"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Rabu, 05 September 2018

Kebaikan Itu...

Kebenaran itu bagaikan matahari, sinarnya membara membakar segala kebathilan.

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia, salah satu murid senior sekaligus menantu Syaikh Utsaimin رحمه الله. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama 

Selasa, 04 September 2018

Yang Memberi Pekerjaan

“Allah beri kerajaan bagi siapa yang Ia kehendaki, dan Ia ambil kerajaan bagi siapa yang Ia kehendaki” Dari raja dan penguasa seumur hidup, menjadi tahanan seumur hidup (terkait vonis hukuman seumur hidup bagi Husni Mubarak -pent)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama 

Senin, 03 September 2018

Pahala Disisimu Dan Yang Disegerakan

Salah seorang salaf berkata: “Kalau sampai kepadamu perkataan dari saudaramu (berupa celaan –pent) yang menyakitimu, maka janganlah engkau risau. Seandainya perkataan saudaramu itu benar, maka itu adalah hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapatkan hukuman di akhirat –pent). Seandainya perkataan saudaramu tidak benar, maka itu menjadi pahala kebaikan untukmu tanpa engkau harus berbuat baik".

Prof. Dr. Sa’ad Al-Khathlan, dosen di King Saud University (KSU) Riyadh, Saudi Arabia. (Twitter : @saad_alkhathlan) - Twit Ulama 

Minggu, 02 September 2018

Dengan Mentadabburi Tafsirnya

Cobalah engkau membaca Qur'an 5 ayat - 5 ayat dengan tadabbur menggunakan Al-Qur'an yang ada tafsirnya, agar engkau bisa memahami makna ayat secara umum, dan juga membaca asbabun nuzul-nya. 5 ayat - 5 ayat maksudnya sesuai dengan kebanyakan jumlah ayat yang diturunkan oleh Jibril kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.

Dr. Ibrahim ad-Duwaisy, Dosen Sunnah Nabawiyyah di Universitas Qashim, Kepala Pusat Studi Kemasyarakatan. (Twitter : @ibrahim_aldwish) - Twit Ulama 

Sabtu, 01 September 2018

Kelebihan Para Sahabat Rasul

Allah membersihkan jiwa para sahabat Nabi dengan sesuatu yang tidak dilakukan kepada yang lainnya, “Dia mengetahui apa yang ada di hati mereka, kemudian Dia menurunkan ketenangan kepada mereka.” (QS. al-Fath : 18).

Dr. Abdul Wahhab bin Nashir ath-Thariri Dosen dan pernah menjabat sebagai tim kurikulum Universitas Muhammad bin Su’ud, murid Syaikh Ibnu Jibrin. (Twitter : @altriri) - Twit Ulama 

Tangis Generasi Salaf

Generasi salaf adalah generasi yang memiliki hati yang amat lembut. Sehingga hati mereka mudah tergugah dan menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terlebih tatkala membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Ketika membaca firman Allah:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu” [Al-Ahzab : 33]

‘Aisyah Radhiyallahu 'anha menangis tersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.

Demikian pula Ibnu Umar رضي الله عنهما, ketika membaca ayat.
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka).” [Al-Hadid : 16]

Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya.

Ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelah sampai pada ayat
لِيَوْمٍ عَظِيمٍ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” [Al-Muthaffifiin : 5-6]

Beliau menangis dan bertambah keras tangis beliau sehingga tidak mampu meneruskan bacaannya.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VI/1423H/2002M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

Baca selengkapnya di almanhaj.or.id  

Jumat, 31 Agustus 2018

Untukmu Yang Zalim

“Dan tetaplah kamu istiqomah sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan kepada orang-orang bersamamu yang bertaubat dan janganlah melampaui batas, sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka sedang kamu tidak punya seorang penolong pun selain Allah dan kamu tidak diberi pertolongan.” (QS. Hud : 112-113).

Ayat ini adalah kabar gembira kepada kalian wahai orang-orang zalim dan orang-orang yang rukun bersama kalian. Termasuk orang-orang yang condong, mengikuti, setuju dan ridha dengan kezaliman kalian.

Dr. Sa’ad Asy-Syitsriy
, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh. (Twitter : @Dr_Alshathry) - Twit Ulama 

Kamis, 30 Agustus 2018

Nikmat Yang Tak Terhingga

Sebagian salaf berkata, “Kita telah diberikan nikmat Allah yang tak terhitung, padahal maksiat yang kita lakukan amat banyak. Maka, aku tak tahu manakah yang lebih pantas aku syukuri, apakah karena kebaikan yang Allah tebarkan, atau karena kejelekan kita yang Allah tutupi.”

Syaikh Muhammad al-’Utaibi, Imam dan Pengajar di kementrian wakaf Kuwait, sedang menempuh S3 di Universitas Islam Madinah. (Twitter : @mhommad118) - Twit Ulama  

Rabu, 29 Agustus 2018

Merupakan Bagian Dari Jihad

Siapa yang mengira bahwa bersusah payah dalam menuntut ilmu bukanlah termasuk bagian dari jihad, maka akal dan pandangan orang ini tidak beres. (Abu Darda al-Anshari رَضِيَ اللََّهُ عَنْه)

Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-‘Arifi, dosen di King Saud University (KSU), Riyadh, anggota Rabithah (Ikatan) Ulama Syari’ah. (Twitter : @MohamadAlarefe) - Twit Ulama  

Selasa, 28 Agustus 2018

Indikasi Cinta Kepada Saudara

Umar bin Khattab رَضِيَ اللََّهُ عَنْه mengatakan bahwa 3 hal yang menjadi indikasi rasa cintamu pada saudaramu ialah :
1. Engkau memulai salam (apabila bertemu dengannya –pent)
2. Engkau melapangkan tempat baginya dalam majlis
3. Engkau memanggilnya dengan panggilan yang paling dia sukai

Dr. Muhammad al-Khudairi, Dosen Ulumul Qur'an di King Saud University (KSU) Saudi Arabia. (Twitter : @mkh1384) - Twit Ulama  

Senin, 27 Agustus 2018

Jika Engkau Keras Hati

Datang seseorang kepada Hasan Al-Bashri رحمه الله, “Wahai Abu Sa'id! Aku mengadukan kepadamu atas kerasnya hatiku” Beliau menjawab, “Lembutkanlah dengan dzikir”.

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As-Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al-Imam. (Twitter : @Dr_Alsadhan) - Twit Ulama