawan Api nampaknya sangat berhasil.
Hingga mereka pun tersadar dan mencoba kembali ke gedung upacara tempat rune bersemayan.
Efek kehancuran dari pertarungan antar rune menghancurkan tempat upacara. Pasukan serangga cukup gesit menjemput pasukan kecil pengawal pembawa api. Dan mereka pun membawa Viki untuk membantu men-teleportasi mereka.
Saat tempat upacara itu mendekati keruntuhannya, Hugo mencoba menjemput Luc. Tetapi bantuan itu di tolak oleh Luc dan Sarah, mereka tidak ingin hidup dalam kehinaan.
Setahun selepas kehancuran gedung upacara yang mengubur pula Luc dan Sarah, Grassland hidup dalam kedamaian. Le Buque perlahan mendapatkan kemerdekannnya dan menjadi bagian dari Grassland kembali. Merekapun dikumpulkan kembali dalam Festival Budehuc dan bersuka cita. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 11, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 15 Januari 2017

Terlempar dalam Lorong Waktu

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Setelah pertarungan antar rune Hugo mendapatkan serangan balik dari kekuatan rune. Ia terlempar, dan pingsan.
Pikirannya terbawa kenangan masa kecil Luc dan Sasarai. Ketika terlahir sebagai pembawa true rune keduanya mesti dipisah agar kekuatan masing-masing tidak saling terhisap oleh rune. Sasarai diasuh dalam istana, sedangkan Luc diasingkan dalam penjara. Sampai kemudian Luc diasuh oleh Leknaat di pulai penyihir.
Suatu hari Leknaat mempetunjukkan kepada Luc sebuah "Batu Tulis Perjanjian" yan akan terukir nama 108 perang yang terlibat dalam perang, dan takdirnya telah ditetapkan oleh bintang takdir.
Pengalaman Luc sebagai penyaksi "Batu Tulis Perjanjian" terus bergulir dari peristiwa pendampingan Tir Mc Dohl dan Riou Genkaku. Luc bertanya kepada Leknaat apakah hasil pertempuran rune hanyalah "Ketiadaan". Tetapi Leknaat selalu tak menjawab tanyanya itu.
Hugo kembali terlempar dalam lorong waktu hingga tiba saat diskusi Luc, Yuber, Albert Silverberg dan Sarah soal senjata penghancur rune yang tersembunyi di Grassland. Penghancuran rune akan memakan banyak korban, tetapi bisa diminimalisir dengan memisahkan penduduk dengan  penguasa/ pemilik rune.

Hugo kembali terlempar dalam lorong waktu. Hingga tiba pada kenangan Lulu dan Jimba. Lulu mengatakan tak menyesal telah mati, Jimba mengingatkan banyak yang mesti harus Hugo urus di Grassland.
Tiba-tiba perjalanan lorong waktunya buyar saat tersadar suara yang tak asing lagi; "Hugo, tanganmu ! Cepat !!!, Chris Lightfellow). (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 11, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 14 Januari 2017

Pertempuran Akhir

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Sementara itu Hugo di dalam lorong tempat upacara penyatuan rune bertemu sosok sahabat kecilnya, Lulu. Hingga ia larut dalam kenangan masa lalu dan meminta ma'af tidak mampu menghentikan langkahnya menuju kematian. Tiba-tiba Lulu KW itu berkata : "Menaruh perhatian pada orang yang sudah mati. Apa pantas bagi seorang Pahlawan Api?" Hugo terkejut dengan kalimat itu dan tiba-tiba sosok Lulu KW menghilang dan berubah menjadi Luc.
"Selamat datang di tempat upacara Hugo!", sapa Luc.
Kemudian mereka berdialog soal rune yang menyelamatkan dunia. Tetapi bagi Luc dengan menghancurkan satu rune maka dunia akan terselamatkan, cukup dengan sedikit pengorbanan.
Pertarungan True Fire Rune dan True Wind Rune pun tak terelakkan lagi. Dan saat posisi Hugo terjepit, muncullah Geddoe dan Chris Lightfellow bersama anak buah masing-masing.
Geddoe memperingatkan Luc untuk mengembalikan rune yang dikuasainya ke tempat asalnya. Tetapi Luc mengabaikan perkataan Geddoe. Akhirnya Geddoe memberi komando pertarungan. Roland Lesaurus, Aila dan Jacques membidikkan panahnya ke arah Luc. Hujan anak panah itupun ditepisnya dengan kekuatan True Wind Rune. Geddoe bergerak merapat pada Chris Lightfellow dan melakukan summon gabungan membidik Luc, Duaarrr !!!, benturan itu mengagetkan pasukan aliansi dan Harmonia di luar tempat upacara.
Serangan gabungan itu mampu melumpuhkan pertahanan Luc. Panah dari busur Jacques menembus bahu kanan Luc dan menghempaskannya.
Sasarai pun telah sampai di ruangan itu, dan iapun berdiskusi dengan Luc soal ucapannya tentang kebenaran dan kebodohan.
Tetapi Luc menganggap keputusannya menghancurkan rune adalah benar. Luka panah itu begitu menyerap energi Luc hingga ia terjatuh dan meminta pada Hugo untuk segera dibunuh. Tiba-tiba tubuhnya meledak dan rune menghisap Luc, kesadarannya telah dikuasai oleh Moster jelmaan Rune-nya.
Sasarai dengan True Wind Rune-nya mencoba menahan kekuatan Moster jelmaan dari Rune-nya Luc. Sedangkan Hugo meminta Geddoe dan Chris Lightfellow menggabungkan kekuatan rune mereka untuk menyerang moster Luc.
Kekuatan rune saling melawan satu sama lain, dan akan menyusut kemudian akan bereaksi yang tak pernah diduga, Hugo pun terlempar. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 11, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 08 Januari 2017

Kembalinya Earth Rune

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Chris Lightfellow dan Ksatria Zexen yang lain berhasil mendekati tempat upacara, hingga muncul sosok Wyatt Lightfellow menghadang jalan mereka. Salome Harras mengingatkan Chris Lightfellow bahwa sosok Wyatt Lightfellow di depan mereka adalah palsu. Borus Redrum dan Percival Fraulein merangsek maju dan membatu. Leo Gallen pun segera merangsek maju dan membatu pula. Lalu Salome Harras dan Roland Lesaurus segera menyerang dan mereka pun membatu. Hingga tinggal berhadapan Wyatt Lightfellow KW dengan Chris Lightfellow. Wyatt Lightfellow KW itu meminta Chris Lightfellow menyerahkan rune-nya, tetapi ditolaknya. Sampai ketika Wyatt Lightfellow KW itu terus berusaha menguasai pikiran Chris Lightfellow, ia disadarkan bisikan lembut Yun akan besarnya cinta sang ayah, hingga membuatnya tersadar. Dan melawan hasutan Wyatt Lightfellow KW yang ternyata adalah Sarah.
Dengan kekuatan Water Rune-nya Chris Lightfellow melawan Earth Rune yang dipegang Sarah, sebuah rune yang bukan milik pemiliknya yang sah. Hingga terlepaslah Earth Rune itu dan kembali kepada sang pemilik, Sasarai, yang memang berada tak jauh dari tempat pertarungan itu. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 11, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 07 Januari 2017

Kembalinya Lightning Rune

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Geddoe, Joker, Queen, Ace, Jacques dan Aila berhasil masuk dalam lorong ruang upacara. Tetapi tiba-tiba Bammm !!! pintu rahasia memisahkan Geddoe dengan anak buahnya. Ilusi yang dilakukan Luc pun mulai bekerja, sosok yang menyerupai Pahlawan Api di masa lalu mencoba menyesatkan pikiran Geddoe. Tetapi Geddoe tidak terpengaruh dan pedangnya menggores di wajah sosok Pahlawan Api KW, dan berubah menjadi Yuber.
Pertarungan pun terus berlanjut, hingga Geddoe berhasil membunuh sosok yang menyerupai Yuber. Dan berangsur-angsur Lightning Runekembali kepadanya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 01 Januari 2017

Menculik Sang Jenderal

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Albert Silverberg dan Yuber memandangi arah keriuhan dari benteng Budehuc penuh penasaran. Albert Silverberg pun memanggil Sarah untuk segera melaksanakan tugasnya memisahkan Pahlawan Api dari pasukannya dan membawanya ke tempat upacara.
Pertempuran sudah dimulai, dan Hugo kian larut dalam jebakan yang diracik Albert Silverberg. Dari kejauhan Caesar Silverberg terus mengawasi setiap kejadian setiap gerakan pasukan Grassland seperti ada upaya memancing seseorang untuk dipisahkan.
Sementara itu digaris depan Hugo yang terpancing rencana Albert Silverberg telah menghadapi sergapan Sarah. Geddoe yang berusaha mengejar Hugo yang telah dibuat pingsan oleh Sarah terus dihadang oleh pasukan Harmonia. Tak kalah cepat anak buah Geddoe dan Aila terus mem-back-up pergerakannya.
Chris Lightfellow yang mendengar Hugo berada di tangan musuh ingin segera membantu membebaskannya. Tetapi Salome Harras mengingatkan bahwa tindakan tersebut berbahaya. Tetapi ksatria yang lain; Borus Redrum, Leo Gallen, Percival Fraulein, Roland Lesaurus akan setia menemani segala keputusan Chris Lightfellow.
Lucia mengambil alih komando pasukan Grassland, dengan dibantu klan Camaro dan klan Lizard melanjutkan pertarungan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 31 Desember 2016

Bergabungnya Pasukan Serangga

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Setelah prosesi penyembuhan luka, Geddoe angkat bicara : "Semuanya, lihatlah ! Kita telah kehilangan Jimba, tapi dihadapan kita ada pewaris yang telah mewarisi darah dan rune-nya ! Rune tak pernah memilih mereka ! Saat ini dibawanya kembali saudara lama kita, Kana'a dari masa perpisahan yang panjang adalah bukti nyata".
Dan tiba-tiba di langit terlihat garis memanjang bak ular berjalan, iring-iringan itu semakin rendah dan dekat, kibaran panji berlambang pembawa api pun terlihat. Sontok triakan tentara dan penduduk aliansi lantang menggema memenuhi angkasa membuat nyali musuh gentar.
Hugo pun memberikan pidato penyemangat, membulatkan tekat menuju tempat upacara. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 25 Desember 2016

Padang Rumput Pencerahan

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Hugo menenangkan dirinya di padang rumput pinggir kota tak jauh dari benteng Budehuc. Dibiarkannya kenangan rune dan pemiliknya terdahulu menyusup dalam relung pikirnya.
Caesar Silverberg akhirnya menemukan tempat favorit Hugo merenung. Dan Caesar Silverberg kembali mengingatkan bahwa antara dirinya dan Hugo harus saling mempercayai, saling berbagi apa yang tengah dipikirkan. Hugo pun menyadari kekeliruannya dan meminta ma'af.
Saat mereka saling berbagi, tiba-tiba langit gelap, awan berbentuk cincin berputar-putar dan disambut kilatan petir menari-nari diatas tempat upacara dekat perkampungan klan Lizard. Pertanda upacara penyatuan rune yang di kuasai Luc sudah dimulai.
Di benteng Budehuc, penduduk berhamburan melihat fenomena alam yang aneh tersebut. Geddoe kemudian meminta tentara dan penduduk dikumpulkan. Di tengah lapangan Chris Lightfellow mengangkat tangannya dan luka-luka yang diderita tentara dan penduduk pun sembuh seketika.
Dengan nada lirih, Geddoe berkata kepada Chris Lightfellow : "Seperti itulah Wyatt menyelamatkan teman-teman kami yang terluka. Entah sudah berapa kali kami ditolong Wyatt dengan cara seperti itu. Tapi dia sudah tiada. Kalau kau putri Wyatt, maukah engkau memberikan bantuan seperti sosok Wyatt yang kami kenal?"
Chris Lightfellow hanya tersenyum menanggapinya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 24 Desember 2016

Rapat Konsolidasi

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Esok harinya semua pemimpin aliansi mengadakan konsolidasi yang dihadiri Geddoe, Lucia, Caesar Silverberg, Chris Lightfellow, Dupa, Dios, Salome Harras, Yuiri, Mua dan Hellec. Dalam pertemuan itu Geddoe menegaskan bahwa tak ada lagi tempat untuk melarikan diri dan setelah ini merupakan pertempuran terakhir yang harus dihadapi bersama. Tiba-tiba Caesar Silverberg memotong pembicaraan bahwa Geddoe melupakan pasukan serangga. Geddoe menjelaskan kepada yang lain tentang posisi pasukan serangga menunggu kabar dari anak buahnya, Queen.
Tiba-tiba Sebastian menyusup masuk ke dalam ruang rapat mengabarkan bahwa Hugo tidak ditemukan dikamarnya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 18 Desember 2016

Perjanjian Geddoe-Sasarai

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Suatu hari di ruang pertemuan lantai 2 tiba-tiba meledak dan mengagetkan banyak orang. Tak urung semua petinggi Grassland dan Zexen mendekati sumber ledakan. Mereka melihat Hugo yang kelelahan. Tiba-tiba menyusup Geddoe dan menanyainya. Kata-kata Hugo terus mengacau. Geddoe memintanya berdiri, tetapi Hugo terus larut dalam kata-kata yang tak berujung. Geddoe pun menamparnya, dan itu menyedarkan Hugo.
Lucia mengucapkan selamat datang pada salah satu pembawa api ini, Lalu Geddoe meminta kabar tentang Harmonia, pemimpin aliansi untuk segera berkumpul membicarakan strategi perang selanjutnya dan seorang ahli rune yang harus mengawasi Hugo.
Hari itu Geddoe dan Duke menemui Sasarai untuk menceritakan diambilnya Lightning Rune milik Geddoe oleh Luc. Sasarai lalu membicarakan perjanjian yang diajukan Geddoe untuk mengembalikan posisi Sasarai. Jika berhasil mengembalikan posisinya, maka Sasarai harus melakukan gencatan senjata dan perjanjian damai dengan Grassland, mengakui kemerdekaan Le Buque atau klan Kana'a.
Setelah Geddoe melewati perdebatan panjang yang juga melibatkan Dios, akhirnya Sasarai menyetujui perjanjian tersebut. Sementara itu Hugo tak banyak bicara dikamarnya setelah mendapatkan perawatan dan pengarahan dari Jeane d'Master-Rune. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 17 Desember 2016

Masa Belajar

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Di sebuah ruangan bekas markas klan Lizard, Great Hollow. Albert Silverberg terus mengasah otak meracik strategi.
Sementara itu Thomas pun terus memikirkan keamanan benteng Budehuc pasca pasukan Grassland memilih mundur. Thomas pun lega melihat perkembangan hari demi hari bahwa pengungsi Grassland dan Zexen lambat laun makin menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Sementara itu Caesar Silverberg terus menghabiskan waktunya diperpustakaan untuk memperhitungkan dan menerka setiap siasat yang akan dilakukannya atau yang tengah musuh lakukan. Ernie pun membantu mencari segala hal yang berhubungan dengan rune yang tengah jadi incaran Luc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 11 Desember 2016

Bertemu Teman Lama

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Pagi itu Cecile dan Koroku seperti biasanya, berjaga di pintu gerbang benteng hingga mereka dikejutkan dengan kedatangan Beechum menyampaikan pesan Lucia yang akan datang bersama sejumlah besar pasukan Grassland.
Setelah melaporkan pada Thomas, akhirnya Thomas pun meminta Sebastian untuk mempersiapkan segenap penyambutan untuk kedatangan pasukan Grassland. Tak berapa lama pasukan Grassland pun tiba, Lucia mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas penyambutan dan penampungan para pengungsi Grassland.
Teman lama pun kembali ber-reuni; Thomas, Hugo dan Caesar.
Beberapa hari kemudian pasukan Zexen dengan 6 Ksatria-nya pun diundang Thomas, bersama para petinggi Grassland mereka akan dipertemukan dengan sang buronan Harmonia, Jendral Sasarai. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 10 Desember 2016

Festival Budehuc

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Hari perayaan Festival Rakyat pun tiba, semua bergembira, tidak terlewat satu pun penghuni benteng menikmati kemeriahan festival yang diadakan oleh Thomas. Pertunjukan dari oleh dan untuk mereka penghuni benteng Budehuc. Dari pertunjukan musik, akrobat dan menu kuliner, semua bersatu dalam suka cita.
Meski begitu ada saja orang yang hadir dengan segala macam pertanyaan, Lilly Pendragon. Wanita bangsawan ini terus mencari-cari keberadaan Pahlawan Api.
Malam hari selepas festival, Thomas meminta pendapat Cecile tentang jalannya festival yang sudah berlangsung. Cecile membesarkan semangat Thomas bahwa festival berjalan baik, tetapi jika yang dimaksud tujuan mempersatukan Grassland dan Zexen masih panjang waktunya, karena pertengkaran mereka pun tidak terjadi hanya sehari saja, sudah bertahun-tahun. Butuh waktu untuk merubah, meski perlahan-lahan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 04 Desember 2016

Persiapan Festival Budehuc

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Dalam Ruangan di benteng Budehuc, Thomas terus berpikir tentang cara terbaik menyatukan pengungsi Grassland dan Zexen. Pagi hari itu Thomas telah disambut kedatangannya saat keluar dari kamar tidurnya. Cecile, Sebastian dan yang lainnya. Thomas segera melakukan kunjungan ke barak-barak untuk mendengarkan keluhan-keluhan para pengungsi.
Siang hari Thomas mengadakan sebuah rapat kecil dengan dihadiri nenek Sana', Apple dan beberapa perwakilan pengungsi untuk membuat aturan dalam wilayah benteng Budehuc. Rapat itu memutuskan bahwa dilarang membawa senjata dalam lingkungan benteng, jika meninggalkan area benteng harus ijin dan tidak boleh melakukan kekerasan. Sebagai pemilik benteng Thomas memberikan sangsi bagi para pelanggar.
Meski dengan berat hati mereka yang mengungsi di benteng pun menyerahkan semua senjatanya untuk diamankan.
Malam harinya, Thomas mengajak makan malam bersama penghuni benteng terdahulu Eike dan yang lain untuk membicarakan cara terbaik mendamaikan pengungsi Grassland dan Zexen. Dan Cecile mengusulkan dibuatkan Festival Rakyat, yang akan digelar aneka pertunjukan dan makanan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 03 Desember 2016

Mundur ke Benteng Budehuc

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Serbuan pasukan Lizard dari celah tersembunyi mengejutkan Albert Silverberg sebagai sang strategiest. Luc pun mengeluarkan Wind Rune-nya untuk menciptakan monster-monster aneh untuk menghadang pergerakan pasukan klan Lizard yang terus datang bergelombang.
Di tengah pertempuran Yuber dan Dupa bertarung one by one. Dari arah udara Futch, Sharon dan Bright mencoba menyerang Luc. Tetapi gagal. Tiba-tiba angin berputar-putar diatas medan pertempuran. Belum sempat pasukan yang bertarung mengetahui penyebabnya, seketika itu langit sudah dihiasi dengan titik-titik hitam yang berdengung, pasukan serangga pun tiba, menjadi pasukan tambahan bagi Grassland.
Disaat peristiwa keterkejutan yang beruntun itu Hugo akhirnya mampu mendekati Luc, mereka pun bertarung one by one.
Luc mencoba menghipnotis Hugo agar mengikuti kemauannya, tetapi Fubar segera memecahkan upaya Luc. Dan pertarungan pun terus berlangsung hingga Lucia meminta pasukan Grassland mundur ke benteng Budehuc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 27 November 2016

Pertempuran di Great Hollow

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Sementara itu pasukan Harmonia terus bergerak menuju Great Hollow dan berhadapan dengan pasukan Grassland. Sesampainya di pertigaan, pasukan Harmonia memecahkan diri sebagian untuk mencegah pasukan bantuan dari pasukan Zexen dari benteng Brass. Sebagian lagi tetap menuju Great Hollow. Jalan menuju Great Hollow adalah jalur lembah yang sulit untuk penyerangan, tetapi Albert Silverberg menyarankan untuk menggunakan bantuan pasukan penyihir.
Angin menerbangkan debu-debu, hasil perbuatan pasukan penyihir Harmonia ini menyulitkan serangan jarak jauh pasukan Grassland. Lucia segera memerintahkan serangan jarak pendek. Sergeant Joe, Wilder dan Rhett dari klan Duck terus merangsek, begitu juga dengan Yuiri dan Yumi dari klan Alma Kinan. Tak mau ketinggalan Mua dan Hellec pun menunjukkan keperkasaan mereka. Beecham pun terus mengawal pergerakan sang strategist, Caesar Silverberg.
Disisi lain enam Ksatria Zexen bersama pasukannya terus mendekat menuju jalur Great Hollow yang mengejutkan Albert dan Luc. Akhirnya Luc memerintahkan Sarah meruntuhkan batu-batu di sisi tebing dengan menggunakan Earth Rune-nya. Bertutut-turut pasukan penyihir menggunakan Wind Rune untuk memperburuk keadaan.
Hugo dan Fubar terbang di garis depan memberi komando penyerbuan. Pasukan klan Lizard berhasil menguasai pasukan penyihir. Pasukan berkuda klan Karaya terus menghajar pasukan terdekat dengan mereka. Pasukan Harmonia pun balik tertekan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 26 November 2016

Pulang ke Grassland

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Luc mengadakan konsolidasi dengan pasukannya yang ditemani oleh Albert, Yuber dan Sarah. Luc menyesal karena pasukan Serangga tak bisa dikerahkan dalam pertempuran melawan Grassland.
Tiba-tiba seorang prajurit mengabarkan bahwa gerbang tempat upacara telah ditemukan di dekat Great Hollow wilayah klan Lizard. Dan Luc memerintahkan pasukan untuk berangkat keesokan harinya.
Sementara itu di tenda pasukan pengendali serangga terjadi diskusi kebaikan dan keburukan Franz oleh anak buahnya. Tiba-tiba Queen masuk dan mencoba membangkitkan kembali kecintaan mereka pada Grassland. Tetapi tampaknya usaha Queen bakal menemukan kesia-siaan, karena tak ada respon berarti dari anak buah Franz untuk membebaskan pemimpinnya itu.
Akhirnya Queen sampai di tempat penyekapan Franz dan ingin membebaskannya serta mengajaknya pulang ke Grassland. Tiba-tiba beberapa utusan anak buah Franz dengan senjata lengkap mengingatkan Franz : "Dasar kamu ini, selalu saja menanggung semuanya sendiri, itu nggak baik tahu....!"
Frans pun terpaku memandangi teman-temannya.
"Ayo pulang Franz, ....... ke Grassland !", kata anak buah Franz memecahkan keheningan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 20 November 2016

Saatnya Api Tahu Keberadaan Air

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Sementara itu diperkemahan tentara aliansi Grassland dan Zexen. Hugo berdiri ditengah lapangan dan menatap ke perkemahan tentara Zexen.
"Seperti Flame Champions ingin bicara berdua saja dengan nona", kata Percival Fraulein.
"Baiklah, aku segera kesana", jawab Chris Lightfellow.
Setelah mereka saling bertatapan Chris Lightfellow mengabarkan bahwa Jimba telah mati dan ketika Hugo bertanya soal sebabnya, Chris Lightfellow menunjukkan tanda True Water Rune ditangannya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Sabtu, 19 November 2016

Bangsa Barbar dan Kekerasan

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Benteng Budehuc. Thomas terus berupaya mengelola dan melayani kesejahteraan para pengungsi, dan ia meminta bantuan Sebastian untuk selalu mengontrol persediaan makanan, obat-obatan dan kebutuhan lain-lain para pengungsi.
Hari itu Thomas meninjau keadaan para pengungsi dan juga mereka yang dengan sukarela telah membantu; Kenji, Piccolo dan Kidd.
Tiba-tiba suasana hening menjadi buyar penuh kegaduhan dengan teriakan Cecile yang mengabarkan kegentingan. Serombongan pasukan kepala besi telah memenuhi benteng Budehuc, dan mereka menyatakan akan menjaga keamanan di luar dan dalam benteng, sesuai perintah yang diberikan oleh Zexen. Dan terjadilah sedikit kekacauan hingga akhirnya para pengungsi yang enggan dengan kehadiran pasukan kepala besi inipun memilih mengalah. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Minggu, 13 November 2016

Menemukan Jalan Pelarian Sasarai

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Sementara itu disisi lain Ace dan Joker melacak jalan pelarian rombongan Sasarai hingga akhirnya mereka pun terkejar. Terjadi sedikit gesekan antara Dios dengan Ace dan Joker.
"Kami bisa membantu kalian melakukan kontak dengan Flame Champions. Bergabunglah dengan Grassland. Kami nggak tahu apa yang sedang direncanakan Luc, hingga terkuak rencananya dan nama baik tuan Sasarai pulih lagi. Satu-satunya cara adalah bergabung dengan Grassland", jelas Ace.
"Kau bermaksud menjual tuan Sasarai kepada negara musuh, hah!?", balas Dios sambil mengacungkan pedangnya ke arah Ace.
"Kalau terus melarikan diri, kalian akan terpojok oleh Harmonia, Grassland dan Zexen", jelas Ace lebih lanjut.
"Tunggu, kita tak bisa terus lari. Dan mereka bukanlah orang asing bagi kita, kurasa kita bisa mempercayai perkataan mereka", kata Sasarai menengahi.
Mereka pun segera bergerak ke tempat netral antara Grassland dan Zexen, benteng Budehuc.
Tiba-tiba ditengah perjalanan mereka dihadang rombongan Yuber. Ace dan Joker berusaha menghadang langkah Yuber dan pasukan pengawalnya, sementara Dios mengawal Sasarai menuju benteng Budehuc. Saat pertahanan rombongan Sasarai terdesak, tiba-tiba datang bantuan dari Nash Clovis menyerang Yuber, dan Yuber pun terdesak saat yang tepat bagi rombongan Sasarai untuk melepaskan diri dari cengkraman Yuber dan pasukan pengawalnya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).