"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Sabtu, 04 November 2017

Bid'ah Yang Nyata

Syaikh Ibnu Baz رحمه الله pernah ditanya, “Apa hukum adzan dan iqomah di kuburan?”
Beliau menjawab. “Tidak diragukan lagi bahwa hal itu termasuk bid’ah”.

Dr. Abdullah Al-Syurikah, Imam dan Khatib Masjid Ad-Duwailah, Kuwait. (Twitter : @dr_alshoreka) - Twit Ulama 

Jumat, 03 November 2017

Shirath

Di dalam buku “Ihya’ Ulumiddin” karya Imam al-Ghazali pada halaman 411 menuturkan bahwa shirath (titian) yaitu jembatan yang memanjang di atas neraka jahanam, lebih halus daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang. Berfirman Allah ta’ala yang artinya : “Maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka ! Dan suruhlah mereka berhenti (berdiri), karena sesungguhnya mereka akan ditanyai”. (QS ash-Shaffaat (37) : 23 – 24).
Titian itu adalah suatu yang mungkin, maka wajiblah membenarkannya. Karena yang kuasa menerbangkan burung di udara, niscaya kuasa pula menjalankan manusia di atas titian itu.
-------------------------------------------
Ihya’ Ulumiddin Jilid 1, Imam al-Ghazali, Penerbit C.V. Faizan Jakarta, cetakan kesembilan 1986.

Bersama Keluarga Yang Dicinta

Semangatlah untuk memperbaiki dirimu dan memperbaiki keluargamu, karena keluarga yang baik akan berkumpul denganmu di dalam surga.

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka” (QS. ath-Thur : 21)

Dr. Shalih al-Syamrani, Dosen Fiqih di Universitas Ummul Qura, Saudi Arabia. (Twitter : @d_alshamrani) - Twit Ulama 

Kamis, 02 November 2017

Orang Miskin

Definisi orang miskin : orang yang merasa tidak cukup atas rezeki yang telah diperolehnya.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama

Sebuah Kisah Tentang Sedekah

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Ada seorang berkata : Saya akan bersedekah, maka ketika ia keluar membawa sedekah, tiba-tiba diletakkan di tangan pencuri, hingga pagi-pagi orang berbicara, bersedekah pada pencuri. Maka ia berdo’a : Allahumma lakal hamdu (Ya Allah bagi-Mu segala puja dan puji). Saya akan bersedekah maka keluar membawa sedekahnya, tiba-tiba jatuh di tangan pelacur, hingga pagi-pagi orang berbicara bersedekah pada pelacur. Maka ia berdo’a : Allahumma lakalhamdu alazaniyah. Saya akan bersedekah, maka keluar membawa sedekahnya, tiba-tiba jatuh di tangan orang kaya, hingga pagi-pagi orang berbicara : Sedekah pada orang kaya. Maka ia berdo’a : Allahumma lakalhamdu ala sariqi wa ala zaniyah wa ala ghoniyi. Kemudian diberitahu kepadanya : Adapun sedekahmu pada pencuri, maka mungkin pencuri itu berhenti tidak akan mencuri lagi adapun sedekah pada pelacur, maka mungkin ia tidak melacurkan diri. Adapun sikaya, maka mungkin ia sadar hingga ia juga bersedekah dari rizqi pemberian Allah kepadanya. (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 635-636.

Rabu, 01 November 2017

Permohonan Penduduk Neraka

Orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam :
ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ
“Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari” (QS. Al-Mu’min : 49).

Faedah ayat :
1. Penduduk Neraka meminta tolong kepada penjaga Neraka untuk meminta permohonan kepada Allah. Mereka tidak meminta langsung kepada Allah dikarenakan Allah sudah sangat murka kepada mereka, Allah tidak mengabulkan permintaan mereka, tidak mendengarkan doa mereka. Allah berfirman,
    
اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
“Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan Aku“ (QS. Al-Mu’minun : 108).
    
2. Dalam ayat ini, Penduduk Neraka meminta kepada penjaga Neraka dengan perkataan “Tuhanmu“. Mereka sudah sangat malu, sangat hina terhadap diri mereka sendiri, sehingga mereka bahkan tidak sanggup untuk mengatakan “Tuhan kami”. Allah berfirman,
   وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ
“Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu” (QS. Asy-Syura : 45).
3. Penduduk neraka juga sudah putus asa dan putus harapan dengan nasib mereka di Neraka. Mereka tidak meminta, “angkatlah adzab kami meski hanya sehari saja“, namun yang mereka minta “hanya” lah keringanan adzab.Namun, apakah adzab mereka diringankan oleh Allah?
    
قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ
“Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu”. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka” (QS. Al-Mu’min : 50).

Semoga Allah menjauhkan kita dari pedihnya adzab Neraka.

Disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Juz Amma Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah

Penulis: Boris Tanesia
--------------------------------------------
Sumber Artikel Muslim.or.id  

Keajaiban Sedekah

Sedekah memiliki efek yang ajaib yaitu mengangkat musibah,menghindarkan dari penyakit ‘ain dan keburukan para pendengki. Kalaulah tidak ada dalil tegtang itu selain pengalaman orang-orang terdahulu dan sekarang,maka cukuplah (menunjukkan besarnya manfaat sedekah -ed) Ibnul Qayyim رحمه الله.

Dr. Abdul ‘Aziz alu Abdul Latif, dosen Jurusan Aqidah Universitas Al-Imam, anggota lembaga editorial dan pusat penelitian dan studi Majalah al Bayan. (Twitter : @dralabdullatif) - Twit Ulama 

Selasa, 31 Oktober 2017

Konfirmasi Terlebih Dahulu

Jika Anda mendengar informasi yang baru, jangan buru-buru mengingkarinya. Tapi, cobalah untuk segera cek dan ricek.
Kalau berita itu benar, maka Anda mendapatkan satu informasi. Kalau berita itu salah, maka Anda juga mendapatkan informasi bahwa berita itu keliru.

‘Aly Al-'Imroon merupakan pengajar dalam bidang syari'ah, hadits, dan adab di Universitas Ummul Qura (Twitter : @a_alemran) - Twit Ulama 

Boleh Membunuh Cecak

Umm Syarik r.a. berkata : Bahwa Rasulullah s.a.w. telah menyuruh kepadanya membunuh cecak, dan bersabda : Dahulu ia telah meniupkan api atas Nabi Ibrahim a.s. (HR. Buchary dan Muslim).

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Siapa yang membunuh cecak (Tekik) pada pukulan pertama, maka mendapat sekian pahalanya, dan membunuh dalam pukulan yang kedua maka mendapat sekian pahalanya, kurang dari yang pertama, dan siapa yang membunuh cecak dalam pukulan ketiga, maka mendapat sekian pahalanya. Dan dalam lain riwayat : Siapa yang membunuh cecak dalam pukulan pertama mendapat seratus hasanat, dan dalam kedua kurang dari itu, dan ketiga kurang dari itu
. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 634-635.

Senin, 30 Oktober 2017

Jangan Kau Menyelisihi

Siapa yang menyelisihi akidah Ahlu Sunnah, maka dia bakal: (1) Menyelisihi dalil-dalil Naql (Quran dan Sunnah) dan dalil akal, (2) Akan menjadi saling bertolak belakang antara apa yang dia tetapkan dan apa yang dia nafikan. (Syaikh Ibnu Baz رحمه الله)

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama 

Minggu, 29 Oktober 2017

Menyikapi Nadzar

‘Aisyah r.a. berkata : Bersabda Nabi : Siapa yang nadzar akan berbuat baik karena Allah hendaknya diteruskan, dan siapa yang nadzar akan berbuat ma’siat maka jangan diteruskan (jangan berbutan ma’siat). (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 634.