"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Sabtu, 31 Januari 2015

Jalan Lurus

"Jalan Lurus" bukan tanpa hambatan dan bukan nyaman ditempuh, kadang menanjak, kadang curam, berliku-lintang dan penuh peluh. 
"Jalan Lurus" itu penuh dengan penat, namun diakhiri nikmat, bukan jalan orang-orang terlaknat, apalagi jalan orang-orang tersesat.
"Jalan Lurus" itu menaati Tuhanku yang juga Tuhanmu, Allah semata; perlu kesabaran juga istiqamah, dan semua akan dibayar sempurna.
"Jalan Lurus" penuh dengan celaan, ejekan, dan olokan; namun juga berlimpah sahabat penuh kebaikan.
"Jalan Lurus" jauh membentang, penuh dengan aral melintang, siapa yang memintanya berbilang, Allah akan memberinya senang.
"Jalan Lurus" dipenuhi penjagaan Allah, karena bagi-Nya segala hal itu mudah.
"Jalan Lurus" itu jalannya insan yang mudah beristighfar pada Allah, yang bersiteguh pada Al-Qur'an saat yang lain kehilangan arah.
"Jalan Lurus" itu; hanyalah jalan Islam.

URUSAN JIHAD (16)

Dari Samurah r.a. ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bunuhlah orang-orang musyrik yang tua (dewasa), dan biarkanlah anak-anak mereka”. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan disahkan oleh Turmidzy.
------------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jihad, halaman 475.

Jumat, 30 Januari 2015

Keutamaan Sunnat Rawatib yang Mengikuti Sholat Fardlu (1)

Umm Habibah (Romlah) binti Abi Sufyan r.a. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : Tiada orang Muslim yang sholat sunnat karena Allah, pada tiap hari dua belas raka’at, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di sorga. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 176-177.

Seorang yang Dinaungi Malaikat

TIME TUNNEL. Dilukiskan dalam sejarah perang Rasulullah  ﷺ bahwa perang Uhud adalah perang yang sangat memilukan dan teramat dahsyat. Pelajaran bagi segenap Muslimin atas ketidak-patuhan pada perintah Rasulullah  ﷺ sangat jelas terpapar di peristiwa ini.
Makam Syuhada Uhud
 Sebuah penggalan kisah dari Lorong Waktu tatkala perang telah usai dan kaum Muslimin meninjau para syuhada, terlihat Jabir bin Abdullah tengah mencari ayahnya. Hingga akhirnya ditemukan diantara para syuhada dengan tubuh yang telah dicincang oleh orang-orang musyrik. Jabir pun tak kuasa menangisi jasad ayahnya, Abdullah bin Amr bin Haram. Beliau adalah salah satu dari 70 orang yang berbaiat kepada Rasulullah s.a.w. pada bai'at 'Aqabah kedua dan oleh Rasulullah s.a.w. diangkat menjadi wakil dari kaum Bani Salamah. Dan tatkala Rasulullah  ﷺ telah hijrah ke Madinah, kebahagiaan baginya menemani siang dan malam karena bertemankan Nabi  ﷺ.
Di saat Jabir bin Abdullah dan keluarganya meratapi Abdullah bin Amr, lewatlah Rasulullah  ﷺ dan bersabda : "Kalian tangisi ataupun tidak, para Malaikat akan tetap menaunginya dengan sayap-syapnya...!"
Jauh selepas perang Uhud, Rasulullah  ﷺ melukiskan kegemaran Abu Jabir (Abdullah bin Amr bin Haram) untuk mati syahid kepada sang putra, Jabir. "Hai Jabir!, Tidak seorang pun di bawa berbicara oleh Allah, kecuali dari balik tabir. Tapi Allah telah berbicara secara langsung dengan bapakmu." Firman Allah kepadanya : "Hai hamba-Ku, mintalah kepada-Ku pasti kuberi...!" Maka ujarnya : "Ya Tuhanku; ku mohon kepada-Mu agar aku dikembalikan ke dunia, agar aku dapat mati syahid sekali lagi .....!". Firman Allah kepadanya : "Telah terdahulu ketentuan daripada-Ku bahwa mereka tidak akan dikembalikan lagi....!" "Kalau begitu oh Tuhan", mohon sampaikan kepada orang-orang dibelakangku nikmat karunia yang Engkau limpahkan kepada kami...!". Maka Allah ta'ala pun menurunkan QS 3 : 169 - 170.
Setelah semua syahid teridentifikasi, Rasulullah  ﷺ memerintahkan untuk memekamkan para syahid di tempat mereka tewas. Tatkala giliran Abdullah bin Amr bin Haram, Rasulullah  ﷺ berseru : "Kuburkan Abu Jabir beserta sahabatnya Amr bin Jamuh dalam satu liang, karena mereka selagi didunia bersahabat setia.
-----------------
Inspirasi :
Rijal Haolar Rasul (Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah), Khalid Muhammad Khalid, Penerbit : CV. Penerbit Diponegoro Bandung, Cetakan keduapuluh 2006, Bab "Abu Jabir, Abdullah bin Amr bin Haram", halaman 539 - 543.
Taht Râyah al-Rasûl (Perang Muhammad), Dr. Nizar Abazhah, Penerbit Zaman Jakarta, Cetakan Pertama 1432 H / 2011 M.

Kamis, 29 Januari 2015

URUSAN JIHAD (15)

Dari Ibnu Umar r.a; “Bahwasanya Nabi s.a.w. melihat seorang wanita terbunuh dalam peperangannya, maka lalu beliau melarang membunuh perempuan dan anak-anak”. Muttafaq ‘alaih.
------------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jihad, halaman 474-475.

Pesepak Bola Muda Jerman Ini Peluk Islam

REPUBLIKA.CO.ID, NURNBERG -- Pesepak bola muda asal Jerman, Danny Blum baru saja mengumumkan dirinya telah memeluk agama islam. Pemuda 24 tahun tersebut mendeskripsikan Islam sebagai  agama yang penuh harapan dan kekuatan.
“Islam memberikanku harapan dan kekuatan, berdoa menenangkan jiwaku,” kata Blum ke media terkemuka Jerman, Bild, Selasa (27/1).
Blum bergabung dengan 1. FC Nürnberg  klub divisi 2 Bundesliga bulan Juli silam. Tidak lama setelah resmi ditransfer, ia mengalami cidera parah pada lutut yang memaksanya untuk absen selama 6 bulan. Tidak melakukan apa-apa membuatnya berpikir “Hidup dalam kemewahan, tidak ada tanggung jawab atas apapun. Apa yang akan terjadi setelah pensiun," kata dia.
Pria asal Frankenthal, Jerman tersebut kemudian berbicara dengan teman-temannya tentang agama, pilihannya jatuh pada islam. “Aku sudah mengunjungi masjid dan langsung merasakan sesuatu dalam hati. Aku merasa bahwa ini adalah sesuatu untukku dan aku ingin mengetahui lebih jauh,” ujarnya.
Beberapa minggu lalu Blum memutuskan untuk menjadi Muslim. Sejak itu, ia kerap melakukan shalat lima waktu dan hanya makan makanan yang halal. Awalnya ia takut untuk memberi tahu orang tua soal pilihannya. “Orang tuaku penganut kristiani yang taat. Tapi kemudian mereka berkata bahwa aku harus memilik jalan yang menurutku benar,” katanya.
Selain berkonsultasi dengan rekannya, Blum juga melakukan riset melalui internet dan  buku bacaan. Menurutnya, islam adalah agama yang damai. “Kepercayaanku bilang, jangan paksa orang lain untuk melakukan hal yang tidak ingin mereka lakukan. Jika ingin, itu harus datang sukarela dari hati”
Tim tempatnya bermain juga tidak mempermasalahkan.“Sampai sekarang saya belum mendengan perkataan yang menyinggung. Tapi meski itu terjadi tak akan menggangguku. Setiap orang punya kepercayannya masing masing. Tiap orang harus menjalani jalannya masing-masing," kata dia.
Jerman sendiri adalah rumah bagi hampir 4 juga umat islam, termasuk 220.000 orang yag ada di Berlin. Pendatang dari turki adalah 2/3 bagian dari minoritas muslim disana.
 
sumber : republika.co.id

Rabu, 28 Januari 2015

Keutamaan Shaf Barisan Pertama dan Perintah Meratakan dan Menyempurnakan Barisan dan Rapat (15)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Letakkanlah imam itu tepat di tengah, dan tutuplah semua lobang (sela-sela) barisan. (HR. Abu Dawud).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 175.

Evolusi Pasukan Utsmani

Sejak awal, Turki terkenal sebagai kaum petarung yang memiliki karakteristik yang sama seperti Arab badui. Mereka nomaden, tidur ditas kuda, tinggal di tenda-tenda tanpa pagar dan hidup bergantung dari keahlian panah dan pedang. Mereka sanggup bertahan dengan makanan dan minuman yang minim dalam kondisi ekstrim dan memiliki harga diri yang tinggi, dan ini menjadikan kaum Turki sebagai bahan mentah yang baik untuk pasukan perang. Bahkan Rasulullah s.a.w. memperingatkan kaum Muslim awal tentang potensi kaum Turki ini, "Dan tinggalkanlah (jangan memulai perang dengan) Turki sebagaimana mereka meninggalkan kalian." (THR. Abu Dawud).

 Pasukan awal Turki hanyalah terdiri dari pasukan berkuda dengan panah, pedang dan tombak. Berperang dengan cara konvensional. Ketika masa kepemimpinan Orhan bin Utsman, kaum Turki mulai mengenal otganisasi militer deng dibentuknya Yaya (pasukan khusus yang digaji).
Kemudian pada masa Murad I dan Beyazid sistem militer Utsmani dirombak guna menggantikan Yaya menjadi Kapikulu Ocak (Kesatuan Garda Pintu) yang merupakan pengawal pribadi Sultan sekaligus pasukan infanteri khusus. Yang selanjutnya memperkenalkan sistem devsirme (perekrutan kaum non-Muslim menjadi tentara Muslim) dari tawanan perang daerah yang ditaklukkan Utsmani. Kemudian dari pasukan yang baru memeluk Islam ini dikenal dengan pasukan Yeniseri.
Sampai pada masa Sultan Mehmed II, organisasi militer Utsmani makin beragam dan tersusun atas Kapikulu Ocak, kesatuan reguler yang terdiri dari divisi infanteri Yeniseri, divisi kavaleri Sipahi dan Akinci yang merupakan pasukan irreguler dengan perlengkapan yang lebih baik dan lebih terlatih. Divisi Sipahi kesultanan Utsmani adalah tentara Turki asli, keberadaannya sama tuanya dengan sejarah Turki sendiri, terbagi atas pasukan infanteri dan kavaleri dengan zirah yang berat ataupun ringan. Persenjataan yang sering digunakan adalah tombak, panah dan pedang, ada juga yang masih menggunakan gada dan kapak.
Dan pasukan Azap dan Bashi-Bazouk, pasukan non-reguler, pasukan sukarela dengan persenjataan dan perlengkapan terbatas. (Muhammad Al-Fatih 1453; Felix Y. Siauw; Penerbit : Al-Fatih Press, Jakarta Utara; Cetakan ke-7, Juni 2014, halaman 103-118).

Selasa, 27 Januari 2015

URUSAN JIHAD (14)

Dari ‘Aisyah r.a.: bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda kepada seorang laki-laki yang mengikut beliau pada perang Badar : “Kembalilah, sekali- kali aku tidak akan meminta pertolongan dari kaum musyrik”. Diriwayatkan oleh Muslim.
------------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jihad, halaman 474.

Menikmati Keterbatasan Rizki

Senang 5 tahun ini dapat menemani perjalanan hidup seorang teman. Satu sisi yang ingin aku share kepada teman-teman tentang dia ialah dalam menikmati keterbatasan rizki yang sedang Allah ta'ala sandangkan. Sang teman itu memiliki bisnis seadanya, jual voucher isi ulang pulsa elektrik dalam kondisi "hidup segan mati tak mau" terkepung dalam persaingan usaha. Setahuku modal yang ia putarkan tak lebih dari limaratus ribu rupiah. Tetapi sungguh dia terlihat santai meskipun terkadang gelisah lantaran kurang memuaskan pelanggan pulsanya. Bagaimana tidak ia terjerat dalam suasana tersebut, para pelanggannya yang notabene berduit dan berbayar tetap tiap bulan dengan suka cita berhutang padanya atau menjadikan dia gantungan kebutuhan akan pulsa ketika uang dalam genggaman pelanggannya habis, yang dibayar sebulan kemudian. Dengan kata lain modalnya yang mepet berhenti ditangan pelanggan-pelanggannya yang berduit. Ketika aku bertanya : "Kenapa tidak engkau tagih saja hutang mereka?" Dengan tegas ia menjawab : "Tidak !, kebaikan dan kelonggaran ini akan menjadi alat tukarku dengan ampunannya Allah ta'ala".
Mungkin ini yang dinamakan menikmati takdir seolah tak ada kamus batas sabar, barangkali ini yang ia pahami sabar itu dipukulan pertama datangnya ujian dan sisanya menikmati ketetapan-Nya. Mungkin pula ia tengah menjalankan sunnah sang Nabi s.a.w. menolong orang yang membutuhkan itu lebih utama dari kebutuhannya sendiri.
Semoga Allah ta'ala mengampuni dan merahmatimu sobat.

Senin, 26 Januari 2015

Keutamaan Shaf Barisan Pertama dan Perintah Meratakan dan Menyempurnakan Barisan dan Rapat (14)

Albara’ berkata : Kami jika sholat di belakang Rasulullah s.a.w. suka di sebelah kanan, sebab Nabi menghadap pada kami dengan mukanya.Maka saya dengar ia membaca do’a. : ROBBI QINI ADZAABAKAYAUMA TAB ‘ATSU AU TAJMA’U  IBAADAKA.( Ya Tuhan hindarkan saya dari siksa-Mu pada hari kau bangkitkan (kumpulkan) hamba-Mu. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 175.