"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 16 Juni 2014

BAGI ORANG YANG MINTA IZIN JIKA DITANYA “SIAPA KAU?” HARUS MENYEBUT NAMANYA (4)

Jabir r.a. berkata : Saya datang ke rumah Nabi s.a.w. maka saya mengetuk pintu. Dan ditanya : Siapa itu? Jawabku : Saya. Rasulullah s.a.w. dengan lagak tidak suka berkata : Saya, saya. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 50.

Minggu, 15 Juni 2014

MASYARAKAT ARAB KETIKA NABI WAFAT

Sementara penduduk Medinah berselisih pendapat tetapi kemudian sepakat dalam memberikan ikrar kepada Abu Bakr, berita kematian Nabi dengan cepat sekali menyebar dibawa orang kepada kabilah-kabilah. Tak ada suatu berita di kawasan Arab yang begitu cepat tersebar seperti berita ketika Rasulullah wafat. Begitu berita itu sampai pada mereka, dari segenap penjuru mereka sudah memasang telinga dengan penuh perhatian. Mereka ingin melepaskan diri dari kekuasaan Medinah dan kembali kepada keadaan sebelum datangnya kerasulan Muhammad dan tersebarnya Islam ke tengah-tengah mereka. Oleh karena itu orang-orang Arab pada setiap kabilah jadi murtad, dan timbul pula sifat-sifat munafik. Dalam pada itu, orang-orang Yahudi dan Nasrani pun sudah pula mengintai. Lawan Islam jadi semakin banyak. Dengan tak adanya Nabi, mereka sudah seperti sekumpulan kambing pada malam musim hujan.

Perbedaan Pendapat Muhajirin dengan Ansar di Medinah
Kita sudah melihat betapa perselisihan itu timbul di Medinah antara kaum Muhajirin dengan kaum Ansar mengenai penggantian Rasulullah. Kalau tidak karena tindakan Abu Bakr dan Umar yang sangat bijaksana, serta kehendak Allah memberikan pertolongan. perselisihan demikian itu tidak akan dapat diselesaikan dan berakhir dengan memuaskan.

Penduduk Mekah Bersiap-siap Murtad
Apa yang telah terjadi di Medinah sebenarnya tidak seberapa dibandingkan dengan kejadian-kejadian di tempat-tempat lain. Penduduk Mekah sendiri malah sudah bersiap-siap mau murtad meninggalkan Islam.
Attab bin Asid, kuasa Rasulullah di Mekah sampai merasa khawatir dan menjauhi mereka. Kalau tidak karena kemudian tampil Suhail bin Amr di tengah-tengah mereka dengan mengatakan —setelah menerangkan tentang kematian Nabi— bahwa “Islam sekarang sudah bertambah kuat, dan barang siapa masih menyangsikan kami, akan kami penggal lehernya,” niscaya mereka masih akan maju-mundur. Tetapi di samping ancamannya itu Suhail masih memberikan harapan, yang ternyata besar juga pengaruhnya. Ia menambahkan: “Ya, sungguh, Allah pasti menyempurnakan karunia-Nya kepada kamu sekalian, seperti kata Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam.”
Ternyata kata-kata itu lebih besar pengaruhnya dalam hati mereka daripada ancaman. Itu jugalah yang membuat mereka surut dari maksud hendak membangkang. Baik penduduk Medinah maupun penduduk Mekah dari kalangan Kuraisy, setelah melihat kenyataan ini akhirnya mereka menerima Abu Bakr. Hadits Rasulullah yang telah diingatkan oleh Suhail membuat mereka puas. Mereka kembali kepada Islam dan menaati ajaran-ajarannya.

Sikap Saqif di Ta‘if
Demikian juga pihak Saqif di Ta’if mereka bersiap-siap mau murtad. Usman bin Abi al-As, kuasa Nabi di sana berkata kepada mereka “Saudara-saudara dari Saqif, kamu adalah orang-orang yang terakhir masuk Islam, janganlah menjadi yang pertama murtad!” Mereka teringat pada sikap Nabi terhadap mereka sesudah pcrang Hunain dan teringat juga adanya ikatan keturunan dan keluarga antara mereka dengan pihak Mekah, maka mereka pun kembali kepada Islam Mungkin kedudukan Abu Bakr sebagai khalifah dan dukungan penduduk Mekah kepadanya memberi pengaruh juga kepada masyarakat Saqif, sama dengan yang di Mekah.

Kabilah-kabilah yang Lain
Juga kabilah-kabilah yang tinggal di antara Mekah, Medinah dan Ta’if keislamannya sudah mantap, Mereka ini terdiri dari kabilah-kabilah Muzainah, Gifar, Juhainah, Bali, Asyja’, Aslam dan Khuza’ah. Sedang kabilah-kabilah lain masih belum menentu. Di antara mereka, yang baru masuk Islam, ada yang murtad, ada yang karena ajaran Islam belum meresap ke dalam hati mereka, dan ada pula yang karena memang keyakinannya yang sudah kacau. Di samping itu, yang terbaik diantara mereka ada yang tetap berpegang pada Islam namun tidak menyukai adanya kekuasaan Medinah, baik oleh kalangan Muhajirin atau Ansar. Mereka itulah yang menganggap zakat itu sebagai pajak yang dibebankan Medinah kepada mereka. Jiwa mereka yang mau bebas dari segala kekuasaan menentang. Sejak masuk Islam mereka mau melaksanakan kewajiban itu hanya kepada Rasulullah yang sudah menerima wahyu, dan yang menjadi pilihan Allah sebagai Nabi di antara hamba-Nya. Tetapi karena Nabi sudah berpulang ke rahmatullah, maka tak ada dari penduduk Medinah yang patut dimuliakan. Selain Nabi, mereka tidak berhak memungut zakat.
Kabilah-kabilah yang merasa keberatan menunaikan zakat ialah mereka yang tidak jauh dari Medinah, terdiri dari kabilah Abs dan Dubyan serta kabilah-kabilah lain yang bergabung dengan mereka, yakni Banu Kinanah, Gatafan dan Fazarah. Mereka yang tinggal jauh dari Medinah lebih gigih lagi menentang. Sebagian besar mereka mengikuti orang-orang yang mendakwakan diri nabi, seperti Tulaihah di kalangan Banu Asad, Sajah dan Banu Tamim, Musailimah di Yamamah dan Zut-taj Laqit bin Malik di Oman, di samping sejumlah besar pengikut-pengikut Aswad al-Ansi di Yaman. Mereka menjadi pengikutnya hanya sampai waktu orang itu sudah mati. Sesudah itu mereka masih bersikeras dengan mengobarkan fitnah dan pembangkangan hingga berakhirnya perang Riddah.*)

Catatan :
*) Riddah, harfiah kembali surut, dalam istilah kemurtadan, yakni orang Islam yang murtad, terutama yang enggan menunaikan kewajiban zakat setelah Nabi wafat.
-------------------------
ABU BAKR AS-SIDDIQ, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Keduabelas, Januari 2010, halaman 57 - 59.

SIKAP VITARKAMUDRA

Photo by Alain Compost
Candi Borobudhur. Arca di puncak candi menggambarkan Dhyani Buddha Vairosyana, yaitu Buddha bersila dengan sikap tangan mengajar (ibu jari dan telunjuk bersentuhan dan ketiga jari lain terangkat) atau sikap Vitarkamudra.

MENCEGAH KEJAHATAN-KEJAHATAN AKHLAK (2)

Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Dhalim (aniaya) itu adalah kegelapan-kegelapan di hari kiamat”. Muttafaq ‘alaih.
--------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami',  halaman 544.

BAGI ORANG YANG MINTA IZIN JIKA DITANYA “SIAPA KAU?” HARUS MENYEBUT NAMANYA (3)

Ummi Hani’ r.a. berkata : Saya datang kepada Nabi s.a.w. yang sedang mandi dan ditutupi oleh Fatimah. Maka Nabi bertanya: Siapa itu? Jawabku : Saya Umm Hani’. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 50.

Sabtu, 14 Juni 2014

BAGI ORANG YANG MINTA IZIN JIKA DITANYA “SIAPA KAU?” HARUS MENYEBUT NAMANYA (2)

Abu Dzarr r.a. berkata : Pada suatu malam terang bulan saya keluar, mendadak Rasulullah s.a.w. berjalan, maka ia menoleh dan melihat saya, maka ia bertanya : Siapa itu? Jawab saya : Abu Dzarr. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 50.

MENCEGAH KEJAHATAN-KEJAHATAN AKHLAK (1)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata ; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Hati-hatilah dari sifat hasud, sebab hasud itu sering melenyapkan kebaikan seperti api menghabiskan kayu bakar”. Dikeluarkan oleh Abu Daud, dan Ibnu Majah meriwayatkan pula hadits seperti itu.

Dan padanya r.a., ia berkata Rasulullah saw. bersabda : “Bukanlah yang kuat itu orang yang kuat bergulat tapi yang kuat itu ialah orang yang dapat menguasai nafsunya tatkala marah”. Muttafaq ‘alaih.
--------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami',  halaman 543-544.

Jumat, 13 Juni 2014

Kekhalifahan Pada Masa-masa Kekuasaan Arab

Kaum Muslimin berpikir tentang kekhalifahan itu menurut pandangan Arab murni!. Kebetulan pula Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewasiatkan kekhalifahan itu kepada siapa pun. Perselisihan yang terjadi antara kaum Ansar dengan Muhajirin di Saqifah Banu Sa’idah ketika Rasulullah wafat, serta perselisihan yang agaknya juga terjadi antara Banu Hasyim dengan Muhajirin yang lain sesudah baiat umum, tak ada alasan untuk meragukan. bahwa sebenamnva penduduk Medinah sudah cukup bersungguh-sungguh dalam memikirkan pemilihan Khalifah pertnna itu, dan dasarnya memang tak terdapat, baik dalam Qur’an maupun dalam Sunah. Maka mereka vaktu itu memilih penduduk yang tinggal di Medinah yang di kalangan Muslimin dipandang lebih tepat untuk memegang pimpinan. Andaikata masalah ini samnpai melampaui batas ke luar Medinah, sampat kepada suku-suku Arab di luar kota Medinah tentu soalnya akan jadi lain. Dan pengukuhan Abu Bakr itu adalah suatu hal tiba-tiba yang menguntungkan —memakai kata-kata Umar bin Khattab.
Tradisi yang dipakai dalam memilih Abu Bakr bukan itu pula yang dipakai dalam memilih kedua Khalifah sudah itu —Umar dan Usman. Sebelum meninggal Abu Bakr sudah berwasiat agar memilih Umar bin Khattab. Kemudian pengganti berikutnya oleh Umar di serahkan kepada enam orang yang nama-namanya disebutkan*), agar memilih seorang di antara sesama mereka. Setelah Usman terbunuh serta timbul perselisihan sesudah itu antara Ali dengan Muawiyah, pihak Banu Umayyah melanjutkan kekuasaan itu secara turun-temurun dengan warisan yang diterima anak dari bapak. Kalau demikian sumber peristiwa itu tak ada alasan untuk mengatakan. bahwa dalam menjalankan kekuasaan, dalam Islam sudah ada suatu sistem yang berlaku. Tetapi yang ada ialah ijtihad yangdidasarkan kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat Islam yang berubah-ubah dan didasarkan pada aneka macam bentuk sesuai dengan perubahan situasi.

Sistem Pemerintahan dalam Islam
Sistem yang dijalankan oleh Abu Bakr dalam hal ini menurut pola Arab yang murni. Hubungannya dengan masa Nabi yang masih dekat, serta hubungan Abu Bakr sendiri secara pribadi dengan Rasulullah dan pengaruhnya dalam dirinya seperti yang sudah kita gambarkan di atas, memberi bekas padanya yang kemudian mengalami perubahan karena situasi dan meluasnya kawasan Islam. Perubahan dalam sistem pemerintahan ini berlangsung mengikuti perkembangan lingkungan yang ada, sehingga dengan demikian, sedikit pun tak terdapat persamaan antara masa kekuasaan Abbasi dalam puncak kejayaannya dengan masa Khalifah pertama Abu Bakr, juga antara masa Abu Bakr dengan masa-masa Umar, Usman dan Ali.
Masa Abu Bakr dapat dikatakan masa yang sungguh unik. Masa itu adalah masa transisi yang wajar saja dengan masa Rasulullah, baik dalam politik, agama maupun dalam politik sekuler. Mernang benar, ketika itu agama sudah sempurna, dan tak ada lagi orang dapat mengubah-ubah atau menukar-nukar apa yang sudah ada dalam agama itu. Tetapi begitu Nabi wafat, orang-orang Arab pinggiran mulai berpikir-pikir mau jadi murtad, atau memang sudah banyak kabilah yang murtad. Maka tak ada jalan Abu Bakr harus bertindak menentukan langkah demi mengatasi keadaan yang sangat genting itu. Langkah itu sudah dimulai oleh Nabi sendiri ketika mengadakan hubungan dengan negara-negara tetangga dalam menjalankan politik dakwahnya itu. Jadi tak ada jalan lain buat Abu Bakr daripada harus meneruskan langkah itu.

Catatan :
*) Menurut beberapa sumber mereka itu ialah Ali bin Abi Talib, Usman bin Affan, Abdur-rahman bin Auf, Sa’d bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah.
-------------------------
ABU BAKR AS-SIDDIQ, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Keduabelas, Januari 2010, halaman 55 - 56.

Cara Mengetahui HP Nokia Asli atau Palsu

ASAL BERBAGI. Hape Nokia Asli atau Palsu-Gadget kini semakin menjamur sejak dari tahun 2013 lalu. Peluncuran smartphone dari banyak produsen terkenal semakin memenuhi pasaran. Dan tentunya dari banyaknya persaingan tentang smartphone dan gadget ada banyak orang-orang yang juga memanfaatkan keadaan ini untuk membuat bajakan atau duplikat smartphone untuk di jual dipasaran. Nokia salah satunya, yang merupakan merek terkenal raksasa yang mampu memberikan produk dengan kualitas yang baik. Namun dari situ dimanfaatkan lagi beberapa oknum untuk melakukan pembajakan atau duplikat dengan kualitas berbanding terbalik alias palsu, maka dari itu dibawah ini merupakan tips yang bisa menambah wawasan kita dalam memilih Handphone Nokia saat membeli atau ditawarkan seseorang .
  1. PERHATIKAN SISTEM OPERASINYA. Apabila sebelumnya sobat pernah memakai hape Nokia yang asli, Sobat pasti bisa membedakan dengan mudah sistem operasi Nokia yang asli dengan sistem operasi hape lainnya. Hape palsu biasanya menggunakan Sistem Operasi hape buatan Cina. Jadi sangat jauh berbeda sekali cara menggunakan hape dengan sistem operasi yang berbeda.
  2. PERHATIKAN BATERAINYA. Apabila anda diperbolehkan melihat baterainya maka silahkan membukanya. Hape nokia yang asli memiliki hologram 3 dimensi yang diberikan oleh Nokia sendiri. Biasanya jika hape Nokia yang ditawarkan kepada anda namun baterainya berbeda maka anda perlu menanyakanya. Stiker hologram baterai Nokia sangat berbeda dengan stiker murahan yang sama, jadi anda harus jeli melihatnya.
  3. GUNAKAN KODE RAHASIA NOKIA. Cara yang paling ampuh yaitu dengan menggunakan Kode rahasia Nokia. Anda mesti tahu Nokia ternyata menyimpan kode pada setiap Handphone berdasarkan tempat pembuatannya. Setiap negara yang menjadi tempat pembuatan hape Nokia memiliki Kode yang berbeda. Sehingga setiap hape Nokia sejenis yang asli bisa saja memiliki kualitas yang berbeda.

Cara mengetahui kode rahasia handphone Nokia
Yaitu dengan menekan tombol *#06# , akan muncul kode IMEI yang berjumlah 15 digit, dimana angka IMEI ke 7 dan 8 merupakan kode di negara dimana hape tersebut di buat. Dengan menggunakan cara ini anda juga dapat mengetahui kualitas hape Nokia tersebut. dibawah ini merupakan kode serta kualitas negara hape Nokia.

Kode Pabrik Negara hape Nokia :
13  = adalah buatan Azerbaijan dengan KUALITAS PALING BURUK.
02 dan 20 = adalah buatan UEA (Uni Emirat Arab) dengan KUALITAS KURANG BAGUS.
04 dan 40 = adalah buatan India dengan KUALITAS KURANG BAGUS.
03 dan 30 = adalah buatan China dengan KUALITAS BIASA SAJA.
08 dan 80 = adalah buatan Jerman dengan kualitas CUKUP BAIK.
00 = adalah buatan Prancis dengan kualitas LEBIH BAIK.
01 dan 10 = adalah buatan Finlandia dengan kualitas SANGAT BAIK.

Contoh : 358080013690136 kodenya adalah “01” berarti buatan Finlandia.
Cara ini hanya berlaku untuk hape Nokia GSM bukan CDMA. Jika hape Nokia yang tidak menggunakan sistem operasi milik Nokia tentu saja tidak dapat memunculkan kode tersebut jika menekan *#06#.

BAGI ORANG YANG MINTA IZIN JIKA DITANYA “SIAPA KAU?” HARUS MENYEBUT NAMANYA (1)

Anas r.a. ketika menerangkan hadits Isra berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Kemudian Jibril membawa saya naik ke langit dunia dan minta dibukakan pintu, dan ketika ditanya? Siapa itu? Jawabnya : Jibril. Dan siapa sertamu? Jawabnya : Muhammad. Dan demikian pada langit kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Pada tiap-tiap ditanya : Siapa itu? Jawabnya: Jibril. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 49-50.

ZUHUD DAN WARO’ (10)

Waro’ = berhati-hati dan teliti dalam menjalankan agama, dan menjaga hukum-hukumnya, hingga perkara yang sekecil-kecilnya.

Dari Anas r.a.. ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Setiap Bani Adam itu banyak bersalah, dan sebaik-baiknya yang banyak bersalah itu ialah yang banyak bertaubat”. Dikeluarkan oleh Tirmidzy dan Ibnu Majah, dan sanadnya kuat.
----------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami', halaman 543.