"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)
Tampilkan postingan dengan label Desain Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Rumah. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2015

Tips Mendesain Kamar Mandi

Dahulu aku berpikir bahwa kamar mandi yang nyaman itu harus mempertimbangkan : ukuran (menyesuaikan luas lahan yang tersedia), pencahayaan yang cukup (agar bakteri tidak bisa bertahan di hidup di dalamnya), sirkulasi udara (agar kamar mandi tidak terlalu lembab dan tidak menimbulkan bau yang tidak diinginkan),  sekat (untuk membedakan fungsi area, kamar mandi basah atau kering sekaligus), aspek keamanan (jauhkan saluran listrik dari sumber air, lantai kamar mandi tidak licin), dan kebersihan kamar mandi secara teratur.

Konsep Desain Kamar Mandi Baru
Kamar mandi yang nyaman dalam konsepku sekarang sangat berbeda. Berusaha untuk tidak meletakkan pintu masuknya ke dalam rumah kita, tetap menjaga kebersihannya dan tetap baik sirkulasi udaranya.
Dalam hadits Zaid bin Arqam r.a. dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah s.a.w., bersabda : “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”
Rasulullah s.a.w. bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi. ‘‘Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis. Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).
Rasulullah s.a.w. mengingatkan, bahwa rumah iblis adalah kamar mandi atau jamban, disanalah ia kuasa menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya. Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. Contohnya menggoda manusia agar; Berlama-lama di dalam kamar mandi, Bernyanyi atau berkata-kata, Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik), Membisiki seseorang supaya kencing sambil berdiri, Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam kamar mandi, Melupakan seseorang untuk berdoa ketika akan masuk atau keluar dari kamar mandi, Melakukan hal asusila, Melakukan Wudlu sambil telanjang, Mengcoret-coret dinding kamar mandi dan Merencanakan kejahatan.
Maka semestinyalah hati-hati sewaktu dalam WC atau kamar mandi. Dan tips yang baik adalah; lakukan mandi, buang air dan lain-lain sewajarnya saja, lebih cepat lebih baik.

Senin, 23 Juni 2014

Rumah dan Sanggar Tari

Bapak Mei Dwi Suprayitno mempunyai rumah sudut. Dalam waktu dekat beliau akan merenovasi rumah dengan menambah 2 kamar tidur. Satu kamar buat anak, dan satunya lagi merupakan kamar tidur utama sekaligus ruang kerja. Ruang ini akan digunakan istri untuk mendalami dan menciptakan kreasi seni tari.

Wijoyo Hendromartono selaku Arsitek melihat denah yang dikirimkan bapak Dwi sepertinya sudah pernah melakukan renovasi atau menambahkan ruang yang sekarang berfungsi sebagai dapur, kamar pembantu, dan lantai atasnya. Sebetulnya, ruang tambahan yang telah dibangun itu melewati batas GSB rumah bapak Dwi. Untuk mengantisipasi “urusan” di kemudian hari, fungsi ruang yang telah ada sebelumnya (ruang pembantu, kamar mandi, dan dapur) dipindahkan ke tempat yang lebih “aman”. Bangunan atau ruang yang telah dibuat sebelumnya bisa dianggap semipermanen (seperti carport atau garasi).

Selain itu, keinginan bapak memerlukan ruang tidur sekaligus ruang kerja untuk menari tidak mengganggu nantinya? Bapak ingin tidur, tetapi istri masih bekerja dengan segala bunyi-bunyiannya. Oleh sebab itu, diusulkan ruang kerja istri tetap berdekatan dengan ruang tidur, namun secara fisik terpisah. Jadi ruang kerja itu sekaligus menjadi sanggar tari.

Lantai bawah :
1. Carport
2. Teras Depan
3. Ruang Tamu / Ruang Keluarga
4. Ruang Makan
5. Dapur
6. Ruang Tidur 1
7. Kamar Mandi
8. Ruang Tidur Utama
9. Sanggar Tari / Ruang Kerja
10. Teras Belakang

Lantai atas :
11. Koridor Mezzanine
12. Ruang Tidur 2
13. Kamar Mandi
14. Ruang Tidur 3
15. Ruang Tidur Pembantu
16. Kamar Mandi
17. Ruang cuci dan jemur
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 17, I/03 September - 16 September 2003, halaman 37.

Jumat, 25 April 2014

MENGOPTIMALKAN LAHAN MEMANJANG

Keluarga Ardianto di Jakarta berencana membangun rumah di atas lahan yang berukuran 4 m x 17 m dan menghadap selatan. Di sebelah kiri dan kanan rumah terdapat rumah tetangga. Beliau menanyakan cara mengatur ruang-ruang untuk rumah dengan lahannya memanjang, septictank yang sudah ada di ruang tamu sebaiknya dipindahkan ke mana?
Adapun kebutuhan ruang yang keluarga inginkan adalah ; Lantai 1, ada ruang tamu, ruang TV/ keluarga, ruang tidur utama dengan kamar mandi dalam, ruang makan, dan dapur yang dekat dengan tempat cuci serta 1 kamar pembantu. Di lantai 2 terdapat 2 kamar tidur anak, jemuran di atas dak beton.
Dan sang arsitek, Wijoyo Hendaomartono menyarankan untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang sesuai keinginan memerlukan renovasi besar. Dengan lebar tanah yang sangat terbatas, maka perlu desain tiga lantai. Lantai 1 digunakan untuk aktivitas bersama, yaitu ruang tamu dan ruang keluarga yang dijadikan satu, ruang makan serta dapur. Lantai 2 untuk keperluan ruang-ruang tidur, sedangkan lantai 3 digunakan untuk kegiatan servis.
Tangga biasanya memerlukan ruang cukup besar. Agar efisien, maka sang Arsitek mengusulkan menggunakan tangga putar (spiral) saja. Tentunya akan kurang nyaman dibandingkan dengan tangga biasa (tangga lurus dan tangga L atau tangga U) tetapi dengan desain tersebut akan mendapatkan ruang-ruang yang cukup luas. Agar tangga putar bisa nyaman, perlu didesain secara khusus arah putaran, diameter tangga, sampai ketinggian anak tangganya.
Septictank memang sebaiknya berada di luar bangunan, kecuali kondisi rumah sudah tidak memiliki halaman seperti halnya tinggal di Ruko. Berhubung melakukan renovasi besar, maka memindahkan atau membuat septictank baru memang sebaiknya dilakukan. Tempat yang baik adalah di halaman depan di bawah carport, dengan posisi di antara roda kendaraan. Dengan demikan, seandainya diperlukan pengurasan septictank, rumah tidak akan terganggu oleh bau tidak sedap yang dikeluarkannya.

Lantai 1
1. Carport
2. Teras
3. Ruang tamu dan ruang keluarga
4. Ruang makan
5. Dupur
6. Kamar mandi

Lantai 2
7. Koridor
8. Ruang Tidur Utama
9. Kamar mandi utama
10. Ruang tidur anak 1
11. Kamar Mandi
12. Ruang tidur anak 2

Lantai 3
13. Ruang Cuci, Jemur dan Setrika
14. Kamar Mandi
15. Kamar Pembantu
16. Gudang
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 48, II/9 November - 29 November 2004, halaman 29

Jumat, 21 Maret 2014

Rumah Tumbuh ala Rasulullah

Setelah belajar desain rumah Rasulullah, saatnya mengambil pelajaran lagi tentang rumah tumbuh ala Rasulullah. Ketika Fatimah az-Zahra menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Ummulmukminin ‘Aisyah-lah yang mempersiapkan penyambutan keluarga baru tersebut, dengan menata perabot rumah untuk mereka dan membersihkan tanah-tanah lumpur yang becek, mengisi dua bantal dengan serabut, menyiapkan kurma dan anggur kering serta mengisi bejana dengan air. Disamping itu membuatkan palang disamping rumah sebagai tempat menggantungkan pakaian dan kantung kulit tempat air. Rumah atau bilik Fatimah az-Zahra dengan rumah atau bilik ‘Aisyah hanya dipisahkan dengan sebuah bilik atau ruangan tempat minum untuk mengobrol.
--------------------------
‘Aisyah r.a., Sulaiman an-Nadawi, Penerbit QisthiPress, cetakan ketiga Juni 2012, halaman 72.

Kamis, 27 Februari 2014

HIJAU DAN WARNA-WARNI

TAMAN JEPANG. Banyak orang yang menganggap bahwa taman jepang itu bercirikan bonsai dan hanya dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan hijau jenis evergreen. Ini adalah pendapat yang kurang tepat. Karena taman jepang sebenarnya, juga menggunakan semak berbunga yakni Camelia (Camellia japonica). Bahkan pada abad 10-12, taman klasik jepang menggunakan pohon cherry dan plum selain pinus dan willow sebagai aksen warna.
Namun karena pengaruh budaya Zen, maka taman yang penuh warna itu berubah menjadi taman yang didominasi kehijauan yang melambangkan keabadian. Dan ciri taman seperti itulah yang sampai sekarang kita kenal.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 13

Selasa, 25 Februari 2014

TAMAN DATAR

TAMAN JEPANG. Taman ini merupakan perpaduan antara Taman Natural dan Taman Pasir Batu. Elemen utama taman ini adalah hamparan pasir putih yang berbentuk melingkar. Bentuk ini menyimbolkan kecerahan dan kegembiraan. Batu-batu yang tersusun di dalamnya juga memiliki makna khusus. Pengunjung taman bisa menginterpretasikan sesuka mereka bentuk susunan batu yang ada di dalam taman. Komponen penyusun taman ini adalah pasir, tanaman evergreen (biasanya jenis cemara), lumut, tanaman bunga dan rumput.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 13

Minggu, 23 Februari 2014

TAMAN TEH

TAMAN JEPANG. Taman ini berkaitan dengan upacara kebanggan orang Jepang yaitu minum teh. Taman Teh terdiri atas dua bagian, Taman Dalam dan Taman Luar. Selain itu juga terdapat rumah tempat upacara minum teh berlangsung. Semua yang berada di dalam taman ini mulai dari batu, lentera batu dan tempat air memiliki korelasi dan merupakan sebuah kesatuan simbolik.
Taman Dalam adalah taman yang bersifat privat dan hanya dinikmati dari Rumah Teh. Sementara Taman Luar digunakan untuk tempat tunggu bagi tamu. Biasanya Taman Luar dilengkapi dengan tempat duduk yang terbuat dari kayu. Taman ini juqa dilengkapi dengan pemanas yang digunakan di musim dingin. Sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki Rumah Teh, disediakan wadah air untuk tempat tamu membasuh diri.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 13

Jumat, 21 Februari 2014

TAMAN BATU DAN PASIR

Taman jenis ini berkembang pada era Muromachi dan menggambarkan filosofi Zen. Di masa ini taman umumnya dipakai oleh para pendeta Zen untuk bermeditasi. Taman jenis ini umumnya bersifat tertutup karena dikelilingi oleh dinding dekoratif yang indah. Dan sesuai namanya, komponen utama dari taman ini adalah pasir dan batu.
Bidang-bidang yang dibentuk oleh pasir putih umumnya bersegi teratur dan pasirnya pun tertata dengan rapi. Menurut tradisi umlah batu yang harus diletakkan di taman ini sebanyak 15 buah yang diatur dalam kelompok dua, tiga, dan lima. Sebagai aksen, pada masing-masing kelompok batu biasanya ditumbuhi lumut.
Pasir memberikan kesan ruang dan kehampaan. Filosotinya adalah, pengujung taman diharapkan membersihkan pikiran yang dipenuhi hal-hal duniawi dan dapat melakukan meditasi dengan baik di dalam taman. Ada juga yang mengatakan bahwa pasir mewakili air (danau atau lautan) dan batu mewakili pulau-pulau Jepang.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 12-13

Rabu, 19 Februari 2014

TAMAN ALAMI (TAMAN NATURAL)

Disebut natural, karena taman ini dirancang sedemikian rupa, sehingga burung-burung dan hewan pengerat (kelinci, marmut) bisa tinggal di dalamnya. Taman ini didominasi oleh hijaunya lumut dan nilainya menjadi sempurna bila terdapat kolam atau aliran air yang asli (bukan buatan). Taman jenis ini umumnya memiliki bangunan kecil semacam gazebo yang dinamai “Azumaya” Konsep taman ini secara keseluruhan adalah menyatu dan menjadi bagian dari alam sekitarnya.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 12

Senin, 17 Februari 2014

TAMAN AIR (TAMAN DANAU)

Taman ini biasanya memiliki ukuran paling besar dibandingkan tipe lainnya, sehingga sudut pandang menarik (focal point) yang dimilikinya menjadi banyak. Komponen penyusunnya pun paling beragam di antara taman-taman yang lain. Taman ini umumnya memiliki kolam plus aliran air atau air terjun. Biasanya di atas kolam terdapat jembatan yang disebut dengan “Jembatan Bulan”. Patung yang terdapat di taman ini ada dua. Yang pertama berbentuk kura-kura yang melambangkan usia panjang dan yang kedua adalah angsa yang melambangkan kesehatan prima. Taman ini umumnya memiliki warna-warni bunga yang lebih beragam.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 12

Sabtu, 15 Februari 2014

TAMAN JEPANG

Taman dalam bahasa Jepang disebut sebagai “Niwa Sono” Kata-kata ini merupakan konsep utama taman jepang yang menciptakan keselarasan antara alam dan keindahan buatan manusia. “Niwa” berarti alam bebas dan “Sono” berarti lahan yang dipagari. Taman jepang, dari segi desain memang sangat mementingkan kualitas spiritual, estetika dan pengalaman intelektual bagi yang menikmatinya.
Taman memiliki makna yang sangat penting bagi orang jepang, karena merupakan representasi dari alam sekitar. Dalam perkembangannya taman jepang dipengaruhi oleh filosofi Shinto, Budha, dan Tao. Semua filosofi ini menghadirkan nuansa spiritualitas yang kental dalam taman jepang. Di jaman dahulu, taman jepang sering digunakan sebagai tempat untuk bermeditasi.
Secara umum, ada lima tipe taman Jepang. Masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.
1. Taman Air / Taman Danau
2. Taman Alami / Taman Natural
3. Taman Batu dan Pasir
4. Taman Teh
5. Taman Datar
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 12

Selasa, 11 Februari 2014

DAPUR (4)

STANDAR UKURAN
Apa pun bentuk dapur yang Anda pilih tergantung dengan luas ruang yanq Anda miliki serta selera Anda dalam mengatur ruang. Namun, yang harus dijadikan pegangan dalam menata dapur adalah ukuran-ukuran standar yang membuat bekerja di dapur menjadi nyaman dan menyenangkan. Dalam arsitektur dan desain interior yang dijadikan pedoman ukuran adalah kegiatan manusia di dalam sebuah ruang. Demikian pula dengan dapur. Berikut ini adalah ukuran-ukuran yang penting untuk diperhatikan :
  1. Ketinggian meja dapur tempat bak cuci, kompor, dan meja kerja sebaiknya setinggi pinggul. Ini agar saat bekerja, posisi tangan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, yang mengakibatkan pegal. Tinggi standar meja dapur adalah antara 85 – 90 cm dari lantai. Namun, jika Anda suka, Anda bisa menyesuaikannya dengan tinggi badan Anda sendiri.
  2. Jarak antara meja dapur dengan dasar tempat penyimpanan (kabinet) di atas sekitar 50 – 60 cm. Jika terlalu jauh jaraknya, Anda terpaksa mengangkat tangan tingi-tinggi untuk menjangkau barang yang ada di dalamnya. Jika terlalu rendah, kegiatan tangan Anda di atas meja dapur akan terganggu dan sering terbentur dengan dasar kabinet tersebut.
  3. Lebar meja dapur yang nyaman sekitar 60 cm. Dengan ukuran ini, tangan Anda bisa dengan leluasa bergerak Luas ini juga memungkinkan kompor dan bak cuci standar dipasang rapat di meja dapur.
  4. Ketinggian kabinet paling atas biasanya 2,4 m atau 2,5 m dari lantai. Menurut Wen Han, ini karena langit-langit rumah di Indonesia biasanya setinggi 3 m. Sisa ruang di atas kabinet bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang-barang yang jarang digunakan. Ada juga orang yang memilih membuat kabinet sampai ke atas langit-langit, untuk memaksimalkan ruang penyimpanan dan menghindari debu menempel di atas kabinet.
  5. Daerah kerja, yaitu daerah bebas yang harus ada antara satu meja dapur dengan meja dapur lain yang letaknya berhadapan, setidaknya harus berjarak 90 m. Jarak tersebut didapat dari kebutuhan ruang orang berdiri dan bekerja di meja dapur, serta orang membungkuk dan berjongkok saat mengambil barang dari kabinet bawah. Ini dengan catatan, area kerja tersebut tidak digunakan juga untuk alur sirkulasi alias dilewati orang keluar-masuk dapur. Jika merangkap jalur sirkuasi, jarak tersebut minimum 120 m.
Selamat menata dapur!
--------------------------
Tabloid Rumah, Edisi 8/I 30 April - 13 Mei 2003, halaman 18

Minggu, 09 Februari 2014

DAPUR (3)

RAGAM BENTUK
Karena ruang dan tenaga yang dibutuhkan untuk merawat kedua jenis dapur tersebut tidaklah kecil, orang saat ini lebih memilih untuk memiliki satu dapur. Selain lebih praktis, mempunyai sebuah dapur yang bisa menampung semua kegiatan jelas lebih murah.
Dapur yang “menyatu” seperti ini masih dibedakan ke dalam beberapa jenis berdasarkan bentuk meja kerja serta kabinetnya. Meja kerja dan kabinet merupakan syarat utama sebuah ruangan untuk disebut sebagai disebut dapur. Jenis-jenis dapur itu antara lain :

BENTUK I

Bentuk ini merupakan yang paling sederhana, karena meja dapur hanya sebaris saja. Biasanya model ini cocok digunakan untuk rumah-rumah mungil, di mana lebar dapur hanya cukup untuk menampung satu ruang kerja. Pada dapur I ketiga alur kerja tidak memungkinkan dibuat segitiga. Karenanya, alur kerja dibuat lurus berjajar, mulai dari penyimpanan, bak cuci, sampai kompor.

BENTUK KORIDOR
Hampir mirip dengan bentuk I, bentuk koridor juga mempunyai meja dapur yang lurus. Tetapi meja dapur terdapat pada kedua sisi dinding. Bentuk ini memang tidak lazim dijumpai pada rumah tinggal biasa. Bentuk dapur koridor lebih banyak ditemukan di apartemen kecil, dimana dapur kadangkala merangkap menjadi jalur sirkulasi. Dengan kedua sisi meja dapur, bentuk ini memungkinkan alur kerja dibentuk sesuai segitiga. Misalnya tempat cuci pada meja dapur sisi kiri sedangkan tempat memasak dan menyimpan bahan pada sisi satunya.

 
BENTUK L
Ini merupakan bentuk dapur yang paling banyak dijumpai. Selain efisien dari segi alur kerja, dapur Jenis ini tidak membutuhkan ruang terlalu besar. Ruang seluas 2 x 3 m2 sudah bisa menampung semua kebutuhan standar sebuah dapur berbentuk L. Alur kerja yang ada pada dapur jenis ini berbentuk segitiga, yaitu satu area kerja di sisi “kaki L” yang pendek, dan dua area lainnya di sisi “kaki L” yang lebih panjang.
Pada ruangan yang lebih luas atau di mana “kaki L” yang satu jauh lebih panjang, biasanya di tengah ruangan diletakkan sebuah meja kerja. Meja di tengah semacam ini biasa disebut sebagai pulau atau island. Bagi yang menginginkan dapur yang dilengkapi dengan ruang makan, meja island tadi bisa disulap menjadi meja makan mungil. Tempat makan ini biasa disebut meja sarapan, karena biasanya di sinilah orang lebih suka makan pagi dibandingkan dengan meja makan besar. Sifat kegiatan sarapan yang tak resmi dan dilakukan dalam waktu yang singkat memang cocok dilakukan di meja island.

BENTUK U
Bentuk ini memiliki meja dapur yang mengelilingi 3 sisi dinding ruangan, sehingga dari denah tampak seperti huruf U. Karena meja dapur lebih panjang, peralatan di dapur jenis ini bisa lebih lengkap. Alur kerja pada dapur ini memungkinkan berbentuk segitiga. Bahkan dengan meja dapur yang hampir mengelilingi ruangan, pembagian area dan peletakan peralatannya bisa lebih bebas dan bervariasi.
Kebebasan peletakkan tersebut tentu membutuhkan ruang yang tidak sempit. Dua sisi meja dapur yang berhadapan harus mempunyai jarak tertentu yang memungkinan pekerjaan yang dilakukan di kedua sisi tidak saling mengganggu serta tidak menghalangi sirkulasi. Untuk ruang yang lebih besar lagi, pada bagian tengah ruangan kadang ditambahkan meja island baik sebagai meja kerja maupun untuk sarapan.
--------------------------
Tabloid Rumah, Edisi 8/I 30 April - 13 Mei 2003, halaman 17-18

Jumat, 07 Februari 2014

DAPUR (2)

JENIS DAPUR
Semakin kompleks kebutuhan orang sekarang ini, semakin beragam pula jenis dapur. Ada yang membedakan dapur berdasarkan fungsinya, yaitu dapur basah dan dapur kering.

1.   Dapur Basah
Yang disebut dapur basah adalah tempat pengolahan bahan-bahan mentah sampai menjadi masakan. Di dapur ini jenis kegiatannya antara lain mencuci, mengupas, memotong, sampai memasak bahan. Disebut basah karena ada kegiatan membersihkan bahan mentah yang kotor sampai bersih, menggunakan air tentunya. Karena itu ada juga yang menyebutnya dapur kotor, karena segala sisa bahan dan proses pengolahan yang terkadang berkesan tidak bersih dikerjakan di area ini.

2.   Dapur Kering
Kebalikan dari dapur basah adalah dapur kering, atau dapur bersih, atau pantry. Di dapur ini, kegiatan yang dilakukan memang berbeda. Dari dapur basah, makanan yang sudah jadi disimpan di dapur kering. Di sinilah makanan tersebut disiapkan, misalnya ditata di piring saji. Dapur kering digunakan juga untuk kegiatan “memasak” kecil-kecilan seperti menyeduh kopi atau membuat roti lapis. “Pantry saat ini banyak yang dilengkapi meja makan kecil,” ujar Wen Han. “Ini karena orang ingin bisa berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya sementara ia menyiapkan makanan,” tambahnya.
Untuk memiliki kedua jenis dapur di atas Anda tentu membutuhkan ruang yang relatif besar. Pelaksana di kedua tempat itu umumnya juga orang-orang yang berbeda. Para pembantu atau juru masak merupakan penghuni dapur basah, sementara itu para pelayan melayani majikannya di dapur kering. Tetapi itu merupakan gambaran idealnya. Saat ini banyak juga rumah yang memiliki kedua jenis dapur tersebut tanpa membeda-bedakan seperti itu. Adanya dapur basah dan kering hanyalah untuk alasan kebersihan dan keteraturan.
--------------------------
Tabloid Rumah, Edisi 8/I 30 April - 13 Mei 2003, halaman 16-17

Rabu, 05 Februari 2014

DAPUR (1)

CIPTAKAN DAPUR NYAMAN
Dapur Merupakan area di daLam rumah yang butuh penataan cermat. Karena fungsinya yang unik, yaitu menyiapkan makanan, banyak peralatan khusus yang penempatannya tidak boleh sembarangan. Selain itu pekerjaan di dapur juga sangat spesifik, sehingga butuh ruang-ruang gerak dengan syarat tertentu.

YANG HARUS ADA
Sebuah ruang bisa disebut sebagai dapur jika memiliki peralatan yang menunjang kegiatan di dapur, yaitu mengolah makanan. Pengolahan makanan jika diurutkan secara garis besar meliputi mencuci, memasak, dan menyimpan bahan makanan. Karena kegiatannya yang spesifik tersebut, ada bagian-bagian yang wajib hadir di dapur. Bagian-bagian ini menjadi area tersendiri di dapur, yaitu :
1.   Tempat Cuci atau Persiapan
Di area inilah bahan makanan yang masih mentah dipilah-pilah dan dibersihkan. Pencucian peralatan masak juga dilaksanakan di tempat ini. Kegiatan bersih-bersih tersebut memerlukan sebuah meja kerja dan bak cuci (sink). Bahkan, jika memungkinkan alat pencuci piring (dishwasher) juga ditempatkan di area ini. Di bagian inilah terdapat saluran air, baik di atas bak cuci maupun yang dialirkan ke dalam dishwasher. Karena itu di area ini selain bak cuci boleh juga disiapkan area kosong sebagai meja kerja untuk menyiapkan bahan, seperti mengupas atau memotong-motong.

2.   Tempat Masak atau Penyajian
Di wilayah ini yang pasti ada adalah kompor. Kompor ada yang diletakkan di atas meja dapur secara terpisah ada juga yang built-in atau ditanam di dalam meja dapur. Pada dapur-dapur modern, di atas kompor ditambah alat penghisap asap. Masih dalam area ini, peralatan lain yang lazim ada yaitu oven dan microwave, yang tugasnya sama, yaitu mematangkan makanan. Baik oven maupun microwave ada yang ditempatkan di atas meja dapur atau dibuat sekaligus disatukan dengan meja dan lemari dapur.

3. Tempat Penyimpanan
Yang tak boleh luput dari perhatian adalah tempat penyimpanan bahan makanan. Di dapur, tempat ini bisa berupa lemari dan lemari es. Saat ini, menurut Ir. Yeo Wen Han (Marketing Director, Metric Kitchen), sudah ada lemari khusus untuk bahan makanan kering, yang disebut rak kargo. Rak ini didesain khusus agar makanan yang disimpan terjaga kekeringannya. Biasanya rak ini berdaun kaca yang padat dan di dalamnya ada deretan jeruji tempat meletakkan makanan.

FORMASI SEGITIGA
Ketiga area esensial tersebut idealnya tidak boleh diletakkan sembarangan. Ada teori peletakan di dapur yang dikenal dengan bentuk segitiga. “Artinya, area cuci, masak, dan penyimpanan, sebaiknya membentuk alur segitiga, sehingga jika pekerjaan akan diulang alurnya akan tetap sama dan tidak mengganggu pekerjaan lainnya,” jelas Wen Han.
Misalnya, untuk membuat sebuah masakan, orang pertama-tama akan mengambil bahan dari area penyimpanan. Katakanlah dari lemari es. Setelah itu bahan tersebut dibersihkan di bak cuci dan dipotong-potong. Proses selanjutnya adalah memasak bahan-bahan tersebut menjadi sebuah masakan di area kompor. Nah, semua pengerjaan itu sebaiknya dalam satu alur kerja. Jika orang tersebut ingin membuat lauk misalnya, ia tinggal mengulang kembali proses dan mengambil bahan di lemani es sampai ke kompor, dan seterusnya.
Peletakkan area tersebut juga tergantung pada persyaratan kondisi masing-masing peralatan. Untuk kompor, sebaiknya tidak diletakkan di dekat jendela karena angin akan berhembus meniup api kompor. Jendela boleh diletakkan di dekat bak cuci. Lemari es, sebagai tempat penyimpanan penting di dapur tidak boleh diletakkan bersebelahan langsung dengan kompor dan oven. Luangkan jarak antara dinding dan lemari es agar ada area untuk mendinginkan bagian kondensator lemari es. Meskipun alur kerjanya berurutan, bak cuci juga jangan diletakkan dekat sekali dengan kompor. Air yang memercik akan mengganggu proses memasak.
--------------------------
Tabloid Rumah, Edisi 8/I 30 April - 13 Mei 2003, halaman 16

Selasa, 04 Februari 2014

Desain Rumah Rasulullah

Nabi s.a.w. menganggap bahwa dunia ini merupakan tempat singgah yang ditempuh musafir selama hidupnya, kemudian berpindah ke akhirat, maka bukan termasuk tuntunan beliau dan juga para sahabat untuk mengokohkan tempat tinggal (rumah), meluaskan dan menghiasinya. Tempat singgah yang paling baik bagi musafir ialah bisa menjaga penghuninya dari panas dan dingin, menutupi pandangan mata, menghalangi masuknya binatang, tidak dikhawatirkan akan runtuh karena beban yang terlalu berat, tidak menjadi sarang ular karena bentuknya yang terlalu luas, tidak diterobos angin yang bisa mengganggu penghuninya dan tidak pula berada di tempat yang terlalu tinggi, tetapi pertengahan diantara semua itu.
Tempat tinggal (rumah) harus semerbak oleh aroma yang wangi. Begitu pula tempat tinggal yang bermanfa'at bagi badan dan yang bisa menjaga kesehatan.
Luas rumah atau bilik Rasulullah s.a.w. dengan ‘Aisyah r.a. ummil Mukminin sekitar 6 atau 7 dzira’ di blok Bani Najjar salah satu suku Anshar di Madinah.. Dindingnya terbuat dari tanah dan atapnya dari pelepah kurma. Langit-langitnya rendah hingga orang yang berdiri disitu bisa menyentuhnya. Bagian luar bilik dilapisi dengan kain kasar yang tebal agar terlindung dari hujan. Pintunya hanya satu daun, terbuat dari kayu jati dan menghadap ke barat.
Perabot atau furniture yang ada di dalam rumah Nabi s.a.w. hanyalah pembaringan atau kasur (yang terbuat dari kulit yang diisi dengan sabut kurma (HR. Muslim No. 1195)) beserta tikarnya, bantal yang terbuat dari kulit berisi serabut, beberapa perkakas atau alat yang tergantung seperti kantung kulit, bejana air, mangkung untuk minum air. Bahkan tidak berlentera sebagai penerangan di malam hari, ataupun lukisan sekedar penghias dinding, seperti yang diceritakan Abu Thalhah al-Anshori (HR. Muslim No. 1209)
Bilik ini adalah madrasahnya ‘Aisyah r.a. berguru pada Rasulullah, bilik yang senantiasa dihiasi keutamaan berupa sholat sunah (seperti yang diceritakan Zaid bin Tsabit r.a. (HR. Bukhari & Muslim), dan pintunya sepanjang hayat Rasulullah s.a.w. hampir tak pernah menolak kedatangan siapa pun untuk berguru.

Catatan :
1 dzira’ = 1 hasta = 1 lengan (panjang lengan dari siku sampai ujung jari tengah). (Muhajirin Anshor)
Jika diasumsikan hasta orang arab 50 cm, maka luas rumah atau bilik Rasulullah 6 atau 7 dzira’ hanya seluas 3 atau 3,5 meter persegi. Jauh lebih kecil dari rumah sederhana tipe 21, bahkan masih lebih luas dari rumah tipe RSS.
-------------------------
Terjemahan Hadis Shahih Muslim Jilid 3, Penerbit Pustaka Al-Husna, Cetakan Kedua 1983.
Minhajus Shalihin, Izzuddin Bulyqe, Penerbit PT. Bina Ilmu Surabaya, Cetakan Pertama 1987.
Mukhtashar Zadul-Ma'ad, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Penerbit Pustaka Azzam Jakarta, Cetakan Pertama Pebruari 1999, halaman 313 - 314. 
‘Aisyah Ummil Mukminin r.a., Sulaiman an-Nadawi, Penerbit QisthiPress, Cetakan Ketiga Juni 2012, halaman 31-32.

Senin, 03 Februari 2014

MEMANFAATKAN LAHAN SISA

Arman sang pemilik rumah tipe 36 standar yang berdiri di atas tanah 9 m x 15 m kawasan Indah Asri Berau Kalimantan Timur berencana akan menambah ruang dengan sisa tanah yang ada, yaitu : teras, dapur, kamar mandi, tempat cuci (tidak di kamar mandi), tempat jemur, ruang ibadah, ruang belajar/ perpustakaan dan ruang tidur.
Dan sang pemilik rumah menghendaki memiliki menara tangki air dan taman mungil di depan-belakang rumah agar suasana tetap nyaman asri. Solusi rumah tingkat di bagian belakang untuk ruang belajar dan tempat jemur tidak menjadi persoalan.
Wijoyo Hendromartono sebagai Arsitek menyarankan untuk penambahan ruang tidur anak bisa memanfaatkan tanah sebelah kanan, yang juga bisa digunakan untuk ruang ibadah (sholat), kamar mandi, dan dapur. Dapur sengaja perletakkan di depan, agar bermanfaat sebagai pintu masuk alternatif (service entrance). Untuk ruang tidur utama bisa “memperpanjang” ruang tidur belakang dari denah asli, sehingga bisa mendapatkan ruang tidur yang lebih luas. Dengan demikian, bagian tengah rumah bisa optimal berfungsi sebagai ruang kegiatan bersama, yaitu ruang tamu/ ruang keluarga dan ruang makan.

Untuk ruang belajar/ perpustakaan, cuci dan jemur, di sesuai dengan permintaan pemilik terletak di lantai atas. Sedangkan untuk tempat tangki air bisa mengecor atap ruang setrika dengun dak beton, sehingga bisa digunakan sebagai tempat tangki air. Di lantai atas ini bisa dijadikan alternatif pengembangan lebih lanjut di masa mendatang, jika masih memiliki ruang cukup banyak. Ruang tersebut ada di atas ruang-ruang tidur utama dan depan, ruang tamu, maupun dapur.

Keterangan Denah Rumah :
Lantai 1
  1. Carport
  2. Teras depan
  3. Dapur
  4. Ruang tamu/ruang keluarga
  5. Ruang tidur anak 1
  6. Kamar mandi
  7. Ruanq makan
  8. Ruang ibadah (sholat)
  9. Ruang tidur utama
  10. Ruang tidur anak 2
  11. Beranda teras belakang
Lantai 2
12. Ruang belajar/ Perpusatakaan
13. Ruang Cuci dan Setrika
14. Ruang Jemur
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 37, II/8 Juni - 21 Juni 2004, halaman 28

Jumat, 01 November 2013

NYAMANNYA KAMAR MANDI SANG ARSITEK

Rumah yang megah tak berarti apa-apa jika kamar mandinya dibangun dengan disain asal-asalan. Dalam sebuah rumah, kamar mandi menjadi citra dari rumah tersebut, jadi patokan sejauh mana kepedulian pemilik rumah terhadap kebersihan dan kesehatan. Seorang ibu yang berprofesi sebagai arsitek sangat mengerti hal itu. Maka ia merancang kamar mandinya penuh sentuhan estetika. Kenyamanan rancangannya begitu terasa lewat tata letak material sesuai fungsinya. Warna dinding, lantai, dan material sanitari dipadu harmoni, sehingga terasa sejuk dan terkesan bersih. Bagi arsitek perempuan yang tinggal di Puri Kencana, Jakarta ini , ruang seluas dua kali empat meter jadi sangat berharga. Dia leluasa menumpahkan imajinasinya. Seperti terlihat di bagian lavatory, kaca ditempatkan penuh sampai puncak dengan kolom kayu disisi-sisinya. Begitu pula di bagian bathtub, salah satu dinding diletakan jendela besar dengan lis-lis kayu yang rapi. Semua peralatan mandi diposisikan pada tempat yang mudah dijangkau. Closet duduk ditempatkan berdampingan dengan shower yang dipisahkan dinding berselaput porselen. Di ruang sesempit tu, arsitek yang seorang ibu itu mampu menampilkan kamar mandi dengan ruang lega di tengah-tengah. Nyaman dan bersih jadi citra disain kamar mandi ini.
---------------------------------------------------
Majalah Triwulanan TOTO Media Edisi 49 – Juni 2000, PT Surya Toto Indonesia, halaman 16-17.

Jumat, 26 April 2013

3 METER X 1,5 METER = FUNGSIONAL

Memiliki kamar mandi yang fungsional tidaklah harus dengan ruang luas. Sebuah ruang berukuran 3m x l,5m pun bisa Anda sulap menjadi kamar mandi yang fungsional, tanpa kehilangan kenyamanan. Desain berikut memperlihatkan, begitu pintu kamar mandi dibuka, pandangan mata akan berhadapan dengan cermin oval terpadu lemari kecil terpasang di pojok dinding. Tepat di bawahnya ada wastafel dan perlengkapan gosok gigi. Di sebelah kanannya sedikit lebih tinggi, ditancapkan gantungan handuk. Berseberangan langsung gantungan handuk ditempatkan bidet yang berdampingan dengan closet duduk, mengapit toilet paper di dindingnya. Sisa ruang kanan closet dipakai untuk bilik mandi yang dibatasi dengan dinding kaca berpintu. Di dalamnya, sejajar closet, ditancapkan hand shower dilengkapi dengan floor drain. Di tembok belakang dinding kaca diletakkan 2 soap holder yang juga berfungsi sebagai tempat shampo.
---------------------------------------------------
Majalah Triwulanan TOTO Media, Edisi 52 – Maret 2001, PT Surya Toto Indonesia, halaman 16-17

Rabu, 24 April 2013

MEMILIH WARNA DAN DEKORASI RUMAH

Jika rumah anda berukuran kecil, ada baiknya anda memilih warna cat yang berwarna cerah atau terang. Karena warna-warna yang terang akan memberikan kesan bersih, lapang dan luas. Tatapi yang harus diingat adalah, penekanan untuk menggunakan warna terang ini baiknya diberlakukan pada ruang-ruang publik yang secara fungsional diperuntukkan untuk sesuatu yang umum, seperti ruang tamu, dan ruang keluarga.
Setiap rumah tinggal membutuhkan sentuhan keakraban dan kehangatan yang amat tinggi, karena ditempat tersebut akan terjadi interaksi sosial hubungan keluarga yang penuh keakraban dan kehangatan di antara penghuninya.

Yang disebut dengan ruang-ruang bersifat umum pada sebuah bangunan biasanya adalah ruang-ruang dengan aktivitas pemakai ruang yang bersifat rutin dan pasti. Pemakai ruangnya pun bersifat tetap (menurut tugas dan fungsinya), sehingga fasilitas yang dibutuhkan akan bersifat standar baik ukuran maupun bentuknya seperti sekolah, rumah sakit, dan lain-lain yang sejenis. Juga agar praktis dan ekonomis.
Bayangkan bila rumah tinggal diperlakukan sama seperti kita memperlakukan ruang-ruang yang bersifat umum tadi. Semua dinding dicat dengan wama yang sama (misalnya putih), semua perabotan terbuat dari metal atau plastik agar mudah dibersihkan, tahan cuaca, tahan panas dan tidak gampang rusak. Kok seperti berada di sebuah rumah sakit ya? Ingin praktis, ekonomis, efektif tapi tidak manusiawi.
Karena rumah tinggal adalah tempat para penghuninya melepas segala kepenatan fisik, pikiran dan emosi maka tentunya hal-hal yang akan berpengaruh kepada kepenatan-kepenatan tersebut di atas harus ditiadakan.
Biasanya bentuk-bentuk perabotan yang terlalu kaku, keras dan monoton akan membuat ruang-ruang dalam rumah tinggal menjadi berkesan kaku. Jadi sebaiknya jangan ditempatkan di dalam rumah (kecuali memang ingin memiliki rumah dengan ruang-ruang yang mencerminkan arogansi dan menjaga jarak dengan tamunya). Pilih saja bentuk-bentuk yang materialnya terbuat dari bahan-bahan alam (kayu, batu, kain, dan sebagainya). Apalagi kursi-kursi di ruang tamu atau ruang keluarga bentuknya tidak perlu sama, bisa beberapa bentuk dari material dipilih dan ditempatkan di ruang tamu, asal tetap ada unsur-unsur pemersatu yang membuat tetap harmonis/ serasi dengan keseluruhan ruang.
Kembali soal memilih warna, boleh-boleh saja memilih warna putih untuk memberikan kesan luas, terang, dan bersih, namun beberapa sentuhan yang sifatnya lebih manusiawi tampaknya akan membuat penampilan ruang lebih akrab dan menyentuh. Misalnya pemilihan warna untuk pelapis kursi, bantal-bantal hias, tirai, taplak penutup meja armature lampu, karpet atau pelapis lantai, dan lain-lain.
Sementara untuk ruang-ruang yang privat, anda dapat bereksperimen dengan warna-warna yang anda sukai. Contohnya, anda tidak bisa memaksakan untuk mewamai kamar anda ataupun putra/ putri anda dengan warna yang terang, karena belum tentu mereka menyukainya. Pilihlah warna yang mereka sukai, tetapi anda juga harus jeli untuk tidak menggunakan warna-warna yang “teduh” seperti warna ungu karena akan membuat kemauan mereka untuk belajar menjadi berkurang.
Selanjutnya dalam hal memilih aksesoris pelengkap kamar, pilihlah aksesoris yang anda dan atau putra/ putri anda suka tapi tidak membahayakan keselamatan anda dan mereka, misalnya motif-motif yang sederhana tapi menarik, seperti bunga, geometris dengan pola motif yang ukurannya kecil saja. Hindari memilih furniture dengan sudut-sudut yang tajam. (architectaria.com)