"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Minggu, 14 Februari 2016

Indikasi Rasa Cinta Terhadap Saudaramu

Umar bin Khattab mengatakan bahwa 3 hal yang menjadi indikasi rasa cintamu pada saudaramu ialah :
  • Engkau memulai salam (apabila bertemu dengannya –pent),
  • Engkau melapangkan tempat baginya dalam majlis,
  • Engkau memanggilnya dengan panggilan yang paling dia sukai.
Dr. Muhammad al-Khudairi | @mkh1384
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Dikutip dari Twit Ulama  

Lima Pemuda Palestina Ditangkap Karena Dituduh ‘Lempar Batu’

AL-KHALIL, Sabtu (PIC): Pasukan penjajah Zionis (IOF) Kamis (11/2) lalu menangkap lima warga Palestina asal Al-Khalil karena dituduh melempar batu. Situs Zionis 0404 menyatakan bahwa serdadu Zionis menahan lima pemuda karena diduga terlibat dalam serangan lempar batu di kawasan permukiman ilegal Yahudi Kiryat Arba, di timur kota Al-Khalil. Kemudian, kelima pemuda itu dibawa ke pusat investigasi militer terdekat.
Parlemen Zionis, Knesset, Juni lalu menyetujui RUU yang memperkuat sanksi terhadap warga Palestina yang “melempar batu”. RUU tersebut “mengizinkan dijatuhkannya hukuman penjara hingga 20 tahun bagi siapapun yang dituduh melempar batu.” Kabinet keamanan Zionis juga memberi kuasa pada petugas Zionis untuk menggunakan amunisi tajam terhadap warga Palestina yang dituduh melempar batu.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha

Sabtu, 13 Februari 2016

Pembuktian Cinta Sejati Dengan Menikah, Bukan Dengan Coklat

Hari yang ditunggu oleh sepadang muda-mudi yang terperdaya yaitu hari valentine yang diklaim sebagai hari cinta dan kasih. Padahal sudah banya tersebar mengenai kisah yang sebenarnya mengenai asal usul hari Valentine. Tentu saja hukum merayakannya sudah jelas yaitu HARAM.
Adalah tepatnya sang pemudi yang lebih banyak tertipu daya, sang pemuda membuktikan cinta dengan sekedar surprise ungkapan romantis manis berbalut kata puitis, kemudian buah tangan yang terbingkis berisi coklat dan sepenggal kalimat yang membuat pemudi melayang ke langit impian. Sedangkan sang pemudi terperdaya dengan membuktikan cinta dengan keperawanan atau apalah, yang seharusnya itu dipersembahkan untuk suami halalnya kelak.
Pembuktian cinta hanya dengan menikah
Jika ada mengakui mencinta tetapi tidak menikahi atau segera menikahi maka itu semua hanya cinta kasih yang menjelma saja dalam pandangan mata yang berfatamorgana.  Walaupun yang diumbar adalah sajak romantis yang mengalahkan merdu kicauan burung, walaupun sentuhan sayang yang dibelai mengalahkan tetesan embun dan  walaupun buah tangan yang diberi adalah rangkaian melati bersanggul jelita. Semuanya tanpa pernikahan adalah semi palsu bahkan tipu daya.
Mengapa? karena orang yang paling mengetahui hakikat pembuktian cinta mengatakan bukti cinta adalah menikah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
لم ير للمتحا بين مثل النكاح

“Tidak diketahui [yang lebih bermanfaat] bagi dua orang yang saling mencinta semisal pernikahan”. (HR. Ibnu Majah no. 1847, Al-Hakim 2/160, Al-Baihaqi 7/78 dishahihkan oleh Al-Albani dalam As- silsilah As-shahihah no. 624)

Ulama pakar hati Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu berkata, “Sungguh para dokter dan yang lainnya bersepakat dalam pandangan orang-orang yang berakal mengenai pengobatan, bahwa obat dari penyakit ini [mabuk cinta] adalah bertemunya dua ruh dan menempelnya dua badan [yaitu menikah]”.(Raudhatul Muhibbin hal. 212, Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, 1403 H, Asy-Syamilah).

Sekali lagi, pembuktian cinta hanya dengan menikah!
 
Cinta prematur dan cinta lelehan lilin
Sebagian manusia terpedaya dengan cinta prematur, cinta yang belum takdir waktunya untuk diturunkan dari langit. Akan tetapi nafsu merenggut dan menarik paksa sehingga ia turun tertatih, cinta seadanya yang dipaksakan bertahan hidup. Atau mungkin akan lenyap dalam beberapa saat karena ia lahir sebelum garis batas waktunya yaitu pernikahan.
Cinta yang diumbar adalah cinta seumur hidup, padahal ikatannya masih belum mempuyai simpul dan tidak jelas. Cinta yang dikira tulus kepada diri dan jiwanya padahal ia hanya cinta kepada kecantikan rupa, hanya cinta pada harta dan kedudukan. Ketika kecantikan bersaing kuat berlomba dengan usia, maka kecantikan perlahan menyerah. Ketika hilang kecantikan, hilanglah cinta, kemana lagi rayuan yang dulu, kemana lagi buah tangan yang dulu, kemana lagi roman picisan. Apakah telah meleleh lebih cepat dari lelehan lilin yang membakar lenyap diri sendiri?
Mereka mengatakan cinta seumur hidup?  Walupun benar,  Jika umur telah menjadi perkara malaikat maut, maka usailah cinta, hanya sekedar menjadi sejarah di dunia yang sebentar lagi dilupakan oleh orang-orang karena episode generasi selanjutnya sudah menunggu. Karena semua yang ada di dunia ini adalah akan sirna, termasuk cinta yang hanya mentok dengan cita-cita ujung dunia saja. Allah Azza wa Jalla berfirman,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa”. (QS. Ar-Rahman: 26)

Dan bisa jadi jika orang yang saling mencintai di dunia tanpa landasan cinta Allah akan menjadi saling bermusuhan di akhirat, Allah Azza wa Jalla berfirman,
 
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa” (QS. Az Zukhruf: 67).

Duhai para wanita dan insan yang mencari cinta, apakah ini cinta yang engkau cari? Cinta yang berumur sehari saja? Atau berumur semalam di malam Valentine?

Penulis: dr. Raehanul Bahraen

Copas dari Artikel Muslim.Or.Id  

Do'a Agar Tidak Terjerumus Dalam Zina

Ada satu doa yang berisi meminta perlindungan pada Allah dari anggota badan yang cenderung dengan anggota badan ini akan terjadi perzinaan atau perselingkuhan. Berikut haditsnya.
Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi ﷺ lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi ﷺ mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
“Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi”
(artinya : Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Yang dimaksud dengan lafazh terakhir, berlindung pada kejelekan mani. Maksudnya berlindung pada kenakalan kemaluan. Demikian diutarakan dalam Syarh Al-Gharib.
Yang disebutkan dalam do’a di atas adalah dengan mani, yang maksudnya merujuk pada kenakalan kemaluan. Doa itu berarti meminta perlindungan pada Allah agar tidak terjerumus dalam zina atau terjerumus pula dalam perantara-perantara menuju zina seperti mulai dari memandang, menyentuh, mencium, berjalan, dan niatan untuk berzina dan semisal itu.

Muhammad Abduh Tuasikal | @RumayshoCom
Selengkapnya di rumaysho.com

Druksmald Gultanna

Final Fantasy Tactics - The War of The Lions (ファイナルファンタジータクティクス 獅子戦争 Fainaru Fantajī Takutikusu Shishi Sensō). The ruler of Zeltennia. Druksmald Gultanna (ダクスマルダ・ゴルターナ - Dakusumaruda Gorutāna - Age 58), like Duke Larg, is descended from the line of King Denamda II, the monarch responsible for the Fifty Year's War. His standard is the Black Lion -one head of the royal family's twin- headed lion crest. He served as a general in the Fifty Year's War and now controls the order of the Southern Sky -one great knightly of Ivalice.

—Chronicle Personae section, Final Fantasy Tactics - The War of The Lions (c) 1997, 2007 Square Enix Co., Ltd.

Do’a-do’a (14)

Ibn Umar r.a. berkata : Ada diantara do’a Rasulullah s.aw. : Allahumma inni a’udzu bika min zawali ni’matika wa tahawwuli afiyatika wafaj’atiniqmatika wa jami’i sakhotika. (Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari hilangnya ni’mat-Mu dan berubahnya kesejahteraan-Mu dan mendadaknya pembalasan-Mu dan berbagai macam murka-Mu). (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 370-371.

Ayame

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Ayame (Chikyou Star), sebagai anggota rahasia ' Kage '(atau Gelap Angin) organisasi Ninja, sedang mengejar Watari untuk membunuhnya karena keputusannya untuk tidak taat dan meninggalkan grup. Dia bertemu dengan dia di Cavern Utara , tetapi tidak mampu mengalahkan dia dalam duel. Enggan, dia setuju untuk membantu dia untuk sisa perang. Namun, setelah perang, ia meninggalkan untuk mengejar dia lagi. (sumber : Suikosource dan Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate karya Aki Shimizu, Kadokawa Corporation, Tokyo Japan 2002).

Jumat, 12 Februari 2016

Kenapa Harus Ujub

Kenapa musti Ujub? Bukankah ujub juga menggugurkan amalan sebagaimana riyaa'..??
Rasulullah ﷺ bersabda : "Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri". (HR. at-Thobroni dalam Al-Awshoth no 5452 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam as-shahihah no 1802).

Sebelum kita terlena dengan ujub yang menggerogoti hati kita maka hendaknya kita renungkan tentang diri kita. Kenapa kita ujub..??

Maka hendaknya renungkanlah perkara-perkara berikut ini :
▶ Pertama : Sudah yakinkah amalan-amalan kita tersebut dibangun di atas keikhlasan kepada Allah??
Ikhlas merupakan perkara yang sangat mulia, yang menjadikan pelakunya menjadi sangat tinggi dan mulia di sisi Allah. Orang yang ikhlas hatinya hanya sibuk mengaharapkan keridhoan Allah, yg paling penting baginya adalah penilaian Allah terhadap amalannya.
▶ Kedua : Bukankah banyak hal yang bisa menggugurkan amalan-amalan kita tersebut??
Riyaa' –meskipun sekecil apapun- merupakan penggugur amal. Demikian juga sikap al-mann (yaitu mengungkit-ngungkitnya) berbuat kebaikan juga membatalkan amalan.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu. Dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). (QS. Al-Baqoroh (2) : 264).
▶ Ketiga : Bukankah penilaian Allah yang paling utama adalah tentang hati dan keimanan seseorang?, bukan hanya sekedar amalan yang dzohir?
▶ Keempat : Betapa banyak dosa yang kita lakukan tanpa kita sadari, dan betapa banyak dosa yang kita lakukan dan kita sadari namun kita lupa??

Jika perkaranya demikian, maka apakah yang bisa kita banggakan untuk bisa ujub di hadapan Allah dan merasa lebih baik dari orang lain…??
So... udah gak perlu bangga dengan amalan yang telah kita lakukan..,
Gak usah juga bangga dengan keberhasilan dakwah kita...
Bukankah ujub juga merupakan salah satu bentuk syirik kecil sebagaimana riya'…??
Ingat.. 3 perkara 'Yang menbinasakan'.

Sumber tulisan : Ust. Firanda Andirja, MA (@Firanda_Andirja).

Ummat Terbaik itu ....

Allah ta'ala berfirman :
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُونَ
"Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik". (QS. Ali 'Imran (3) : 110).
Kita adalah ummat terbaik, begitu yang Allah ta'ala sampaikan dalam Al-Qur'an. Namun pertanyaannya mengapa kita tidak kunjung menjadi terbaik dibandingkan dengan ummat yang lain? Jawabannya ada di dalam ayat yang sama, karena kita kurang :
  1. Memerintahkan pada kebaikan.
  2. Mencegah dari keburukan.
  3. Beriman kepada Allah.
-------------------- 
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979, halaman 94.  

Hijab Alila.

Kamis, 11 Februari 2016

Salah Satu Kesombongan Yahudi

Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 80 , Allah ta'ala berfirman-Nya :

وَقَالُوا۟ لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّآ أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ اللَّـهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّـهُ عَهْدَهُۥٓ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّـهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Dan mereka berkata, "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali beberapa hari saja". Katakanlah; "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" (80).

Asbabun Nuzul
Dalam suatu riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما dikemukakan, bahwa di waktu Rasulullah ﷺ sampai ke Madinah, kaum yahudi berkata : "Umur dunia ini tujuh ribu tahun. Manusia disiksa tiap seribu tahun dari hari dunia ini sehari di yaumilakhir, sehingga jumlahnya hanya tujuh hari saja, dan setelah itu putuslah siksaan itu. Maka Allah turunkan ayat ini (QS. 2 : 80) sebagai bantahan dan peringatan kepada orang-orang yang menganggap dirinya lebih tahu dari Allah ta'ala. (HR. ath-Thabarani).
Dalam riwayat lain dari 'Ikrimah رَضِيَ اللََّهُ عَنْه dan Ibnu Abbas رضي الله عنهما dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (QS. 2 : 80) sehubungan dengan ucapan kaum yahudi yang berkata : "Kita tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari saja, selama kita menyembah sapi, yaitu empat puluh hari, sesuai dengan sumpah kita. Dan apabila telah habis empat puluh hari, putuslah siksaan terhadap kita". (HR. Ibnu Jarir dan adl-Dlahhak).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 80. Sekarang disingkapkan lagi salah satu kesombongan mereka; "Dan mereka berkata, "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali beberapa hari saja". ...". Mereka merasa demikian istimewa disisi Tuhan. Kalau mereka dimasukkan ke neraka esok, hanya sebentar saja. Kata yang setengah kalau dimasukkan ke neraka orang Bani Israil, hanya selama empat puluh hari, yaitu selama mereka menyembah berhala anak sapi, ketika ditinggalkan oleh nabi Musa empat puluh hari. Menurut kepercayaan orang yahudi umur dunia ini adalah 7.000 tahun. Maka mana yang berdosa diantara mereka akan diazab dalam neraka sehari dalam seribu tahun. Menjadi hanya tujuh hari saja mereka di neraka, kemudian dikeluarkan dan dipindahkan ke syurga. "... Katakanlah; "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ...". Kalau janji itu memang ada cobalah tunjukkan bukti fasal mana dalam Tauratmu ada tertulis. "..., ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?". Perkataaan yang mereka karang-karangkan itu menyebabkan agama diperingan-ringan oleh pengikut mereka.
---------------
Bibliography :
Tafsir Al-Azhar Juzu' 1, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), diterbitkan oleh Yayasan Nurul Islam, cetakan ke-empat 1981, halaman 309 - 310. 
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 27 - 28.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 21.

Lelaki Pathetic

Saya pernah ditanya "Apa yang mendorong mas menikah 22 tahun?"
Saya jawab; "Alasan utamanya, saya nggak mau maksiat"
"Terus gimana kalo nikah terus nanti susah?"
"Susah setelah nikah dinikmati berdua, belum nikah susah ditanggung sendiri"
"Persiapan apa sebelum menikah?"
"Bisa yakinin bapaknya dan bapakmu, kalo kamu lelaki bertanggung jawab kayak mereka"
"Persiapan harta gimana? kan nikah perlu biaya"
"Itu mitos dan pilihan hidup, saya nikah modal 1.5 juta kok, semua tentang negosiasi"
"Aku belum dapet pasangan yang cocok"
"Bisa jadi kamu cari di tempat yang salah, atau barangkali kamu yang belum nyocokin diri?"
"Nggak takut miskin nikah muda?"
"Allah kasih makan 6.5 milyar manusia dan ratusan milyar lambung hewan masbro! tawakal masbro"
"Saya masih sekolah, belum siap nikah mas"
"That's ok, yang penting jangan maksiat aja.. pahalanya sama insyaAllah"
Lelaki pathetic itu ialah sudah siap nikah tapi menunda, atau belum siap nikah tapi membina hubungan.

(Ustadz Felix Siauw, 7 Januari 2014).