"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)
Tampilkan postingan dengan label Note Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Note Trip. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2025

Edan...!!!

Note Trip. Akhir 2016 Indonesia di gegerkan dengan kelakuan ahok si penista agama. Ulama dan ummat Islam terus menerus memprotes kelakuan sang penista agama. Tetapi pemerintahan kala itu seolah diam, seperti tak punya ghiroh keagamaan. Padahal mereka mengaku beragama Islam, tetapi diam ketika agamanya dinistakan. Edan...!!!
Hari-hari selepas si penista agama berkoar menafsirkan surat al-Maidah : 51, hembusan kotor di kalangan jelata terus digulirkan, mencuci nalar waras beragama yang benar. Sebuah gerakan yang terus dilakukukan oleh kaum atheis-komunis-liberal-syiah sepanjang akhir tahun 2016 hingga tahun-tahun berikutnya.
Obrolan jalanan, warung makan, angkutan umum dan dimanapun ada kesempatan bagi kaum atheis-komunis-liberal-syiah terus digulirkan.
Beberapa obrolan yang berusaha menumbangkan nalar waras beragama yang sempat aku temukan diantaranya.
Gerombolan penista : "Lihatlah kelakuan tokoh terkemuka di Indonesia tapi otaknya sedikit rasis dan cetek".
Sang Pembela : "Nah.. yang begini ini adalah satu standar Tuyul Modern alias Buzzer. Setelah nggak bisa debat Rasional, langsung Stigmatisasi dilanjutkan memaki-maki."
Gerombolan penista : "Nggak punya tipi ya bro?? Nggak pernah liat rakyat miskin yang datang ke balai kota Jakarta ya..??? Dia pembela rakyat kecil...!!"
Sang Pembela : "Ogh.... rakyat miskin yang dimaki-maki dan dituduh maling didepan balai kota sama si penista itu ya...??"

Begitulah sepak terjang Buzzer alias Tuyul Modern tidak perlu pengetahuan dan ilmu, yang paling dibutuhkan adalah bisa mengubur husnul-khuluq dan terlatih memfitnah, seperti yang didefinisikan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah saat itu. Untunglah sang penista agama tumbang di pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, meski di hari tenang mereka mengucurkan sembako ber-truk-truk.

Minggu, 11 Desember 2022

Yang Kentut Diam, Yang Nggak Kentut Berisik

Note Trip. Sejak sepuluh tahun lalu dalam setiap perjalanan jelang bulan Desember selalu ada pembicaraan ucapan selamat berhari raya pemeluknya.
Kala istirahat makan di sebuah warung terminal Bawen Jawa Tengah. Aku mendengarkan percakapan itu lagi, yupz pembicaraan orang Islam yang selalu ribut soal Ucapan Natal. Padahal yang punya Natal adem ayem saja..

Sebut saja mereka Ucek (mewakili pendukung kafir) dan Umrek (mewakili penolak kafir).

Ucek : "Kamu ucapkan Natal buat temenmu yang merayakan nggak?"

Umrek : "Nggak tuh ...., Rasulullah ucapkan nggak?"

Ucek : "Rasulullah nggak twitteran, kok kamu twitteran? Rasulullah naik onta, kok kamu nggak?"

Umrek : "Natal sudah ada sejak sebelum Rasul lahir, begitu merujuk Wikipedia, perayaan natal telah ada sejak 200 masehi. Dan yang punya natal nggak pernah maksa-maksa orang-orang Islam untuk ucapkan natal, kok kamu yang nggak punya natal malah ributin masalah ucapan natal?"

Jedar..... Jawaban menohok. Ikut senang ternyata dari kalangan akar rumput masih banyak yang ta'at pada agama, meskipun kaum atheis-komunis-liberal-syiah terus mengupayakan agar akar rumput jauh dari agamanya.

Teringat sebuah riwayat hadits dari Amr ibn Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى فَإِنَّ تَسْلِيمَ الْيَهُودِ الْإِشَارَةُ بِالْأَصَابِعِ وَتَسْلِيمَ النَّصَارَى الْإِشَارَةُ بِالْأَكُفِّ

“Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai kaum selain kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi, juga Nashrani, karena sungguh mereka kaum Yahudi memberi salam dengan isyarat jari jemari, dan kaum Nasrani memberi salam dengan isyarat telapak tangannya” (HR. Tirmidzi, hasan).

Sabtu, 30 Januari 2021

Bukan Aku yang Menyandangkan

Note Trip. Dua tahun lalu dalam sebuah perjalanan, saat istirahat makan di sebuah warung kecil di Sragen Jawa Tengah. Aku mendengarkan percakapan kebencian.
Sebut saja mereka Juminten (mewakili pendukung kafir) dan Jumiatun (mewakili penolak kafir).
Juminten : "Tega kah engkau mengatakan kafir pada Jumirah teman kerjamu non muslim yang baik hati, seraya engkau merasa paling suci dan benar sendiri?."
Jumiatun : "Tegalah...!!! bedakan urusan ibadah dengan urusan dunia. Karena urusan mengkafirkan adalah urusan Allah ta'ala yang tegas menyandangkan predikat itu, jika Jumirah termasuk yang mengatakan : "Allah itu ialah Al-Masih putra Maryam”. [QS. Al-Maidah : 17]" dan "Allah salah satu dari yang tiga” [QS. Al-Maidah : 73]", maka aku hanya "Sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami menta'ati)" dan aku tidak perlu merasa paling suci dan benar sendiri."
.
Jawaban keren. Ikut senang ternyata di kalangan akar rumput masih banyak yang ta'at pada agama, meskipun kaum atheis-komunis-liberal-syiah terus mengupayakan agar akar rumput jauh dari agamanya.

Sabtu, 02 Januari 2021

Nalar Jongkok

Note Trip. Akhir 2016 Indonesia di gegerkan dengan kelakuan ahok si penista agama. Ulama dan ummat Islam terus menerus memprotes kelakuan sang penista agama. Tetapi pemerintahan kala itu seolah diam, seperti tak punya ghiroh keagamaan. Padahal mereka mengaku beragama Islam, tetapi diam ketika agamanya dinistakan. Edan...!!!
Hari-hari selepas si penista agama berkoar menafsirkan surat al-Maidah : 51, hembusan kotor di kalangan jelata terus digulirkan, mencuci nalar waras beragama yang benar. Sebuah gerakan yang terus dilakukukan oleh kaum atheis-komunis-liberal-syiah sepanjang akhir tahun 2016 hingga tahun-tahun berikutnya.
Obrolan jalanan, warung makan, angkutan umum dan dimanapun ada kesempatan bagi kaum atheis-komunis-liberal-syiah terus digulirkan.
Beberapa obrolan yang berusaha menumbangkan nalar waras beragama yang sempat aku temukan diantaranya.
Gerombolan penista : "Hoi.. buka mata bro - pemilih Koh Ahok itu bukan cuma orang Cina atau Kristen. Pikir berapa persen sih Cina dan Kristen di Jakarta?".
Sang Pembela : "Mohon maaf ya, kamu nalar jongkoknya nggak ketulungan. Memuji kekompakan saudara Cina saya saja kamu bilang salah. Nalar kok kotor."

Begitulah sepak terjang Buzzer alias Tuyul Modern tidak perlu pengetahuan dan ilmu, yang paling dibutuhkan adalah bisa mengubur husnul-khuluq dan terlatih memfitnah, seperti yang didefinisikan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah saat itu.

Kamis, 09 Januari 2020

Beli Kondom Wajib Pakai KTP

Note Trip. Dua tahun lalu dalam warung angkringan Yogyakarta Istimewa, saat menikmati makan malah terdengar ucapan dari segerombolan pertemanan yang kelaparan. Rupanya diantara mereka ada yang tengah membaca sebuah artikel berita online.

Sebut saja mereka Oyot (mewakili pendukung L68T); Nona, Bira dan Jeff (mewakili penolak L68T).

Untuk lebih jelasnya aku kutip dari portal berita itu pernyataan yang jadi bahan obrolan mereka.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Nofrijal, berharap agar semua pembeli kondom terdata melalui KTP mereka. Setiap masyarakat yang belanja harus jelas identitasnya, cukup umur, dan sudah menikah.

“Saya miris kalau fungsi alat kontrasepsi disalahgunakan untuk berbuat asusila,”
kata Nofrijal kepada Singgalang di sela-sela acara Musda II koalisi Indonesia untuk kependudukan dan Pembangunan (koalisi kependudukan). (sumber : OkezoneNews)

Oyot : "Nggak sanggup lagi ngomong deh sama ketololan pejabat BKKN Padang ini, mungkin karena ini kebanyakan makan micin dan pergi ngaji ke guru yang salah. Syaraf otak jadi beku dan tak bisa dipakai mikir yang benar."; begitu seloroh Oyot yang mencermati berita online yang tengah dibacanya.

Nona : "Mau kamu bebas seperti dinegara panutan kamu itu Oyot?? Pindah saja kamu dan kawan-kawan h0m0 kamu ke amrik sono...; Indonesia sehat tanpa kalian 😡😡 !!!"

Bira : "Hahaha.... Kalo otaknya yang beku nuduh orang otak beku... Kalo otak waras, bakal milih pasangan beda kelamin, makanya dengerin kata dokter ahli.. ya gitu deh, dimana-mana orang gila akan merasa dia sendiri yang waras, yang waras bakal dia bilang gila".

Jeff : "Hedeh .... Oyot, bukannya sadar, malah makin menjadi jadi nih para kaum L68T dan penikmat sex bebas, mau nyebarin penyakit?"

Jebret..... Jawaban keren. Ikut senang di kalangan akar rumput masih banyak yang ta'at pada agama lagi cerdas, meskipun kaum atheis-komunis-liberal-syiah terus mengupayakan agar akar rumput jauh dari agamanya.

Jumat, 04 Januari 2019

Muslim Cyber Army

NOTE TRIP. Dalam perjalanan pasca pemilihan gubernur tahun 2017 lalu, seringkali kulihat anak-anak muda memainkan hape android mereka. Iseng muncul untuk mengetahui sepak terjang mereka; terkumpul informasi mereka minimal memiliki 2 akun sekelas Muslim Cyber Army (MCA) baik aktif ataupun pasif (cuma nge-retwitt doang) baik di eksekusi bersamaan ataupun satu-satu (satu hari aktif satu hari hibernasi akun MCA-nya). Rata-rata mereka menjalankan dengan penuh kesadaran dari gaji mereka atau uang saku mereka (baik nabung bagi yang pelajar dan mahasiswa). Mereka muncul karena semangat "Islam adalah agama terbaik dan pilihan" dan mereka hari demi hari terus meng-up-date pengetahuan agama (ngaji dengan guru dan baca buku-buku "terbaik" generasi Islam).
MUSLIM CYBER ARMY (MCA) adalah Pasukan Cyber Muslim yang bergerak otomatis tanpa komando. Setiap ada isu yang merugikan ummat Islam, maka Netizen langsung bertransformasi menjadi Cyber Army kompak bersatu memainkan opini publik.
Yang saya lihat mereka ambil peran masing-masing sesuai kemampuannya. Seperti tengah menjalankan sunnah Rasulullah ﷺ ;
Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ?” Ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau ﷺ bersabda :
 
يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ صَاحِبَهُ الَّذِي يَحْتَسِبُ
فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالَّذِي يُجَهِّزُ بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَالَّذِي يَرْمِي بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا
وَإِنْ تَرْمُوا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (HR. Ahmad – 16699)

Anggota "Muslim Cyber Army" yang sanggup berargumen, dia menjadi "pelempar panah", Sanggup mengolah data dan materi, dia menjadi "pembuat panah" dan sanggup menjadi pengumpul data lapangan dan intelejen, dia menjadi "penyiap panah"

Muslim Cyber Army bukan organisasi.. Muslim Cyber Army bukan kelompok, siapapun yang beragama Islam dan membela Agamanya di internet ADALAH MUSLIM CYBER ARMY !! Pemimpin Muslim Cyber Army, namanya : Iman -Alamatnya : di Dada -Yang menggaji : Allah -Visi : Amar ma'ruf nahi munkar 

Sesiapa yang berseberangan dengan langkah Muslim Cyber Army terus mencoba memfitnah dan memutar balikkan fakta, dan MCA pun sigap melayani.

Rabu, 30 Mei 2018

Logika Fallacy

Note Trip. Lagi tentang si Penista Agama, kasusnya sudah jadi obrolan nasional hingga ada yang pro dan kontra.
Saat rame-rame orang munafik membela sang Penista terdengar pembicaraan yang ternyata hampir sama dari waktu kewaktu.
Sebut saja mereka Taplak dan Serbet.

Taplak : "Alhamdulillah, Oknum NU yang Membela Penista Agama Sudah Diturunkan dari Jabatan Suriyah. Dia Tampil bukan Atas Nama NU tapi Nama Pribadi. Paten!"

Serbet : "Ada bukti pemecatan Oknum NU❓ Tunjukkan buktinya ke publik. Kalo nggak ada bukti, berarti Anda nyebar fitnah dan hoax! Saya tunggu."

Sok perkasa tapi ciut.

Taplak : "... mencoba membela temannya, kenapa tidak konfirmasi ke organisasinya langsung❓ Sudah nggak dianggap ya❓"

Serbet : Terdiam

Taplak : "(1). Ayat nganu berlaku dulu karena banyak perang agama. Kini ayat nganu TAK berlaku lagi dalam kondisi damai. Logika halal kawin beda agama. (2). Al-Maidah : 51, dulu berlaku karena banyak penghianatan. Sekarang ayat nganu itu TAK berlaku lagi karena kondisi damai. Logika halal pemimpin kafir. (3). Logika liberal ini logika fallacy. Hukum dipermainkan sesukanya tergantung sikon. Padahal saat berdamai pun hukum haram tetap berlaku. (4). Ketika merasa berwenang tetapkan ayat muhkam kapan berlaku dan tidak berlaku, dia sedang posisikan dirinya sebagai Tuhan. Anda bukan Tuhan! (5). Liberal suka menghina Ulama lurus "Jangan jadi wakil Tuhan", justru mereka malah mendapuk dirinya jadi Tuhan! Tentukan ini itu sesukanya."

Semoga Allah terus kuatkan imanku.

Rabu, 25 April 2018

Islami ?

Note Trip. Masih teringat sekira setahun lalu, pada masa kampanye putaran kedua pemilihan gubernur DKI. Isu lokal tapi ber-efek nasional. Betapa tidak, sepanjang perjalanan awal tahun 2017 hingga putaran kedua pemilihan gubernur DKI, warung makan yang kusinggahi tak kering dari membicarakan pilkada DKI.
Agak luar biasa menurutku, karena pilkada DKI itu berefek gamblang bagi orang Islam, terlihat jelas orang yang beriman dan munafik.
Sebut saja si Seblak dan Yogurt tengah asik membicarakan hal tersebut, yang ter-ngiang olehku :

Seblak : "Islami itu nggak harus muslim. Kayak bilang "negara Islami, yang menurut studi "How Islamic are Islamic countries" justru negara-negara Barat. Perbanyak baca!"

Yogurt : "Teori keren banget ngawur-nya. Besok-besok bakal ada Pastor Islami, Pendeta Islami, Biksu Islami, Pemabok Islami, Pelacur Islami. Jambret Islami dan Kafir Islami."

Hanya orang gila yang menisbatkan Islami untuk hal-hal diluar yang telah Islam tentukan.

Jumat, 06 April 2018

Puasa dan Warung

NOTE TRIP.  Berikut ini obrolan "Puasa dan Warung" yang sudah sering aku dengar di jalanan, warung angkringan, warung makan dan hampir disemua ruang publik, begitu gencar dan masih semenjak 15 tahun terakhir ini :
Sebut saja mereka ; Yunan, Wartono, Saidi dan Novel
 
Yunan : Sorry, nggak ngerti kenapa warung makan harus ditutup pas puasa? Bukannya makna puasa adalah menahan godaan ketika godaan itu tetap ada?
 
Wartono : Seperti halnya semua agama melarang untuk mencuri, lantas kenapa rumah, mobil harus dikunci dan takut maling?..
 
Saidi : Sebagai non Muslim kalau kamu (Yunan) tak ngerti dan pengin tahu perihal ajaran Islam, mestinya datangi ulama dan bertanyalah, bukan mengumbar kebodohan di ruang publik.
 
Novel : Sorry, ane juga nggak ngerti, kenapa pas perayaan Nyepi harus ada penutupan Bandara?

Inilah fenomena yang sengaja dihembuskan oleh musuh-musuh Islam, konsep liberalis. Mereka sengaja memainkan wayang-wayangnya dalam wajah orang Islam (baca munafikun) dan wajah orang yang terang-terangan memusuhi Islam. Dan pemikiran ini sudah dihembuskan semenjak aku masih SD di antara para jelata yang nongrong di pinggir jalan hingga pejabat tersohor.

Syaikh Sulaiman al-Khirasyi menyebutkan, liberalisme adalah madzhab pemikiran yang memperhatikan kebebasan individu. Madzhab ini memandang, wajibnya menghormati kemerdekaan individu, serta berkeyakinan bahwa tugas pokok pemerintah ialah menjaga dan melindungi kebebasan rakyat, seperti kebebasan berfikir, kebebasan menyampaikan pendapat, kebebasan kepemilikan pribadi, kebebasan individu, dan sejenisnya. [Haqîqat Libraliyah al-Khirasyi halaman 17]

Berikut ini kutipan soal liberal dalam Pandangan Hukum Islam (almanhaj)
Liberalisme adalah pemikiran asing yang masuk ke dalam Islam. Pemikiran ini menafikan adanya hubungan kehidupan dengan agama sama sekali. Pemikiran ini menganggap agama sebagai rantai pengikat kebebasan hingga harus dibuang jauh-jauh. Para perintis dan pemikir liberal yang menyusun pokok-pokok ajarannya membentuk liberal berada diluar garis seluruh agama yang ada dan tidak seorangpun dari mereka yang mengklaim adanya hubungan dengan satu agama tertentu walaupun yang menyimpang.
Sehingga Liberalisme sangat bertentangan dengan Islam. Tidak sedikit pembatal-pembatal ke-Islaman yang terkandung dalam arus ideologi yang satu ini. Diantaranya:
  1. Kekufuran
  2. Berhukum dengan selain hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala .
  3. Menghilangkan aqidah al-Wala dan bara’.
  4. Menghapus banyak sekali ajaran dan hokum Islam.
Sehingga para ulama menghukuminya sebagai kekufuran sebagaimana tertuang dalam fatwa Syaikh Sholeh al-Fauzan yang dimuat dalam Harian al-Jazirah, edisi Selasa tanggal 11 Jumada Akhir tahun 1428 H.

Sungguh amat mengherankan masih juga ada orang yang ingin menggabungkan antara liberal dengan Islam padahal jelas tidak mungkin. Sehingga bila ada yang menyatakan, saya adalah muslim liberal atau istilah Jaringan Islam Liberal ini adalah satu perkara yang kontradiktif. Ironisnya orang yang disebut profesor atau intelektual tidak tahu atau pura-pura tidak tahu tentang hal ini.
Wallahu al-Hadi ila Shirath al-Mustaqim.

Sabtu, 31 Maret 2018

Nalar Somplak

Note Trip. Dalam sebuah perjalanan tahun 2017 lalu aku mendengarkan pembicaraan orang di bangu depanku. Anggap saja mereka si Gendut dan si Kurus, sekira percakapan mereka :
Gendut : "Orang Islam fanatik itu memang aneh, padahal Tuhan memilih nabi bukan berdasarkan agama."
Kurus : "Bodo amat dengan logika gilamu, bagiku semua nabi itu seorang Muslim. “Ibrahim bukanlah seorang Yahudi ataupun Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang bertauhid dan muslim, dan dia sekali-kali bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran : 67). Jadi jangan berharap aku ngikuti nalar somplakmu".
Semakin hari menempuh perjalanan semakin senang aku melihat kesadaran beragama saudara-saudara Muslimku. Kalian inspirasiku dalam keta'atan.

Rabu, 07 Maret 2018

Bahaya Wahabi

Note Trip. Sekira bulan akhir bulan Maret 2017 selepas kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia tercinta, saat aku melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Aku duduk bersama seorang bapak yang kemudian makan siang bareng sesampainya di Terminal Jombor, sembari membicarakan obrolan orang yang duduk di bangu depan kami.
Pak Agus (sebut saja begitu) teman sebangku perjalananku ke Yogyakarta, memulai pembicaraan : "Sempat dengar perkataan bapak yang duduk dibangku depan kita dik?"
"Yang bagian mana pak?", tanyaku
"Itu lho, "Di jaman pak harto, sekte wahabi yang dianut raja Salman sempat dilarang, setelah berafiliasi dengan Golkar akhirnya berjalan dengan pembinaan. Sekarang jemaahnya dibina oleh partai penguasa, beruntung saya sempat berada dalam aliran tersebut yang kemudian membawa saya kepada pemahaman perlu mengimani al-qur'an, injil bahkan beserta shuhuf-shuhuf torah yang ada di dalamnya dan melepas hadits-hadits tulisan orang-orang yang tidak memiliki jaminan dari Tuhan", ingat kah perkataan yang itu dik?"
"Ingat pak", jawabku.
"Menurut adik?", tanya beliau.
"Yang saya garis bawahi dia menafikan hadits-hadits, itu sangat berbahaya dalam menghadapi fitnah akhir zaman", jawabku.
"Berhati-hatilah dik, bila bergaul dengan orang-orang model seperti itu, pemikirannya sangat jauh dari watak Ahlus Sunnah wal Jamaah, pemikiran seperti itu bisa berasal dari syiah, liberal, atheis dan kroni-kroninya, tetaplah belajar agama yang benar, berdoa senantiasa untuk selalu dikucuri hidayah.", pak Agus menasehatiku.

Sebelum berpisah beliau sempat memberiku PR, "Buka Qur'annya ya dik!, surat Ali Imran ayat 71 - 73".

Sabtu, 03 Maret 2018

Obscura

Note Trip. Dalam sebuah perjalanan kereta api ke arah barat Weleri setahun lalu, aku mendengarkan pembicaran yang menyenangkan dan menambah wawasan dan cinta.

Sodron tiba-tiba ngromet : "Maaf, bro. Kamu dosa loh pakai Facebook, HP dan Twitter. Itukan produk kafir. Ayo, cuci tangan yang bersih, syukur-syukur mandi besar sekaliyan...!"
Jumino pun menjawab : "Sini bro aku kasih tahu ya...! Pada tahun 965-1040 masehi Ibn Al Haitham sudah membahas perihal optik. Merumuskan 19 derajat di ufuk timur dan barat sebagai titik fajar dan senja, dia patahkan pula teori Ptolemeus tentang melihat, yang semula dikira mata memancarkan cahaya, menjadi bahwa pantulan cahaya pada bendalah yang ditangkap mata. Dalam kajiannya, dia juga berhasil merumuskan kedudukan cahaya terhadap kaca seperti pembiasan dan pembalikan. Ibn Al Haitham juga merintis pembakaran kuarsa untuk dijadikan kaca, dan menemukan padu-padan lensa serta prinsip kerja kamera. Awalnya, untuk mempelajari gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar. Inilah yang disebut "Al Kamrah", yang kemudian dialih bahasa menjadi "Kamera Obscura" atau fenomena ruang gelap. Teori yang dicetuskan Ibn Al Haitham ini telah mengilhami penemuan film yang disambung-sambung dan dimainkan. Dan Johannes Kepler di tahun 1571-1630 masehi yang memperkenalkan istilah dan konsep ini ke barat. Terinspirasi, pada tahun 1827 Joseph Nicephore Niepce di Prancis mulai menciptakan kamera permanen. Sekira 60 tahun kemudian George Eastman mengembangkan kamera yang lebih canggih pada zamannya. Tapi ketahuilah 'kamera' tercanggih yang selalu harus kita waspadai adalah yang merekam hidup kita, dari baligh sampai mati, tanpa kenal habis baterai dan penuh memori. Raqiib. 'Atiid. Jadi hentikan ocehanmu perihal karya orang barat mendahului ilmuan Muslim. Paham..!!"

Sungguh aku semakin cinta dengan agamaku, ketawadhu'an hamba dihadapan Khaliqnya, selalu menumbuhkan akal yang tertuntun agar berguna bagi agamanya. Tidak bertindak jumawa seolah sang perkasa.

Kamis, 15 Februari 2018

Tegalah ....!!!

Note Trip. Hari ini setahun yang lalu, gempita Pilkada 2017 di Jakarta begitu menasional, gegara satu orang calon gubernur ahok si mulut bensin (meninjam istilah cak nun) yang gemar berkata kotor, tukang bikin ulah lewat mulutnya. Dan kaum muslimin terus melawannya, agar tak jadi gubernur.
Hembusan pembelaan terus digulirkan di akar rumput hingga penjuru Jawa Tengah, daerah yang sejak 1998 aku singgahi. Kalimat-kalimatnya sudah di produksi sejak tahun 1998 kala aku mulai berkeliling Jawa Tengah. Dan jelang Pilkada Jakarta tahun 2017 kalimat itu di modifikasi hingga aku mendengarnya di warung makan-warung makan beberapa kota di Jawa Tengah.
Sebut saja mereka Paimin (mewakili pendukung kafir) dan Paino (mewakili penolak kafir).
Paimin : "Tega kah engkau mengatakan kafir pada seorang Silaban yang sudah membangun masjid Istiqlal, seraya engkau merasa paling suci dan benar sendiri?."
Paino : "Tegalah...!!! bedakan urusan ibadah dengan urusan dunia. Karena urusan mengkafirkan adalah urusan Allah ta'ala yang tegas menyandangkan predikat itu, jika Silaban termasuk yang mengatakan : "Allah itu ialah Al-Masih putra Maryam”. [QS. Al-Maidah : 17]" dan "Allah salah satu dari yang tiga” [QS. Al-Maidah : 73]", maka aku hanya "Sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami menta'ati)" dan aku tidak perlu merasa paling suci dan benar sendiri."

Jawaban keren. Ikut senang ternyata di kalangan akar rumput masih banyak yang ta'at pada agama, meskipun kaum atheis-komunis-liberal terus mengupayakan agar akar rumput jauh dari agamanya.

Minggu, 11 Februari 2018

Media Sampah

Note Trip. Gara-gara sang Penista Agama melenggang, akar rumput saling tikai berbulan-bulan, pemerintah seperti melindungi si Penista Agama, hingga banyak asumsi jelata tersebar bahwa penguasa adalah budak pengusaha cina dan asing. Hingga selepas masa penjaga NKRI, ulama dan ummat melakukan doa bersama.
Tetiba komponen penguasa berujar tentang peristiwa yang belum di cek ulang ; "Sebaliknya, saya amat bersedih dan terpukul mendengar adanya jurnalis yang diusir dan alami kekerasan oleh sebagian jamaah aksi 112."
Mendapat angin segar para gerombolan penista bersemangat : "Saya muslim dan saya meyakini agama yang saya anut tidak mengajarkan sikap bar-bar seperti itu."
Para penjaga Qur'an dan NKRI mengingatkan sang penguasa : "Pak ini mah kata-kata gerombolan si Penista Agama, komen-nya pasti bau jamban, kalau benar muslim mana mungkin jadi antek penista Agama. Ayat Al-qur'an aja nggak dengerin, masih ngaku muslim?"

Begitulah cara perusak NKRI itu selalu putar balik logika dan memanfaatkan momen tergelincir kalimat sang penguasa. Dari pinggir jalanan, warung makan hingga berita media begitulah kaum atheis-komunis-liberal bekerja. Untunglah informasi yang lengkap dan akurat ikut membantu sang penguasa melihat kebenaran berita. Kelakuan hendak mengadu domba dan seolah teraniaya terbantahkan. Semangat terus menjaga NKRI kawan-kawan.

Jumat, 09 Februari 2018

Rapatkan Barisan

Note Trip. Rame perihal pemimpin non muslim dikalangan muslim sudah ku dengar sekira 1998 lalu dikalangan jelata begitu terus terdengar hingga peristiwa ahok di jakarta.
Jauh sebelum itu kalimat-kalimat sebagai berikut sudah pernah kudengar bertahun-tahun lalu.
Seorang Muslim sebut saja F menasehati : "Sholat aja nggak, kok mau jadi pemimpinnya kaum Muslimin, lebih aneh Muslim yang mau dukung orang yang sholat aja kagak, Hedeh....!"
Dan berikut kalimat jawaban dari mereka yang berseberangan dengan :
I : "Saya tau maksud Anda baik. Tapi ya kok cara penyampaiannya kurang baik? Provokatif sekali...!"
R : "Kita hidup beragama, karena banyak agama belajar-lah menghargai agama orang lain. Setiap orang berhak jadi pemimpin. Untuk menjadi pelayan masyarakat nggak apa-apa."
.
Begitulah sebuah penggalan nasehat disampaikan dari seorang Muslim (F) pada saudara muslim yang lain. Lebih aneh lagi bila jawaban I terlontar dari lisan yang ngaku seorang muslim. Tambah kacau lagi bila ada si R yang bukan seorang muslim, ngapain juga ngurus urusan orang Muslim, belajarlah menghargai agama orang lain. Pemikiran kaum liberal, sekuler, atheis dan yang lain sudah jauh-jauh hari dihembuskan.

Rabu, 31 Januari 2018

Mulut Lucah


Note Trip. Sidang Ahok ke-8, 31 Januari 2017 setahun yang lalu lumayan mencuri perhatian ketika Ahok dan kuasa hukumnya mencecar KH. Ma'ruf Amin. Banyak obrolan simpang siur dikalangan jelata. Ada yang pro-Ahok ada yang kontra-Ahok. Berikut potongan rangkuman kalimat dari mereka-mereka yang kudengar di warung makan - warung makan :
Kontra-Ahok : "Saya warga jam'iyyah NU sejak bayi. Saya tersinggung atas hardikan Ahok terhadap KH. Ma'ruf Amin. Saya ikut protes sebagai warga NU."
*
Pro-Ahok : "Pendukung Ahok yang terhormat di medsos, mari kita muliakan Kiai Ma'ruf Amin sebagai Sesepuh NU dan ini juga sesuai permintaan Pak Ahok."
*
Tapi ditengah-tengah mereka ada pasukan kompor, entah mereka dari kaum sekuler, liberal atau bisa jadi dari kaum atheis.
Pasukan Kompor : "Nyinyirin Islam Nusantara, memuja Arabisme, membela Islam radikal, kampanyekan NKRI Bersyariah. Tapi koar-koar ngaku bela NU. Koplak!
*
Pengamat : "Bila ada yang setuju beberapa hal dengan pak Ahok itu nilainya sama dengan setuju beberapa hal dengan pak SBY atau pak Jokowi. Demikian pula bila tak setuju. Nalar Jongkok itu adalah ketika orang setuju tentang satu hal dengan Ahok lantas dikatagorikan ahokers. Setuju satu hal dengan Habib Rizieq Syihab, bukan berarti ia anggota FPI, atau sebaliknya."
*
Pola-pola nalar aneh sudah dihembuskan jauh-jauh hari bertahun-tahun lalu, tujuannya agar jelata memberikan pemakluman, sudah jamak. Tetapi mereka lupa tidak semua jelata terpengaruhi oleh nalar aneh itu.

Senin, 25 Desember 2017

Surga dan Neraka

"Surga Neraka itu apa? Lamunan para Kyai dan Ustadz, memang mereka pernah piknik ke sana?"

Note Trip, 6 Rabiul Akhir 1439 H. Celotehan inipun jauh-jauh hari telah marak dihembuskan bertahun-tahun silam dalam perjalanan. Tak heran bila itu kini terkumpul dalam kalimat "Para pemimpin penganut ideologi tertutup yang memosisikan diri sebagai pembawa 'self fulfilling prophecy', para peramal masa depan yang fasih meramalkan perihal yang pasti akan terjadi di masa yang akan datang, sebuah kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya." Itulah celotehan murahan dari mulut yang keluar dari penganut agama yang mengenal Surga Neraka itu ada, tapi mereka fasih membela pemuja dunia. Lalu apa bedanya ia dengan orang atheis? Apa bedanya mereka dari pemuja dunia?
Begitulah simpulan para jelata yang banyak ku dengar. Sungguh kaum atheis dan pemujanya amatlah benci dengan orang-orang yang berselimut Qur'an dan Sunnah dalam perihidupnya.
Perhatikan celotehan sang pemuja atheis : "Hari gini masih percaya komunisme itu ketololan. Tapi hari gini kok parno dan fobia dengan ancaman komunis, itu tolol kuadrat.", hingga mereka perlu rame-rame melawan dengan menghembuskan kalimat "Surga Neraka itu apa? Lamunan para Kyai dan Ustadz, memang mereka pernah piknik ke sana?" jauh-jauh tahun sebelum mereka meledakkannya, dengan harapan pemakluman dan dukungan dari para jelata, tapi mereka lupa para jelata lebih waras dari apa yang mereka persangkakan.

Minggu, 17 Desember 2017

Natalan

Note Trip, 28 Rabiul Awwal 1439 H. Kembali desas-desus ajakan natalan bagi kaum Muslimin coba terus didengungkan berselimut toleransi yang kebablasan. Beberapa waktu lalu saat makan di sebuah warung angkringan di Salatiga, terdengar pembicaraan yang sekira sebagai berikut :
Paimin : "Ikut makan-makan di rumahnya Juventino yuk bro...!"
Paino : "Acara apaan?"
Paimin : "Natalan tho, ini khan Desember"
Paino : "Weih..., makasih nggak ikut aku, mending ngerjain yang lain"
Paimin : "Knapa bro? Haram ya? Bukankah kewajiban seorang Muslim memenuhi undangan?"
Paino : "Dalilmu jungkir balik, ora mutu!"
Paimin : "Walah... kyaimu ra mutu, iki khan masalah sosial bro, bukan ibadah"
Paino : "Rasulullah ﷺ itu teladanku, aku belum pernah beliau bersosial-kemasyarakatan kayak gitu, demikian juga generasi terbaik yang ditunjuk beliau jadi acuan."
Paimin : "Yesus khan nabi Isa bro! Kitab yang dibawa sama, Injil."
Paino : "Bagi seorang Muslim, nabi Isa عليه السلام itu bukan Yesus yang disangkakan oleh kaum kristiani sebagai tuhan, bagi seorang Muslim nabi Isa عليه السلام itu hamba Allah yang dijadikan nabi dan diamanati al-Kitab (Injil) (lihat QS 19 : 30), dan tak pantas bagiku menyelisihi al-Qur'an dan sunnah"

Keren, makin banyak ummat Islam yang semakin paham akan ajaran agamanya dan senantiasa terus belajar dan mengamalkannya. Barokallahu fikum.

Kamis, 30 November 2017

Kopi Maksiat

Note Trip. Beberapa waktu yang lampau (sekira pertengahan 2017) rame di media perihal ucapan CEO Starbuck Coffee Mengatakan "Tidak Memerlukan Pendukung Nikah Beda Jenis", yang mana ini menggambarkan bahwa dia pendukung kaum LGBT. Seperti biasa dikalangan akar rumput hal ini tidak luput jadi pembicaraan, di segala tempat. Jadi pendengar okey juga. Sebut saja nama mereka itu Waspodo dan Sonto, tentu bukan nama sebenarnya dan tidak bermaksud menjelekkan indahnya nama-nama tersebut.

Waspodo : "Boikot Starbucks"

Sonto : "Iku kerjaannya orang nggak punya gawean, golek mungsuh. Memang golongan dan kelompoknya mampu beli kopi di starbucks..?"

Waspodo : "Waduh.... kaum yang mendukung bereaksi....."

Sonto : "Kalau gitu boikot I-Phone sekalian, bosnya itu gay. Negara lain menghabiskan energinya untuk kemajuan negerinya.di sini bolak balik ngajakin boikotlah, ini lah itulah. kok nggak ada boikot twitter sekalian? Dah Tabayyun blom ke Starbucks kenapa dukung LGBT, Biasanya sich Klo ditanya ke mereka kenapa "Main nya sama laki-laki dan mereka jawab dilarang sama istri main perempuan""

Waspodo : "Beli secangkir nongkrong 4 jam aja bangga. Dasar sableng kaum LGBT kagak terima starbucks diboikot. Ya wajarlah. Bukan soal sanggup beli atau tidak, tapi soal posisi, bersama kemungkaran atau berhadapan dengannya."

Begitulah sekelumit percakapan yang masih sering ku dengar dalam setiap perjalanan, selalu bisa dipetakan mana kelompok penista agama dan mana kelompok yang menjaga agama yang sering dilebeli radikal.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Nalar Anomali

Note Trip. Shelter Transit Elisabet BRT Trans Semarang pagi itu. Sembari menunggu BRT koridor berikutnya yang akan aku tuju, tetiba seorang bapak resah dengan kondisi politik bercerita. Berhubung aku tak begitu mudeng dengan politik ya aku dengarin saja. Sekira celotehannya begini;

Bapak Resah : "Coba lihat dik menjelang Pemilihan Presiden, Gubernur dan Walikota-Bupati selalu digaungkan "Jangan gunakan agama untuk kampanye"; eh.... tetiba saat Kurban, diberitakan di media manapun koran, elektronik dan medsos bahwa partai A sumbang hewan kurban ke masjid agung kota Y. Partai B distribusikan hewan korban ke seluruh Indonesia sebagai bukti rasa kemasyarakatan Partai. Padahal Kurban itu khan disyariatkan atas nama pribadi."

Hehehe.... Bener juga kata-kata Bapak Resah ini. Aku harus berusaha untuk nggak terkecoh dengan pelintiran kata-kata orang-orang partai.