"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Kamis, 19 Juni 2014

MENCEGAH KEJAHATAN-KEJAHATAN AKHLAK (6)

Dari Ibnu Mas’ud r.a., ia berkata ; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Mencaci-maki orang Islam itu fasik, dan membunuhnya itu kufur”. Muttafaq ‘alaih.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami',  halaman 545.

MENDO’AKAN ORANG BERSIN JIKA MEMBACA ALHAMDULILLAH (3)

Abu Musa r.a. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : Jika bersin salah seorang kamu maka ia membaca : ALHAMDULILLAH, maka sambutlah ia dengan YARHAMUKALLAH dan jika tidak membaca ALHAMDULILLAH jangan kamu sambut. (HR. Muslim).

Anas r.a. berkata : Dua orang bersin di muka Rasulullah s.a.w. maka Rasulullah s.a.w. mendo’akan yang satu, dan tidak mendo’akan yang kedua. Maka orang yang tidak disambut do’a itu berkata kepada Nabi s.a.w. Fulan tadi bersin maka Kau sambut dengan do’a, dan saya bersin tidak kau do’akan. Berkata Nabi s.a.w. : Dia membaca ALHAMDULILLAH, maka saya sambut dengan do’a. Dan engkau tidak membaca ALHAMDULILLAH. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 52-53.

Rabu, 18 Juni 2014

MENCEGAH KEJAHATAN-KEJAHATAN AKHLAK (5)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata ; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tanda-tandanya orang munafik itu ada tiga : Apabila ia berkata berdusta, dan apabila ia berjanji tidak dipenuhi, dan apabila diamanati berkhianat.” Muttafaq ’alaih. Dan dari keduanya dari hadits Abdullah bin ‘Amr : “Dan. apabila berbantah, tidak pernah mengaku salah (menekan pada lawan)”.
------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami',  halaman 545.

MENDO’AKAN ORANG BERSIN JIKA MEMBACA ALHAMDULILLAH (2)

Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w. : Jika bersin salah seorang kamu hendaknya membaca : ALHAMDULILLAH. Dan harus disambut oleh yang mendengar : YARHAMUKALLAH. Kemudian jika telah dido’akan oleh kawannya dengan YARHAMUKALLAH harus ia berkata : YAHDIKUMULLAHU WA YUSHLIHU BAALAKUM. (Semoga Allah memberi hidayat kepada kamu dan menenangkan hati fikiranmu). (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 52.

Selasa, 17 Juni 2014

Tauhid, energi yang tak pernah habis

TIME TUNNEL. Ketika tiba-tiba terbuka mataku, aku merasa tengah berada dalam sebuah rombongan yang tengah berbaris rapi, rupanya aku berada dalam rombongan pasukan yang tengah persiapan menuju perang Uhud. Ketika Rasulullah tengah memberikan wejangan kepada kami, tiba-tiba kami sontak dikejutkan dengan serombongan pasukan berkuda cilik yang mendekati kami. Dengan menghiba-hiba mereka memohon agar diikut-sertakan dalam barisan Mujahidin.
Rafi’ bin Khudaij tampil dihadapan Rasulullah dengan membawa tombaknya serta mempermainkannya dengan gerakan yang mengagumkan, lalu berkata : “Sebagaimana anda lihat ya Rasulullah, aku adalah seorang pelempar tombak yang mahir, maka mohon aku diijinkan untuk ikut….!”
Rasulullah mengucapkan selamat terhadap pasukan muda Mujahidin yang baru saja memperlihatkan kemampuannya dengan senyuman manis dan ramah, lalu mengijinkannya turut serta.
Melihat kejadian tersebut teman-temannya yang lain pun bangkit semangat.
Samurah bin Jundub tampil dengan penuh sopan memperlihatkan otot lengannya yang kuat kekar, sementara sebagian keluarganya yang sudah ada dalam barisan mengatakan : “Samurah mampu merobohkan badan orang yang tinggi sekalipun….!
Rasulullah mendekati Samurah dan melontarkan senyumannya tanda menerimanya masuk dalam pasukan muda Mujahidin.
Dari kelompok pasukan cilik itu masih tinggal enam orang lagi, diantaranya Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Umar bin Khattab. Mereka terus berusaha dengan segala upaya minta ikut dalam barisan Mujahidin Uhud. Dihadapan Rasulullah, Zaid berkata : “Wahai Nabi, ijinkan aku ikut berjuang. Aku ingin menjadi bagian dari pasukan Muslimin. Aku ingin berperang mengalahkan musuh-musuh Allah.”
Dan Rasulullah menatap satu persatu enam wajah pasukan kecil itu penuh kasih sayang. “Aku kagum dengan keberanian kalian. Tapi, kalian masih terlalu kecil untuk berperang. Sabarlah! Suatu saat nanti kalian bisa ikut berjuang”, Rasulullah menerangkan penuh kelembutan.
Seorang Muslim dalam rombongan pasukan menceritakan kepadaku bahwa dulu si kecil 13 tahun Zaid bin Tsabit pun meminta ijin Rasulullah ikut berperang saat pasukan Muslimin tengah melakukan persiapan Perang Badr, dia datang dengan membawa sebilah pedang yang digenggamnya menyentuh tanah (karena masih kecil), sehingga saat ia berjalan terdengar suara besi bergesekan dengan kerikil. Dan Rasulullah pun menjawab ijin mereka sama seperti sekarang yang Rasulullah lakukan. Saudara Muslim itu pun menceritakan kepadaku bahwa Zaid bin Tsabit adalah seorang Anshar yang ketika berbai’at kepada Rasulullah usianya masih 11 tahun. “Subhanallah, tauhid yang luar biasa, sekiranya aku bisa menjadi murid Rasulullah pastilah hatiku girang tak terperi”, bisikku dalam hati.
-----------
Inspirasi :
Rijal Haolar Rasul (Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah), Khalid Muhammad Khalid, Penerbit : CV. Penerbit Diponegoro, Cetakan keduapuluh 2006.
Seri 10 Sahabat Cilik Rasul : Zaid bin Tsabit, Rina Novia, Penerbit : Zikrul Hakim, Cetakan pertama 2009

Faktor-faktor yang Mendorong Pergolakan

Terjadinya pergolakan di kota-kota dan di daerah-daerah pedalaman terhadap kekuasaan Kuraisy itu serta berbaliknya mereka dari Islam, bukan karena letak geografisnya dengan Medinah saja, tetapi karena faktor-faktor masyarakat Arab dan unsur-unsur asing lainnya, yang bekasnya tampak sekali pada saat-saat terakhir masa Rasulullah.
Islam tersebar dan masuk ke daerah-daerah yang jauh dari Mekah dan Medinah di semenanjung itu baru setelah penaklukan Mekah serta terjadinya ekspedisi Hunain dan pengepungan Ta’if. Sampai pada waktu itu kegiatan Rasulullah terbatas di sekitar kedua kota suci itu, Mekah dan Medinah. Islam baru keluar perbatasan Mekah tak lama sebelum hijrah ke Yasrib (Medinah). Sampai sesudah hijrah pun selama beberapa tahun berikutnya kegiatan Nabi tetap tertuju untuk menjaga kebebasan dakwah Islam di tempat yang baru ini. Setelah kaun Muslimin berhasil menghilangkan kekuasaan Yahudi di Yasrib, dan sesudah memperoleh kemenangan di Mekah, barulah orang-orang itu mau menerima agama yang benar ini. Utusan-utusan berdatangan dari segenap penjuru Semenanjung untuk menyatakan telah masuk Islam. Nabi pun mengutus wakil-wakilnya untuk mengajarkan dan memperdalam ajaran Islam serta sekaligus memungut zakat atau sedekah.

Faktor-faktor Penyebab Murtadnya Masyarakat Arab
Wajar saja bila agama ini tidak dapat mengakar ke dalam hati kabilah-kabilah itu seperti yang sudah dihayati oleh penduduk Mekah dan Medinah serta masyarakat Arab yang berdekatan di sekitarnya. Di tempat asalnya Islam memerlukan waktu dua puluh tahun penuh untuk menjadi stabil. Selama itu pula lawan-lawannya terus berusaha mati-matian melancarkan permusuhan, yang berlangsung hingga selama beberapa tahun. Akibat dan semua itu, kemudian permusuhan berakhir dengan kemenangan di tangan Islam. Ajaran-ajarannya sekarang dapat dirasakan dan meresap ke dalam hati orang-orang Arab Mekah, Ta’if, Medinah serta tempat-tempat dan kabilah-kabilah berdekatan yang dapat berhubungan dengan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Tetapi mereka yang berada jauh dari daerah yang pernah menyaksikan kegiatan Muhammad selama bertahun-tahun terus-menerus itu, mengajak orang kepada ajaran Allah dan agama Allah, agama baru itu tidak membekas pada mereka. Bahkan mereka memberontak dan berusaha hendak kembali kepada kebebasan politik dan agamanya yang lama.

Faktor-faktor Asing
Dalam membangkitkan pergolakan ini faktor-faktor asing sebenarnya tidak pula kurang pengaruhnya daripada faktor-faktor setempat. Mekah dan Medinah serta para kabilah di sekitarnya samasekali tidak mau tunduk pada kekuasaan Persia atau Rumawi yang ketika itu memang sedang menguasai dunia. Bagian utara Semenanjung itu bersambung dengan Syam, sebelah selatannya bersambung dengan Persia dan berdekatan dengan Abisinia (Etiopia), dan keduanya sudah berada di bawah pengaruh kedua imperium itu. Bahkan kawasan itu dan beberapa keamiran sudah berada di bawah kekuasaan mereka. Dengan demikian tidaklah mengherankan jika pihak yang merasa punya pengaruh dan kekuasaan itu mati-matian berusaha hendak menentang agama baru ini dengan segala cara, dengan jalan propaganda politik, menganjurkan kekuasaan otonomi, dan dengan propaganda agama, kadang untuk kepentingan pihak Nasrai, kadang untuk kepentingan pihak Yahudi dan adakalanya untuk kepentingan paganisma Arab.
Kegiatan segala faktor itu tampak jelas pengaruhnya begitu tersebar berita tentang kematian Nabi. Dengan cukup berhati-hati kegiatan itu sebenarnya memang sudah mulai tampak sebelum Rasulullah wafat. Sementara kita membaca buku ini pengaruh demikian itu akan kita lihat jelas. Faktor-faktor setempat dan asing itu sendiri sudah merupakan logika yang cukup menarik untuk dipercaya, dan logika itulah yang disebarluaskan oleh para penganjurnya di antara berbagai kabilah, sehingga dengan mudah mereka memberontak dan mengobarkan fitnah.
-------------------------
ABU BAKR AS-SIDDIQ, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Keduabelas, Januari 2010, halaman 59 - 61.

Trik Mengatasi Touch Screen Error Pada Handphone

TERANG DI HATI. Pada artikel ini saya akan berbagi trik kepada Anda semua tentang layar sentuh pada handphone (Touchscreen) yang sering error. Menurut pengalaman saya untuk mengatasi masalah ini tidak begitu rumit asalkan layar sentuhnya tidak dalam keadaan rusak atau pecah. sudah banyak sekali saya menemukan masalah seperti ini, Alhamdulilah berhasil dan bisa menjadi nota buat saya, lumayan kan sedikit buat tambahan penghasilan. jadi kalau menurut saya kalau kita punya masalah seperti ini jangan dulu kita serahkan ke jasa service. Kalau kerusakan seperti ini sudah kita percayakan kepada jasa service maka tidak jarang orang mematok harga yang sangat tinggi. Kasihan kan duit kita kasih kan kepada jasa service dalam waktu beberapa menit, padahal kita juga bisa melakukannya dengan waktu yang tidak lama dan tidak perlu ada basic teknisi atau alat service yang harus kita gunakan dalam melakukan perbaikan ini, cukup kita gunakan jari kita sendiri atau pena pada telepon itu sendiri. Kalau tidak ada pena kita bisa menggunakan logam seperti jarum tapi jangan yang terlalu lancip ujungnya. Bisa juga menggunakan tangkai korek api. Kenapa harus menggunakan benda seperti ini karena di dalam melakukan kalibirasi pena jangan terlalu lebar sentuhannya pada layar tersebut, jika terlalu lebar atau tidak mengenai titik pada layar maka touchsreen masih tetap error. Bagi Anda yang ingin melakukan trik seperti saya silahkan ikuti petunjuk dan cara mengatasi layar sentuh error di bawah ini :
  1. Pertama-tama terlebih dahulu kita cek layar sentuhnya (touchscreen) apakah sudah rusak benar atau sudah pecah.
  2. Jika layar sentuhnya tidak pecah, kita coba sentuh salah satu layarnya apakah liar atau tidak.
  3. Jika layar sentuh-nya liar atau error maka kita cek di pengaturan telepon.
  4. Di pengaturan telepon biasanya kalau sebuah handphone touchscreen pasti ada pengaturan kalibirasi (calibiration)
  5. Jika Anda sudah menemukan pengaturan kalibirasi (calibiration) maka pilihlah menu tersebut.
  6. Jika kamu sudah memilih menu kalibiasi nanti akan ada tampilan blank putih. Pada tampilan blank putih tersebut ada tulisan seperti ini "klik salah satu layar untuk melakukan kalibirasi". Cobalah kamu klik salah satu layarnya, maka akan tampil petunjuk untuk menyentuh layarnya dan kamu ikuti petunjuk tersebut sampai kalibirasi tersebut selesai.
Catatan :
Ketika Anda mengikuti petunjuk klik pada layar telepon kliknya harus pas dan tepat pada titik kalibirasinya, kalau kalibirasi (calibiration)-nya sudah selesai maka tampilan telepon (handphone) tersebut akan kembali ke tampilan awal telepon.

MENCEGAH KEJAHATAN-KEJAHATAN AKHLAK (4)

Dari Mahmud bin Labid r.a., ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Sesungguhnya perkara yang paling aku kuatirkan atas kalian, ialah syirik kecil; yakni riya’.” Dikeluarkan oleh Ahmad dengan sanad yang hasan.
----------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami',  halaman 544-545.

MENDO’AKAN ORANG BERSIN JIKA MEMBACA ALHAMDULILLAH (1)

Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w. : Sesungguhnya Allah suka pada bersin, dan membenci pada menguap. Maka jika bersin salah satu kamu dan membaca ALHAMDULILLAH, maka telah wajib atas tiap Muslim yang mendengarnya menyebut : YAR HAMU KALLAH. (Semoga Allah merahmati engkau). Adapun menguap maka itu dari syaithan, maka apabila menguap salah satu kamu harus menahannya sekuatnya. Karena salah satu kamu jika menguap ditertawakan oleh syaitan. (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 51.

Makna dan Filosofi Motif Batik Mega Mendung

Pada bentuk mega mendung, bisa kita lihat garis lengkung dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) yang menunjukkan gerak yang teratur harmonis. Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu berubah (naik dan turun).
Motif Mega Mendung
Hal itu kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar atau menjalani kehidupan sosial agama). Pada akhirnya, membawa dirinya memasuki dunia baru menuju ke dalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut  (naik dan turun) dan pada akhirnya kembali ke asalnya (sunnatullah). Dengan demikian, kita bisa lihat bentuk mega mendung selalu terbentuk dari lengkungan kecil yang bergerak membesar keluar dan pada akhirnya harus kembali lagi menjadi putaran kecil, tetapi tidak boleh terputus. (Ragam Batik Indonesia)
Motif mega mendung bisa juga melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingga biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi penghidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan. (Kriyalea).
Jadi bisa dikatakan bahwa kekhasan motif mega mendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon.
Sejarah timbulnya motif megamendung berdasarkan buku dan literatur yang ada selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon. Hal ini tidak mengherankan karena pelabuhan Muara Jati di Cirebon merupakan tempat persinggahan para pendatang dari dalam dan luar negeri. Tercatat jelas dalam sejarah, bahwa Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon pada abad ke-16, menikahi Ratu Ong Tien dari China. Beberapa benda seni yang dibawa dari China seperti keramik, piring dan kain berhiaskan bentuk awan. (Presiden)
Terlepas dari makna filosofis bahwa mega mendung melambangkan kehidupan manusia secara utuh sehingga bentuknya harus menyatu, ditinjau sisi produksi memang mengharuskan bentuk garis lengkung mega mendung bertemu pada satu titik lengkung berikutnya agar pewarnaan bisa lebih mudah.

Senin, 16 Juni 2014

MENCEGAH KEJAHATAN-KEJAHATAN AKHLAK (3)

Dari Jabir r.a., ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda : “Takutlah dari perbuatan aniaya, karena aniaya itu kegelapan-kegelapan di hari kiamat; dan takutlah dari kekikiran, karena kekikiran itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu”. Dikeluarkan oleh Muslim.
------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabul Jami',  halaman 544.