"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2015

Konsep Dasar Arsitektur Masjid

(Gambar : Muhammad Chandra's Blog)
Pada dasarnya untuk membangun atau merencanakan sebuah masjid hendaknya kembali kepada tuntunan-tuntunan yang terdapat pada sumber ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Dalam membangun masjid, arsitek tidak dapat melihat sejarah atau bangunan-bangunan masjid yang telah ada saja, melainkan memahami atau belajar berdasarkan inti ajaran Islam itu sendiri atau menurut istilahnya “the teaching it self”. Namun, tentunya kaidah-kaidah arsitektur tetap perlu diperhatikan, sebagaimana layaknya bangunan-bangunan lain.
Kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan bagi sebuah masjid, seperti yang dituturkan Miftah dalam bukunya berjudul “Masjid” antara lain, bahwa masjid selain mengarah ke kiblat di Masjidil Haram, Mekkah, juga hendaknya dibangun benar-benar sesuai dengan fungsi dan tujuannya, sehingga perlu dihindari kemungkinan adanya bagian-bagian bangunan atau ruangan yang memang dilarang dalam Islam. Hindari peletakkan tiang yang sejajar dengan shaf sholat.
Dari Abdul Hamid bin Mahmud, dia berkata :

صليت مع أنس بن مالك يوم الجمعة، فدفعنا إلى السواري، فتقدمنا وتأخرنا، فقال أنس: كنا نتقي هذا على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم
“Saya shalat bersama Anas bin Malik pada hari Jum’at. Kami beranjak ke tiang-tiang mesjid. Ada di antara kami yang maju dan ada pula yang mundur. Lalu Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata: “Dahulu kami selalu menghindari ini pada masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم ”. [HR. Abu Daud (673) dan At Tirmidzi (229). Hadits shahih.]

Di dalam hadits di atas, terdapat larangan untuk membuat shaf yang berada sejajar dengan tiang-tiang mesjid. Alasannya adalah karena hal ini dapat membuat shaf menjadi terputus sehingga mengurangi kesempurnaan sholat. Larangan ini bersifat makruh. Demikian pendapat sebagian ulama seperti Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih.

Ditekankan pula, bahwa identitas yang menunjukkan pengaruh agama-agama lain hendaknya sejauh mungkin dihindarkan walau hanya berupa elemen kecil yang samar sekalipun. Dalam hal ini perlu sekali kearifan dan kesensitifan Arsitek untuk meng-expose atau menvisualisasikan elemen-elemen konstruksi. (sumber : ZULFIKRI's Webblog).   

Senin, 17 Agustus 2015

Tips Mendesain Kamar Mandi

Dahulu aku berpikir bahwa kamar mandi yang nyaman itu harus mempertimbangkan : ukuran (menyesuaikan luas lahan yang tersedia), pencahayaan yang cukup (agar bakteri tidak bisa bertahan di hidup di dalamnya), sirkulasi udara (agar kamar mandi tidak terlalu lembab dan tidak menimbulkan bau yang tidak diinginkan),  sekat (untuk membedakan fungsi area, kamar mandi basah atau kering sekaligus), aspek keamanan (jauhkan saluran listrik dari sumber air, lantai kamar mandi tidak licin), dan kebersihan kamar mandi secara teratur.

Konsep Desain Kamar Mandi Baru
Kamar mandi yang nyaman dalam konsepku sekarang sangat berbeda. Berusaha untuk tidak meletakkan pintu masuknya ke dalam rumah kita, tetap menjaga kebersihannya dan tetap baik sirkulasi udaranya.
Dalam hadits Zaid bin Arqam r.a. dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah s.a.w., bersabda : “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”
Rasulullah s.a.w. bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi. ‘‘Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis. Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).
Rasulullah s.a.w. mengingatkan, bahwa rumah iblis adalah kamar mandi atau jamban, disanalah ia kuasa menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya. Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. Contohnya menggoda manusia agar; Berlama-lama di dalam kamar mandi, Bernyanyi atau berkata-kata, Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik), Membisiki seseorang supaya kencing sambil berdiri, Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam kamar mandi, Melupakan seseorang untuk berdoa ketika akan masuk atau keluar dari kamar mandi, Melakukan hal asusila, Melakukan Wudlu sambil telanjang, Mengcoret-coret dinding kamar mandi dan Merencanakan kejahatan.
Maka semestinyalah hati-hati sewaktu dalam WC atau kamar mandi. Dan tips yang baik adalah; lakukan mandi, buang air dan lain-lain sewajarnya saja, lebih cepat lebih baik.

Sabtu, 20 Juni 2015

Graha Estetika Semarang Tahap II

Photo by : informasisemarang
Setelah sukses memasarkan 400 unit rumah di Perumahan Graha Estetika di Tembalang Semarang, PT Dasa Wilis Raya kini menyiapkan kembali lahan seluas sekitar 20 hektare untuk pembangunan Graha Estetika Tahap II. Lokasi pembangunan tahap dua ini tak jauh dari lokasi pertama, hanya berbatasan dengan sungai yang memisahkan antara Graha Estetika Tahap I dan Tahap II. Pada pembangunan Tahap II ini disiapkan unit rumah dari luas tanah 112 meter persegi, 126 meter persegi, 140 meter persegi, 150 meter persegi, dan 200 meter persegi. 
Beberapa keunggulan perumahan ini di antaranya dekat akses jalan tol, berjarak sekitar 500 meter dari kampus Undip Tembalang, bebas banjir dan longsor, lokasi di perbukitan, fasilitas 24 jam air bersih dan keamanan terjamin.
Graha Estetika Tahap II dilengkapi fasilitas Mountain Leaf Club House, yang terdapat kolam renang, lapangan tenis, masjid dan fasilitas lain. 
Berdasarkan Peta SP2010-WA yang dikeluarkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dengan kode wilayah administrasi 33.74.030.007 (baca : Jawa Tengah.Semarang.Banyumanik.Pedalangan), wilayah perumahan Graha Estetika tahap I meliputi NBS (Nomor Blok Sensus) 018B, 019B, 020B dan 021B. Sedangkan wilayah perumahan Graha Estetika tahap II saat itu (tahun 2009) masuk NBS 016P (Blok Persiapan) karena ketika itu berupa lahan persawahan. Secara administrasi pemerintahan kota Semarang, wilayah perumahan Graha Estetika tahap I masuk wilayah RW (Rukun Warga) 08 yang membawahi 5 RT (Rukun Tetangga). Sedangkan wilayah perumahan Graha Estetika tahap II masuk wilayah RW 11 yang membawahi 6 RT, tetapi pelaksanaan kepemerintahan masih dibawah kendali pengembang, karena belum banyak rumah yang terjual ditinggali oleh pemiliknya secara permanen.
Tanda pemisah yang mudah diperhatikan sebagai batas wilayah perumahan Graha Estetika tahap I dan wilayah perumahan Graha Estetika tahap II adalah sungai Kali Krengseng dan jalan (jalan Estetika Barat di wilayah perumahan Graha Estetika tahap I dan jalan Estetika Timur di wilayah perumahan Graha Estetika tahap II).
Berikut ini adalah batas wilayah RT di RW 11 berdasarkan keterangan dari pengembang, PT Dasa Wilis Raya :
  • RT 01 RW 11 meliputi rumah-rumah di Blok B jalan Estetika Raya, Blok B dan Blok C jalan Prima Utara dan Blok C jalan Prima Tengah.
  • RT 02 RW 11 meliputi rumah-rumah di Blok D jalan Prima Tengah, Blok D dan Blok E jalan Prima Selatan.
  • RT 03 RW 11 meliputi rumah-rumah di Blok E dan Blok F jalan Taman Ceria.
  • RT 04 RW 11 meliputi rumah-rumah di Blok F dan Blok G jalan Ceria Tengah, Blok F dan Blok J jalan Ceria Selatan.
  • RT 05 RW 11 meliputi rumah-rumah di Blok G dan Blok H jalan Ceria Selatan, Blok I dan Blok J jalan Ceria.
  • RT 06 RW 11 meliputi rumah-rumah di Blok A baik yang berhadapan dengan jalan Estetika Timur maupun jalan Prima Barat.
-----------------------
Pustaka :

Rabu, 20 Mei 2015

Hotel Candi Baru Semarang

Hotel Candi Baru Semarang
Hotel Candi Baru Semarang yang beralamat di Jl. Rinjani No. 21 Kelurahan Bendungan Kecamatan Gajahmungkur Kotamadia Semarang merupakan hotel dengan fisik bangunan peninggalan masa penjajahan kolonial Belanda yang memiliki 2 lantai ini menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi turis asing. Bangunan Hotel ini menampilkan gaya arsitektur Roccoco bergaya art deco dengan ornamen-ornamen ukiran eropa yang dibangun pada tahun 1919 dan merupakan bangunan ke-34 yang diputuskan oleh pemerintah kota Semarang untuk dilindungi.
Terdapat sebuah pub kecil yang cukup terkenal yaitu On On Pub yang menjadi tempat favorit para clubber untuk bersantai di malam hari. Masih berada dalam kawasan hotel ini terdapat pula sebuah resto-cafe Black Canyon Cafe.
Ruang Makan
Hotel ini sebelumnya bernama Bellevue Hotel yang pada awalnya dimiliki oleh orang Cina yang kemudian dijual kepada perusahaan rokok Gentong Gotri. Pada tahun 1971 namanya berubah menjadi Hotel Candi Baru yang kemudian pada tahun 1973 mengalami perubahan pada ornamen ukiran-ukiran yang seperti sekarang ini. Pada tahun 2015 yang aku ketahui dari House Keeper, hotel ini sekarang dimiliki oleh pengusaha jamu Sido Muncul.
Aku pernah ditunjukkan sebuah kamar yang besar dengan 2 tempat tidur double bad yang memiliki fasilitas ruang tamu dengan pintu tersendiri langsung mengakses halaman luar. Kamar yang simple tapi bersih, bersejarah dan dengan kamar desain baru, tetapi interior lantai masih mempertahankan desain lama, ubun motif ala bangunan jaman dulu. Layanan menginap di hotel ini adalah sarapan pagi yang sangat sederhana dengan roti panggang atau nasi goreng telur. Hotel ini tidak menyediakan makan siang atau makan malam.

Senin, 20 April 2015

2 Malam di Hotel Muria Semarang

Awal April 2015 lalu, dalam rangka pelatihan petugas pemutakhiran Peta Sensus Ekonomi 2016 yang dibidani oleh BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Semarang. Dan aku mendapatkan pelatihan pemutakhiran peta yang dilaksanakan di Hotel Muria Jl. Dr. Cipto No. 73, Semarang 50124 selama 3 hari, dan mendapatkan kesempatan untuk menginap 2 malam di hotel ini. Lokasi hotel sangat luar biasa. Dekat dengan pasar tradisional Dargo, Masjid Al-Yusuf kampung Petelan Utara.
Hotel Muria  adalah hotel bintang dua di Semarang yang lebih fokus melayani tamu-tamu rombongan (group) disamping melayani; tamu-tamu individual / keluarga. Tagline Hotel Muria adalah "The Family and Covention Hotel". Hotel ini memiliki berbagai fasilitas yang membuat pengalaman menginap saya menyenangkan. Layanan kamar, Wi-fi di tempat-tempat umum, coffee break di depan meeting room, fasilitas rapat atau pelatihan menggunakan Garuda Meeting Room serta menikmati menu makan di restoran hotel. Setiap kamar didesain dan dilengkapi dengan fasilitas yang berguna penuh kesederhanaan. Hotel ini terdiri dari 3 lantai. Kebetulan saat itu saya menempati Moderat Room 301, kamar lumayan luas dengan single bed plus. Pilihan desain kamar mandi adalah kamar mandi kering dengan memakai shower tray, peralatan kamar mandi menyenangkan (shower dan kran-kran-nya tidak bermasalah), closet duduknya bersih dan flash-nya juga tidak bermasalah, lemari dinding yang ada lumayan besar dengan hanger baju yang sudah tersedia. TV LCD, dengan channel TV lumayan banyak.
Menu sarapan di restoran lantai 1 dengan system Buffets / Prasmanan, sangat bervariasi lumayan banyak, menu makan siang dan makan malam bervariasi dengan petugas yang sigap mengisi makanan yang hampir habis. Hampir semua staff sangat ramah.

Ke Hotel dengan BRT Trans Semarang 
KORIDOR 1. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 1, baik dari arah Terminal Penggaron ataupun Terminal Mangkang gunakan sheter transit SMA 5 Semarang, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 2 lalu turun di shelter transit Pengapon, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 dengan nomer lambung ganjil dan turunlah di shelter RS Panti Wilasa (lebih tepatnya shelter di depan Rubasan (Rumah Barang Sitaan Negara), dulu tempat ini adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Mlaten), dan berjalanlah ke arah selatan,  hotel sudah terlihat.
KORIDOR 2. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 2, lalu turun di shelter transit Pengapon, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 dengan nomer lambung ganjil dan turunlah di shelter RS Panti Wilasa (lebih tepatnya shelter di depan Rubasan (Rumah Barang Sitaan Negara), dulu tempat ini adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Mlaten), dan berjalanlah ke arah selatan,  hotel sudah terlihat.
KORIDOR 3. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 3, dari arah Pelabuhan Tanjung Emas, pilih bus dengan nomor lambung ganjil, dan turunlah di shelter RS Panti Wilasa (lebih tepatnya shelter di depan Rubasan (Rumah Barang Sitaan Negara), dulu tempat ini adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Mlaten), dan berjalanlah ke arah selatan,  hotel sudah terlihat.
KORIDOR 4. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 4, dari arah Terminal Cangkiran gunakan shelter transit Purnama, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 1 arah Terminal Penggaron, lalu gunakan sheter transit SMA 5 Semarang, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 2 lalu turun di shelter transit Pengapon, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 3 dengan nomer lambung ganjil dan turunlah di shelter RS Panti Wilasa (lebih tepatnya shelter di depan Rubasan (Rumah Barang Sitaan Negara), dulu tempat ini adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Mlaten), dan berjalanlah ke arah selatan,  hotel sudah terlihat.

Jumat, 10 April 2015

Menara Galata

Menara Galata (Galata Kulesi dalam Bahasa Turki) adalah sebuah menara batu abad pertengahan di distrik Galata Istanbul, Turki. Menara ini terletak dibagian utara Tanduk Emas. Menara Galata juga merupakan Salah satu landmark kota yang paling mencolok, tinggi kerucut silinder tertutup yang mendominasi langit dan affords vista panorama kota Istanbul Lama dan sekitarnya. Tinggi menara ini adalah 66 meter dengan diameter 16 meter.
Pada mulanya Menara ini didirikan untuk menara pengawas pertahanan kota, tetapi tahun 1717 Ottoman mulai menggunakan menara untuk melihat sumber kebakaran di kota. Pada 1794, pada masa pemerintahan Sultan Selim III, atap menara terbuat dari timah dan kayu, dan tangga rusak parah akibat kebakaran. Api merusak bangunan itu pada tahun 1831. Pada tahun 1875, saat terjadi badai, atap berbentuk kerucut di bagian atas bangunan itu hancur. Pada 1965-1967, selama Republik Turki, topi kerucut asli direstorasi pada akhir tahun 1960-an, interior kayu menara digantikan oleh struktur beton dan itu dikomersialisasikan dan dibuka untuk umum. (Wikipedia)
Menara Galata ini menjadi saksi keajaiban taktik perang Muhammad Al-Fatih yang terinspirasi taktik perang Rasulullah saw, element of surprise. Bagaimana 72 kapal perang bisa melalui bukit setinggi 60 meter dengan jarak 1.5 km, dengan takbir dan tahlilnya. Semua itu terjadi pada 22 Mei 1453, taktik terbaik oleh Panglima terbaik.

Senin, 06 April 2015

3 Malam di New Metro Hotel Semarang

Akhir Maret 2015 lalu, dalam rangka pelatihan petugas pencacah Survei Konsumsi Bahan Pokok 2015 (VKBP-15) yang dibidani oleh BPS (Badan Pusat Statistik) Propinsi Jawa Tengah, survei yang bertujuan untuk mendapatkan angka estimasi konsumsi beras, jagung, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabe, kacang kedelai, minyak goreng, gula pasir dan garam pada tingkat nasional dan propinsi. Dan aku mendapatkan pelatihan survei yang dilaksanakan di New Metro Hotel Jl. Haji Agus Salim 2- 4, Semarang 50139 selama 4 hari, dan mendapatkan kesempatan untuk menginap 3 malam di hotel ini. Lokasi hotel sangat luar biasa. Dekat dengan pasar tradisional Johar, pasar modern (Sri Ratu dan sebagainya), Masjid Besar Kauman Semarang, kawasan kota Lama Semarang, Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol.
New Metro Hotel (Sunlake Group of Hotels) adalah hotel bintang tiga dan pilihan yang populer di kalangan wisatawan di Semarang, baik untuk menjelajahinya atau hanya sekedar transit. Hotel ini memiliki berbagai fasilitas yang membuat pengalaman menginap saya menyenangkan. Layanan kamar, Wi-fi di tempat-tempat umum, coffee break di depan meeting room, fasilitas rapat atau pelatihan menggunakan Ming Palace Ballroom dan Central Park Meeting Room serta menikmati menu makan di Silver Spoon restoran. Setiap kamar didesain dengan elegan dan dilengkapi dengan fasilitas yang berguna. Dan jika ingin menikmati fasilitas rekreasi di hotel ini pun tersedia termasuk pijat, gym / fasilitas kebugaran, spa dan Elfigaro Barber Shop (potong rambut), yang berada di area sisi utara hotel lantai basement dan ground floor.
Hotel ini terdiri dari 5 lantai. Namun lift yang disediakan hanya ada satu dengan kapasitas tidak lebih dari 8 orang. Jadi kalau saat lagi butuh, mesti bersabar.
Kebetulan saat itu saya menempati Superior Room 2215, kamar sangat luas dengan doubel bed plus single bed. Pilihan desain kamar mandi adalah kamar mandi kering dengan bath tub (mandi berendam atau pakai shower dengan berdiri di bath tub), peralatan kamar mandi menyenangkan (shower dan kran-kran-nya tidak bermasalah), closet duduknya bersih dan flash-nya juga tidak bermasalah, begitupun air hangat dan air dinginnya. Lemari dinding yang ada lumayan besar dengan hanger baju yang sudah tersedia. TV LCD, dengan channel TV lumayan banyak. 
Menu sarapan di Silver Spoon restoran sangat bervariasi lumayan banyak, menu makan siang dan makan malam bervariasi dengan petugas yang sigap mengisi makanan yang hampir habis. Hampir semua staff sangat ramah.

Dengan BRT Trans Semarang ke Hotel
KORIDOR 1. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 1, baik dari arah Terminal Penggaron ataupun Terminal Mangkang gunakan sheter transit SMA 5 Semarang, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 2 lalu turun di shelter Pasar Johar depan bekas Hotel Dibya Puri Semarang, dan berjalanlah ke arah hotel yang sudah terlihat.
KORIDOR 2. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 2, ikuti saja perjalanan bus hingga sampai di shelter Pasar Johar depan bekas Hotel Dibya Puri Semarang, turunlah dan berjalanlah ke arah hotel yang sudah terlihat.
KORIDOR 3. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 3, dari arah Pelabuhan Tanjung Emas, pilih bus dengan nomor lambung genap, lalu turun di shelter BPD dan berjalanlah ke arah hotel yang sudah terlihat.
KORIDOR 4. Jika kita menggunakan bus BRT Trans Semarang koridor 4, dari arah Terminal Cangkiran gunakan shelter transit Purnama, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 1 arah Terminal Penggaron, lalu gunakan sheter transit SMA 5 Semarang, dan bergantilah dengan bus BRT Trans Semarang koridor 2 lalu turun di shelter Pasar Johar depan bekas Hotel Dibya Puri Semarang, dan berjalanlah ke arah hotel yang sudah terlihat.

Rabu, 17 Desember 2014

Tembok Konstantinopel

Foto : Juragan Tegal
Kota Konstantinopel memiliki pertahanan terbaik pada masanya, dari 20 km garis pertahanan kota 13 km dibatasi oleh laut. Sebelah selatan dilindungi oleh laut Marmara yang berombak dan kadang berbadai tanpa terduga. Seluruh batas laut dijaga garis tembok 15 kilometer bersusun tak terputus, dikuatkan dengan 188 buah menara dengan jarak setiap menara 70 meter. Sebelah utara kota terdapat perairan tenang di teluk Tanduk Emas yang berfungsi sebagai pelabuhan alami. Untuk melindungi teluk Tanduk Emas, sejak serangan kaum Muslim pada tahun 717 M, sedangkan mereka membentangkan rantai raksasa sepanjang 275 meter untuk menutup akses ke teluk Tanduk Emas. Rantai diikatkan di menara Eugienius di tembok Konstantinopel dan pada Castellion, tembok segiempat di Galata. Dengan susunan 60 cm setiap matarantainya dan ketebalan besinya 4 cm.
Foto : Sate Ayam
Sedangkan garis pertahanan sepanjang 7 km di barat kota Konstantinopel dilindungi oleh tembok tiga lapis, dikenal dengan tembok theodosius yang terbentang dari teluk Tanduk Emas sampai laut Marmara.
Digerbang utama yang terletak di tengah-tengah garis pertahanan darat, seseorang akan dihadapkan dengan pemandangan pertahanan tiga lapis dari horison ke horison sejauh mata memandang. Kombinasi menara - tembok - menara, tembok benteng dan gerbang yang disusun dari campuran batu kapur, marmer dan granit yang disemen dengan kapur menjulang tinggi siap untuk menjadi arena tempur yang tentunya sangat menguntungkan bagi pasukan tuan rumah, tetapi tidak bagi penantang kota.
Bagian terdalam tembok yang bersentuhan langsung dengan kota disebut dengan mega teichos atau tembok dalam. Bagian ini menjulang dengan ketinggian 18-20 meter dengan ketebalan 5 meter. Struktur pondasi tembok ini disusun dari marmer dan kapur pada semua sisinya, kemudian dicor dengan batu-batuan dan semen kapur shingga mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan gempa. Menara-menaranya dibangun dengan bentuk persegi, heksagonal dan oktagonal.
Foto : Storm Warrior
Bagian berikutnya dikenal dengan mikron teichos atau tembok luar yang dibangun dengan ketebalan 2 meter dan ketinggian 5 meter atau 10 meter bila diukur dari dataran para teichion yang memisahkan tembok dalam dengan parit sebesar 18 - 20 meter dengan kedalaman antara 6 - 10 meter.
Setiap menara, baik ditembok dalam maupun luar dilengkapi dengan senjata pertahanan semacam ballista dan mangonel yang siap meluluh-lantahkan pasukan dalam jumlah besar. Sementara itu pasukan pemanah ditempatkan di setiap titik-titik penting pertahanan, dimana disetiap tepi tembok theodosius dilengkapi dengan dinding pendek dengan potongan-potongan yang memungkinkan pemanah bisa menembakkan panah dan berlindung disisi tembok yang lain.
Struktur tembok dalam juga dibentuk sedemikian rupa sehingga terdiri dari dua bagian yang terpisah sama sekali. Bagian bawah diakses melalui kota dan digunakan sebagai tempat menyimpan alat-alat perang ataupun cadangan makanan, dilengkapi dengan ventilasi berupa celah sempit di dindingnya. Sedangkan bagian atas digunakan untuk berperang terdiri dari 2 lantai. Lantai paling atas dipakai sebagai tempat pemanah, sedangkan lantai dibawahnya untuk menembakkan alat-alat berat.
Foto : Senja Biru
Rangkaian tembok yang membatasi daratan sebelah barat Konstantinopel juga dirantai dengan 11 pintu gerbang yang dinamai sesuai fungsinya. Secara umum, pintu gerbang kota diperuntukkan menjadi 2 fungsi, yaitu pintu sipil untuk lalu-lalang penduduk kota dan pintu yang digunakan untuk keperluan militer. Pintu gerbang militer ditandai dengan nomor. Pintu gerbang ini mengantarkan orang yang melaluinya menembus kedua bagian tembok tebal dan dilengkapi dengan jembatan untuk melalui parit air, yang tentu saja dapat segera ditarik atau dihancurkan ketika musuh mengepung kota.
Tidak kurang dari 23 kali tembok darat Konstantinopel pernah dikepung dan tidak satupun yang mampu menembusnya. Praktis tembok bagian darat Konstantinopel menyandang gelar "City of Perfect Defence", sejak tembok ini berdiri hingga penaklukan Sultan Mehmed II tahun 1453 M. (dirangkum dari buku "Muhammad Al-Fatih 1453"-nya Felix Y. Siauw; Penerbit : Al-Fatih Press, Jakarta Utara; Cetakan ke-7, Juni 2014, halaman 81-90).

Sabtu, 06 Desember 2014

Kemegahan Hagia Sophia

Hagia Sophia dari depan Masjid Sultanahmed (Blue Mosque) (Foto: Septin)
Hagia Sophia merupakan salah satu tempat wisata di Turki yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berlokasi di Archeological Park di Istanbul, Turki, Hagia Sophia beserta beberapa bangunan lain seperti Masjid Sultanmahmed, Basilica Cistern, dan Topkapi Palace, sejak 1985 oleh UNESCO  ditetapkan menjadi salah satu warisan budaya dunia yang harus dilindungi.
Hagia Sophia atau dikenal juga dengan Aya Sofiya, menyimpan banyak sejarah di masa Kekaisaran Byzantium. Dibangun di atas tanah dengan lebar 70 meter dan ketinggian 75 meter dengan dome (kubah) berdiameter 31 meter, bangunan ini bisa dibilang sangatlah megah.
Pada tahun 306 di masa Kekaisaran Byzantium, di kota Konstantinopel yang merupakan cikal bakal kota Istanbul, Gereja Konstantin dibangun. Lokasi Gereja Konstantin inilah yang merupakan lokasi Gereja Hagia Sophia. Sebelum dijadikan gereja, Lokasi Gereja Konstantin itu sendiri awalnya juga merupakan tempat penyembahan masyarakat. Jadi, lokasi Hagia Sophia "Holy Wisdom Church" memang merupakan lokasi yang menyimpan banyak cerita masa lalu tentang kehidupan beragama menusia di masa lalu.
Pada tahun 404, terjadi kerusuhan di Konstantinopel. Perusuh membakar apa saja termasuk Gereja Konstantin. Kerusuhan itu membuat bangunan Gereja Konstantin rusak parah. Selanjutnya, pada tahun 405 Theodosius II memerintahkan untuk membangun gereja kembali. Namun sayang, lagi-lagi gereja harus rusak karena kerusuhan Nika pada tahun 532.
Tahapan pembangun dome di Hagia Sophia, 537 (Sumber: Youtube)
Justinian yang pada waktu itu menjadi kaisar di Konstaninopel memerintahkan Anthemius dan Isidor untuk membangun gereja kembali. Anthemius dan Isidor sebenarnya bukanlah arsitek. Anthemius adalah ahli Matematika dan Fisika sementara Isidor adalah ahli Geometri dan Mesin. Menariknya, mereka berdua tidak punya pengalaman dalam hal arsitek.

Selama pembangunan Gereja ini, Justinian punya ambisi untuk membangun suatu gereja dengan dome yang sangat besar. Untuk mewujudkan impian Justinian, dengan dibantu sepuluh ribuan pekerja, Anthemius dan Isidor bekerja keras untuk mewujudkannya.
Bahan bangunan didatangkan dari berbagai negara seperti Syria dan Mesir untuk membuat bangunan benar-benar sesuai harapan dan megah. Selain itu, bahan bangunan juga dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan bangunan sangat kuat dan kokoh. Untuk dindingnya, batu bata penyangga bangunan dibuat dari tanah liat yang dibakar dengan teknik pembakaran tertentu sehingga batu batanya lebih solid. Tanah liat, semen dan pasir untuk merekatkan batubata juga menggunakan bahan yang membuat bangunan tersebut kuat dan tahan gempa.
Kiri: Tambahan kubah. Kanan: Kubah ditinggikan 6,5 m. (Sumber: Youtube)
Hingga akhirnya, tahun 537 bangunan gereja tersebut bisa diselesaikan. Bangunan Hagia Sophia di masa itulah yang diyakini sampai sekarang ini bisa dinikmati kemegahannya.
Namun sayang, gempa bumi yang melanda Turki tahun 553 dan 557. Gempa bumi itu menyebabkan bangunan itu rusak parah. Bahkan dome yang megah yang berdiameter 31 meter itu hancur.
Tahapan penambahan penyangga bangunan (Gambar 1-3 : Youtube, Gambar 4 : Youtube)
Isidorus, keponakan dari Isidor, membantu membangun kembali dome yang telah rusak. Di bawah rancangan Isidorus, dome ditinggikan lagi setinggi 6,5 meter. Fondasinya kemudian dibenahi lagi, sehingga bangunan lebih kuat. Kolom-kolom penyangganya menggunakan marmer, sehingga membuat bangunan menjadi kuat.
Hingga akhirnya Hagia Sophia dibuka kembali sebagai gereja untuk Kristen Ortodoks di akhir tahun 562.
Namun, gempa bumi berkali-kali mengguncang Turki. Gempa bumi kedua kalinya pada tahun 869 membuat dome Hagia Sophia retak. Kemudian atas permintaan Kaisar Basil I direnovasi. Malangnya, pada tahun 989, gempa melanda Turki lagi. Kali ini, dome rusak lagi. Selanjutnya pada masa Kaisar Basil, dibawah arsitek Trdat, dome kembali dibenahi untuk kesekian kalinya.
Lantai atas (Foto: Septin)
Gempa yang terjadi tahun 1344 dan 1346 juga merusak. Meski kemudian dibenahi oleh arsitek Atras dan Peralta, sejak saat itu, gereja ditutup.
Pada tanggal 20 Jumadil Ula 857 H yang bertepatan dengan hari Selasa 29 Mei 1453 M, Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II dari Kekhalifahan Utsmani, setelah 1.143 tahun 10 bulan dan 4 hari berdiri. Hagia Sophia dialih fungsikan menjadi masjid. Setelah itu, beberapa renovasi kecil untuk mengubah gereja menjadi masjid dilakukan. Seperti membuat mihrab. Beberapa gambar-gambar di interior ditutup dan diberi hiasan-hiasan ayat-ayat Al-Qur;an, patung-patung berwujud makhluk hidup, salib-salib dan semua simbol kristen segera disingkirkan serta seluruh struktur bangunan dibersihkan untuk kenyamanan bagi Muslim saat sholat. Juga menambahkan perpustakaan.
Hagia Sophia malam hari (Foto: Septin)
Tidak hanya itu, bangunannyapun diperkokoh. Pada masa Sultan Selim II di akhir abad ke-16, dengan dibantu arsitek Sinan, bagian luar Hagia Sophia dibangun struktur untuk penyangga (Gambar 4). Kemudian juga menambahkan menara di sebelah barat dan di tenggara bangunan. Selanjutnya, dua menara lainnya ditambahkan pada masa Murad III dan Mehmed III.
Sejak 1935, Hagia Sophia diubah menjadi Museum oleh Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki.
Menyusuri setiap sudut Hagia Sophia memang menarik. Bangunan yang masih tetap kokoh berdiri menjadi bukti kehebatan arsitektur jaman dahulu. Kehebatan orang-orang jaman dahulu yang mau berfikir untuk mewujudkan suatu impian yang bisa dinikmati oleh generasi sekarang dan masa depan.
Di lingkungan Archeological Park sudah dibangun beberapa taman tanpa mengubah bentuk asli dari bangunan-bangunan asli. Ini semata untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung ke lokasi Archeological Park. Tidak hanya di siang hari, tetapi juga malam hari. Sehingga pengunjungpun masih bisa menikmati keindahan lokasi kawasan arkeologi itu di malam hari sekalipun.
------------------------------------------
Sumber bacaan :
Kompasiana
Muhammad Al-Fatih 1453; Felix Y. Siauw; Penerbit : Al-Fatih Press, Jakarta Utara; Cetakan ke-7, Juni 2014.

Selasa, 02 Desember 2014

Bogazkesen

Rumeli Hisari
Sebuah bangunan yang istimewa pada zamannya telah berdiri kokoh. Sebuah benteng dari hasil pemikiran Sultan Mehmed II, baik layout, jarak antara menara dan bentuk keseluruhan seperli lafadz "Muhammad" dalam bahasa arab. Yang kemudian detailnya diserahkan kepada Muslihiddin, sang arsitek. Pembangunan benteng ini berada di bawah pengawasan langsung Sultan Mehmed II. Sehingga setiap bawahannya dan para tukang yang dibagi tanggung jawabnya membangun bagian benteng yang berbeda saling bersaing untuk menyelesaikan lebih cepat. Sejarawan Yunani, Kristovoulos mengatakan bahwa benteng ini "lebih mirip kota kecil dari pada benteng". Pembangunan benteng dalam waktu yang relatif sangat cepat, secara tidak langsung memperlihatkan kekuatan sumber daya yanag dimiliki kesultanan Utsmani dan kemampuan Mehmed dalam mengkoordinasikan dan mengatur distribusi logistik dari seluruh wilayah kesultanannya. Benteng yang kemudian dinamakan Rumeli Hisari (Istana Eropa), pengerjaannya dimulai pada tanggal 15 April 1452 M dan selesai pada tanggal 31 Agustus 1452 M. Benteng ini berdiri diatas lahan 31.250 meter persegi dan memiliki 3 menara utama, dimana setiap menara dikuasai oleh satu orang wazir ("pembantu"-nya Sultan), serta 14 menara pengawas dengan ketinggian menara berkisar antara 22-28 meter dengan ketebalan dinding antara 5 - 7 meter. Di dalam benteng dipasangi 6 meriam yang dapat menembakkan peluru seberat 300 kg. Dan berkekuatan 400 pasukan dimasa Sultan Mehmed II (1451 - 1481). Bersama benteng Anadolu Hisari  2 benteng ini lebih dikenal dengan BogazKesen (bahasa Turki = "Pemotong Tenggorokan") yang bahu membahu menjaga selat Bosphorus. 
Anadolu Hisari
Anadolu Hisari merupakan benteng yang dibangun terlebih dahulu sebelum benteng Rumeli Hisari di bangun, benteng ini dibangun diatas reruntuhan kuil Uranus pada tahun 1393 - 1394 M oleh kakek Sultan Mehmed II yaitu Sultan Beyazid I yang sama-sama punya hasrat menaklukan Konstantinopel, benteng dengan ketinggian menara 25 meter ini dibangun sebagai persiapan sultan Beyazid I sebelum menyerang Konstantinopel untuk menahan serangan dari kaum kristen Genoa dari utara.
--------------------------
Referensi :
Muhammad Al-Fatih 1453; Felix Y. Siauw; Penerbit : Al-Fatih Press, Jakarta Utara; Cetakan ke-7, Juni 2014, halaman 61-80.
Wisatatiga

Senin, 23 Juni 2014

Rumah dan Sanggar Tari

Bapak Mei Dwi Suprayitno mempunyai rumah sudut. Dalam waktu dekat beliau akan merenovasi rumah dengan menambah 2 kamar tidur. Satu kamar buat anak, dan satunya lagi merupakan kamar tidur utama sekaligus ruang kerja. Ruang ini akan digunakan istri untuk mendalami dan menciptakan kreasi seni tari.

Wijoyo Hendromartono selaku Arsitek melihat denah yang dikirimkan bapak Dwi sepertinya sudah pernah melakukan renovasi atau menambahkan ruang yang sekarang berfungsi sebagai dapur, kamar pembantu, dan lantai atasnya. Sebetulnya, ruang tambahan yang telah dibangun itu melewati batas GSB rumah bapak Dwi. Untuk mengantisipasi “urusan” di kemudian hari, fungsi ruang yang telah ada sebelumnya (ruang pembantu, kamar mandi, dan dapur) dipindahkan ke tempat yang lebih “aman”. Bangunan atau ruang yang telah dibuat sebelumnya bisa dianggap semipermanen (seperti carport atau garasi).

Selain itu, keinginan bapak memerlukan ruang tidur sekaligus ruang kerja untuk menari tidak mengganggu nantinya? Bapak ingin tidur, tetapi istri masih bekerja dengan segala bunyi-bunyiannya. Oleh sebab itu, diusulkan ruang kerja istri tetap berdekatan dengan ruang tidur, namun secara fisik terpisah. Jadi ruang kerja itu sekaligus menjadi sanggar tari.

Lantai bawah :
1. Carport
2. Teras Depan
3. Ruang Tamu / Ruang Keluarga
4. Ruang Makan
5. Dapur
6. Ruang Tidur 1
7. Kamar Mandi
8. Ruang Tidur Utama
9. Sanggar Tari / Ruang Kerja
10. Teras Belakang

Lantai atas :
11. Koridor Mezzanine
12. Ruang Tidur 2
13. Kamar Mandi
14. Ruang Tidur 3
15. Ruang Tidur Pembantu
16. Kamar Mandi
17. Ruang cuci dan jemur
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 17, I/03 September - 16 September 2003, halaman 37.

Senin, 09 Juni 2014

Rumah Tumbuh

Bapak Rustan Panikkai DM dari Makassar baru saja membeli rumah tinggal dengan kondisi seperti pada gambar denah. Dan beliau merencanakan menambah 1 karnar tidur; memindahkan dapur dan kamar mandi/ WC untuk mendapat sirkulasi udara yang baik, terutama di dapur; membangun kamar mandi di dalam kamar utama; membangun teras depan; membangun garasi/carport. Dalam waktu 2 atau 3 tahun setelahnya beliau berencana membangun lantai atas untuk kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga. Beliau juga ingin ruang tamu dan ruang keluarga di lantai dasar bisa dilihat dari atas.

Wijoyo Hendromartono selaku Arsitek menyarankan untuk tahap awal, penambahan ruang tidur didapat dari sebagian ruang tamu. Sedangkan kamar mandi dipindahkan di antara ruang tidur utama dan ruang tidur anak 2, sehingga pemipaan bisa lebih praktis. Untuk ruang tamu dan ruang keluarga, pada tahap pertama, disarankan menjadi satu saja, karena keterbatasan ruang. Namun, apabila di kemudian hari ingin menambah lantai, ruang keluarga dapat berada di lantai atas. Ruang makan dan dapur bisa menjadi satu ruang yang cukup luas, namun nantinya dengan adanya tangga, ruang makan, dan dapur akan mengecil.

Untuk lantai atas, selain penambahan sesuai permintaan pemilik rumah, ditambahkan area servis berupa ruang cuci, setrika, dan jemur di atas ruang tidur anak 2. Seandainya memerlukan ruang pembantu, tempat ini masih bisa ditambahkan satu kamar lagi yang berukuran kecil. Untuk tahap awal, kegiatan cuci dan jemur bisa dilakukan di belakang dapur. Sebaiknya di tahap ini ruang cuci dan jemur cukup ditutup dengan paving block, sehingga di kemudian hari setelah rumah di tingkat, area ini bisa diubah menjadi taman tanpa harus membongkar lantai.
Denah rumah sebagai berikut :
Lantai 1
1. Carport
2. Ruang Tamu / Ruang Keluarga
3. Ruang Makan
4. Dapur
5. Ruang Tidur Anak 1
6. Ruang Tidur Anak 2
7. Kamar Mandi
8. Kamar Mandi Dalam
9. Ruang Tidur Utama dikecilkan agar kelebihan ruang dimanfaatkan untuk tangga

Lantai 2
10. Hall
11. Ruang Tidur 3
12. Ruang Keluarga
13. Kamar Mandi
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 36, II/25 Mei - 07 Juni 2004, halaman 29.

Kamis, 05 Juni 2014

Pembangunan Bertahap


Ibu Kartika di Kalimantan Timur dalam waktu dekat berencana memperluas rumah yang berukuran 63 m2 dengan luas tanah 150 m2 dan menghadap ke timur. Di sebelah kanan dan kiri bangunan terdapat rumah tetangga. Dan beliau merencana membangun 2 lantai, namun mengingat dana yang terbatas, maka tahap pertama dilaksanakan 1 lantai saja.
Ruangan yang beliau ingin tambahkan adalah sebagai berikut :
  • Ruang tidur utama, dengan toilet di dalam kamar.
  • Ruang tidur anak (ruang yang satu agak lebih besar karena untuk menampung 2 anak dari 3 orang anak beliau).
  • Dapur, berdekatan dengan tempat cuci.
  • Ruang keluarga yang digunakan juga sebagai ruang ibadah. Jemuran di atas dak beton beserta tangki air.
  • Ruang usaha menjahit
  • Ruang tamu yang terpisah dengan ruang lainnya.
  • Di belakang rumah ada taman untuk sirkulasi udara.

Dan Wijoyo Hendromartono selaku Arsitek menyarankan bahwa ibu Kartika memiliki tanah “lebih” yang cukup luas, sehingga perluasan bangunan tahap pertama sangat memungkinkan untuk menjadi satu lantai dulu. Namun, ruang servis sebaiknya berada di atas, mengingat beliau menginginkan tempat jemur di lantai atas dengan dak betor. Dengan demikian, pekerjaan beton bisa dioptimalkan. Ruang-ruang tidur di sebelah kiri bangunan di geser ke arah dinding pembatas. Dengan demikian akan memiliki ruang tengah yang lebih lebar.
Ruang tidur utama di letakkan di belakang sekaligus dengan penambahan kamar mandinya. Ruang ibadah (sholat) yang di rencanakan menjadi satu dengan ruang keluarga, apabila dirasa kurang nyaman, bisa menggunakan sebagaian ruang jemur.
Untuk dapur dan ruang menjahit, pintu masuknya dipisahkan. Tentunya kegiatan jahit-menjahit akan melibatkan orang luar, sehingga pintu terpisah tidak akan mengganggu kegiatan rumah tangga. Untuk pencahayaan dan sirkulasi udara, di atas ruang jahit, dak betonnya bisa ditinggikan sekitar 60 cm, sehingga cahaya dan udara dapat masuk.
Mengenai letak kamar mandi, sengaja tidak mengubah posisi lamanya.
Jadi tan pa memindahkan—malah memperluas ke arah dinding samping— kamar mandi menjadi lebih luas. Kamar mandi baru posisinya di letakkan bersebelahan dengan kamar mandi lama sehingga masalah pipa air bersih dan pembuangannya mudah teratasi.
Biasanya pengembang meletakkan septictank di halaman depan. Jadi untuk pipa pembuangan kamar mandi baru, tinggal menyambungkannya ke pipa pembuangan kamar mandi lama.
Usulan yang bisa diberikan adalah sebagai berikut :
Lantai 1
1. Carport
2. Teras
3. Dapur (apablia kurang luas, bisa digeser ke arah belakang/ ruang jahit)
4. Ruang Tamu
5. Ruang Tidur Anak 1
6. Kamar Mandi
7. Ruang Makan
8. Kamar Mandi Ruang Tidur Utama
9. Ruang Tidur Utama
10. Ruang Keluarga
11. Ruang Tidur Anak 2
12. Ruang Jahit

Lantai 2

13. Ruang Cuci dan Setrika
14. Peninggian Lantai untuk jendela atas dan sirkulasi udara Ruang Jahit
15. Ruang Jemur
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 36, II/25 Mei - 07 Juni 2004, halaman 28.

Jumat, 25 April 2014

MENGOPTIMALKAN LAHAN MEMANJANG

Keluarga Ardianto di Jakarta berencana membangun rumah di atas lahan yang berukuran 4 m x 17 m dan menghadap selatan. Di sebelah kiri dan kanan rumah terdapat rumah tetangga. Beliau menanyakan cara mengatur ruang-ruang untuk rumah dengan lahannya memanjang, septictank yang sudah ada di ruang tamu sebaiknya dipindahkan ke mana?
Adapun kebutuhan ruang yang keluarga inginkan adalah ; Lantai 1, ada ruang tamu, ruang TV/ keluarga, ruang tidur utama dengan kamar mandi dalam, ruang makan, dan dapur yang dekat dengan tempat cuci serta 1 kamar pembantu. Di lantai 2 terdapat 2 kamar tidur anak, jemuran di atas dak beton.
Dan sang arsitek, Wijoyo Hendaomartono menyarankan untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang sesuai keinginan memerlukan renovasi besar. Dengan lebar tanah yang sangat terbatas, maka perlu desain tiga lantai. Lantai 1 digunakan untuk aktivitas bersama, yaitu ruang tamu dan ruang keluarga yang dijadikan satu, ruang makan serta dapur. Lantai 2 untuk keperluan ruang-ruang tidur, sedangkan lantai 3 digunakan untuk kegiatan servis.
Tangga biasanya memerlukan ruang cukup besar. Agar efisien, maka sang Arsitek mengusulkan menggunakan tangga putar (spiral) saja. Tentunya akan kurang nyaman dibandingkan dengan tangga biasa (tangga lurus dan tangga L atau tangga U) tetapi dengan desain tersebut akan mendapatkan ruang-ruang yang cukup luas. Agar tangga putar bisa nyaman, perlu didesain secara khusus arah putaran, diameter tangga, sampai ketinggian anak tangganya.
Septictank memang sebaiknya berada di luar bangunan, kecuali kondisi rumah sudah tidak memiliki halaman seperti halnya tinggal di Ruko. Berhubung melakukan renovasi besar, maka memindahkan atau membuat septictank baru memang sebaiknya dilakukan. Tempat yang baik adalah di halaman depan di bawah carport, dengan posisi di antara roda kendaraan. Dengan demikan, seandainya diperlukan pengurasan septictank, rumah tidak akan terganggu oleh bau tidak sedap yang dikeluarkannya.

Lantai 1
1. Carport
2. Teras
3. Ruang tamu dan ruang keluarga
4. Ruang makan
5. Dupur
6. Kamar mandi

Lantai 2
7. Koridor
8. Ruang Tidur Utama
9. Kamar mandi utama
10. Ruang tidur anak 1
11. Kamar Mandi
12. Ruang tidur anak 2

Lantai 3
13. Ruang Cuci, Jemur dan Setrika
14. Kamar Mandi
15. Kamar Pembantu
16. Gudang
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 48, II/9 November - 29 November 2004, halaman 29

Kamis, 17 April 2014

SUDUT BARBEQUE

Aktivitas barbeque sering dimanfaatkan untuk mempererat tali komunikasi dalam suatu keluarga. Kegiatan ini memerlukan tempat khusus, karena menghasilkan limbah asap yang ada kalanya mengganggu. Oleh karena itu, pada umumnya barbeque dilakukan di luar rumah. Sarana untuk melakukan kegiatan barbeque tersebut ada beragam jenis, dari mulai yang sederhana seperti panggangan milik “abang” sate, sampai ke bentuk yang lebih kompleks lengkap dengan kaki beroda dan tutupnya. Tetapi bagi mereka yang sering melakukan aktivitas ini, dibuat sebuah tempat khusus yang permanen pada salah satu sudut ruang luar taman. Dengan demikian kegiatan barbeque dapat dilakukan kapan saja. Selain itu jika tempat barbeque ditata dengan tampilan menarik, akan memberi nilai “plus” bagi tampilan suatu taman.
Dengan menampilkan seperangkat barbeque permanen pada salah satu sudut taman yang di tata alami di teras samping yang berdampingan dengan kolam ikan. Dengan demikian, ikan hasil tangkapan dari kolam keluarga, dapat langsung diolah dan dibakar, untuk selanjutnya dinikmati kelezatannya di teras rumah. Semuanya dilakukan pada satu lokasi yang tidak terlalu jauh, sehingga lebih praktis.
Perangkat barbeque dibuat dari batu bata ekspes dengan pola lengkung berbentuk setengah silinder dengan bidang tertutup di sisi belakang (untuk menghalangi angin) bar terbuka ke arah depan. Bidang lengkung dibuat lebar dengan pertimbangan dapat digunakan untuk meletakkan segala perlengkapan seperti piring. bumbu dan sendok. Bidang tersebut digunakan untuk tempat memanggang makanan lengkap dengan jeruji besi. Jeruji besi dibuat sedemikian rupa sehingga dapat ditarik untuk memudahkan pengisian arang dan membuang kotoran abu panggangannya. Bagian bawah dimanfaatkan untuk ruang simpan segala perlengkapan yang diberi penutup dari badan besi.
Karena penempatan bardeque di luar rumah, maka sebaiknya digunakan badan yang tahan terhadap cuaca. Bahan-bahan alami seperti batu bata dan batu alam serta besi menjadi pilihan yang terbaik, sedangkan kayu, jarang digunakan karena mudah terbakar di samping bisa lapuk dan dimakan rayap. Saat tidak digunakan, perangkat barbeque ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk menempatkan tanaman hias pot. Serasikanlah gaya perangkat ini dengan gaya taman keseluruhan. Bahan batu alam seperti ilustrasi di atas, serasi bila dipadukan dengan taman bergaya alami. Dengan demikian sebagai salah satu unsur hardscape, kehadiran peranti barbeque ini dapat menyatu dengan rumah dan menambah elok tampilan taman secara keseluruhan.
--------------------------------
GRIYA ASRI, Sudut Barbeque, Viva Rahwidiyasa, Edisi No. 215 / 019 – Juli – 2001, halaman 60-61.

Senin, 31 Maret 2014

MEMBANGUN RUMAH KECIL

Nico di Pasuruan baru-baru ini membeli kavling dengan ukuran 6 m x 15 m, menghadap utara. Karena keterbatasan dana, beliau ingin membangun rumah kecil yang layak huni dengan biaya serendah mungkin. Dan beliau minta didesainkan tampak depan dan belakang rumah dengan detil kolom untuk pintu masuknya. Beliau cenderung menggunakan atap yang sederhana. Air hujan dibuang langsung ke tanah tanpa menggunakan lisplang atau talang! jurai dalam untuk mengurangi daerah rawan bocor. Pada teras belakang beliau merencanakan membuat penutup atap dari fiber yang dicat, untuk mengurangi panas. Atap genteng hanya akan dipakai untuk ruang didalam berukuran 6 m x 6 m. Beliau menginginkan Carport ditutup dengan pergola kayu dengan penutup fiber.

Wijoyo Hendromartono sebagai Arsitek menyarankan :
  • Ruang tidur dibesarkan, sehingga sisa ruang selebar 1 m di antara ruang tidur dan kamar mandi hilang.
  • Letak dapur diubah menjadi di dalam, sehingga kegiatan masak dengan ruang makan menjadi tidak terpisah.
  • Ruang jemur diletakkan di atas dapur dan ruang cuci, agar masih tetap memiliki taman belakang.

Berikut adalah jawaban sang Arsitek atas pertanyaan Nico di Pasuruan.
  1. Ilustrasi contoh rumah yang Nico diimpikan dikenal sebagai gaya mediteranean. Gaya ini biasanya tidak menggunakan talang air hujan, melainkan menggunakan atap model teritisan, sehingga air hujan langsung jatuh ke tanah. Apabila kita mengadopsi gaya ini, harus ada penyesuaian dengan iklim yang ada di Indonesia, yaitu hujan yang jatuh hampir sepanjang tahun dengan curah hujan yang tinggi. Dengan demikian, teritisan atap harus dibuat lebih lebar (minimal 1 m) atau ditambahkan talang. Dengan demikian, cucuran air yang jatuh tidak akan terlalu membuat tampias pada dinding/ jendela rumah. Untuk detil kolomnya dibuat tidak sama persis, tetapi dibuatkan bentuk kolom yang lebih ringan, agar teras masih bisa mendapatkan cahaya matahari.
  2. Pemilik rumah bisa saja menggunakan penutup atap fiberglass untuk teras belakang agar matahari masih bisa masuk ke dalam rumah. Namun, dianjurkan, daripada mengecat atap fiberglass, yang nantinya akan terlihat kurang baik, lebih baik menggunakan bahan penutup polycarhonate yang sudah memiliki warna yang bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko bahan bangunan.
  3. Untuk saat ini terutama untuk bentuk atap tidak terlalu rumit, rangka atap kayu harganya lebih murah.
  4. Penutup carport yang ringan dan praktis adalah dengan pergola kayu dan bahan penutup yang sama dengan teras belakang. Agar pergola tidak mengganggu tampak rumah, posisi pergola bisa ditempatkan persis setinggi kusen antara daun jendela dengan jendela atasnya (bovenlicht).

 

Keterangan denah rumah :
Lantai Bawah
1. Carport
2. Teras
3. Ruang Tamu dan Ruang Keluarga
4. Ruang Makan
5. Ruang Tidur
6. Kamar Mandi
7. Dapur
8. Beranda / Teras Belakang
9. Ruang Cuci dan Setrika

Lantai Atas
10. Ruang Jemur
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 37, II/8 Juni - 21 Juni 2004, halaman 29

Kamis, 27 Februari 2014

HIJAU DAN WARNA-WARNI

TAMAN JEPANG. Banyak orang yang menganggap bahwa taman jepang itu bercirikan bonsai dan hanya dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan hijau jenis evergreen. Ini adalah pendapat yang kurang tepat. Karena taman jepang sebenarnya, juga menggunakan semak berbunga yakni Camelia (Camellia japonica). Bahkan pada abad 10-12, taman klasik jepang menggunakan pohon cherry dan plum selain pinus dan willow sebagai aksen warna.
Namun karena pengaruh budaya Zen, maka taman yang penuh warna itu berubah menjadi taman yang didominasi kehijauan yang melambangkan keabadian. Dan ciri taman seperti itulah yang sampai sekarang kita kenal.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 13

Selasa, 25 Februari 2014

TAMAN DATAR

TAMAN JEPANG. Taman ini merupakan perpaduan antara Taman Natural dan Taman Pasir Batu. Elemen utama taman ini adalah hamparan pasir putih yang berbentuk melingkar. Bentuk ini menyimbolkan kecerahan dan kegembiraan. Batu-batu yang tersusun di dalamnya juga memiliki makna khusus. Pengunjung taman bisa menginterpretasikan sesuka mereka bentuk susunan batu yang ada di dalam taman. Komponen penyusun taman ini adalah pasir, tanaman evergreen (biasanya jenis cemara), lumut, tanaman bunga dan rumput.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 13

Minggu, 23 Februari 2014

TAMAN TEH

TAMAN JEPANG. Taman ini berkaitan dengan upacara kebanggan orang Jepang yaitu minum teh. Taman Teh terdiri atas dua bagian, Taman Dalam dan Taman Luar. Selain itu juga terdapat rumah tempat upacara minum teh berlangsung. Semua yang berada di dalam taman ini mulai dari batu, lentera batu dan tempat air memiliki korelasi dan merupakan sebuah kesatuan simbolik.
Taman Dalam adalah taman yang bersifat privat dan hanya dinikmati dari Rumah Teh. Sementara Taman Luar digunakan untuk tempat tunggu bagi tamu. Biasanya Taman Luar dilengkapi dengan tempat duduk yang terbuat dari kayu. Taman ini juqa dilengkapi dengan pemanas yang digunakan di musim dingin. Sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki Rumah Teh, disediakan wadah air untuk tempat tamu membasuh diri.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 13

Jumat, 21 Februari 2014

TAMAN BATU DAN PASIR

Taman jenis ini berkembang pada era Muromachi dan menggambarkan filosofi Zen. Di masa ini taman umumnya dipakai oleh para pendeta Zen untuk bermeditasi. Taman jenis ini umumnya bersifat tertutup karena dikelilingi oleh dinding dekoratif yang indah. Dan sesuai namanya, komponen utama dari taman ini adalah pasir dan batu.
Bidang-bidang yang dibentuk oleh pasir putih umumnya bersegi teratur dan pasirnya pun tertata dengan rapi. Menurut tradisi umlah batu yang harus diletakkan di taman ini sebanyak 15 buah yang diatur dalam kelompok dua, tiga, dan lima. Sebagai aksen, pada masing-masing kelompok batu biasanya ditumbuhi lumut.
Pasir memberikan kesan ruang dan kehampaan. Filosotinya adalah, pengujung taman diharapkan membersihkan pikiran yang dipenuhi hal-hal duniawi dan dapat melakukan meditasi dengan baik di dalam taman. Ada juga yang mengatakan bahwa pasir mewakili air (danau atau lautan) dan batu mewakili pulau-pulau Jepang.
--------------------------
Tabloid Rumah Edisi 7, I/16 April - 29 April 2003, halaman 12-13