"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)
Tampilkan postingan dengan label TravelNusa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TravelNusa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Maret 2017

Perubahan Rute BRT Trans Semarang

Berdasarkan keterangan Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Catur Gatot Effendi yang menyatakan bahwa kapasitas jalan di Semarang saat ini tak mungkin untuk dilebarkan secara optimal. Maka diupayakan rekayasa lalu lintas, satu diantaranya mengubah jalur dua arah menjadi searah.
BRT Trans Semarang koridor I, bis baru
Pada bulan Januari 2017, yang pertama adalah Jalan MT. Haryono, dari depan SMA Sedes Sapientiae satu arah ke utara sampai perempatan Bangkong dan seputaran Taman Menteri Supeno dari Jalan Menteri Supeno akan dibuat memutar.
"Jadi kendaraan dari arah Jalan Menteri Supeno tak diperbolehkan langsung lurus ke jalan Pahlawan. Harus memutar dulu ke arah SMA 1 terus belok kanan. Demikian pula dari arah Pandanaran atau Mugas tak boleh langsung berbelok ke kanan menuju SMA 1, harus memutari dulu Taman Menteri Supeno," jelas Kasatlantas Polrestabes Semarang.
Pada Februari 2017, jalan yang diberlakukan satu arah adalah Jalan Imam Bonjol. Dari arah Tugu Muda akan dibuat searah ke selatan. Kemudian Jalan Pemuda setelah depan Mal Paragon dibuat searah ke arah Tugu Muda. Begitu pula Jalan Thamrin searah menuju pertigaan jalan Pandanaran dan Jalan Gajah Mada searah menuju arah jalan Pemuda. (Tribun Jateng).

BRT Trans Semarang
Rekayasa lalu lintas ini berdampak pada perubahan rute BRT Trans Semarang. Sebagai pengguna moda angkutan umum ini TravelNusa sejenak jalan-jalan kembali berkelililing Semarang menggunakan BRT Trans Semarang. Koridor yang terpengaruh rekayasa lalu lintas ini antara lain ;

Koridor I (Mangkang - Penggaron)
Trans Semarang koridor I diresmikan pada tanggal 18 September 2009. Koridor I ini menggunakan Bus Ukuran besar untuk melayani penumpang dari Terminal Mangkang sampai Terminal Penggaron.
Dari Mangkang : Terminal Mangkang - Pasar Mangkang – Sango - Kawasan Industri - Karanganyar (SMA 8) - Karpet - KTI - Taman Lele - Lapangan Tugu - PLN - RSUD Tugu – Pengadilan – Muradi – Cakrawala – Karangayu - ADA Pasar Bulu - Pasar Bulu - Imam Bonjol - via Jl. Kapten Piere Tendean - Balai kota – Pandanaran - Gramedia - Simpang Lima - RRI Stasiun (Ahmad Yani I) - Mullo (Milo) - Beruang - ADA Majapahit - BLK - Pedurungan/Samsat - Zebra - Manunggal Jati - Pucang Gading - Terminal Penggaron.
Dari Penggaron : Terminal Penggaron – Bitratex - Pucang Gading - Manunggal Jati - Zebra – BLK - ADA Majapahit - Pasar Gayamsari - Kelinci - Mullo (Milo) – RRI - SPBU (Ahmad Yani II) - Simpang Lima - Gramedia - Pandanaran - Imam Bonjol - via Jl. Kapten Piere Tendean - Balaikota - Pasar Bulu - ADA Pasar Bulu - Karangayu - Cakrawala - Muradi - Pengadilan - RSUD Tugu - PLN - Lapangan Tugu - Taman Lele - KTI - Karpet - Karanganyar (SMA 8) - Kawasan Industri - Sango - Pasar Mangkang - Terminal Mangkang.

BRT Trans Semarang koridor IV - PTA mbak Sarwendah
Koridor II (Terboyo - Sisemut/Ungaran)
Trans Semarang Koridor II diresmikan pada Senin tanggal 1 Oktober 2012. Koridor II ini menggunakan Bus Ukuran Medium untuk melayani penumpang dari Ungaran sampai dengan Terminal Terboyo Semarang.
Dari Terboyo : Terboyo - RSI Sultan Agung - LIK - Kampoeng Semarang - Sawah Besar Kaligawe - Pasar Kobong - Raden Patah - Kota Lama - STIE BPD Jateng - Johar - Balai Kota - Katedral - RSUP Kariadi - Ngaglik - SPBU Gajahmungkur - Elizabeth - Kagok - Akpol - Don Bosko - Kesatrian - Pasar Jatingaleh - Bukitsari - Ngesrep/Tembalang - Ruko Setiabudi - SPBU Sukun - Banyumanik - Mega Rubber - Gedawang - BPK Jawa Tengah - Alun-alun Ungaran - Sisemut (Terminal Ungaran).
Dari Sisemut : Sisemut - Taman Unyil - BPK Jawa Tengah - Pudakpayung– KODAM - Terminal Banyumanik - ADA Setiabudi - TK Srondol - Ngesrep - Pasar Jatingaleh - Kesatrian - Don Bosco - Akpol - Kagok - Elizabeth - Taman Gajahmungkur - Ngaglik - RSUP Kariadi - RS Wira Bhakti Tama - Imam Bonjol - via Jl. Kapten Piere Tendean - Suzuki Pemuda - Johar - Layur – Stasiun Tawang - Pengampon - Penjaringan - Pasar Kaligawe - Kampoeng Semarang - SMP 4 - RSI Sultan Agung – Terboyo.

Koridor III (Pelabuhan - Pelabuhan)
TransSemarang Koridor 3 Mulai beroperasi semenjak 1 November 2014. Menggunakan Bus ukuran Medium seperti Koridor 2 dan 4.
Jalur A : Pelabuhan Tanjung Emas – Jl Ronggowarsito – Jl Pengapon – Jl R Patah – Sayangan – Bubakan – Jl Pattimura – Jl Dr Cipto – Jl MT Haryono – Jl Dr Wahidin – Jl Sultan Agung – Taman Diponegoro – Jl Diponegoro – Jl Pahlawan – Jl. Taman Menteri Supeno (SMA1/Taman KB) - Simpang Lima – Jl Gajahmada – Jl Pemuda – Tugu Muda – Jl Imam Bonjol – Jl Dr Jawa – Jl Tawang – Jl Ronggowarsito – Pelabuhan Tanjung Emas
Jalur B : Pelabuhan Tanjung Emas – Jl Ronggowarsito – Jl Pengapon – Jl R Patah – Jl Dr Jawa – Jl Imam Bonjol - via Jl. Kapten Piere Tendean - Jl Thamrin – Jl Pandanaran –Simpang Lima – Jl Pahlawan – Jl Diponegoro – Taman Diponegoro – Jl Sultan Agung – Jl Dr Wahidin – Jl MT Haryono – Bubakan – Jl Cenderawasih – Jl Letjen Suprapto – Jl Dr Jawa – Jl Tawang – Jl Ronggowarsito – Pelabuhan Tanjung Emas

Senin, 09 November 2015

Bandung Trip 2015

Bandung Trip 2015. 6 Nopember 2015 – 8 Nopember 2015 adalah hari-hari yang sangat menyenangkan. Perjalanan wisata ke Bandung sudah direncanakan di awal tahun. Kali ini TravelNusa (Traveler Nusantara) bersama warga RT 03 RW 03 Kelurahan Sumurboto kecamatan Banyumanik kotamadia Semarang menggunakan bus sewaan "NUGROHO" H.1520.CG dengan kondektur mas Budi.
TravelNusa (Traveler Nusantara) berangkat dari titik pemberangkatan, Icos Cafe Semarang pada pukul 18.40 WIB via pantura. Perjalanan malam, hujan yang menemani dari weleri batang, pemalang dan mendekati subang serta tubuh lelah menemani tidur TravelNusa (Traveler Nusantara) dalam bus.

Ciater
Pagi jam 03.30 WIB TravelNusa (Traveler Nusantara) sampai di Pemandian Air Panas Sariater (Ciater) kecamatan Ciater, kabupaten Subang, propinsi Jawa Barat, tempat favorit untuk bersantai barengan warga kali ini. Lokasi pemandian air panas Ciater persis berada di perbatasan antara Bandung dan Subang, lebih tepatnya bersebelahan dengan Lembang.
Mata air panas Ciater datang dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu (Jarak kawah Gunung Tangkuban Perahu ke Ciater hanya sekitar 7 km), dengan suhu antara 43 – 46 Celcius, yang letaknya tak terlampau jauh dari tempat wisata ini. Tak hanya dialirkan ke pemandian, air panas itu juga mengalir lewat sungai sejauh 2.000 meter yang lalu jadi dingin serta dipakai untuk kebutuhan pengairan tempat persawahan.
Tempat wisata Ciater jadi semakin memesona dengan suguhan hawa pegunungan yang dingin dan panorama perkebunan teh yang luas. Tak hanya situasi setempat yang nyaman, TravelNusa (Traveler Nusantara) menjadikan air panas ditempat ini sebagai terapi kesehatan kulit. Katanya kandungan belerangnya ideal untuk mengobati beragam penyakit seperti kelumpuhan, rematik, masalah syaraf, tulang, serta beragam penyakit kulit yang lain apabila dilakukan dengan cara teratur.
Setelah menikmati keindahan alamnya, TravelNusa (Traveler Nusantara) bersama rombongan pukul 07.30 WIB menuju kawah Tangkuban Perahu.

Kawah Gunung Tangkuban Perahu
Pukul 08.30 WIB sampai juuga TravelNusa (Traveler Nusantara) di Gunung Tangkuban Perahu yang terletak di sebelah utara kota Bandung, lebih tepatnya di Cikole Lembang. Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2084 meter DPL. Dengan rimbun pohon pinus serta hamparan kebun teh di sekelilingnya. Kondisi udara di sekitar Tangkuban Perahu sangatlah dingin, berkisar 17 derajat Celcius. Untunglah TravelNusa (Traveler Nusantara)  membawa jaket.
Untuk mencapai kawah Gunung Tangkuban Perahu tidaklah sulit, setelah bus parkir, kita menggunakan angkot sekali jalan dengan ongkos Rp. 3.500,- dan harga karcis wisatawan nusantara Rp. 22.500 karena weekend (hari kerja bagi Rp 20.000).
Setelah menikmati dinginnya Gunung Tangkuban Perahu, TravelNusa (Traveler Nusantara)bersama warga bersiap-siap menuju destinasi berikutnya.

Pasar Baru Bandung
Pukul 10.30 WIB TravelNusa (Traveler Nusantara)  dan rombongan menuju Pasar Baru Bandung. Primadona wisata belanja pakaian orang dari luar Bandung. Lokasinya di jalan Otto Iskandar Dinata, atau jalan pusat kota.
Letaknya yang strategis ada di pusat kota menjadi incaran para pelancong. Apalagi dengan harga yang murah meriah, asalkan bisa nawar, pasti dapat barang harga bersaing. Adapun barang yang dijual di Pasar Baru Bandung mayoritas produk fashion, mulai dari Baju umum, baju anak, baju muslim, mukena, kerudung, sepatu, sandal, batik dan sebagainya.
Pasar Baru terdiri dari 8 lantai, macetnya minta ampun. Di lantai 8 atau lantai paling atas kita bisa lihat kota Bandung dari segala penjuru, sangat asyik. Di lantai ini juga tersedia masjid, jadi cukup mudah untuk menunaikan sholat wajib.
Mesti hati-hati kalau bawa duit banyak, biar ndak kena copet, begitu pesan teman kerja yang asli Bandung. Selain produk fasion, bisa juga cari oleh-oleh khas Bandung seperti keripik, peyeum, dodol, basreng, sale pisang, wajik Cililin dan banyak lagi oleh-oleh khas Bandung. Pokoknya dijamin puas lapar mata dan perut.
Pukul 15.00 WIB, hujan pun turun seperti mengiring TravelNusa (Traveler Nusantara) dan rombongan bersiap-siap kembali ke tujuan semula. Semarang pagi hari 8 Nopember 2015 pukul 06.05 WIB sampai dengan selamat berkah. Nice Trip Bandung.

Selasa, 13 Oktober 2015

Museum Masjid Agung Demak

TravelNusa (Traveler Nusantara). Selepas sholat subuh Ahad 11 Oktober 2015 tiba-tiba pengen banget melakukan perjalanan ke Demak. Setelah perjalanan awalku mengenal Demak di tahun 2011, antara 4 November 2011 sampai 3 January 2012 dengan mengikuti Survei dan Verifikasi Kapal Perikanan dibawah atau sama dengan 30 GT dan Alat Penangkapan Ikan di Seluruh Indonesia Tahun 2011 dan bertemu dengan Mubadikin salah satu perangkat di desa Babadan kecamatan kabupaten Demak, pada saat itu berdiskusi tentang letak situs kerajaan Demak yang belum juga diketahui tepat tempatnya. Tersimpan pengetahuan itu di benakku. Kemudian pada awal tahun 2014 TravelNusa (Traveler Nusantara) melakukan perjalanan menuju kompleks makam salah satu sunan pendiri masjid Agung Demak untuk sholat di masjid-nya.

Rute Perjalanan
TravelNusa (Traveler Nusantara) keluar rumah jam 07.30 WIB. Lanjut perjalanan dengan BRT II-009 dari shelter transfer Tembalang jam 07.45 WIB. Menikmati kemacetan di zona pasar Jatingaleh karena proyek pembangunan Underpass sudah mulai dilaksanakan. Tiba di shelter transfer RSI Sultan Agung jam 08.32 WIB. Menuju Demak dengan bus AKDP Harum nopol K.1582.B jurusan Semarang - Lasem jam 08.50 WIB dengan harga tiket lima ribu rupiah. Nyaman nggak nyaman karena pemipaan AC sayap kanan bus bocor. Menikmati kemacetan di jalan Demak - Semarang km 15 karena perbaikan jalan. Sampai terminal Demak jam 09.35 WIB. Lanjut jalan kaki menuju kawasan Masjid Agung Demak, 09.40 WIB sampai lokasi tujuan.

Museum Masjid Agung Demak
Letak museum disisi utara kompleks masjid Agung Demak atau beralamat di jalan Sultan Patah No. 57 Kecamatan Bintaro, Kabupaten Demak. Tak perlu berjinjit-jinjit mencapai lokasi museum, karena sudah ada selasar dengan karpet hijau yang akan mengantarkan menuju lokasi. Tiba di sebuah bangunan semacam lobi yang akan mengantar peziarah memilih kekanan bangunan museum dan ke kiri kompleks makam.
Museum Masjid Agung Demak berdiri di atas lahan seluas 16 meter persegi yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kala itu dan menyimpan benda-benda bersejarah yang mencapai lebih dari 60 koleksi. Memasuki museum dengan mengikuti arah jarum jam, terdapat koleksi umpak batu peninggalan masjid sebelum dipugar. Foto-foto Masjid Agung Demak dari masa ke masa, lampu-lampu dan peralatan rumah tangga dari kristal dan kaca hadiah dari PB I tahun 1710 M; kitab suci Al-Qur’an tulisan tangan; beberapa prasasti kayu memuat angka tahun 1344 Saka; Sirap penutup atap masjid, kentongan dan bedug peninggalan para wali abad XV, dua buah gentong (tempayan besar) Kong dari dinasti Ming hadiah dari Putri Campa pada abad XV, warnanya coklat kehitaman dengan keadaan yang sudah tidak utuh pada bagian atasnya. Tak ada warna atau ornamen lainnya yang menghiasi permukaannya. Daun pintu Makam kesultanan tahun 1710 M. Pintu bledeg buatan ki Ageng Selo yang merupakan condrosengkolo berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani yang berarti angka tahun 1388 saka atau 1460 M, atau 887 H.
Di bagian tengah ruangan tersimpan bagian-bagian soko guru yang rusak (sokoguru Sunan Kalijogo dengan diameter 63,70 cm disisi timur laut; sokoguru Sunan Bonang dengan diameter 62,70 cm disisi barat laut; sokoguru Sunan Gunungjati dengan diameter 61,50 cm disisi barat daya; dan sokoguru Sunan Ampel dengan diameter 65 cm disisi tenggara. sebuatan arah mata angin itu jika kita berdiri tepat di bawah lampu robyong Masjid Agung Demak peninggalan tahun 1923 - 1936 M). Ada koleksi maket masjid Agung Demak dan maket Masjidil Haram. 

Oleh-Oleh Khas Demak
Tidak afdol berkunjung ke suatu tempat, bila tidak mencoba menikmati produk khas daerah setempat untuk dijadikan kenang-kenangan. Beberapa kios berdiri di pasar sentra UKM yang berlokasi di sisi utara tak jauh dari kompleks Masjid Agung Demak. Kios-kios disini sengaja dijadikan showroom sekaligus sentra penjualan berbagai produk khas berkearifan lokal.

Baca juga :

Rabu, 30 September 2015

Dulu Unyil Kini Serasi

TravelNusa (Traveler Nusantara). Taman Unyil, begitu lebih dikenal. Sebuah taman yang berada di pertigaan dan di apit oleh jalan raya Semarang - Ungaran dan jalan Kisarino Mangunpranoto, sudah lama pengen TravelNusa (Traveler Nusantara) kunjungi. Dan baru sehari lalu TravelNusa (Traveler Nusantara) sampai disana. Dalam kondisi musim kemarau yang panjang saat TravelNusa (Traveler Nusantara) berkunjung ke Taman Unyil, rimbun dan hijaunya tetumbuhan cukup memberikan rasa semilir angin dan udara yang segar. Taman Unyil sebagai Tugu Batas "Serasi" ini diresmikan pada hari Jum'at 20 Desember 1991 oleh Bupati KDH TK II Kabupaten Semarang, Drs. Hartomo dan Ketua Gapensi Cabang Kabupaten Semarang, Ir. H.K. Sunarto. Sekaligus menjadi penanda batas antara kota Semarang (kelurahan Pudak Payung kecamatan Banyumanik) dan kebupaten Semarang (kelurahan Bandarjo).
Bupati Semarang Dr Mundjirin SpOG saat itu, mengupayakan perubahan citra yang baik untuk Taman Unyil menjadi Taman Serasi dari tempat mangkalnya para waria dan PSK pada malam hari. (baca : regional.kompas.com,  Minggu, 13 Maret 2011)

Menuju Lokasi
Jika menggunakan BRT koridor 2 dari arah Terboyo, TravelNusa (Traveler Nusantara) berhenti di shelter Pudak Payung atau BPK Propinsi Jawa Tengah. Lalu menggunakan angkot (ke arah Polsek, PDAM atau pasar Bandarjo) dan setelah melewati tugu "Selamat datang" turunlah di taman Unyil, seberangi jalan, karena lokasi taman ada di sebelah kanan. Jika menggunakan BRT koridor 2 dari terminal Sisemut berhenti di shelter Taman Serasi.

Bicara Taman Serasi
Di dalam areal Taman Serasi alias taman Unyil, sekilas terlihat hanyalah sebuah taman bermain semata seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, komedi putar dan lain-lain. Pemandangan menjadi berbeda ketika TravelNusa (Traveler Nusantara) masuk ke dalamnya. Ada miniatur rambu-rambu lalu lintas, miniatur jembatan, jalan memutar dan lain sebagainya, cocok untuk dijadikan sarana pengenalan dini untuk anak-anak terhadap keselamatan berlalu lintas.
Mengelilingi taman pun kian terasa nyaman dengan adanya pedestrian yang tertata rapi. Beberapa patung hewan pun menambah aksen tersendiri di dalam taman yang juga ditumbuhi bermacam-macam vegetasi, dari pepohonan dan bunga-bungaan.

Selasa, 11 Agustus 2015

Monas Ice Cream

TravelNusa (Traveler Nusantara). Sore itu kepengen banget menikmati ice cream, TravelNusa (Traveler Nusantara) teringat dengan Esgrim House di Jl. Prof Soedarto No 127A Semarang, tetapi sayang dipintu rollingdoor-nya tertulis "DISEWAKAN", sepertinya tempat asik ini sudah tidak berfungsi lagi. Karena keinginan menikmati ice cream tak bisa dibendung, TravelNusa (Traveler Nusantara) berkeliling mencoba mencari tempat lain. Hingga sampai di jalan menuju kompleks perumahan Bumi Srondol Indah dekat dengan SMPN 27 Semarang TravelNusa (Traveler Nusantara) menemukan sebuah kedai ice cream, Monas Ice Cream. Di kedai ini es krim-nya memiliki beberapa varian rasa, ada vanilla, strawberry dan cokelat. Untuk topping dipadukan berbagai macam seperti strawberry, cokelat, vanilla, blueberry atau meses. Terdapat berbagai macam menu tersajikan disini, seperti ice cream cone, ice cream cup, dan ice cream float. Harganya pun sangat terjangkau. Satu porsi ice cream cone hanya dibanderol Rp 3.000 saja dan untuk ice cream cup (biasa atau jumbo size) serta ice cream float (soda, milk soda, pop ice dan mocacinno) dibanderol harga Rp 3.500 sampai Rp 7.500 saja. Yang jika dibandingkan dengan es krim yang ada di resto siap saji lainnya yang memakan biaya lebih banyak. Rasanya pun tidak diragukan lagi.

Senin, 03 Agustus 2015

Mie Ayam Alisha Randugarut

TravelNusa (Traveler Nusantara). Perjalanan kuliner kali ini sampai juga di Mie Ayam ALISHA jalan Kauman Randugarut kecamatan Tugu Semarang, tepatnya di depan masjid  ar-Raudloh.
Konsep warung mie ayam ini adalah lesehan, sedangkan konsep menu mie ayamnya adalah mie ayam mangkok pangsit.
Secara umum penyajiannya adalah bumbu mie ayam diletakkan dalam mangkok berbentuk kotak, kemudian 2 pangsit yang lebar dibentuk seperti mangkok / contong / piring atau whatever-lah pokoknya wadah. Dan penyajian terakhir adalah mie, sayuran dan ayam diletakkan diatasnya. Sedangkan kuah bening diletakkan dalam mangkok kecil terpisah. Untuk saos atau sambel bisa ditambahkan sesuai selera.
Harga cukup terjangkau, semangkok mie ayam, satu gelas teh hangat dan satu kerupuk yang ku makan mesti mengganti Rp. 9.500,-

Selasa, 21 Juli 2015

Liburan Lebaran

IDUL FITRI 1436 H. Hari ketiga Lebaran adalah hari liburan yang bersambung. Pagi jam 07.15 WIB dengan mobil Xenia sewa dari SDQ RentCar (Jl. Deliksari Raya No. 39 RT 05 RW 10 kelurahan Tandang hecamatan Tembalang Semarang) berangkat TravelNusa (Traveler Nusantara) sekeluarga menuju Promasan Greenland desa Gonoharjo kecamatan Limbangan kabupaten Kendal.

Promasan Greenland
Promasan Greenland adalah sebuah wahana keluarga di bawah area wanawisata Gonoharjo untuk mandi air hangat yang sumber air hangatnya berasal dari kawah Margotopo wanawisata Gonoharjo. Pukul 08.15 WIB TravelNusa (Traveler Nusantara) telah sampai di wahana keluarga Promasan Greendland, setelah memarkirkan mobil TravelNusa (Traveler Nusantara) dan keluarga segera menuju loket untuk membeli tiket masuk dengan membayar HTM Rp. 15.000 per orang (harga hari libur nasional). Di dalam wahana keluarga ini tersedia banyak fasilitas seperti kolam rendam air hangat dan air dingin, arena bermain, area kuliner, camping ground dan musholla.
Kuliner yang menarik bagi TravelNusa (Traveler Nusantara) adalah jagung bakar plus kopi putih hangat.

Goa Kreo
Pukul 10.45 WIB, TravelNusa (Traveler Nusantara) memasuki kawasan Goa Kreo yang telah padat merayap penuh dengan pengunjung, dan TravelNusa (Traveler Nusantara) mendapatkan tempat parkir dekat dengan lokasi pintu bendung Jatibarang. HTM-nya Rp. 3.500,- per orang dan parkir mobil Rp. 5.000,-. Sebenarnya TravelNusa (Traveler Nusantara) pernah mengunjungi tempat ini beberapa waktu yang lalu, tetapi hanya berani sampai jembatan penghubung yang ada pulaunya ditengah bendungan. Karena waktu itu kera ekor panjang penghuni Goa Kreo berkumpul mengerumuni TravelNusa (Traveler Nusantara). Berhubung liburan lebaran tahun ini pengunjung mem-bludhag kera ekor panjang penghuni kawasan Goa Kreo itu bersembunyi di beberapa titik. 
Akhirnya TravelNusa (Traveler Nusantara) bisa mendekati area Goa yang katanya buat bertapa Sunan Kalijaga (secara pribadi TravelNusa (Traveler Nusantara) tak yakin dengan cerita ini, seorang mukmin seperti Sunan Kalijaga tak akan melakukan perbuatan syirik yang jelas hukumnya, dosa besar dan tak terampunkan sebelum pelakunya bertaubat).

Sam Poo Kong
Pukul 13.20 WIB, TravelNusa (Traveler Nusantara) sampai di kawasan Sam Poo Kong, tetapi sebelumnya TravelNusa (Traveler Nusantara) makan siang dulu Ayam Bakar Wong Solo yang tak jauh dari Sam Poo Kong.
Setelah 45 menit menikmati makan siang dan sholat dzuhur, kemudian TravelNusa (Traveler Nusantara) masuk ke Sam Poo Kong dengan membayar HTM Rp. 3.500 per orang. Dalam suasana liburan lebaran ini jumlah pengunjung dan atraksi Barongsai di dalam lokasi Sam Poo Kong begitu meriah, beda dengan kunjungan TravelNusa (Traveler Nusantara) yang telah lalu.
Pukul 15.00 WIB, TravelNusa (Traveler Nusantara) bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi menuju tujuan berikutnya.

Jalan Pandanaran
15 menit kemudian TravelNusa (Traveler Nusantara) telah berada di kawasan jalan Pandanaran, lokasi kawasan penjualan oleh-oleh khas Semarang. Mobil TravelNusa (Traveler Nusantara) parkirkan di depan gedung Menara Suara Merdeka, karena parkir di area penjualan Oleh-oleh khas Semarang penuh.

Kota Lama
Setelah 25 menit berada di kawasan jalan Pandanaran, TravelNusa (Traveler Nusantara) segera meluncur ke taman Srigunting untuk photo-photo, yang sebelumnya mengelilingi wilayah kota lama dari Kantor Pos Semarang, Jembatan mBerok, Gedung Koperasi Batik Indonesia, Stasiun Tawang, dan akhirnya berhenti parkir di kawasan Gereja Blenduk. Setelah menghabiskan 15 menit sesi photo-photo di kawasan ini, segera TravelNusa (Traveller Nusantara) meluncur ke tujuan selanjutnya.

Masjid Agung Jawa Tengah
Setelah melewati Stasiun Tawang, jalan Patimura dan arteri Soekarno-Hatta dan mengarahkan ke jalan Gajah tibalah TravelNusa (Traveler Nusantara) di kawasan Masjid Aguing Jawa Tengah untuk sholat ashar disini. Disinipun TravelNusa (Traveler Nusantara) habiskan waktu untuk sesi photo-photo hingga pukul 17.00 WIB, dan melanjutkan menuju tujuan berikutnya.

Masjid Baiturrahman
Pukul 17.25 WIB, TravelNusa (Traveler Nusantara) sampai di masjid Baiturrahman untuk melaksanakan sholat maghrib. 
Masjid Raya Baiturrahman merupakan sebuah masjid yang terletak di kawasan Simpang Lima Semarang. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 10 Agustus 1968 dengan ditandai pemasangan tiang pancang untuk pondasi masjid sebanyak 137 buah. Masjid diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 15 Desember 1974. Keberadaan masjid ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga Semarang. Bangunan masjid berbentuk limasan dan berdiri di atas lahan seluas 11.765 m2. Saat ini Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan wadah berkumpulnya umat, melainkan juga pusat dakwah Islam.
Setelah sholat maghrib TravelNusa (Traveler Nusantara) menikmati kuliner disekitar masjid, wedang ronde dan lain-lain. Menjelang isya' TravelNusa (Traveler Nusantara) meluncur pulang. Nice Holiday.

Senin, 20 Juli 2015

Pantai Ujungnegoro Kandeman

IDUL FITRI 1436 H. Hari kedua Lebaran adalah rutinitas berkumpul keluarga besar kakekku dari pihak ayah. Tahun ini pertemuan di Pekalongan dan kami keluarga besar dari Semarang telah mempersiapkan diri menghadiri pertemuan keluarga yang diantar oleh d'Nasima -borderless journey- H.1438.EA dengan driver Solekhan dan assistennta Ponijan.
Jam 05.00 WIB berangkat dari Sumurboto dan 20 menit kemudian sudah sampai di Tegalsari untuk menjemput keluarga yang lain. 20 menit kemudian kita siap-siap meninggalkan Semarang.
Setelah melewati Alas Roban pukul 07.20 WIB TravelNusa (Traveller Nusantara) istirahat di SPBU 44.512.11 Timbang Kabupaten Batang untuk urusan kamar kecil. 20 menit kemudian perjalanan dilanjutkan, dan pukul 08.50 WIB sampai di Perum Bumi Wira Baru II Blok T Pekuncen - Wiradesa - Kabupaten Pekalongan 51152. Selepas melaksanakan sholat dzuhur di masjid al-Mutaqin kompleks Perum Bumi Wira Baru II dan sesi photo keluarga, TravelNusa (Traveller Nusantara) segera mempersiapkan diri menuju tempat wisata.

Pantai Ujungnegoro
Acara keluarga usai jam 14.00 WIB, perjalanan pulang pun di mulai. Dan pukul 15.00 WIB sampai di Pantai Ujungnegoro sebagai destinasi liburan keluarga.
Pantai Ujungnegoro terletak di desa Ujungnegoro kecamatan Kandeman (koordinat -6.891375,109.799282). Pantai ini merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Unggulan Kabupaten Batang yang menawarkan keindahan alam, religi, dan kebudayaan. Ujungnegoro merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD).
Tidak sampai setengah jam dari jalur Pekalongan - Semarang, TravelNusa (Traveller Nusantara) telah sampai di lokasi pantai. Setelah melewati gapura penanda lokasi pantai, kita akan menemukan dua arah jalan, yang satu menuju pantai dan yang satunya lagi menuju lokasi sebuah makam Syekh Maulana Maghribi. Konon beliau ini adalah salah satu penyebar agama Islam di jaman kerajaan Demak dahulu. Meskipun makam ini masih menjadi kontroversi siapa yang dimakamkan di Ujungnegoro tersebut. Sebagian kalangan menyebut makam tersebut hanyalah sebuah petilasan karena di daerah Batang sendiri ada dua tempat yang dianggap masyarakat sebagai makam Syekh Maulana Maghribi. Pertama di Ujungnegoro, dan kedua di Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang.  Sebagian kalangan lain menyebut, tempat tersebut hanya merupakan tempat petilasan semata.
Salah satu unggulan wisata Kabupaten Batang dengan penataan area dan selalu menjaga kebersihan pantainya, Apalagi dengan ditambahnya wahana permain yang menarik pengunjung terutama anak-anak, murahnya HTM Rp. 5000,-(harga hari libur nasional) serta amannya area parkir kendaraan.
Salah satu keistemewaan Pantai Ujungnegoro adalah adanya perpaduan antara keindahan panorama pantai dan terjalnya perbukitan. Pantai bertebing seperti ini jarang sekali terdapat di sepanjang pesisir utara Jawa. Pada tebing tersebut juga terdapat sebuah gua bernama Gua Aswotomo dan sebuah makam kecil di atasnya peninggalan Syekh Maghribi. 
Menikmati indahnya pantai Ujungnegoro bisa dilakukan dari dua sisi, sisi timur lewat tangga di pinggir tebing makam Syekh Maulana Maghribi atau dari sisi barat pantai Ujungnegoro. Pantai ini memiliki hamparan pantai yang menarik untuk digunakan sebagai tempat memancing atau berkeliling menggunakan perahu atau sekedar menikmati deburan ombak yang datang.
Pantai Ujungnegoro ini memang tidak terlalu luas. Garis pantai berpasirnya mungkin kurang dari 1 km saja. Tapi bila dihitung dengan sensasi berdiri di batu karang mungkin panjang pantai lebih dari 2 km. Disekitar pantai terdapat banyak pohon ketapang, cemara laut dan beberapa vegetasi lain yang kurang aku kenal, sehingga kesan teduh sangat terasa.Pukul 17.15 WIB, TravelNusa (Traveller Nusantara) keluar dari area pantai Ujungnegoro dan melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang, tetapi sebelumnya 18.40 WIB TravelNusa (Traveller Nusantara) mampir ishoma di Kurnia Jawa Timur, Jl. Lingkar Kaliwungu Km.23 - Kaliwungu Kendal. 40 menit kemudian TravelNusa (Traveller Nusantara) melanjutkan perjalanan kembali ke Semarang. Nice Holiday.

Minggu, 07 Juni 2015

Taman Pandanaran Semarang

Taman Pandanaran berdiri di bekas lahan SPBU Jalan Pandanaran seluas 6.000 m2, taman yang berhiaskan patung Warak Ngendog (yang merupakan ikon dari kota Semarang, sebuah gambaran hewan imajiner sebagai pemersatu 3 etnis (Budaya Jawa, Arab dan Tionghoa) yang ada di Kota Semarang), area bermain dengan bentuk plaza dan kolam air mancur. Secara tampak memang tak terlalu luas, tapi dari sisi estetika, sosiologis dan fungsi publik cukup maksimal. Karena letaknya yang berada di jantung kota dan di jalur utama, tepat di pertigaan antara Jl. Pandanaran dan Jl. MH Thamrin.
Taman ini baru diresmikan pada awal tahun 2015 lalu. Sangat mudah untuk menuju akses kawasan Taman Pandanaran Semarang ini. Jika TravelNusa berawal dari kawasan Simpang Lima langsung saja menuju jalan Pandanaran. Jika ketemu lampu merah pertama, di sebelah kiri jalan letaknya Taman Pandanaran berada. Bisa juga TravelNusa mengakses melalui jalan Pemuda belok kiri menuju jalan Pandanaran, ketemu lampu merah kedua, di sebelah kanan jalan letaknya Taman Pandanaran. Atau TravelNusa bisa akses melalui jalan MH Thamrin. Di penghujung traffic light jalan Thamrin adalah jalan Pandanaran, dan disitulah letak Taman Pandanaran berada.

Selasa, 02 Juni 2015

Taman Bacaan Masjid-Ku

Menurut simpulan TravelNusa (Traveler Nusantara), Taman Bacaan Masjid-Ku adalah suatu perpustakaan yang bentuk fisiknya secara umum tidak terlalu besar dan berkesan tidak seresmi perpustakaan umum, karena kegiatan perpustakaan di Taman Bacaan Masjid-Ku ditujukan dalam rangka membangkitkan semangat membaca dan menuntut ilmu pemakmur-masjid.

Ngangsu Ilmu
Beberapa bulan terakhir ini, TravelNusa (Traveler Nusantara) tertarik untuk melengkapi tulisan "Beriman" di Blog yang pernah dibuat sekitar tahun 2011-an dengan Tafsir Al-Azhar karya almarhum Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka). TravelNusa (Traveler Nusantara) menemukan koleksi Tafsir Al-Azhar Juzu' 3, Juzu' 4, Juzu, 5 dan Juzu' 6 karya almarhum Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka) di perpustakaan Taman Bacaan Masjid-Ku Masjid Raya Candi Lama Jl. Dr. Wahidin No 109 Semarang yang TravelNusa (Traveler Nusantara) butuhkan.Mungkin nantinya tidak hanya buku Tafsir Al-Azhar, sepintas semua koleksi di Taman Bacaan ini menarik keingin-tahuanku. 

Pencapaian
TravelNusa (Traveler Nusantara) seringkali memanfaatkan waktu kosong untuk merapat ke Taman Bacaan Masjid-Ku. Dan memulai perjalanan dengan menunggu Bus BRT koridor 2 di sepanjang halte jalan Setyabudi, lalu transit di Shalter Transhit Elisabeth untuk berganti Bus BRT koridor 3 arah Mataram yang melewati SPBU 41.502.02 Sultan Agung dan berhenti di shalter Kasipah, depan TK. ABA 30 dan SD Muhammadiyah 03 Jl. Dr. Wahidin 123 Semarang.
Tak perlu ragu menghabiskan waktu membaca disini, karena masjid ini memiliki semacam kantin kecil. Dan setiap selesai sholat jama'ah dzuhur insyaAllah ada Kultum (kuliah tujuh menit). Setelah menghabiskan cukup waktu di Taman Bacaan Masjid-Ku, TravelNusa (Traveler Nusantara) mengambil arah pulang menunggu Bus BRT koridor 3 di shalter Kasipah yang dekat dengan Hotel Permata Hijau, mengambil transit di Shalter Elisabeth dan berganti Bus BRT koridor 2 menuju arah jalan Setyabudi. Nice Trip with BRT Trans Semarang.

Senin, 01 Juni 2015

Jalan Pahlawan Semarang

Jika TravelNusa (Traveler Nusantara) sering singgah di Semarang dan bila di perdengarkan tentang jalan Pahlawan. Maka tak akan lepas dari keywords; kawasan pemerintahan, simpang lima, air mancur, patung diponegoro, wisata dan lain-lain yang akan keluar setelah TravelNusa (Traveler Nusantara) menyelami kawasan ini secara pribadi.
Jalan Pahlawan merupakan salah satu jalan protokol terbesar di Semarang, juga sebagai Pusat pemerintahan Jawa Tengah, bertebaran gedung-gedung tinggi seperti : Kantor Gubernur, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Tengah atau lebih terkenal dengan sebutan Gedung Berlian. Ada juga Mapolda Jawa Tengah yang berada tepat disudut jalan Pahlawan, berhadapan dengan Taman Makan Pahlawan. Dirunut dari jalan Sriwijaya, TravelNusa (Traveler Nusantara) akan menemui Kantor Besar Dinas Kehutanan Jawa Tengah yang terkenal dengan Gedung Rimba Graha yang prestisius itu. Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,  Gedung BK3S (Badan Kerja Sama Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Propinsi Jawa Tengah, Gedung Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah, Gedung Telkom Jawa Tengah, Gedung Badan Pusat Statistik Jawa Tengah,  Living Plaza dan beberapa Gedung Perbankan.
Jalan Pahlawan Semarang dilengkapi dengan trotoar yang luas dan tertata dengan rapi. Selain lebar jalannya yang diatas rata-rata, tentu saja letaknya yang strategis membuat jalan pahlawan adalah area berkumpul paling mudah sebagai check point dari mana saja. Karena kelebihan itulah jalan Pahlawan menjadi public space yang paling populer di Semarang.
Cobalah mengunjungi Jalan Pahlawan ketika sore hari, maka anda akan menemukan banyak sekali aktivitas warga disana. Mulai dari anak anak bermain in line skate ataupun remaja yang bersepeda menghiasi setiap sudut jalan. Serta kuliner yang bisa dipilih sesuai selera TravelNusa (Traveler Nusantara). 

With BRT Trans Semarang
Sebuah panduan bagi BRT-Traveler yang ingin menuju jalan Pahlawan Semarang dengan menggunakan armada BRT Trans Semarang. Ingat jam operasionalnya dimulai dari jam 06.00 WIB sampai 18.30 WIB.
BRT Trans Semarang Koridor 1. Jika BRT-Traveler dari terminal Mangkang atau terminal Penggaron berhentilah di shelter transit Simpang Lima lalu ganti dengan angkot warna orange jurusan ke Kedungmundu dan berhentilah di jalan Pahlawan atau lokasi yang BRT-Traveler inginkan. Atau BRT-Traveler bisa menempuh jalan Pahlawan dengan berjalan kaki memutari lapangan Pancasila Simpang Lima ke arah selatan letak lokasi jalan Pahlawan.
BRT Trans Semarang Koridor 2. Jika BRT-Traveler dari terminal Sisemut Ungaran bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 nomor lambung ganjil di shelter transit Elizabeth. Lalu turun di shelter SMA Negeri 1 Semarang yang berada di jalan Menteri Supeno. Sedang jika BRT-Traveler dari terminal Terboyo bisa berganti bus BRT Trans Semarang koridor 3 nomor lambung ganjil di shelter transit Elizabeth, lalu turun di shelter SMA Negeri 1 Semarang. Atau dari terminal Terboyo lalu berganti bus BRT Trans Semarang koridor 1 dan berhenti di shelter transit Simpang Lima lalu ganti dengan angkot warna orange jurusan ke Kedungmundu dan berhentilah di jalan Pahlawan atau lokasi yang BRT-Traveler inginkan. Atau BRT-Traveler bisa menempuh jalan Pahlawan dengan berjalan kaki memutari lapangan Pancasila Simpang Lima ke arah selatan letak lokasi jalan Pahlawan.
BRT Trans Semarang Koridor 3. Jika BRT-Traveler dari pelabuhan Tanjung Emas dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 nomor lambung ganjil, ikuti saja rutenya lalu turun di shelter SMA Negeri 1 Semarang yang berada di jalan Menteri Supeno. Sedang jika BRT-Traveler dari pelabuhan Tanjung Emas dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 nomor lambung genap berhenti di shelter transit Simpang Lima lalu ganti dengan angkot warna orange jurusan ke Kedungmundu dan berhentilah di jalan Pahlawan atau lokasi yang BRT-Traveler inginkan. Atau BRT-Traveler bisa menempuh jalan Pahlawan dengan berjalan kaki memutari lapangan Pancasila Simpang Lima ke arah selatan letak lokasi jalan Pahlawan.
BRT Trans Semarang Koridor 4. Jika BRT-Traveler dari terminal Cangkiran bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 nomor lambung genap berhenti di shelter transit Simpang Lima lalu ganti dengan angkot warna orange jurusan ke Kedungmundu dan berhentilah di jalan Pahlawan atau lokasi yang BRT-Traveler inginkan. Atau BRT-Traveler bisa menempuh jalan Pahlawan dengan berjalan kaki memutari lapangan Pancasila Simpang Lima ke arah selatan letak lokasi jalan Pahlawan. Sedang jika BRT-Traveler dari stasiun Tawang bisa berganti bus BRT Trans Semarang koridor 1 di shelter transit Balaikota, lalu berhenti di shelter transit Simpang Lima lalu ganti dengan angkot warna orange jurusan ke Kedungmundu dan berhentilah di jalan Pahlawan atau lokasi yang BRT-Traveler inginkan. Atau BRT-Traveler bisa menempuh jalan Pahlawan dengan berjalan kaki memutari lapangan Pancasila Simpang Lima ke arah selatan letak lokasi jalan Pahlawan. 

Sabtu, 25 April 2015

Jatuh Cinta di Akhir Suapan

photo by infotembalang
Sore itu, beberapa hari yang lalu Food-Traveler bareng my beib-beib Ranti memutuskan hangout berdua melepas rindu selepas sholat ashar, karena beberapa hari sebelumnya my beib-beib Ranti Food-Traveler tinggal untuk mengikuti pelatihan petugas pemutakhiran peta Sensus Ekonomi 2016. Setelah mengitari kawasan jalan Ngesrep Timur V, akhirnya mata kami tertuju pada sebuah kedai ice cream yang sepertinya menyenangkan suasananya. Kedai yang openingnya dilakukan pada tanggal 5 Maret 2015 lalu, menempati sebuah ruko yang bersebelahan dengan distro ARL tak jauh dari warung lesehan 50-50 dan terowongan tol Tembalang.
Dengan meminta pertimbangan my beib-beib Ranti, akhirnya kami putuskan unuk mampir di Esgrim House tepatnya di Jl. Prof Soedarto No 127A Semarang ini.
Setelah mencermati daftar menu, Food-Traveler terarik dengan menu Chocolate Durian dan my beib-beib Ranti tertarik dengan Strawberry Jelly Soup. Ketika menu pesanan tersaji dihadapan kami, kesan yang tertangkap oleh kami adalah elegan yang tak tanggung-tanggung di setiap piring sajian, sebuah teknik plating yang sangat cantik.
Menikmati ice cream di kedai ini bisa memilih suasana; bersama hiruk-pikuk kemacetan kawasan UNDIP Tembalang atau sedikit tenang menikmati konsep nongkrong ber-lesehan-ria di lantai 2. Selamat menikmati menu ice cream di kedai ini.

Jumat, 20 Februari 2015

Manfa'at Tsaum

SELERA NUSANTARA. Selepas menikmati Nasi Goreng di Warung Bakmi / Nasi Goreng Suroboyo di Jl. Sumurboto Dalam I No. 3 Semarang pertama kali dulu. TravelNusa (Traveler Nusantara) tak pernah lepas untuk menyempatkan mampir ke Warung Makan ini, mencoba menu-menu yang lain seperti Mie Goreng, Cap Cay dan Nasi Goreng Ruwet (kalau di Warung Bubur Kacang Ijo, menu ini lebih dikenal dengan Magelangan, Nasi Goreng dengan isi mie).
Yang selalu aku perhatikan di setiap sajian makanan di warung ini tak lepas dari geprekan bawang putih (bahasa Arab = Tsaum) sebagai bumbu utama. Salah satu bumbu menu-menu masakan Indonesia ini, bawang putih bermanfaat untuk orang yang kedinginan, membuka penyumbatan, mengusir angin, membersihkan perut, melancarkan urine dan menangkal sengatan binatang berbisa, dengan cara dibalurkan pada bagian tubuh yang terkena sengatan, maka bisanya keluar. (Mukhtashar Zadul-Ma'ad, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, 328).
Dari sisi rasa olahan menu masakan di warung makan pak Rudy juara dibandingkan dengan olahan warung sepanjang kawasan Ngesrep - Tembalang.

Selasa, 10 Februari 2015

Koridor Klipang - PRPP

Beberapa saat yang lalu TravelNusa (Traveler Nusantara) kembali jalan-jalan dengan menggunakan bus BRT Trans Semarang, loncat dari koridor ke koridor memuaskan uang sejumlah 3.500 rupiah sekali jalan. Bus BRT Trans Semarang adalah sebuah moda transportasi massal yang murah dan merakyat. Dulu (awal tahun 2014), jika ingin pergi ke Cangkiran (koridor IV) baik dari Sisemut Ungaran (koridor II) ataupun dari Penggaron (koridor I) harus menyiapkan hati dari awal untuk bersabar mendapatkan bus BRT Trans Semarang ke arah Cangkiran yang lumayan lega dari sesaknya penumpang.
Tapi kini (mulai akhir 2 bulan lalu di tahun 2014) untuk tujuan Cangkiran TravelNusa (Traveler Nusantara) bisa berhenti di shelter Transit Stasiun Tawang untuk mendapatkan kursi kosong, jika TravelNusa (Traveler Nusantara) dari Sisemut Ungaran (koridor II) langsung berhenti di shelter Transit Stasiun Tawang dan pindah bus BRT Trans Semarang koridor IV arah Cangkiran. Sedangkan untuk TravelNusa (Traveler Nusantara) dari arah Penggaron berhenti dulu di shelter Transit SMA 5 di jalan Pemuda lalu ganti bus BRT Trans Semarang koridor II dan berhenti di shelter Transit Stasiun Tawang dan pindah bus BRT Trans Semarang koridor IV arah Cangkiran. Setidaknya untuk TravelNusa (Traveler Nusantara) yang pengen duduk lantaran tujuan akhir ke Cangkiran mulailah naik dari shelter Transit Stasiun Tawang. Lebih-lebih lagi jika TravelNusa (Traveler Nusantara) merasa sebagai orang penyandang cacat, ibu hamil, orang jompo atau orang yang membawa anak kecil, sangatlah tepat bila mendapatkan tempat duduk di shelter ini.
Sedangkan untuk TravelNusa (Traveler Nusantara) yang berangkat dari arah Pelabuhan Tanjung Mas untuk kemudian ingin ke arah Cangkiran, gunakanlah shelter Transit Balaikota jalan Pemuda, tetapi jangan berharap tinggi mendapat tempat duduk, mugkin saja saat bus BRT Trans Semarang koridor III nomor lambung genap melintas di jalan Imam Bonjol melewati Stasiun Poncol menaikkan penumpang yang baru saja turun dari Kereta Api.
Tetap santun dalam menggunakan bus BRT Trans Semarang ya sobat, prioritaskan orang-orang yang sangat memerlukan tempat duduk.

Shelter Transit
Shelter Transit Balaikota
Mulai 2 bulan di akhir tahun 2014 lalu, shelter Transit di jalan Pemuda (shelter Transit SMA 5 dan shelter Transit Balaikota) mulai dilakukan pengerjaan perluasan ruang tunggu. Dan bulan-bulan berikutnya menyusul perluasannya, antara lain shelter Transit Elizabeth, shelter Transit Karangayu dan lain-lain.
Tetapi sayang masih kurang pengadaan toilet, karena di shelter Transit ini menjadi shelter tersibuk, sebab hampir semua koridor I hingga IV melewati dan berhenti di shelter Transit jalan Pemuda. Sehingga waktu menunggu di shelter Transit akan semakin lama oleh sebab penumpukkan penumpang. Semoga semakin beranjak tahun kita mendapatkan kenyamanan ber-BRT-ria.

Jalur Baru
Pada minggu akhir bulan Januari 2015 lalu, aku menemukan shalter Transfer dan shelter Transit yang baru saja selesai dibangun, diantaranya yang berada di depan eks-Wonderia, dan ketika TravelNusa (Traveler Nusantara) mencoba untuk menggali informasi tentang keberadaan shelter tersebut, ternyata dalam bulan Maret 2015 nanti diperkirakan akan ada rute bus BRT Trans Semarang yang akan dibuka, Klipang - PRPP. Dan untuk uji coba rute baru tersebut, sementara hanya akan melayani rute dari Klipang lalu putar-balik ke arah Klipang lagi di Simpang Lima.
Cihuy....!!!, kawal hari launching koridor baru dan mencoba gratisannya. Nice trip with BRT Trans Semarang.

Selasa, 20 Januari 2015

Alun-alun Lama Kauman Ungaran

Abas
Alun-alun Lama Kauman yang berada diantara Jl. HOS Cokroaminoto dan Jl. Pemuda dahulu merupakan kawasan kawedanan (sekarang menjadi Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Jl. Pemuda No. 7 Kabupaten Semarang 50511). Dulu bangunan Kawedanan itu berfungsi sebagai tempat istirahat para seniman yang akan atau telah melakukan pertunjukan di alun-alun yang berada di depan bangunan tersebut. Lokasi ini sangat gampang sekali dicari karena berada di jalur bus umum dari Solo / Jogja / Purwokerto menuju kota Semarang. Di tengah taman alun-alun ini terdapat tugu Perjuangan sebagai penghormatan kepada pahlawan kota Ungaran yang gugur. Alun-alun lama Ungaran boleh jadi merupakan pusat kehidupan sosial-ekonomi di kota Ungaran saat ini, dari yang dahulunya sepi kini mulai diramaikan dengan suasana keriangan tujuan ber-refresing. Tiada hari yang berlalu dengan sepi sunyi lagi, kini dipenuhi juga oleh pedagang yang menjajakan makan menu apa saja dari cilok hingga masakan padang.
Taman Alun-alun Lama Ungaran menurutku terbagi dalam 3 zona  :
Zona Theater; dibagian barat taman yang terdiri dari panggung dan lapangan ber-paving block;
Zona Pahlawan; di bagian tengah taman menghadirkan patung-patung pahlawan perjuangan asal Ungaran, seperti Abas anggota BKR (Badan Keamanan Rakyat mewakili kelompok pemuda pejuang yang gugur bulan September 1945 di Ungaran, patung ini menghadap ke barat arah panggung; H. Dahlan, pemimpin laskar rakyat, patung ini menghadap ke timur laut; dan Letda Purnawirawan Oesoep seorang anggota purnawirawan DIM-0714 No.Reg : P-307 / X / 1992, NRP / NBI : 10932;
Zona Sosial; dibagian timur yang terdiri dari sitting area, untuk tempat bersosialisasi bagi penggunanya.

Pencapaian
H. Dahlan
Perjalanan menuju Taman Alun-alun Lama Ungaran ini di mulai dari Semarang, TravelNusa (Traveler Nusantara) menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 2 arah Terminal Sisemut Ungaran, lalu berhenti di Shelter Alun-alun lama Ungaran di Jl. HOS. Cokroaminoto atau sebelah Gedung Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Semarang di Jl. Pemuda No. 7 Ungaran 50511. Ketika hendak kembali pulang ke Semarang dengan menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 2 gunakanlah shelter Alun-alun Lama Ungaran untuk menuju Terminal Sisemut Ungaran, biasanya sih free alias gratis jika masih melanjutkan perjalanan ke arah Semarang.
Info tambahan, di bagian barat Taman Alun-alun Lama Ungaran ada jalan menuju desa Kalisidi. Bagi penyuka tantangan alam takkan melewati kesempatan untuk mencumbui Curug Lawe dan Curug Benowo di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang ini.

Catatan Kecil
Oesoep
Selama perjalanan ke Taman Alun-alun Lama Ungaran, TravelNusa (Traveler Nusantara) melihat ada beberapa shelter baru bertebaran di sepanjang rute koridor 2, tapi tidak disinggahi, terkesan belum selesai dan masih ber-"segel". Info dari kondektur BRT Trans Semarang, shelter-shelter baru itu bagian dari rencana peluncuran rute bus BRT Trans Jateng yang bakal launching bulan Mei 2015. Informasi masih simpang-siur, rutenya melewati Mataram (Semarang) - Terminal Bawen dengan tarif Rp. 5.000,- Akankah terintegrasi dengan BRT Trans Semarang juga masih remang-remang, kita tunggu saja realisasinya.
Bagi mereka yang berlama-lama di Taman Alun-alun Lama Ungaran, tak usah khawatir sholat kalian, karena tak jauh dari tempat ini ada masjid besar Kauman.

Selasa, 18 November 2014

Jejeritan di Jatim Park 1

Bromo - Batu Trip 2014. Hari terakhir perjalanan di Malang dimulai pagi hari jalan-jalan keliling kampung sekitar hotel, persiapan mandi, breakfast di Hotel pukul 06.30 WIB dan pukul 09.00 WIB keluar hotel untuk menuju Jatim Park 1.

Jatim Park 1
Perjalanan sekitar 5 menit atau 100 meter dari hotel kami menginap. Jatim Park 1 mempunyai luas mencapai 11 hektar yang berada pada ketinggian 850 m dpl sehingga membuat udara disini cukup sejuk. Setelah menunggu TL kami mengurusi tiket masuk kami pun diberi gelang sebagai tanda kami pengunjung yang sah. setelah berkeliling sebentar akhirnya TravelNusa (Traveller Nusantara) memutuskan main Sky Ride yang antrinya hampir 1 jam, setelah menikmati wahana Sky Ride TravelNusa (Traveller Nusantara) menuju wahana di sebelahnya, Star Chase. Menikmatinya di menit pertama sangat mendebarkan "pesawat" terbang maju-mundur tapi satu menit berikutnya dinikmati dengan menjerit bareng yang lainnya, hahaha.... Tiba-tiba suasana berubah mendung dan gerimis pukul 11.30 WIB TravelNusa (Traveller Nusantara) memutuskan untuk menuju parkiran bus. Setelah sholat, makan siang dan menunggu hujan reda pukul 13.05 WIB kita berangkat menuju Agro Apel.

Agro Apel
Pukul 13.22 WIB melewati SMP Raden Patah jalan Bukit Berbunga Sidomulyo kota Batu, pukul 13.23 WIB melewati hotel Purnama sang hotel legendaris kota Batu, pukul 13.27 WIB melewati masjid Noor Ahmad jalan Raya Punten kabupaten Malang, pukul 13.35 WIB sampai ditempat transit untuk menuju lokasi kebun Batu Argo Apel milik mas Nanang di dusun Gerdu, kelurahan Tulungrejo, kecamatan Bumiaji kabupaten Malang. Setelah menikmati suasana kebun dengan berteman rintik hujan, akhirnya kita kembali ke tempat transit. Pukul 14.43 WIB cabut dari area wisata petik Apel.
Pukul 14.50 WIB melewati masjid Jami Al-Falah Sidomulyo kota Batu, pukul 14.57 WIB melewati jalan Raya Pandanharjo Bumiayu Batu, dan pukul 15.00 WIB transit ke toilet di SPBU 54.651.67. Pukul 15.28 WIB melanjutkan perjalanan, pukul 15.44 WIB melewati masjid Al-Kubro jalan Raya Ngijo Karangploso Malang, pukul 16.21 WIB melewati jalan Raya Mondoroko Singosari kabupaten Malang, pukul 16.33 WIB melewati SD Muhammadiyah 6 jalan Dr. Cipto Bedali - Lawang - Malang, pukul 16.46 WIB melewati masjid Al-Ikhlas jalan Dr. Wahidin - Lawang - Malang, pukul 17.01 WIB melewati pasar Baru Lawang, pukul 17.33 WIB melewati masjid Muhammad Cheng Hoo Panda'an Pasuruan, pukul 18.08 WIB mampir di Rest Area Tol Gempol - Surabaya untuk sholat di masjid As-Safar. Pukul 18.35 WIB perjalanan pun dilanjutkan.
Pukul 19.10 WIB melewati pintu tol Kebomas, pukul 19.18 WIB mampir di Rumah Buah Hoki Buah 2 jalan Raya Bunder No. 8 Gresik, tak jauh dari masjid Jami' Mabadiul Muttaqin kecamatan Duduksampeyan - Gresik yang dulu TravelNusa (Traveller Nusantara) pernah subuhan sepulang dari Bali. Pukul 19.44 WIB kami melanjutkan perjalanan pulang, pukul 20.00 WIB sampai di Warung Prasmanan Lombok Hijau kecamatan Deket kabupaten Lamongan untuk makan malam, sedikit catatan makanan disini lumayan khas menu lesehan tetapi sayang kamar mandi dan mushollanya tidak terurus alias jorok.
Setelah selesai makan pukul 20.55 WIB kami melanjutkan perjalanan, pukul 21.55 WIB melewati jalan Dr. Wahidin Tuban, dan TravelNusa (Traveller Nusantara) tertidur. Dan terbangun pukul 00.00 WIB melewati masjid Jami' Lasem, pukul 01.25 WIB melewati jalan lingkar Timur Jepang Mejobo Kudus, pukul 01.55 WIB melewati alun-alun Demak, pukul 02.17 WIB melewati  RSI Sultan Agung Semarang, pukul 02.21 WIB melewati gerbang tol Genuk Semarang, dan pukul 02.50 WIB kami sampai di Sumurboto.

Senin, 17 November 2014

Negeri diatas Awan

Bromo - Batu Trip 2014. 14 Nopember 2014 – 17 Nopember 2014 adalah hari-hari yang sangat menyenangkan. Perjalanan wisata ke Bromo dan Batu sudah direncanakan jauh-jauh hari, tepatnya saat perjalanan pulang dari Bali tahun 2012 lalu. Kali ini kita bersama Hepi Nusa Tour 'n Travel yang berkantor di Ruko Graha Wahid, Jl. Kedungmundu Raya No 28 A-B Lt. 2 Semarang, dengan mewakilkan TL-nya mas Aji dan mas Budi sie dokumentasi..
Bersama-sama ibu-ibu PKK RW 03 warga kampung kami yang memprakarsai dan dimanajeri oleh ibu Warni mengelola pengumpulan dana ke Bromo-Batu dari warga dengan cara sehari mesti nabung Rp. 2.000,- tapi bagi keluarga yang mempunyai income perbulan bisa ditotal setoran bulanan.

Perjalanan pun dimulai
Dengan menggunakan Bus Senja Furnindo Mercedes-Benz New OH 1526 dengan nopol K-1417-AL dan disopiri oleh mas Edy serta dikondekturi mas Agus. Sebelum berangkat kami berdo'a memohon keselamatan perjalanan pergi hingga pulang yang dipimpin oleh bapak Arifin, perjalanan pun dimulai pukul 14.55 WIB mengambil rute pantura.  Pukul 15.26 WIB melewati Sriwulan Sayung Demak, pukul 16.21 WIB melewati Pasar Karanganyar Demak, pukul 16.30 WIB melewati jalan lingkar Tanjung Karang Jati Kudus, pukul 16.47 WIB istirahat pipis dan sholat di SPBU 44.593.09. Pukul 17.14 WIB berangkat kembali dari SPBU 44.593.09, pukul 18.40 WIB sampai di Restoran Taman Pringsewu jalan Raya Pantura Rembang Lasem Km.6 untuk makan malam dan sholat jama'. Restoran yang nyaman dengan konsep taman pepohonan besar disekeliling area (pohon ketapang). Kamar mandi dan Musholla bersih, sangat nyaman untuk melakukan aktifitas terkait didalamnya.
Pukul 19.45 WIB kami berangkat melanjutkan perjalanan, rute agak asing melewati hutan-hutan, sepertinya modus sang supir untuk ketemu keluarganya, karena sudah beberapa hari tak pulang. Pukul 21.57 WIB kami sampai di Campurrejo Bojonegoro, pukul 22.10 WIB melewati kantor kecamatan Balen Bojonegoro,  pukul 22.20 WIB berhenti di SPBU 54.621.02 untuk urusan toilet, 20 menit kemudian perjalanan pun kami teruskan. Pukul 23.05 WIB melewati Babat Lamongan, pukul 23.33 WIB melewati Lamongan Plaza, pukul 00.05 WIB memasuki tol Manyar, pukul 00.18 WIB memasuki pintu tol Margabumi, pukul 00.55 WIB melewati Pusdik Gasum Porong Sidoarjo, pukul 01.45 WIB melewati Ngopak Pasuruan, pukul 02.13 WIB transit di Rumah Makan Bromo Asri di Jalan Raya Tongas Km 84 Probolinggo, Jawa Timur.

Negeri diatas Awan
Akhirnya dini hari  pukul 02.13 WIB kami sampai di Rumah Makan Bromo Asri di Jalan Raya Tongas Km 84 Probolinggo, Jawa Timur untuk melakukan persiapan menuju Cemorolawang. Pukul 02.45 WIB dari Probolinggo dengan Elf Mitsubishi N-499-UR dan pukul 03.50 WIB berhenti sholat subuh dulu di Masjid Al-Hidayah sebelah Balai Desa Wonokerto jalan Ringgit. Pukul 04.15 WIB, setelah sholat subuh perjalanan 5 kilometer lagi menuju Cemorolawang pun dilanjutkan. Kurang lebih 20 menit kemudian kita sampai dipemberhentian sebelum puncak Penanjakan 2 untuk melihat Sunrise. Untuk mencapai puncak Penanjakan ada dua pilihan; jalan kaki kurang lebih 15 - 20 menit atau meng-ojek 10 ribu sekali jalan. Setelah puas menikmati sunrise dan ber-photo-photo kita turun ke tempat pemberhentian Elf untuk berangkat ke kaldera pasir dengan Jeep nopol N-518-NQ, pukul 05.40 WIB. Sesampainya kaldera kabut begitu tebal, so beberapa diantara kami memutuskan kembali ke rumah makan transit. Karena keterbatasan waktu yang dijadwalkan untuk masing-masing kegiatan, akhirnya TravelNusa (Traveller Nusantara) pun memilih pulang, padahal berharap bisa melihat kawah, pura dan gunung-gunung dari kaldera pasir. Kawah Bromo dan lautan Pasir yang secara geografis merupakan wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur Indonesia, dan secara administratif terletak di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya antara 200-700 meter. Semoga lain waktu bisa kembali ke Bromo lagi. Pukul 07.15 WIB kami kembali menuju Cemorolawang dan pukul 08.15 WIB menuju RM Bromo Asri  Probolinggo. Dan pukul 09.15 WIB tiba juga di RM Bromo Asri untuk segera menikmati breakfast yang disediakan dan mandi pagi. Kamar mandi dan Musholla di rumah makan ini sangat bersih dan nyaman. Pukul 10.30 WIB kami cabut dari Probolinggo menuju Kota Batu untuk check in Hotel.

Alun-Alun Kota Batu
Pukul 10.32 WIB melewati pasar Bayeman Probolinggo, pukul 10.35 WIB melewati pasar Tongas Probolinggo, pukul 10.55 WIB melewati SMPN 1 Rejoso Pasuruan, pukul 10.58 WIB melewati  Terminal Untung Surapati, pukul 11.16 WIB melewati pasar Kebon Agung Pasuruan, pukul 11.20 WIB melewati Polres Sektor Pohjentrek jalan Raya Warungdowo Pasuruan, pukul 11.36 WIB melewati pasar Wonorejo Pasuruan, pukul 11.54 WIB melewati Polsek Purwadadi Pasuruan, pukul 12.08 WIB melewati kantor desa Bedali kecamatan Lawang kabupaten Malang, pukul 12.44 WIB melewati jalan Raya Mojorejo - Batu kabupaten Malang, dan akhirnya pukul 13.00 WIB sampai di Rumah Makan Watu Lontar jalan Gajahmada No. 1 Kota Batu tepatnya disekitar alun-alun kota Batu tak jauh dari masjid An-Nuur kota Batu.Untuk kamar mandi TravelNusa (Traveller Nusantara) tidak sempat mencari tahu, karena dekat masjid yang tentu lebih nyaman disana.
Sekilas tentang alun-alun kota Batu, semenjak direnovasi dan dibuka kembali pada bulan Mei 2011, Alun-alun Kota Batu menjadi ikon baru pariwisata kota Batu. Ditengah-tengah alun-alun terdapat patung apel yang merupakan simbol dari Kota Batu itu sendiri. Alun-Alun Kota Batu juga memiliki sebuah mini playground untuk anak-anak. Terletak tepat di depan Plaza Batu, tempat ini juga memiliki air mancur di salah satu sudut yang menjadi atraksi tersendiri. Biasanya banyak anak kecil yang bermain basah-basahan di area ini. Selain itu terdapat juga no smoking area serta ruang informasi yang berbentuk strawberry raksasa dan toilet dengan bentuk apel besar. Di tengah alun-alun terdapat air mancur yang sangat iconic yang dikelilingi dengan kursi-kursi dimana para pengunjung duduk untuk melepas lelah. Dapat dikatakan bahwa Alun-alun Kota Batu merupakan tempat wisata gratisan. (halomalang).
Sedikit tentang Kota Batu. Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 15 km sebelah barat Kota Malang, berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Kota Batu berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat. Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius. Kota Batu terdiri atas 3 kecamatan (Batu, Bumiaji, dan Junrejo) yang dibagi lagi menjadi 19 desa dan 5 kelurahan. (wikipedia).
Pukul 14.20 WIB kami menuju Poja Kirana Pusat Souvenir dan Oleh-oleh Khas Jawa Timur di Batu Galleria Blok A4-B22 kota Batu. Pukul 14.53 WIB kami meninggalkan Poja Kirana untuk menuju hotel.

Hotel Prima Asri 153
Pukul 15.07 WIB kami sampai di hotel Prima Asri 153 di jalan Imam Bonjol Atas 36 RT 009 RW 001 kelurahan Sisir kota Batu. Rombongan kami menempati 22 kamar hotel, dan TravelNusa (Traveller Nusantara)  mendapat kamar No. 204 dengan fasilitas double bedroom, 24" LCD TV, kamar mandi air dingin saja (air panasnya nggak berfungsi :D , sabar), dapat welcome drink (air mineral kecil sebotol dan satu cup minuman sari apel "Siiplah" khas Batu, produksi PT. Mannasatria Kusumajaya Perkasa). Setelah mandi dan beberes TravelNusa (Traveller Nusantara) mencari masjid atau langgar agar dapat suasana berjama'ah dirantau. Dan akhirnya ketemu juga sebuah langgar Al-Ikhlas jalan Kartika 59 Sisir kota Batu yang masih satu wilayah RT dengan hotel tempat TravelNusa (Traveller Nusantara) menginap. Secara arsitektural hotel ini memanfaatkan kondisi alam yang dingin dengan sedikit bukaan (jendela dan sejenisnya) dan kamar dibuat serong untuk memanfaatkan lahan dan pergerakan matahari. Kesan terasa akrab dengan perencanaan kamar berhadap-hadapan dengan dipisahkan dengan void, cocok untuk menginap rombongan besar.

Batu Night Spectacular
Pukul 18.25 WIB keluar hotel untuk menuju destinasi berikutnya. Pukul 18.35 WIB kita dinner di d'Green Palm Resto jalan Sultan Agung No. 28 kota Batu. Untuk kamar mandi dan musholla disini tidak sempat melihat karena tak jauh dari hotel jadi persiapan urusan kebelakang sudah diantisipasi dari hotel. Kalau melihat deretan muda-mudi di trotor seberang restoran sambil memandang kerlip lampu kota Malang jadi teringat spot yang sama di daerah Patuk Gunungkidul D.I. Yogyakarta dan di bukit Gombel Semarang. Dan akhirnya pukul 19.10 WIB keluar dari restoran menuju Batu Night Spectacular (BNS). Pukul 19.19 WIB sampai di Batu Night Spectacular (BNS) dan diberi kesempatan bermain sampai pukul 21.30 WIB. Setelah kumpul di tempat parkir bus, pukul 22.00 WIB kita kembali ke hotel dan tidur.

Minggu, 02 November 2014

Nyobain Gratisan BRT Trans Semarang koridor 3

MY TRIP MY ADVENTURE. Sabtu, 1 November 2014 M / 8 Muharram 1436 H kemarin, TravelNusa (Traveler Nusantara) nyoba gratisan peresmian pengoperasian BRT Trans Semarang koridor III (Pelabuhan Tanjung Emas - Akpol). Perjalanan dimulai dari shelter Ada Setiabudi dengan BRT II-002 jam 08.35 WIB meluncur arah shelter Elizabeth. Jam 09.00 WIB sampai di shelter Elizabeth, dan menunggu lama hingga jam 10.50 WIB, BRT Trans Semarang koridor 3 yang dinanti akhirnya tiba.
Suasana dalam BRT Trans Semarang koridor 2
Dengan BRT nopol H-1926 BW dan kondektur Setya Ari, akhirnya  TravelNusa (Traveler Nusantara) menikmati perjalanan dengan rute dari Elisabeth (Taman Diponegoro) – Jl Diponegoro – Jl Pahlawan (muter taman KB jalan  depan SMA 1 Semarang) – Simpang Lima – Jl Gajahmada – Jl Pemuda – Tugu Muda – Jl Imam Bonjol – Jl Kol. Sugiono – Jl Mpu Tantular – Jl Tawang – Jl Ronggowarsito – Jl Coaster – Pelabuhan Tanjung Emas (Port of Tanjung Emas). Setelah berhenti beberapa saat dengan bus yang sama, kembali TravelNusa (Traveler Nusantara) mengikuti perjalanan yang dimulai dari Pelabuhan Tanjung Emas (jam 12.16 WIB) – Jl Ronggowarsito – Jl Pengapon – Jl R Patah – Sayangan – Bubakan – Jl Pattimura – Jl Dr Cipto – Jl MT Haryono – Jl Dr Wahidin – Jl Sultan Agung – Taman Diponegoro dan berhenti di shelter Elisabeth jam 12.55 WIB.
TravelNusa (Traveler Nusantara) ishoma di masjid Miftakhul Iman, Kp. Kagok No. 22 RT 05 RW VI kelurahan Wonotingal kecamatan Candisari Semarang dan nge-Mie Ayam di pak Juari Jl Telomoyo depan Susteran San Damiano. Jam 13.30 WIB kelar ishoma kembali meluncur ke shelter Elisabeth untuk nyobain rute koridor 3 yang lain.
BRT Trans Semarang koridor 3, gratisan sepi
Tak berapa lama, 13.40 WIB BRT Trans Semarang koridor 3 dengan nopol H 1917 WB dan kondektur Joko mengantar TravelNusa (Traveler Nusantara) melalui rute Jl Sultan Agung – Jl Dr Wahidin – Jl MT Haryono – Bubakan – Jl Cenderawasih – Jl Letjen Suprapto – Jl Epu Tantular – Jl Tawang – Jl Ronggowarsito – Pelabuhan Tanjung Emas. Setelah menunggu cukup lama TravelNusa (Traveler Nusantara) dengan bus nopol H 1964 BW kembali mengikuti perjalanan yang dimulai dari Pelabuhan Tanjung Emas jam 15.16 WIB, dengan rute Jl. Coaster  – Jl Ronggowarsito – Jl Pengapon – Jl R Patah – Sayangan – Bubakan – Jl Cenderawasih – Jl Letjen Suprapto – Jl Imam Bonjol – Tugu Muda – Jl Pemuda – Jl Gajah Mada – Simpang Lima – Jl Pahlawan – Jl Diponegoro – Taman Diponegoro dan TravelNusa (Traveler Nusantara) berhenti di shelter Elisabeth untuk meneruskan perjalanan pulang dengan BRT Trans Semarang koridor 2.
Desain pintu BRT Trans Semarang koridor 3
Sebuah catatan, BRT Trans Semarang koridor 3 ini pada pelaksanaannya dari terminal awal di Port of Tanjung Emas alias Pelabuhan Tanjung Emas ada 2 rute bus, jika pihak pengelola tidak memberikan tanda khusus untuk masing-masing rute (rute via Dr Cipto dan rute via Imam Bonjol) akan membingungkan penumpang yang ingin menggunakan koridor 3 mungkin juga petugas pencatat di setiap shelternya. Baik dari terminal pelabuhan Tanjung Emas, shelter Simpang Lima maupun shelter Elisabeth. Bisa saja solusinya untuk BRT Trans Semarang koridor 3 via Dr Cipto bernomor lambung ganjil dan BRT Trans Semarang koridor 3 via Imam Bonjol bernomor lambung genap. Desain pintu masuk penumpang BRT Trans Semarang koridor 3 ini berbeda dengan 3 bus di koridor sebelumnya yang bergeser, untuk desain pintu BRT Trans Semarang koridor 3 ini membuka lipat. Kemungkinan resikonya menjepit baju atau yang lain-lain sangat besar jika penumpang dalam kondisi padat. Nice Trip with BRT Trans Semarang, terus semangat memberikan pelayanan.