"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Kamis, 07 Juni 2012

Gudeg Wijilan

JOGJAKARTA. TravelNusa (Travelling Nusantara). Gudeg Wijilan nama ini tak pernah lekang oleh waktu, tetapi setiap berada di Jogjakarta tak sempat mampir. Padahal letaknya cukup strategis, sebuah kampung yang terletak di sebelah timur Alun-alun Utara Kraton Jogja. Dari kampung inilah konon masakan khas yang berbahan dasar “gori” ini menjadi populer hingga seantero dunia. Tak heran wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta rasanya kurang lengkap jika belum menyantap kuliner yang satu ini.
Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan juga mampir di tempat ini. Warung Gudeg yang berderet di sebelah selatan Plengkung Tarunasura (Plengkung Wijilan) ini memiliki sejarah panjang. Sebuah usaha warung gudeg yang dirintis dari tahun 1942. Beberapa tahun kemudian warung gudeg di daerah Wijilan ini bertambah dua warung. Sehingga ketiga warung gudeg tersebut mampu bertahan hingga 40 tahun. Sayangnya pada tahun 1980’an sebuah warung gudeg tutup, dan baru 13 tahun kemudian muncul satu lagi warung gudeg. Sampai sekarang ini warung gudeg yang berjajar di sepanjang jalan Wijilan kurang lebih ada sepuluh buah, silahkan dipilih sendiri selera teman-teman yang mau nyoba gudeg di kawasan ini.
Gudeg Wijilan memang memiliki cita rasa khas, berbeda dengan gudeg pada umumnya. Gudegnya kering dengan rasa yang manis. Sebagai lauk pelengkap, daging ayam kampung suwir-suwir dan telur bebek pindang (menurutku sih Telur Bacem). Sedangkan rasanya yang pedas merupakan paduan sayur tempe dan sambal krecek.

SABAR (29)

Abu Jahja (Usaid) bin Hudlair r.a. berkata: Ada Seorang dari sahabat Anshar berkata: Ya Rasulullah, tidakkah kau jadikan saya sebagai Amil (pegawai) sebagaimana sifulan yang telah kau beri tugas? Jawab Nabi s.a.w.: Kamu nanti sepeninggalku akan menemui monopoli dan masing-masing mengutamakan diri sendiri, maka sabarlah kamu sampai bertemu dengan saya pada hari qiyamat di dekat telaga kautsar. (HR. Buchary, Muslim)
------------------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 75-76.

Rabu, 06 Juni 2012

SERUAN UNTUK KEBENARAN SEMATA

Ya, hari kemudian tempat berkumpulnya jiwa dengan segala bentuknya yang penuh, yang tidak lagi kenal ruang dan waktu, dan semua cara hidup pertama yang rendah ini akan terlupakan adanya. Hari kemudian yang akan disinari cahaya pagi, berkilauan, dan malam yang gelap dan kelam. Bintang-bintang di langit, bumi dan gunung-gunung, semua akan dihubungi oleh jiwa yang pasrah menyerah. Kehidupan inilah yang akan menjadi tujuan. Inilah kebenaran yang sesungguhnya. Di luar itu hanya bayangan belaka, yang tiada berguna. Kebenaran inilah yang cahayanya disinari oleh jiwa Muhammad s.aw., dan yang baru akan dipantulkan kembali guna memikirkan bagaimana mengajak orang ingat kepada Tuhan. Dan guna mengajak orang kepada Tuhan, ia harus membersihkan pakaiannya serta menjauhi perbuatan mungkar. Ia harus tabah menghadapi segala gangguan demi menjaga dakwah kepada Kebenaran. Ia harus menuntun umat kepada ilmu yang belum mereka ketahui; jangan menolak orang meminta. jangan berlaku bengis terhadap anak piatu. Cukuplah Tuhan telah memilihnya sebagai pengemban amanat. Maka katakanlah itu. Cukup sudah, bahwa Tuhan telah menemukannya sebagai seorang piatu, lalu dilindungi-Nya di bawah asuhan kakeknya Abd’l-Muttalib dan pamannya, Abu Talib. Ia yang hidup miskin, telah diberi kekayaan dengan amanat Tuhan kepadanya. Dipermudah pula dengan Khadijah sebagai kawan semasa mudanya, kawan semasa dalam tahannuth. kawan semasa kerasulannya, kawan yang penuh cinta kasih, yang memberi nasehat dengan rasa kasih-sayangnya. Tuhan telah mendapatinya tak tahu jalan, lalu diberi-Nya petunjuk berupa risalah. Cukuplah semua itu. Hendaklah ia mengajak orang kepada Kebenaran, berusaha sedapat mungkin.
Begitulah ketentuan Tuhan terhadap seorang nabi yang telah dipilih-Nya. Ia tidak ditinggalkan-Nya, juga tidak dibenci-Nya.
------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 87-88

HUGO SANG PUSTAKAWAN

SUIKODEN 1. Ketika Misi menemukan Star Dragon Sword dan singgah di Temple of Qlon. Bicaralah Hugo (Chisui Star) di dalam Kuil untuk menjadi Pustakawan di Perpustakaan Istanamu lantai 3 sebelah timur, dia akan meminta War Scroll. Temukan item tersebut di kotak harta dalam gua di belakang Kuil. 

Bantu Hugo mengumpulkan koleksi Old Book-nya agar kamu bisa belajar sesuatu lebih banyak nantinya :
  • Old Book Vol. 1 - Temukan dalam kotak harta di Pannu Yakuta.
  • Old Book Vol. 2 - Temukan dalam kotak harta di the Qlon caves.
  • Old Book Vol. 3 - Temukan dalam rak buku di the Qlon temple.
  • Old Book Vol. 4 - Temukan dalam rak buku di the Dragon Knights' Fortress.
  • Old Book Vol. 5 - Temukan dalam kotak harta di the Dragon's Den.
  • Old Book Vol. 6 - Temukan dalam kotak harta di Soniere.
  • Old Book Vol. 7 - Temukan dalam kotak harta di the Northern Checkpoint.
  • Old Book Vol. 8 - Temukan dalam kotak harta di Kalekka.

MENYELAMATKAN DIRI DARI SIKSA ALAM BARZAH

“Berlomba-!ombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang besarnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya” (Al Hadiid 21).

Manusia yang berakal, pasti berusaha menghindarkan diri dan siksa kubur. Dia berkeyakinan penuh bahwa hari dijanjikan pasti akan tiba, lambat atau cepat. Saat itu tidak sepenuhnya diketahui, kecuali oeh Allah.  Dengan tiba-tiba manusia meninggalkan harta bendanya yang ia telah kumpulkan dalam waktu lama. Ia tinggalkan seketika, pindah ke alam lain. Di sana ia menyesal, tentu sesalnya tak ada guna. Saat itu yang berguna bagi dirinya hanyalah amal saleh. Hanya dia sendiri yang dapat menolong. Percuma dia mengharap pertolongan orang lain. Di sana, semua masing-masing. Dia sendiri yang dapat “membeli” gedung di surga dengan segala isi apa maunya, gedung mewah yang abadi, bukan seperti di sini yang hanya kena gempa menjadi rata.
Manusia dikatakan berakal apabila dia berbuat sebanyak-banyaknya untuk kepentingan dunia, seolah dia akan hidup selama-lamanya. Dan beribadah sebanyak-banyaknya seolah dia akan mati besok.
Ada beberapa cerita tentang mimpi Rasulullah yang rasanya menarik juga untuk dituliskan ; Sabdanya: “Aku melihat seorang dari ummatku didatangi malaikat untuk direnggut nyawanya, malaikat membatalkan niat itu lantaran orang itu sangat berbakti pada kedua orang tuanya”.
“Aku melihat seorang dari ummatku dikerumuni malaikat juru siksa, lalu diselamatkan oleh shalatnya”.
“Aku melihat seorang dari ummatku berada di tengah kegelalapan, depan, belakang, kanan, kiri, atas, semua gelap mencekam, Ia bingung, maka datanglah amalan ibadah haji dan umrohnya, menyelamatkan dia dari kegelapan dan dimasukkannya ke tempat yang terang benderang”.

Kuburan, punya daya rangkul kuat, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan dirinya baik dia beriman atau kafir. Sesudah itu barulah yang mukmin diselamatkan dari siksa dan yang kafir dibiarkan.
Sabda Rasulallah : “Kuburan punya daya cengkenam yang hebat, apabila ada yang bisa menyelamatkan dirinya, pasti akan selamatlah ia di akherat.

Hikmah dari rangkulan dan cengkeraman itu ialah seperti apa yang diriwayatkan Ibnu Abi Dunia dari Muhammad Attaimi : “Orang berkata, sesungguhnya tanah adalah ibu. Dari tanah mereka dicipta, lalu mereka lama tidak pulang kembali. Setelah dikembalikan ke bumi (meninggal) maka mereka dirangkul seperti seorang ibu merangkul anaknya yang lama berpisah. Apabila patuh dan taat kepada Allah, maka ia akan dirangkul dengan memelas dan rasa kasih sayang. Barangsiapa ingkar dan melawan Allah, akan dirangkul dengan himpitan yang dahsyat sampai tulang rusuk berlipat-lipat.
Sabda Rasulallah SAW : “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk tidak makan jasad para nabi”.
Sabdanya lagi : “Tiap orang yang salam kepadaku, maka Allah mengembalikan rohku dan aku menjawab ucapan salamnya”.
Rasulullah mendidik umatnya, apabila ziarah kubur, agar mengucapkan: “Salam untuk kalian mukminin dan muslimin penghuni kubur, kami Insya Allah menyusul kalian. Semoga Allah melimpahkan rahmat bagi yang mendahului dan yang akan menyusul kemudian. Semoga Allah menganugerahi keselamatan untuk kami dan kalian.
------------------------------------------------------------------
TENTANG ROH, Ibnul Qoyyim, Gema Insani Press Jakarta, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1406 H / Maret 1986, halaman 27-29

SABAR (28)

Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w. : Akan terjadi sepeninggalku nanti sifat monopoli (mengutamakan diri sendiri) dan beberapa hal mungkar. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah bagaimana pesanmu kepada kami, jika menghadapi hal itu? Sabda Nabi: Kamu tunaikan kewajibanmu dan kamu minta kepada Allah untuk mendapatkan hakmu. (HR. Buchary, Muslim)
 
Hadits ini mengartikan bahwa tiap-tiap orang harus memperhatikan kewajibannya dan menunaikannya dengan sempuma, hal yang berkenaan dengan haknya boleh diharapkannya dari rahmat Allah, asalkan ia telah menunaikan kewajibannya, maka Allah yang akan membela haknya, baik di dunia atau di akherat kelak.
----------------------------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 75.

Senin, 04 Juni 2012

Peringatan kepada Orang-orang Mu’min

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ فَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. 63 : 9).

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصّٰلِحِينَ
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. 63 : 10).

وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّـهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّـهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS. 63 : 11).
-----------------------------------
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979, halaman 937 - 938.

TURUNNYA SURAH ADH-DHUHA

Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu — sesudah sekian lama terhenti — tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan :
“Demi pagi cerah yang gemilang. Dan demi malam bila senyap kelam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau, juga tidak merasa benci. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Maka engkau pun akan bersenang hati. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu, lalu diberi-Nya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan, lalu diberi-Nya kaupetunjuk? Karena itu, terhadap anak piatu, jangan kau bersikap bengis. Dan tentang orang yang meminta, jangan kau tolak. Dan tentang kurnia Tuhanmu, hendaklah kau sebarkan.” (QS 93 : 1 – 11)

Maha Mulia Allah. Betapa damainya itu dalam jiwa. Betapa gembiranya dalam hati! Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad s.a.w. semuanya hilang sudah. Terbayang senyum di wajahnya. Bibirnya pun mengucapkan kata-kata syukur, kata-kata kudus dan penuh khidmat. Tidak lagi Khadijah merasa takut, bahwa Tuhan sudah tidak menyukai Muhammad s.a.w. dan ia pun tidak lagi merasa takut dan gelisah. Bahkan Tuhan telah melindungi mereka berdua dengan rahmat-Nya. Segala rasa takut dan keraguan-raguan hilang samasekali dari hatinya. Tak ada lagi bunuh diri.
Yang ada sekarang ialah hidup dan ajakan kepada Allah, dan hanya kepada Allah semata. Hanya kepada Allah Yang Maha Besar menundukkan kepala. Segala yang ada di langit dan di bumi bersujud belaka kepada-Nya. Hanya Dialah Yang Hak, dan yang selain itu batil adanya. Hanya kepada-Nya hati manusia dihadapkan, seluruh hidup ke sana juga bergantung dan kepada-Nya pula ruh akan kembali. “Sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang.”
----------------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 86-87

WINDOW

SUIKODEN 1. Window (Chisu Star) berada di salah satu kamar penginapan di Warrior Village, ketika pertama kali bertemu dengannya saat menyelamatkan Tengaar dari cengraman Neclord. Dia mau menjadi kelompokmu dengan barter windows crystal yang bias ditemukan dalam kotak harta di gua belakang Temple of Qlon saat misi mencari Star Dragon Sword.
Lokasi menemukan Window Setting di :
  • Window Setting 0 – Temukan dalam kotak harta di Secret Factory.
  • Window Setting 1 - Temukan dalam kotak harta di Scarleticia.
  • Window Setting 2 - Temukan dalam kotak harta di Dragon Knights' Fortress.
  • Window Setting 3 – Drop item Battle yang dijatuhkan the Sunshine Kings dalam  Dragon's Den.

SABAR (27)

Ibn ‘Abbas berkata: ‘Ujainah bin Hishen ketika datang ke kota Madinah tinggal di rumah kemenakannya Alhur bin Qays dan ini termasuk dari orang-orang yang menjadi penasehat Umar, sebab Umar memang sengaja mengangkat penasehat-penasehatnya dari orang-orang yang pandai dalam qur’an (Qurra’), baik ia tua ataupun muda. Maka ‘Ujainah berkata kepada kemenakannya: Hai kemanakanku, engkau yang terkemuka di depan amirul-mu’minin, maka mintakan izin untuk saya menghadap kepadanya. Maka Alhur membawa ‘Aminya (pamannya) menghadap kepada Amirul -mu’minin (Umar), dan tatkala sudah berhadapan dengan Amirul-mu’minin (Umar) berkata ‘Ujainah: Hai putra Alchatthab, demi Allah engkau tidak memberi yang cukup kepada kami, dan tidak menghukum dengan adil. Maka marahlah ‘Umar hingga hampir saja dipukulnya. Tetapi segera Alhur berkata: Hai Amirul-mu’minin, sesungguhnya Allah telah bersabda kepada Nabi s.a.w. dalam surat ke 7 ayat 199 : KHUDZIL ‘AFWA WA’MUR BIL URFI WA’A’RIDLA NIL JAHILIN “AMBILLAH HATI ORANG DENGAN SUKA MEMAAFKAN DAN ANJURKAN KEBAIKAN DAN ABAIKAN ORANG-ORANG YANG BODOH”.
Sedang orang ini termasuk dari orang yang bodoh. Demi Allah, seolah-olah ‘Umar belum mendengar ayat ini, padahal ia selalu teliti dalam tiap-tiap pembacaannya terhadap ayat qur’an.
(HR. Buchary).
------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 74-75.

Minggu, 03 Juni 2012

WAHYU TERPUTUS

Ia sedang menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu, menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Tetapi, wahyu itu sekarang terputus! Jibril pun tidak datang lagi kepadanya. Tempat di sekitarnya jadi sunyi, bisu. Ia merasa terasing dari orang, dan dari dirinya. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. Konon Khadijah pernah mengatakan kepadanya: “Mungkin Tuhan tidak menyukai engkau.”
Ia masih dalam ketakutan. Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukit-bukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira’. Ia ingin membubung tinggi dengan seluruh jiwanya, menghadapkan diri kepada Tuhan, akan menanyakan : Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilih-Nya? Kecemasan Khadijah pun tidak pula kurang rasanya.
Ia mengharap mati benar-benar kalau tidak karena merasakan adanya perintah yang telah diberikan kepadanya. Kembali lagi ia kepada dirinya, kemudian kepada Tuhannya. Konon katanya : Pernah terpikir olehnya akan membuang diri dari atas Hira’ atau dari atas puncak gunung Abu Qubais. Apa gunanya lagi hidup kalau harapannya yang besar ini jadi kering lalu berakhir?
------------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 86