"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Kamis, 07 September 2017

Berhati - Hati Dalam Berdoa

Ibnu Rajab berkata: “seseorang dilarang berdoa untuk kecelakaan dirinya atau keluarganya atau hartanya ketika dia marah”. Para ulama Lajnah Daaimah mengatakan : hendaknya seseorang mendoakan anak-anaknya dengan hidayah dan tidak boleh mendoakan kecelakaan untuk mereka (ketika marah –pent).

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama  

Millatu Ibrahim

Di dalam al-Qur'an Surat Aali 'Imraan (3) : 65 - 68 ; الله سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa :

يٰٓأَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ التَّوْرَىٰةُ وَالْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapakah kamu saling membantah tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tiada diturunkan melainkan sesudahnya, apakah kamu tidak memikirkannya?. (65).

هٰٓأَنتُمْ هٰٓؤُلَآءِ حٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ ۚ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Inilah kamu, kamu boleh membantah sesuatu yang kamu ketahui, maka mengapakah kamu membantah pula sesuatu yang tidak kamu ketahui? Dan Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (66).

 مَا كَانَ إِبْرٰهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Tiadalah Ibrahim itu orang yahudi dan tidak (pula) orang nasrani, tetapi dia seorang yang lurus lagi muslim, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik. (67).

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرٰهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهٰذَا النَّبِىُّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۗ وَاللَّـهُ وَلِىُّ الْمُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya orang yang paling dekat dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yang beriman; dan Allah pelindung orang mukmin. (68).
Asbabun Nuzul
Dalam suatu riwayat dari Ibnu Ishaq dengan sanadnya yang berulang-ulang yang bersumber dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما mengemukakan bahwa kaum nashara Najran dan padri-padri kaum yahudi berkumpul, berselisih dan bertengkar dihadapan Rasulullah ﷺ. Berkatalah padri-padri yahudi : "Sesungguhnya Ibrahim itu yahudi". Kaum nashara berkata : "Ibrahim itu tidak lain adalah nashara". Maka turunlah ayat tersebut diatas sebagai teguran atas hal yang dipertengkarkan itu.
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 97.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 105 - 106.

Rabu, 06 September 2017

Mengejar Ketaqwaan

“Dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. al-Furqon : 74). Betapa agungnya kalau Anda menjadi seorang yang bertakwa. Adapaun menjadi imamnya orang yang bertakwa, maka Anda harus menjadi terdepan di antara orang yang bertakwa, lebih berkorban dari pada mereka, dan siap untuk berbuat kebaikan dalam segala situasi.

شافي العجمي - Imama Masjid al-Ghazali, kuwait. Murid Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. (Twitter : @shafi_ajmi) - Twit Ulama  

Pengurus Maksiat

Note Trip. 15 Dzulhijjah 1438 H . Lagi tentang gerombolan Penista Agama, obrolan yang selalu ku dengar cerita mereka di tiap kesempatan; entah di halte bis atau pemberhentian angkot juga di warung-warung para jelata. Mesti hati-hati nimbrung diantara orang-orang yang belum kita kenal. Menjadi pendengar setia atau pura-pura tidak mendengar akan lebih aman dan jadi bahan ajar untuk keluarga dan teman-teman sekitar. Sebut saja nama mereka itu Harso dan Bokir, tentu bukan nama sebenarnya dan tidak bermaksud menjelekkan indahnya nama-nama tersebut.

Pembicaraan pun dimulai
Harso : "Mau nanya mas..., ciuman bukan muhrim hukumnya apa yak..? secara mas-nya sebagai pengurus masjid, tentu lebih paham dong?"

Bokir : "Muhrim atau bukan kan bukan urusanmu, saudara juga bukan, kenal aja ngga."

Ini jadi mengherankan bila  terucap dari mulut "pengurus masjid". Paham integritas kan? Masjid kepunyaan Allah (QS. al-Jin : 18) dan sementara pengurusnya mempertontonkan maksiat, dan kita mesti banyak istighfar, karena "pengurus masjid" yang kek gini pasti punya banyak alasan ngeles nyablak.

Jadi teringat nasehat seorang sesepuh di sebuah musholla di daerah Kudus. Beliau menghadirkan kembali sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,

إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك بنفسك.

”Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, ’Bertaqwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ’Urus saja dirimu sendiri.”

(HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 1/359, an-Nasai dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, 849, dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah, no. 2598).

Selasa, 05 September 2017

Boleh Makan Belalang

Abdullah bin Abi Aufa رَضِيَ اللََّهُ عَنْه berkata : Kami telah mengikuti Nabi dalam perang, tujuh kali peperangan dan selalu kami makan belalang. Dalam lain riwayat : Kami selalu makan belalang bersama Nabi . (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 619.

Senin, 04 September 2017

Merugi Karena Kazhaliman

Orang yang zhalim akan menyesal, walaupun manusia memujinya. Orang yang dizhalimi akan selamat, walau manusia mencelanya. Orang yang qana’ah dialah yang kaya, walaupun dia kelaparan. Orang yang rakus dialah yang miskin, walaupun dia serba berkecukupan.

Syaikh Khalid al-Musaithir, Imam dan Khotib di Masjid Walidah Khalid al-Bulthan, Riyadh. Pengajar di bidang Teknik, Pimpinan Umum Rumah Tahfizh Quran Muslimah di Riyadh.  (Twitter : @musaiteer) - Twit Ulama 

Minggu, 03 September 2017

Jangan Melanggar Ketetapan Allah yang Sudah Jelas

Abu Tsa’labah Alkhusyany (Jurtsum) bin Nasyir رَضِيَ اللََّهُ عَنْه berkata : Bersabda Rasulullah : Sesungguhnya Allah, telah menetapkan beberapa kewajiban (yang fardlu) maka jangan kamu abaikan. Dan menetapkan beberapa hukum maka jangan kamu melanggar, dan menetapkan beberapa yang haram, maka jangan kamu melanggar. Dan mendiamkan beberapa hal karena rahmat dan kasih kepadamu bukan karena lupa maka jangan kamu korek-korek (selidiki lebih dalam). (HR. Ad Daraquthny).

Hadits ini jelas melarang kita, tidak boleh menetapkan hukum apa yang disengaja oleh Allah didiamkannya, dan yang demikian itu dari rahrnat Allah kepada kita Dan dengan mendiamkani apa yang didiamkan oleh syara’ berarti menghentikan segala sengketa di antara kita.
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 619.

Cara Mendapatkan Kemulian

Semakin Anda tunduk kepada Allah, akan bertambah derajat dan kemuliaan Anda. Semakin Anda tunduk pada manusia, semakin rendah dan hina diri Anda. Jadikan kemuliaan Anda tetap dan kokoh dengan bersandar pada Rabb Anda. Kalau Anda mencari kemuliaan pada yang mati, maka kemuliaan Anda akan mati.

Syaikh Naif bin Sa’d al-Faishal, Imam Masjid al-Balwi, Riyadh. (Twitter : @naif_alfaisal) - Twit Ulama 

Sabtu, 02 September 2017

Rindu Surga Takut Neraka

Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله mengatakan, “Seandainya rasa yakin tertanam di dalam hati sebagaimana mestinya, niscaya hati ini akan terbang karena merindukan surga dan takut akan neraka” (Fathul Baari, 1/14)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama  

Jumat, 01 September 2017

Penggalan Kisah (6)

Jabir r.a. berkata : Ada sebuah tonggak batang kurma, yang biasa Nabi s.a.w. berdiri diatasnya untuk khutbah. Maka ketika telah dibuatkan mimbar terdengar tangisnya bagaikan anak onta, hingga Nabi turun dari mimbar dan meletakkan tangan diatasnya hingga diam. Dalam lain riwayat : Maka ketika Nabi s.a.w. duduk di atas mimbar pada hari Jum’at, tiba-tiba menjeritlah tongkat yang biasa Nabi khutbah diatasnya itu hingga hamper terbelah. Dalam lain riwayat : Maka menjeritlah tongkat itu bagaikan tangis anak kecil, hingga turunlah Nabi s.a.w. untuk mendekapnya, sehingga terdengar isak-tangis bagaikan anak kecil yang didiamkan dari tangisnya hingga diam. Bersabda Nabi s.a.w. : Ia menangis menyesal atas hilangnya apa yang biasa didengar dari pada dzikrullah. (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 618.

Dengan Mengingat Sang Pencipta

Berdzikir mengingat Allah adalah sumber utama untuk mencegah was-was yang merupakan awal mula segala bentuk kekufuran, kebodohan, kefasikan, dan kezhaliman. Allah berfirman, “Sesungguhnya hamba-hambaKu, tak ada kekuasaan bagi engkau wahai syaitan untuk menguasai mereka” (QS. al-Hijr : 42).

Dr. Shalih As-Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al-Qashim, Saudi Arabia. (Twitter : @_salehalsultan) - Twit Ulama