"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 05 Februari 2018

Menjauhi Sikap Buruk

Di antara ciri-ciri orang yang sok paham ialah melecehkan sebagian cabang ilmu Syar’iyyah. Karena orang yang sok paham akan melecehkan ilmu yang dia tidak ketahui agar ia selamat, dan tidak perlu menjelaskan ilmu tersebut kepada murid-muridnya.

Dr. ‘Isham Basyir, engineer telekomunikasi di Maroko, sekaligus doktor dalam bidang fiqh dan ‘ushul fiqh. (Twitter : @aissambachir) - Twit Ulama 

Minggu, 04 Februari 2018

Bersegera Dalam Kebaikan

Jadilah orang yang mudah dan cepat dalam bermuamalah dengan tetangga dan kawan-kawanmu, dan bersegeralah berbuat baik untuk mereka, dan maafkan kesalahan-kesalahan kecil mereka, niscaya engkau ‘kan menguasai hati mereka dan hatimu pun akan penuh dengan kebahagiaan dan keridhaan.

Syaikh ‘Awwad Furaijan, Imam dan khatib di Kuwait, penceramah masalah pendidikan Islam. (Twitter : @aboomar1970) - Twit Ulama  

Sabtu, 03 Februari 2018

Maksiat Dianggap Syariat

Maksiat besar yang dilakukan dengan diiringi keyakinan akan keharaman maksiat tersebut, lebih ringan ketimbang melakukan maksiat kecil tapi diakui sebagai bagian dari syariat. Mengklaim maksiat kecil sebagai bagian dari syariat, adalah dosa besar.

Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA. (Twitter : @AbdulazizTarifi) - Twit Ulama 

Jumat, 02 Februari 2018

Upil

Di dalam buku “Ihya’ Ulumiddin” karya Imam al-Ghazali pada halaman 485 - 486 menuturkan bahwa yang berkumpul di dalam hidung, daripada benda-benda basah yang keras, lalu melekat pada tepi-tepi hidung. Menghilangkannya adalah menghisap air ke hidung (istinsyaq) dan dengan membersihkan air tersebut (istintsar).
-------------------------------------------
Ihya’ Ulumiddin Jilid 1, Imam al-Ghazali, Penerbit C.V. Faizan Jakarta, cetakan kesembilan 1986.

Bentuk Rasa Syukur

Di antara bentuk rasa syukur atas nikmat adalah mengakui bahwa Allah-lah yang telah mengaruniakannya. Oleh karena itu di antara sunnah doa yang dibaca seorang mukmin ketika turun hujan adalah “Muthirna bi fadhillahi wa rahmatihi”, “Kami telah diberikan hujan karena karunia dan rahmat-Nya”.

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim Saudi Arabia, salah satu murid senior sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama  

Kamis, 01 Februari 2018

Wahai Musuh Allah !

“Barang siapa menuduh seseorang dengan tuduhan kekafiran atau berkata, ‘wahai musuh Allah’ padahal kondisinya tidaklah demikian maka perkataan itu bisa kembali kepada yang menuduh” (Muttafaqun ‘alaihi);  maka memvonis kafir atau bid’ah atau sesat, adalah sesuatu yang amat besar di sisi Allah.

Dr. Shalih As-Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia. (Twitter : @_salehalsultan) - Twit Ulama 

Rabu, 31 Januari 2018

Mulut Lucah


Note Trip. Sidang Ahok ke-8, 31 Januari 2017 setahun yang lalu lumayan mencuri perhatian ketika Ahok dan kuasa hukumnya mencecar KH. Ma'ruf Amin. Banyak obrolan simpang siur dikalangan jelata. Ada yang pro-Ahok ada yang kontra-Ahok. Berikut potongan rangkuman kalimat dari mereka-mereka yang kudengar di warung makan - warung makan :
Kontra-Ahok : "Saya warga jam'iyyah NU sejak bayi. Saya tersinggung atas hardikan Ahok terhadap KH. Ma'ruf Amin. Saya ikut protes sebagai warga NU."
*
Pro-Ahok : "Pendukung Ahok yang terhormat di medsos, mari kita muliakan Kiai Ma'ruf Amin sebagai Sesepuh NU dan ini juga sesuai permintaan Pak Ahok."
*
Tapi ditengah-tengah mereka ada pasukan kompor, entah mereka dari kaum sekuler, liberal atau bisa jadi dari kaum atheis.
Pasukan Kompor : "Nyinyirin Islam Nusantara, memuja Arabisme, membela Islam radikal, kampanyekan NKRI Bersyariah. Tapi koar-koar ngaku bela NU. Koplak!
*
Pengamat : "Bila ada yang setuju beberapa hal dengan pak Ahok itu nilainya sama dengan setuju beberapa hal dengan pak SBY atau pak Jokowi. Demikian pula bila tak setuju. Nalar Jongkok itu adalah ketika orang setuju tentang satu hal dengan Ahok lantas dikatagorikan ahokers. Setuju satu hal dengan Habib Rizieq Syihab, bukan berarti ia anggota FPI, atau sebaliknya."
*
Pola-pola nalar aneh sudah dihembuskan jauh-jauh hari bertahun-tahun lalu, tujuannya agar jelata memberikan pemakluman, sudah jamak. Tetapi mereka lupa tidak semua jelata terpengaruhi oleh nalar aneh itu.

Mengetahui Penisbatan

Ciri khas orang-orang yang menisbatkan diri kepada Salaf : Tidak adanya afiliasi kepada orang tertentu, tidak memperjuangkan kecuali kebenaran, penuh kasih sayang, lemah lembut pada tempatnya, menjaga persatuan dan bersama jama’ah, serta taat kepada pemimpin.

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhaili, Dosen Universitas Islam Madinah, pengajar di Masjid Nabawi, pernah beberapa kali mengisi dauroh di Indonesia. (Twitter : @solyman24) - Twit Ulama 

Selasa, 30 Januari 2018

Akan Ada Perpisahan

Orang-orang terdahulu pernah memulai kehidupan di dunia…
Kemudian mereka berpisah dengan dunia dan meninggalkannya untuk kita…
Sekarang kita juga menetap di dunia sebagaimana orang-orang terdahulu…
Dan kita kan berpisah dengan dunia, meninggalkannya untuk orang-orang setelah kita…
(Ismail bin Hasan Ash-Shon’ani, gurunya Imam Asy-Syaukani yang wafat tahun 1206 H)

Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da'i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, Khatib di Masjid Al-Amin, Jeddah, pernah ke Indonesia Januari 2013. (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama 

Senin, 29 Januari 2018

Pencari Aib Orang Lain

Di antara mutiara perkataan ulama salaf, “Kalau engkau melihat seseorang yang selalu mencari-cari aib manusia namun lupa dengan aibnya sendiri, ketahuilah orang ini pelan-pelan sedang menuju kebinasaan” Imam Bakr al-Muzani رحمه الله.

Dr. Muhammad Abdullah Al-Wuhaibi, Professor Akidah dan Perbandingan Madzhab di King Saud University. (Twitter : @mohammadalwh) - Twit Ulama   

Minggu, 28 Januari 2018

Kebaikan Nabi ï·º

Kebaikan Nabi ï·º kita : pemaaf terhadap orang yang menzalimi, menyakiti dan menghinanya, terhadap orang yang mengucilkannya, mencela kehormatannya dan mengucilkan sahabat-sahabatnya, kemudian ketika orang ini mati (dalam keadaan Islam –pent) beliau malah menyolatkannya, memohon ampun untuknya, mengkafaninya dan berdoa untuknya.

Dr. Syaafi al-'Ajmi; Imam Masjid al-Ghazali, Kuwait. Murid Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. (Twitter : @shafi_ajmi) - Twit Ulama