"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 08 Februari 2016

"Urus Aja Dirimu Sendiri"

Sebagian pelaku maksiat ketika diingatkan dan diberi nasehat ia marah dan berkata; "Urus aja dirimu sendiri, ngapain sih ngurusin orang lain".
Ucapan yang menunjukkan kesombongan, lebih rela diatur oleh hawa nafsu dan syahwatnya, daripada diatur oleh pemberi rezekinya.
Disebutkan dalam hadits;

إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل
للرجل : اتق الله ، فيقول
 عليك نفسك
Sesungguhnya ucapan yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang ketika dikatakan kepadanya; "Bertaqwalah kamu kepada Allah". Ia menjawab; "Urusi saja dirimu sendiri". (HR. An-Nasai, dalam amalul yaum walailah, hadits ini walaupun mauquf, namun dihukumi marfu').

Memang, jiwa ketika telah asyik dengan maksiat ia sulit menerima nasehat..

Abu Yahya Badru Salam 

Ayat Yang Bisa Membuatmu Menangis

Ayat ini jika terus direnungkan pasti akan membuat seseorang meneteskan air mata. Kalau keadaan hati seseorang masih lembut, maka ia akan mudah menangis karena merenung akan dosa dan kesalahan yang ia perbuat.
Coba renungkan baik-baik,
 
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.” (QS. Al Kahfi : 49).

Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 310) disebutkan,

وَوُضِعَ الكتاب } كتاب كل امرىء في يمينه من المؤمنين ، وفي شماله من الكافرين { فَتَرَى المجرمين } الكافرين { مُشْفِقِينَ } خائفين { مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ } عند معاينتهم ما فيه من السيئات { يَا } للتنبيه { ويْلَتَنَا } هلكتنا وهو مصدر لا فعل له من لفظه { مَالِ هذا الكتاب لاَ يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلاَ كَبِيرَةً } من ذنوبنا { إِلاَّ أَحْصَاهَا } عدّها وأثبتها؟ تعجبوا منه في ذلك { وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرًا } مثبتاً في كتابهم { وَلاَ يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا } لا يعاقبه بغير جرم ولا ينقص من ثواب مؤمن
“Diletakkan kitab setiap orang beriman di sisi kanannya dan orang kafir di sisi kirinya. Orang-orang kafir akhirnya melihat dan merasa ketakutan terhadap apa yang tertulis dalam kitab catatan amal tersebut. Ketika mereka melihat dosa-dosa mereka, mereka berkata, “Celakalah kami.” Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan catatan dosa yang kecil maupun yang besar, semuanya benar-benar tercatat? Mereka pun dapati bahwa semuanya tercatat dalam kitab tersebut. Allah tidak memberi hukuman kepada mereka yang penuh dosa secara zalim. Untuk orang-orang beriman pun tak mungkin dikurangi pahala mereka.”
 
Imam Asy Syaukani berkata dalam kitab tafsirnya Fathul Qadir (3: 404),
 
أي شيء له لا يترك معصية صغيرة ولا معصية كبيرة إلا حواها وضبطها وأثبتها
“Tidak ditinggalkan maksiat kecil maupun besar melainkan tercatat dalam kitab catatan amal tersebut.”

Hati yang lembut akan terenyuh karena merasa penuh kekurangan. Itulah sifat orang beriman sebagaimana disebutkan dalam ayat,
 
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfaal: 2).

Semoga dengan merenungkan ayat di atas kita semakin mudah menjauhi maksiat. Karena ingatlah semuanya akan tercatat.

Channel Telegram @RumayshoCom 

Minggu, 07 Februari 2016

Someday in Carelia

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Di luar kota Carelia, kota jajahan Harmonia yang terletak di perbatasan Grassland dan Harmonia. Kota yang menjadi pusat militer dan perdagangan. Geddoe dan kawan-kawan melihat pergerakan pasukan Harmonia menuju Grassland. Dan mereka mencoba menyelidiki lebih lanjut dengan memasuki kota Carelia. Keadaan begitu berbahaya bagi mereka, lalu mereka mencoba menyamar dengan merubah dandanan mereka.
Mereka telah memasuki Carelia dan segera memulai penyelidikan di pasar dan bar. Tanpa sengaja mereka bertemu Unit 14, seperti biasa mereka penuh persaingan tiap kali bertemu. Duke selaku ketua ketua Unit 14 menceritakan kepada Geddoe bahwa pasukan perbatasan Harmonia tengah bergerak memburu pembawa api yang bersembunyi di Grassland atas perintah Jendral Sasarai dan Jendral Albert. Ide pergerakan perang dilontarkan oleh Jendral Bertopeng (Luc). Dan mereka tengah menuju Carelia.
Setelah mendengar penjelasan Duke. Geddoe memutuskan untuk pergi ke barat laut Carelia, desa pengendara serangga, Le Buque. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 3, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Kehebatan Tawakkal Rasulullah

Almanhaj. Tawakal adalah akhlak agung yang sangat dibutuhkan seorang hamba dalam menjalankan setiap urusannya, baik urusan agama atau urusan duniawi. Meskipun ia telah dianugerahi kekuatan, kemampuan dan tenaga, akan tetapi sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan bila ia tidak memperoleh taufik dan pertolongan Allah Azza wa Jalla .

Allah Azza wa Jalla memerintahkan bertawakal dalam firman-Nya :
وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan bertawakkallah kamu kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman [al-Mâidah/5:23]

Allah Azza wa Jalla juga mengabarkan kecintaan-Nya kepada mutawakkilîn (kaum yang bertawakal) dalam firman-Nya :
 
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal [Ali ‘Imrân/3:159]

Tawakal merupakan bentuk ketergantungan dan kepercayaan yang kuat seorang Muslim kepada Allah Azza wa Jalla bahwa Dia Azza wa Jalla akan memberikan pertolongan dan keselamatan. Orang yang berada dalam kondisi demikian, akan dibantu dan ditolong di saat yang sangat genting dan nyaris tidak ada harapan hidup sekalipun.
Perhatikan kisah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Di perang Hunain, perang yang terjadi pasca Fathu Makkah (penaklukan kota Mekah), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap gigih di medan laga, saat kebanyakan orang yang bersama beliau kocar-kacir oleh sergapan panah musuh.
Dalam Shahîhain, Barâ bin ‘Azib Radhiyallahu anhu menyebutkan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepadanya,” Wahai Abu ‘Amarah, apakah kalian melarikan diri di perang Hunain? Jawabnya: (Ya), akan tetapi Rasulullâh tidak. Suku Hawâzin kaum ahli panah. Ketika menghadapi mereka, kami berhasil memukul mundur mereka. Orang-orang pun berpaling menuju harta rampasan perang. Ternyata, mereka (suku Hawâzin), dengan tiba-tiba menghujani kami dengan anak panah sehingga orang-orang (Sahabat) kalah. Aku menyaksikan Rasulullâh dengan Abu Sufyân bin Hârits yang memegang tali kendali keledai putih beliau. Beliau meneriakkan :
أَنَا النَّبِيُّ لاَ كَذِبْ أَنَا ابْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبْ
Aku seorang nabi tidak dusta. Aku putra `Abdul Muththalib [HR al-Bukhâri, Muslim, dan at-Tirmidzi]

Setelah membawakan hadits ini, Imam Ibnu Katsîr rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya: “Ini adalah puncak keberanian yang sempurna. Dalam keadaan perang yang sengit, pasukan beliau yang telah terpukul mundur, hanya dengan menunggangi keledai, hewan yang tidak bisa lari kencang, tidak mampu dipakai bergerak maju mundur untuk menyerang atau melarikan diri, beliau menerobos ke tengah mereka sambil meneriakkan nama beliau. Hal itu, agar orang yang tidak mau mengenal beliau sampai hari Kiamat sudah tahu tentang beliau. Ini semua tiada lain karena kepercayaan dan tawakal beliau kepada Allah Azza wa Jalla dan serta karena beliau yakin bahwa Allah Azza wa Jalla akan menolongnya, menyempurnakan risalahnya dan memenangkan agamanya di atas seluruh agama” [Tafsîr Ibnu Katsîr 2/357].

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Do’a-do’a (11)

Abubakar Assiddiq r.a. berkata : Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku do’a untuk saya baca dalam sholat. Bersabda Nabi s.a.w. : Bacalah : Allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsira (kabira) wala yaghfirudzdzunuba illa anta, faghfirli maghfirotan min indikawarhamni innaka antal ghafururrahim. (Ya Allah sungguh saya telah menganiaya diriku penganiayaan yang banyak (besar) dan tiada yang dapat mengampunkan dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunkanlah aku dengan pengampuanan yang langsung dari pada-Mu, dan kasihanilah aku, sungguh Engkau maha pengampun lagi penyayang. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 369.

Orinus Atkascha

Final Fantasy Tactics - The War of The Lions (ファイナルファンタジータクティクス 獅子戦争 Fainaru Fantajī Takutikusu Shishi Sensō). Orinus Atkascha (オリナス・アトカーシャ - Orinasu Atokāsha) adalah putra ketiga King Ondoria III dan Queen Louveria yang mampu bertahan hidup, usianya baru 1 tahun. Setelah sebelumnya dua kakak Prince Orinus meninggal sesaat setelah dilahirkan. Prince Orinus adalah calon putra mahkota Ivalice. Few among the citizenry retain taith in their current king, who rarely participates in matters of government. Gitting ill health. Most realize that the regent who governs in his place has the true power.

—Chronicle Personae section, Final Fantasy Tactics - The War of The Lions (c) 1997, 2007 Square Enix Co., Ltd.

Sabtu, 06 Februari 2016

Gordon

Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Gordon (Chikou Star) berasal dari Zexen, ia adalah pria ramah tamah yang menjalankan toko pasokan di Iksay Village dan kemudian Kastil Budehuc. Ia seorang aktor yang sangat diakui, tapi berhenti karena alasan yang tidak diketahui. Sejak istrinya menceraikannya dan mengambil hak asuh putri mereka, ia tanpa henti mengejar wanita yang mendatanginya, khususnya Chris Lightfellow. Dia mengambil setiap kesempatan yang dia bisa untuk memintanya menghabiskan waktu bersamanya. Dia juga sangat gemar menghakimi orang lain, dan dia hanya bergaul dengan orang-orang yang menganggapnya "pria". (sumber : Suikosource dan Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate karya Aki Shimizu, Kadokawa Corporation, Tokyo Japan 2002).

Hak Allah Ta'ala atas Do'a

Do'a itu kadang-kadang dikabulkan oleh Allah ta'ala dengan memberikan apa yang kita mohonkan kepada-Nya, kadang-kadang dengan memberikan hal yang serupa dengan apa yang kita mohonkan dan kadang-kadang dengan menolak suatu bencana lain yang bakal tertimpa kepada kita.
Bersabda Rasulullah ﷺ : "Tidak ada seorang muslim di muka bumi ini yang mendo'a memohonkan sesuatu kepada Allah, melainkan Allah mengabulkannya sebagaimana yang dimohonkannya, atau dipalingkan Allah daripadanya sesuatu kecelakaan selama ia tidak mendo'akan sesuatu yang mengundang dosa atau memutuskan silaturahmi". (HR. at-Tirmidzy).

Syarat do'a diterima (disarikan dari QS. 7 : 54 - 56) :
  1. Berdo'a hanya kepada Tuhan pencipta langit dan bumi,
  2. Berdo'a penuh kerendahan diri dengan suara yang lembut,
  3. Jangan menjadi insan yang melampaui batas,
  4. Jangan membuat kerusakan di muka bumi,
  5. Berdo'a dengan penuh rasa takut (seolah-olah do'a tidak terkabul) dan penuh pengharapan,
  6. Tetaplah nerbuat kebajikan sepanjang hayat.
------------------------
Bibliography :
Al-Quraan dan Terjemahannya, Departeman Agama RI, Pelita II/1978/1979, halaman 981.
Pedoman Dzikir dan Do’a, Prof Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit PT. Bulan Bintang Jakarta, cetakan kesepuluh 1987, halaman 371.

Marah karena siapa?

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan, bahwa sekuat kuat tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Demikian seharusnya kita. Semuanya karena Allah. Bukan karena kepentingan pribadi. Atau kepentingan orang lain. Atau karena mengagumi seseorang.
Terkadang..
Seseorang mengagumi seorang ustadz. Atau kiyai atau ajengan. Lalu ia marah karena ustadznya. Ia benci kepada orang yang tidak disukai ustadznya. Sampai ada yang berkata; "Saya dikeluarkan dari grup". Hanya karena tidak mengikuti keinginan ustadz fulan.
Ingatlah..
Seseorang tidak akan ditanya mengapa menyelisihi ustadz. Tapi akan ditanya mengapa menyelisihi Rosul. Sedangkan ustadz bukan nabi bukan rosul. Jangan sampai kekaguman kita pada seseorang, membuat kita cinta dan benci karenanya. Tetapi hendaknya cinta dan benci kita karena Allah..

Abu Yahya Badru Salam

Jumat, 05 Februari 2016

Sedang berada di Madinah ?

Kalau sahabat dan kawan kawan sekalian sedang berada di Madinah dan bertepatan dengan hari Senin dan Kamis, silakan bergabung dengan kami untuk menyantap hidangan berbuka puasa, di hamparan indah karpet Masjid Nabawi
Tersedia hidangan takjil berupa kurma dan minuman hangat berupa teh dan kopi, tak lupa pula segelas air zam zam.
Jika sedang tidak berpuasa, kawan kawan juga bisa mampir, bercerita banyak hal tentang tanah air untuk mengobati rindu kami terhadap bumi pertiwi.
Tak perlu sungkan, terbuka untuk siapa saja.
Secangkir teh hangat dan kopi khas arab juga tersedia untuk menemani hangatnya perbincangan kawan kawan setelah sholat maghrib.
Semuanya disediakan secara sukarela oleh para mahasiswa untuk kawan kawan semua.
Sekali lagi, singgahlah untuk mengingat bahwa di kota Nabi ini ada anak anak bangsa yang sedang menuntut ilmu juga sebagai pengingat bahwa kita pernah berjumpa teriring doa agar kita semua berjumpa di surga Allah nantinya.
Sekian dan terima kasih.

*NB:
1. Tersedia setiap hari Senin dan Kamis sebelum maghrib.
2. Denah lokasi ada di gambar.

PPMI Madinah

Menjemput Rizki

Sahabat, mudah-mudahan kita tidak ragu sedikitpun terhadap rizki yang sudah Allah janjikan untuk kita. Karena kita diciptakan sudah lengkap dengan rizkinya, dan tidak pernah meleset.
Dan apapun yang tidak ditetapkan Allah untuk kita, pasti tidak akan pernah bertemu. Kita diciptakan oleh Allah ketika dirahim umur 4 bulan. Kita sudah ditetapkan rizki, ajal, nikmat dan musibah yang akan menimpa dan amal-amal kita.
Kami tidak disuruh mencari rizki, tapi kami disuruh menjemput rizki. Karena kalau dicari, belum tentu ada, antara ada dan tiada. Tapi kalau menjemput sudah pasti ada, walaupun belum tentu bertemu dikarenakan kurang sungguh-sungguh atau kurang terampil.

Rizki secara umum dibagi 3 :
  1. Rizki yang dijamin. "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat menyimpannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Huud : 6).
  2. Rizki yang digantungkan. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka." (QS. Ar-Raad : 11).
  3. Rizki yang dijanjikan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7).
Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada. Jangan pernah takut oleh rizki yang belum ada, tapi takutlah belum mensyukuri rizki yang sudah ada.

Syarat syukur :
  1. Hati yakin tidak ada pemberi karunia selain Allah, bukan perusahaan yang menjamin kita, gaji, orang tua, gelar atau ketrampilan, tetapi hanya dari Allah.
  2. Afdholu do'a "Alhamdulillah", orang yang ahli bersyukur selalu memuji Allah dalam setiap kejadian.
  3. Orang yang ahli syukur selalu berterimakasih kepada orang yang menjadi jalan rizki.
  4. Gunakan nikmat untuk mendekat ke Allah, Punya kening gunakan untuk banyak bersujud, punya mata gunakan untuk banyak membaca al-Qur'an, punya mulut gunakan untuk banyak dzikir, punya uang gunakan untuk banyak menolong orang.
Semoga bermanfa'at.
-------------
Abdullah Gymnastiar, Buletin Jum'at Sakinah, Edisi 474/ th VI/ Desember 2014 M/ Shafar 1436 H.