"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)
Tampilkan postingan dengan label Ma'had 'Umar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ma'had 'Umar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juli 2017

Adab

Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما berkata, “Pelajarilan Adab, karena hal tersebut adalah nilai tambah pada akal logika seseorang, penanda kepribadian yg terpuji, kawan dalam kesendirian, penyerta dalam keterasingan, harta benda dalam kekurangan.” [Tarikh Bagdhad 9/276]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 07 Juli 2017

Keramahan

 يأتي على الناس زمان أقل شيء في ذلك الزمان أخ مؤنس، أو درهم من حلال، أو عمل في سنة

Imam Al-Auza'i رحمه الله berkata, "Akan datang suatu zaman kepada manusia yang pada zaman tersebut sangat sedikit akan didapatkan seorang saudara yang ramah, mata uang yang halal, dan amalan sunnah." [Az-Zuhud 964]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 30 Juni 2017

Tahap Menimba Ilmu

Sufyan Ats Tsauri رحمه الله berkata, “Tahapan awal menimba ilmu adalah diam. Yang kedua adalah mendengarkan dan menghafalkannya. Yang ketiga adalah mengamalkannya. Yang keempat yaitu menyebarkan dan mengajarkannya.” [Manaqib al Imam al A’zham]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 23 Juni 2017

Bertahap

Az-Zuhri رحمه الله mengatakan, “Barangsiapa yang menuntut ilmu secara instan maka ia akan hilang dengan cepat. Sesungguhnya ilmu hanya akan diperoleh dengan menekuni satu atau dua hadits, sedikit demi sedikit.” [Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an 1/70]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 16 Juni 2017

Menolak Syariat Dengan Akal

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
من تعود معارضة الشرع بالرأي لا يستقر في قلبه الإيمان

“Siapa yang selalu menolak syariat dengan akal, maka tidak akan kokoh keimanan dalam hatinya.” [Dar’ut Ta’aarudh, 1/187]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 09 Juni 2017

Menolak Kebenaran

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

من عُرض عليه حقٌ فَرَدَّه فلم يقبله
عُوقب بفساد قلبه وعقله ورأيه

“Barangsiapa yang dihadapkan kepadanya suatu kebenaran namun ia menolak serta tidak mau menerimanya maka hal tersebut akan berakibat rusaknya hatinya, akalnya serta pikirannya." [Miftahul Daris Sa'adah 1/160]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 02 Juni 2017

Menyebarkan Ilmu

Berkata Ibnul Jauzi رحمه الله;
من أحب أن لا ينقطع عمله بعد موته فلينشر العلم

"Barangsiapa yang senang agar amalannya tidak terputus walaupun setelah kematiannya maka hendaklah ia menyebarkan ilmu". [At Tadzkirah fil Wa'dz 55]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 26 Mei 2017

Menjaga Waktu

Abu Bakar bin 'Ayyasy berkata, “Seandainya salah seorang diantara kalian kehilangan uang senilai satu dirham maka sungguh ia akan menghabiskan harinya dengan mengucapkan ‘Inna lillah, uangku satu dirham telah hilang.’ Padahal umurnya hilang setiap saat namun ia tidak pernah mengatakan, ’Telah hilang umurku.’ 🏻 Sesungguhnya Allah memiliki para hamba yang mereka bersegera diwaktu-waktu yang mereka lalui dan menjaga waktu-waktu mereka dengan cara memenuhinya dengan ketaatan”. [Mawa'idz Ibnu; Jauzi 1/57]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 19 Mei 2017

Berkebalikan

Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ

"Tidaklah sedekah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali keperkasaan, dan tidaklah seseorang merendah karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya."
(HR Muslim no. 2588)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 12 Mei 2017

Perbanyak Membaca Al Quran

Ibrahim bin Abdil Wahid Al-Maqdisi berkata :
أَكْثِرْ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَلاَ تَتْرُكْهُ فَإِنَّهُ يَتَيَّسَرُ لَكَ الَّذِي تَطْلُبُهُ عَلَى قَدْرِ مَا تَقْرَأُ

"Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan jangan kau tinggalkan Al-Qur'an. Karena akan dipermudah bagimu apa yang kau cari sesuai dengan kadar bacaannmu"

Ad-Dliyaa' Al-Maqdisi berkata,
فَرَأَيْتُ ذَلِكَ وَجَرَّبْتُهُ كَثِيْراً، فَكُنْتُ إِذَا قَرَأْتُ كَثِيْراً تَيَسَّرَ لِي مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيْثِ وَكِتَابَتِهِ الْكَثِيْرِ، وَإِذَا لَمْ أَقْرَأْ لَمْ يَتَيَّسَرْ لِي

"Maka akupun melihat hal itu dan sudah sering aku mencobanya. Jika aku banyak membaca Al Qur'an maka dimudahkan bagiku untuk mendengar dan mencatat banyak hadits. Namun jika aku tidak membaca Al Qur'an maka tidak dimudahkan bagiku" (Dzail Tobaqoot Al Hanaabilah 3/205)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 05 Mei 2017

Takwa dan Maksiat

Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata:
وَمِنْهَا تَعْسِيْرُ أُمُوْرِهِ عَلَيْهِ فَلاَ يَتَوَجَّهُ لِأَمْرٍ إِلاَّ يَجِدُهُ مُغْلَقًا دُوْنَهُ أَوْ مُتَعَسِّراً عَلَيْهِ, وَهَذَا كَمَا أَنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا, فَمَنْ عَطَّلَ التَّقْوَى جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ عُسْرًا, وَيَالله الْعَجَب كَيْفَ يَجِدُ الْعَبْدُ أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَالْمَصَالِحِ مَسْدُوْدَةً عَنْهُ مُتَعَسِّرَةً عَلَيْهِ وَهُوَ لاَ يَعْلَمُ مِنْ أَيْنَ أَتَى

"Diantara dampak seseorang bermaksiat adalah Allah menyulitkan urusannya, maka tidaklah ia menuju suatu urusan kecuali ia mendapati urusan tersebut tertutup baginya, sulit untuk ditempuhnya. Hal ini sebagaimana bahwasanya barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusannya. Barang siapa yang membuang ketakwaannya maka Allah akan menyulitkan urusannya. Sungguh mengherankan bagaimana seorang hamba mendapati pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan telah tertutup di hadapannya dan sulit baginya, lantas ia tidak tahu kenapa bisa hal ini menimpanya ?" (Al Jawaab Al Kaafi)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 28 April 2017

Shalat

Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata :
لِلْعَبْدِ بَيْنَ يَدَيْ اللهِ مَوْقِفَانِ، مَوْقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ فِي الصَّلاَةِ وَمَوْقِفٌ بَيْنَ يَدَيْهِ يَوْمَ لِقَائِهِ فَمَنْ قَامَ بِحَقِّ الْمَوْقِفِ الأَوَّلِ هُوِّنَ عَلَيْهِ الْمَوْقِفُ الآخَرُ وَمَنِ اسْتَهَانَ بِهَذَا الْمَوْقِفِ وَلَمْ يُوَفِّهِ حَقَّهُ شُدِّدَ عَلَيْهِ ذَلِكَ الْمَوْقِفُ قَالَ تَعَالَى ومن الليل فاسجد له وسبحه ليلا طويلا إن هؤلاء يحبون العاجلة ويذرون وراءهم يوما ثقيلا

Seorang hamba menghadap Allah dalam dua keadaan, keadaan ia berhadapan dengan Allah tatkala sedang sholat, dan keadaan ia berhadapan dengan Allah tatkala hari kiamat. Barang siapa yang berhadapan dengan Allah pada keadaan pertama sebagaimana mestinya maka akan diringankan baginya tatkala menghadap Allah pada hari kiamat. Barang siapa yang meremehkan keadaan yang pertama dan tidak menjalankan sebagaimana mestinya maka ia dipersulit dan disikapi dengan keras tatkala berhadapan dengan Allah pada hari kiamat. (Al Fawaid)
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 21 April 2017

Bersama Yang Dicinta

Anas Bin Malik radhiallahu 'anhu berkata:
 
فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيٍّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ، فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ مَعَهُمْ بِِحُبِّيْ إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

"Kami tidak pernah gembira karena sesuatu apapun sebagaimana kegembiraan kami karena mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Engkau bersama yang engkau cintai”. Anas berkata, “Aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap aku (kelak dikumpulkan) bersama mereka meskipun aku tidak beramal sebagaimana amalan sholeh mereka." (HR Al Bukhari no 3688 dan Muslim 4/2032)
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 14 April 2017

Dikala Pagi

Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

"Barang siapa diantara kalian yang tatkala di pagi hari merasa aman/tenang, tubuhnya sehat, dan ia sudah memiliki makanan untuk hari tersebut maka seakan-akan dunia seluruhnya telah dikumpulkan untuknya." (HR Al Bukhari di Al Adab Al Mufrod dan At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam As Shahihah no 2318)
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 07 April 2017

Jalan Keluar

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar رحمه الله :
الله يجعل لأوليائه عند إبتلائهم مخارج
وإنما يتأخر ذلك عن بعضهم في بعض الأوقات تهذيباً وزيادةً لهم في الثواب

"Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta'ala akan memberikan jalan keluar kepada para wali-waliNya dari setiap cobaan yang dihadapi. Hanya saja jalan keluar yang diberikan kepada sebagian orang terkadang tertunda di sebagian waktu sebagai pembersih dosa dan tambahan pahala bagi mereka." [Fathul bary: 6/483]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 31 Maret 2017

Kesenangan

Berkata Ibnu Hibban رحمه الله :

من اشتهى أن يكون حرا فليجتنب الشهوات_
وإن كانت لذيذة

"Barangsiapa yang mendambakan kebebasan, hendaklah ia menjauhi seruan hawa nafsu walaupun menyenangkannya." (Raudhatul 'Uqola 281)
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 

Jumat, 24 Maret 2017

manusia terbaik

Rasulullah bersabda,
 
خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره

"Sebaik-baik kalian adalah seorang yang diharapkan kebaikannya dan manusia merasa aman dari kejelekannya." [HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami' 2603]
----------
Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 17 Maret 2017

Manusia

Seorang pembesar berkata kepada Muthorrif bin Abdillah:
 
قَالَ: أَوَ مَا تَعْرِفُنِي؟

"Tidakkah engkau tahu siapa saya?"
 
قَالَ: بَلَى، أَوَّلُكَ نُطْفَةٌ مَذِرَةٌ، وَآخِرُكَ جِيْفَةٌ قَذِرَةٌ، وَأَنْتَ بَيْنَ ذَلِكَ تَحْمِلُ العَذِرَةَ

Muthorrif berkata, "Tentu saya tahu, engkau yang awalnya adalah setetes mani yang kotor, dan akhirmu adalah bangkai yang busuk, dan antara kedua kondisi tersebut engkau membawa kotoran." (Siyar A'laam An-Nubalaa 4/505)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 
web : mahadumar.id
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC




Jumat, 10 Maret 2017

Musuh Keikhlasan

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah :
عدو الإخلاص وهاذمه الرغبة في مدح الناس والطمع فيما عندهم. فمن نقى قلبه من هذين سهل عليه تحقيق باب الإخلاص

"Musuh ikhlas dan penghancurnya adalah (1) berharap memperoleh pujian orang-orang dan (2) berharap pemberian dari mereka. Barangsiapa yang membersihkan hatinya dari dua perkara ini maka mudah baginya untuk mewujudkan keikhlasan."
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Jumat, 03 Maret 2017

Mulia Karena Ta'at

Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata ;
وكان من دعاء بعض السلف : اللَهُمَّ أَعِزَّنِي بِطَاعَتِكَ ، وَلاَ تُذِلَّنِي بِمَعْصِيَتِكَ

"Diantara doa sebagian generasi pendahulu yang shalih : "Ya Allah, muliakanlah aku dengan ketaatan kepadaMu, dan janganlah Engkau hinakan diriku dengan bermaksiat kepadaMu."
(Ad-Daa' wa ad-Dawaa' 94)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta