"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Minggu, 03 Juni 2012

MELODYE

SUIKODEN 1, Saat menjalankan misi ke Secret Factory. Dan singgah di Kirov temui Melodye (Chisa Star), seseorang yang berdiri di barat daya kota. Dia baru bisa direkrut jika memberinya Sound Crystal, temukan item tersebut yang tersembunyi di kotak harta dalam rumah di Kalekka sebelah barat Blackman berdiri.
Ketika kembali menuju Kirov setelah perjalanan dari misi di Secret Factory, berikan Sound crystal yang ditemukan padanya.
Bantu dia menemukan Sound Setting yang lain :
  • Sound Setting 0 - Temukan dalam kotak harta di Soniere.
  • Sound Setting 1 - Temukan dalam kotak harta di Neclord's Castle.
  • Sound Setting 2 - Temukan dalam kotak harta di Seek Valley.
  • Sound Setting 3 - Drop item Bettle dari Sirens di Shasarazade.

SABAR (26)

Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w. Tiada henti-hentinya bala’ menimpa kepada orang mu’min lelaki maupun perempuan, baik mengenal dirinya atau sanak keluarganya, atau harta kekayaannya hingga menghadap kepada Allah sudah bersih dari dosa (dan tidak ada tuntutan dosa padanya). (HR. Attirmidzi).

Sebab sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits-hadits yang lain bahwa bala’ dapat menjadi penebus dosa, ya’ni bila sabar menghadapi ujian Allah.
-------------------------------------------------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 73-74.

SIKSA ALAM BARZAH

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kami melihat di waktu orang-orang yang dholim (berada) dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata : “Keluarkanlah nyawamu, di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan” (Al - An’am 93).

Kuburan, atau alam kubur adalah sesuatu yang gelap, tidak diketahui. Luarnya tenang, tapi dalamnya penuh rahasia dan kejadian-kejadian seram. Tak mampu manusia biasa membuka tabir rahasianya, kecuali mereka yang memperoleh anugerah derajat iman tinggi. Mungkin buat kita aneh, bahwa mahluk hewan dapat mendengar suara siksa kubur, sedang manusia biasa tidak.
Sabda Rasulullah SAW : “Mereka yang sedang diazab dalam kubur, didengar oleh hewan-hewan". 
Tsabit Al-Banani berkata : “Selagi aku berjalan, ada suara dari belakang. Hai Tsabit, jangan dikira tenang, disini banyak yang menderita, aku menoleh dan tidak ada siapa-siapa”.
Telah kami jelaskan tentang siksa terhadap mayit atau kenikmatan yang dialaminya, sejak saat sekarat sampai pertanyaan oleh dua malaikat.
Kepada orang kafir, dibukakan pintu surga, lalu dikatakan “Lihatlah itu tempatmu, bila kamu taat dan patuh kepada Allah”. Lalu pintu ditutup kembali. Kemudian dibukakan pintu ke neraka, kepadanya dikatakan: “Lihatlah, itu tempatmu di sana”. Pintu itu tetap dibuka, menghembus udara panas, terus sampai hari kiamat. Ia lalu dihimpit oleh dua sisi lahat, sampai beradu tulang rusuknya, kemudian macam-macam siksaan lagi sesuai tingkat amal jahatnya.
Contoh-contoh tentang adanya siksa kubur atau siksa alam barzah cukup banyak, diantaranya ; Sabda Rasulullah “Aku melewati daerah “Badr”, ada seorang muncul dari tanah, lalu dipukul bumbunan kepalanya oleh orang lain, sampai Ia terbenam. Muncul lagi, dipukul lagi, begitu seterusnya. Siapa dia? Dia adalah Abu Jahal. Disiksa terus sampai kiamat.
Hadits-hadits Rasulullah SAW tentang malam Isra’ dan apa yang beliau lihat di alam barzah, membuktikan akan adanya macam-macam siksaan, di antaranya :
  1. Segerombolan manusia bertelanjang, hanya bercawat sekedar menutupi kemaluannya saja. Mereka seperti ternak menyusu, makan rumput berdiri, buah zakkum yang sangat pahit dan mengandung racun serta makan bara-bara jahanam. Kenapa disiksa begitu? Karena mereka menolak mendermakan harta bendanya dan menjauhi zakat.
  2. Segerombolan manusia memakan daging busuk dengan lahap, padahal daging segar ada, tapi tak bisa memakannya. Siksa yang demikian ini adalah untuk pezina.
  3. Orang-orang berenang dalam lautan darah dan dilempari batu. Mereka adalah lintah darat, pemakan riba, manusia yang hanya mementingkan diri dan tak peduli orang lain rugi.
  4. Seorang dipukuli kepalanya dengan batu besar oleh sekelompok manusia, sampai kepalanya pecah-pecah dan banyak mengeluarkan darah. Kembali lagi kepalanya Seperti semula, dipukuli dan pecah-pecah lagi. Dia semasa hidupnya enggan melakukan shalat wajib.
  5. Segerombolan manusia beramai-ramai memotong lidah dan bibirnya. Digunting, tumbuh lagi, digunting lagi, tumbuh dan begitu terus. Rasulullah bertanya pada Jibril : “Siapa mereka itu ya Jibril? Para penyebar fitnah.
  6. Orang-orang yang mulutnya terbuka lebar menelan api. Mereka adalah pemakan harta anak yatim.
  7. Orang-orang yang memotong bagian-bagian tubuhnya dan dimakannya sendiri. Mereka ini adalah orang-orang yang gemar menggunjing orang lain.

Rasulullah bersabda : “Apabila seorang selesai membaca tasyahud yang akhir, hendaknya mohon perlindungan kepada Allah dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah masa hidup dan mati dan dari fitnah almasih dajjal”.

Firman Allah tentang siksa alam barzah dan siksa hari kiamat :
“Kepada mereka dinampakkan neraka pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan kepada Malaikat), masukkan Fir’aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat keras” (Al Mu’min 46).

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat.”  (Thoha 124 -125)
Firman-Nya lagi : “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat kami, maka kamu melupakannya, dan begitu pula pada hari ini kamipun dilupakan (tidak dipedulikan). Demikianlah kami membalas orang-orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya siksa di akherat lëbih berat dan lebih kekal”. (Thoha 126-127).

Di sini jelas, bahwa siksa kubur pasti benar adanya, tanpa membuat kita ragu lagi.
------------------------------------------------------------------
TENTANG ROH, Ibnul Qoyyim, Gema Insani Press Jakarta, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1406 H / Maret 1986, halaman 23-26

Sabtu, 02 Juni 2012

Beberapa Hukum yang Berhubungan dengan Sholat Jum’at

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّـهِ وَذَرُوا۟ الْبَيْعَ ۚ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. 62 : 9).

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَوٰةُ فَانتَشِرُوا۟ فِى الْأَرْضِ وَابْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ اللَّـهِ وَاذْكُرُوا۟ اللَّـهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. 62 : 10).

وَإِذَا رَأَوْا۟ تِجٰرَةً أَوْ لَهْوًا انفَضُّوٓا۟ إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَآئِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ اللَّـهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّـهْوِ وَمِنَ التِّجٰرَةِ ۚ وَاللَّـهُ خَيْرُ الرّٰزِقِينَ
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah : “Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki. (QS. 62 : 11).

Latar Belakang Turunnya Ayat QS. 61 : 11
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. berkhutbah pada hari Jum’at, datanglah kafilah yang membawa dagangan dari Syam. Orang-orang yang sedang mendengarkan khutbah keluar menjemput rombongan kafilah itu, sehingga hanya tinggal dua belas orang saja yang duduk mendengarkannya. Ayat ini (QS. 62 . 11) turun berkenaan dengan peristiwa itu yang menegaskan bahwa apa yang ada di sisi Allah, jauh lebih baik daripada apa yang ada pada perniagaan. Diriwayatkan oleh as-Syaikhani yang bersumber dari Jabir.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa apabila ada gadis-gadis yang nikah, berlangsunglah keramaian dengan seruling dan alat musik lainnya, sehingga orang-orang pergi melihat keramaian itu dan meninggalkan Rasulullah saw. berdiri sedang khutbah di atas mimbar. Maka turunlah ayat ini (QS. 62 : 11) yang menegas bahwa nikmat yang diberikan oleh Allah lebih baik daripada keramaian dan perniagaan. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Jabir.
Tepatnya ayat ini turun berkenaan dengan kedua peristiwa di atas.

Keterangan :
Menurut Ibnul Mundzir yang bersumber dari Jabir bahwa kisah nikah dan datangnya kafilah itu bersamaan waktunya dari satu arah, dan ayat ini turun berkenaan dengan kedua perkara itu.
------------------------------------
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979, halaman 933 - 934.
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 523 - 524.

PERCAKAPAN KHADIJAH DENGAN WARAQA BIN NAUFAL

Sesudah peristiwa itu, pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka’bah. Di tempat itu Waraqa bin Naufal menjumpainya. Sesudah Muhammad s.a.w. menceritakan keadaannya, Waraqa berkata: “Demi Dia Yang memegang hidup Waraqa. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pernah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahui-Nya pula.”
Lalu Waraqa mendekatkan kepalanya dan mencium ubun-ubun Muhammad s.a.w.. Muhammad s.a.w. pun segera merasakan adanya kejujuran dalam kata-kata Waraqa itu, dan merasakan pula betapa beratnya beban yang harus menjadi tanggungannya.
Sekarang ia jadi memikirkan, bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman; padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat.
Sungguhpun begitu, tetapi mereka dalam kesesatan. Sedang apa yang dianjurkannya kepada mereka, itulah yang benar. Ia mengajak mereka, agar jiwa dan hati nurani mereka dapat lebih tinggi sehingga dapat berhubungan dengan Allah Yang telah menciptakan mereka dan menciptakan nenek-moyang mereka; agar mereka beribadat hanya kepada-Nya, dengan penuh ikhlas, dengan jiwa yang bersih, untuk agama. Ia mengajak mereka supaya mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan yang baik, dengan memberikan kepada orang berdekatan, hak-hak mereka, begitu juga kepada orang yang dalam perjalanan; agar mereka menjauhkan diri dari menyembah batu-batu yang mereka buat jadi berhala, yang menurut dugaan mereka akan mengampuni segala dosa mereka dan perbuatan angkara-murka yang mereka lakukan, dan menjalankan riba dan memakan harta anak piatu. Penyembahan mereka demikian itu membuat jiwa dan hati mereka lebih keras dan lebih membatu dari patung-patung itu. Ia memperingatkan mereka agar mereka mau melihat ciptaan Tuhan yang ada di langit dan di bumi; supaya semua itu menjadi tamsil dalam jiwa mereka serta kemudian menyadari betapa dahsyat dan agungnya semua itu. Dengan kesadaran demikian mereka akan memahami kebesaran undang-undang Ilahi yang berlaku di langit dan di bumi. Selanjutnya, dengan ibadatnya itu akan memahami pula kebesaran al-Khalik Pencipta alam semesta ini, Yang Tunggal, tiada bersekutu. Dengan demikian mereka akan lebih tinggi, akan lebih luhur. Mereka akan diisi oleh rasa kasih-sayang terhadap mereka yang belum mendapat petunjuk Tuhan, dan akan berusaha ke arah itu. Mereka akan berlaku baik terhadap semua anak piatu, terhadap semua orang yang malang dan lemah. Ya! Ke arah itulah Tuhan memerintahkannya, supaya ia mengajak mereka.
Akan tetapi, itu jantung yang sudah begitu keras, jiwa yang sudah begitu kaku, sudah jadi kering dalam menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh nenek-moyang mereka dahulu. Di tempat itu mereka berdagang, dan membuat Mekah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala! Akan mereka tinggalkankah agama nenek-moyang mereka dan mereka lepaskan kedudukan kota mereka yang berarti suatu bahaya bilamana sudah tak ada lagi orang yang akan menyembah berhala? Lalu bagaimana pula akan membersihkan jiwa serupa itu dan melepaskan diri dari noda hawa nafsu, hawa nafsu yang akan menjerumuskan mereka, sampai kepada nafsu kebinatangannya, padahal dia sudah memperingatkan manusia supaya mengatasi nafsunya, menempatkan diri di atas berhala-berhala itu? Kalau mereka sudah tidak mau percaya kepadanya, apalagi yang harus ia lakukan? Inilah yang menjadi masalah besar itu.
-------------------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 84 - 86

SABAR (25)

Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata: Nasihatilah saya! Bersabda Nabi s.a.w. : Jangan marah, kemudian orang itu mengulangi minta nasihat pula, jawab Nabi Jangan marah. (HR. Buchary).

Dalam riwayat lain: Beritahukan saya amal perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam sorga dan jangan panjang-panjang supaya dapat saya melaksanakannya. Dalam riwayat lain: Kemudian orang itu berkata: Ketika saya perhatikan sabda Nabi itu, ternyata pada saya bahwa marah itu menghimpun berbagai kejahatan.
------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 73.

SARAH SANG PENCUCI PAKAIAN

SUIKODEN 1. Ketika misi ke Secret Factory  untuk mengambil pesanan Odessa “Fire Spears” dari Mose (Chiziku Star) yang dulu pernah dioreder di Sarady lewat Kage sang Ninja Bayaran. Saat singgah di kota pelabuhan Kirov, temui Sarah (Chisou Star) di tengah kota yang tengah mencuci baju diantara dua rumah. Setelah berbicara padanya dan dia meminta SOAP, temui seorang laki-laki di utara kota yang berdiri antara Inn dan Armor Shop, dia akan memberi SOAP sebagai gantinya dia meminta SOY SAUCE. Pergilah ke bagian barat kota dan bicara dengan seorang laki-laki disana, dia akan membantu memberikan SOY SAUCE sebagai ganti jika memberinya SALT. Lalu pergi ke tenggara kota temui seorang wanita yang berada dekat dengan pelabuhan, coba bicara padanya dia berjanji memberikan SALT dengan kompensasi dia akan memberikan YARDSTICK. Masuk ke penginapan, temui seorang laki-laki di dalam kamar bicara padanya dia akan memberikan YARDSTICK tetapi dia minta dibelikan SUGAR sebagai gantinya.
Pergilah ke Item Shop dan belilah SUGAR lalu temui laki laki di dalam kamar penginapan berikan padanya, setelah dapatkan YARDSTICK temui seorang wanita di  tenggara kota dekat dermaga. Setelah mendapatkan SALT darinya pergi ke barat kota berikan item itu padanya, lalu berikan SOY SAUCE pemberiannya kepada seorang laki-laki yang berdiri diantara Inn dan Armor Shop. Dan sekarang telah memiliki SOAP, temui Sarah dan dia akan bergabung.

Jumat, 01 Juni 2012

MASA AWAL KERASULAN

MUHAMMAD S.A.W. sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan, kasih dan harapan terhadap orang yang tadi mengajaknya bicara itu.
Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncang hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya suami itu akan menjadi nabi atas umat, yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus. Tetapi, sungguhpun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir sekali, kuatir akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang telah diceritakan kepadanya itu. Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan diri di angkasa, setelah menyampai wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu. Selalu ia melihat malaikat itu ke mana saja ia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad itu.
Semua itu dibentangkan kembali oleh Khadijah depan mata hatinya. Kadang terkembang senyum di bibir, karena suatu harapan; kadang kecut juga rasanya, karena takut akan nasib yang mungkin akan menimpa diri al-Amin kelak.
Tidak tahan ia tinggal seorang diri lama-lama. Pikirannya berpindah-pindah dan harapan yang manis sedap kepada kesangsian dan harap-harap cemas. Terpikir olehnya akan mencurahkan segala isi hatinya itu kepada orang yang sudah dikenalnya bijaksana dan akan dapat memberikan nasehat.
Untuk itu, kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman), Waraqa bin Naufal. Seperti sudah disebutkan, Waraqa adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad s.a.w. kepadanya, dengan menyebutkan juga rasa kasih dan harapan yang ada dalam dirinya. Waraqa menekur sebentar, kemudian katanya: “Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi .Dia yang memegang hidup Waraqa. Khadijah, percayalah, dia telah menerima Namus Besar seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah.”
Khadijah pulang. Dilihatnya Muhammad s.a.w. masih tidur. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas. Dalam tidur yang demikian itu, tiba-tiba ia menggigil, nafasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya :
“O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmu pun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu.” (QS 74 : 17)

Dipandangnya ia oleh Khadijah, dengan rasa kasih yang lebih besar. Didekatinya ia perlahan-lahan seraya dimintanya, supaya kembali ia tidur dan beristirahat.

“Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah”, jawabnya. “Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadat hanya kepada Allah. Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?”
Khadijah berusaha menenteramkan hatinya. Cepat-cepat ia menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. Dengan penuh gairah dan bersemangat sekali kemudian ia menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Sudah sewajarnya apabila Khadijah cepat-cepat percaya kepadanya. Ia sudah mengenalnya benar. Selama hidupnya laki-laki itu selalu jujur, orang berjiwa besar ia dan selalu berbuat kebaikan dengan penuh rasa kasih-sayang. Selama dalam tahannuth, dilihatnya betapa besar kecenderungannya kepada kebenaran, dan hanya kebenaran semata-mata. Ia mencari kebenaran itu dengan persiapan jiwa. kalbu dan fikiran yang sudah begitu tinggi, membubung melampaui jangkauan yang akan dapat dibayangkan manusia, manusia yang menyembah patung dan membawakan korban-korban ke sana; mereka yang menganggap bahwa itu adalah tuhan yang dapat mendatangkan bencana dan keuntungan. Mereka membayangkan, bahwa itu patut disembah dan diagungkan. Wanita itu sudah melihatnya betapa benar ia pada tahun-tahun masa tahannuth itu. Juga ia melihatnya betapa benar keadaannya tatkala pertama kali ia kembali dari gua Hira’, sesudah kerasulannya. Ia bingung sekali. Dimintanya oleh Khadijah, apabila malaikat itu nanti datang supaya diberitahukan kepadanya.
Bilamana kemudian Muhammad melihat malaikat itu datang, didudukkannya ia oleh Khadijah di paha kirinya, kemudian di paha kanan dan di pangkuannya. Malaikat itu pun masih juga dilihatnya. Khadijah menghalau dan mencampakkan tutup mukanya. Waktu itu tiba-tiba Muhammad s.a.w. tidak lagi melihatnya. Khadijah tidak ragu lagi bahwa itu adalah malaikat, bukan setan.

Note : Pada mulanya kata ‘namus besar’ (an-namus’l-akbar) oleh beberapa penulis yang datang kemudian diberi anotasi, bahwa kata namus berarti ‘Jibril’. Mungkin ini didasarkan kepada An-Nihaya, fi Gharib’l-Hadith wa’l-Athar (Kamus kata-kata sulit dalam hadits, 5 jilid, Kairo) oleh IBN’L-ATHIR, Majduddin Abu’s-Sa’adat al-Mubarak bin Muhammad al-Jazari (1149 – 1210 M) dan Lisan’l-‘Arab (Kamus Arab-Arab, 20 jilid, Balaq) oleh IBN MANZUR, Jamaluddin Muhammad bin Mukarram al-Anshari (1232 – 1311 M) yang juga mengartikan demikian. Mengenai kata-kata ini Dr. Haekal tidak memberikan catatan. Demikian juga lbn Ishaq dan Ibn Hisyam. Salah seorang Orientalis — Montagomery Watt misalnya — memberikan catatan bahwa kata numus biasanya diambil dari bahasa Yunani noms, dan ini berarti undang-undang atau kitab suci yang diwahyukan’ (Muhammd at Mecca, p. 51). Sebaliknya pemakaian kata namus bukan istilah Quran, sebab Quran menggunakan kata Taurat apabila yang dimaksud dengan namus itu undang-undang Nabi Musa.
------------------------------------------------------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 82 - 84

KEBAHAGIAAN DI ALAM BARZAH

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati senang dan ridhoi-Nya. Masuklah ke dalam jama’ah hambaku dan masuklah kepada surgaku” (Al-Fajr 27-30).

Kuburan, aduh ……. sebuah kata amat menakutkan. Kita takut kepada kuburan, menjadi sedih kalau lewat atau ingat kepadanya. Tapi sebenarnya tidak harus seperti itu, kalau kita tahu kenikmatan yang terkandung di dalamnya. Memang, didalam kubur ada kenikmatan yang lebh indah dan menyenangkan dibanding kenikmatan dunia dengan segala isinya. Sabda Rasulullah Saw : “Sesungguhnya, bila tiba saat maut bagi seorang yang beriman, malaikatulrahmah hadir untuk merenggut nyawanya. Nyawanya diletakkan dalam kain sutera putih dan dibawa ke pintu langit. Para malaikat yang menyaksikan berkata : “Tiada kami mencium keharuman lebih dari ini”. Kemudian bertanya: “Apa yang pernah dilakukannya selama ini?”“Biarkan, biarkan dia beristirahat, selama hidupnya di dunia dia selalu berjuang dan kesusahan”.
Bagi manusia, ada empat tempat tinggal. Alam kubur atau alam barzah, adalah urutan ketiga. Pertama manusia tinggal di kandungan, di sini tempat sempit, suasana gelap berlapis tiga. Tempat tinggal kedua ialah di dunia, di sini manusia tumbuh, dibesarkan, mencari yang baik dan yang buruk, hidup bahagia atau sengsara.
Ketiga, adalah alam barzah, lebih luas dan lebih besar dari alam dunia tempat kita tinggal sekarang ini, Keempat dan terakhir adalah penentuan, “sorga atau neraka”, tempat tinggal selama-lamanya.
Pembahasan berikut ini adalah yang ketiga, yaitu tentang alam kubur, alam barzah, atau tahap pertama dari kehidupan akherat.
Di alam barzah, roh manusia terbagi dua :
  1. Tersiksa dan dipenjara, tidak berkesempatan melakukan apa-apa, tidak bisa bertemu dengan roh-roh lain.
  2. Nikmat …….. yang kedua ini kita bahas!
Roh yang memperoleh kenikmatan dapat bebas saling bertemu antar sesamanya. Saling mengingat tentang apa yang terjadi di dunia, tentang apa yang sedang dialami oleh manusia yang masih hidup, juga berhubungan dengan ka wan-kawan terdahulunya.
Banyak kejadian yang bisa diterangkan menyangkut soal ini. Diantaranya keterangan Soleh bin Basyir: “Aku melihat Atha’ Assalamy dalam mimpi sesudah watatnya, aku berucap kepadanya : “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada anda, hidupmu di dunia dahulu penuh kesusahan dan kesedihan. Dia menjawab :“Demi Allah, sekarang ini aku dalam kesenangan terus menerus tiada hentinya” Aku bertanya : “Dimana kau sekarang berada?” Jawabnya: “Bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, bersama nabi-nabi, bersama shiddiqiin, bersama syuhada dan solihin.
Firman Allah :
“Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (An-Nisa 69)

Roh atau arwah yang dianugerahi nikmat, terasa nikmatnya sejak saat menjelang maut. Seorang mukmin. ketika menjelang wafat, datang malaikat kepadanya. Malaikat berbicara tanpa diketahui oleh manusia hidup yang lain. Lalu di renggut nyawanya perlahan-lahan dari ujung jari kaki.  Diambil dengan rasa penuh kasih sayang. Rohnya sudah rindu kepada Tuhan : roh itupun keluar dengan mudah dari jasad, dibawa oleh malaikat dengan penuh kasih sayanq, melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya. Bau harumpun terasa amat sangat. Bau itu hanya bisa dirasakan oleh para malaikat dan roh-roh yang suci. Mereka saling bertanya tentang roh yang baik itu. Ia bebas disana, bertemu dengan keluarga dekat, teman sejawat dan sahabat akrab yang wafat mendahuluinya.
Malaikat mengantar dari langit yang satu ke langit berikutnya, malaikat disetiap tingkat memujinya, disanjung dengan ucapan yang manis dan penuh gembira, dan kemudian sampailah kehadapan-Nya: “Selamat datang bagi jiwa yang baik dan jasad yang baik yang telah mengeluarkannya”.
Bila Allah mengucap “Marhaban”, selamat datang, maka segala yang ada juga mengucap sama. Lalu Allah berkata :
“Tunjukkan kedudukanya di sorga, kemuliaannya, serta kenikmatannya yang bakal ia dapatkan kelak”. Selesai itu malaikat mengembalikan roh itu kepada jasadnya di bumi, untuk dimandikan. Antara dia dengan malaikat terjadi dialog, manusia tidak mengetahuinya. Selesai mandi, dishalati. Malaikat menyolati rohnya di langit, sedang manusia menyolati jasadnya di bumi. Kemudian jasadnya dimakamkan, rohnya dikembalikan antara jasad dan kain kafan. Kembali bertemu keduanya, tetapi berbeda dan tidak terkait seperti di dunia. Berbeda pula dengan keadaan sewaktu ia tidur, bertemu hanya untuk tugas menjawab pertanyaan. Datang dua malaikat, “Mungkar” dan “Nakir” (seperti uraian di atas).
Malaikat membuka pintu neraka dan menunjukinya: “Lihat itu, adalah tempatmu, jika engkau melawan-Nya. Bersyukurlah, Allah menerima segala amal ibadahmu dan menempatkan engkau di sorga. Ditutup pintu neraka dari pandangannya, dibuka pintu-pintu surga, diperlihatkan isinya dengan pandangan. Pintu surga terus dibuka, untuk dia lihat sampai hari kiamat. Diperluas kuburnya, bau harum semerbak terasa, ia tidur nyenyak, seolah ada di sana.
Apabila manusia ingin tahu dengan menggali kuburnya, mustahil akan bisa. Hanya dia yang bisa merasa kenikmatan atau siksa.
Allah bisa saja tidak memperlihatkan kepada orang yang hidup, untuk suatu hikmat tertentu. Buktinya, ada mahluk mahluk lain seperti jin, yang juga hidup bersama kita di bumi, mereka berbicara dengan suara keras di tengah-tengah kita, tetapi kita tidak melihat atau mendengar mereka.
Para malaikat yang ikut berperang bersama kaum mukminin, menghancurkan kaum kafir dan berteriak memerintah tentana muslim, tetapi kaum muslimin yang berperang bersamanya tidak melihat atau mendengar.
Jibril yang datang kepada Rasulullah, para sahabat Sering berada di sana, tetapi mereka tidak melihat atau mendengarnya.
Jika si mayit dalam kubur ditanya, dipukul atau disiksa, dia berteriak dan menjerit kesakitan, keluarga dan orang-onang di sekitar tidak juga melihat atau mendengar.
Orang yang tidur, menerima kenikmatan atau kesedihan dalam mimpinya, orang yang berbaring di sebelahnya tidak tahu apa-apa.
Allah memberi rasa kepada tanaman dan benda-benda untuk bertasbih kepada-Nya. Gunung-gunung dan bintang sujud patuh menyembah, menerima aturan dan perintah-Nya. Batu, laut, sungai dan tumbuh-tumbuhan bertasbih kepada-Nya. Semua itu tidak kita ketahui.
Firman Allah :
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah dan tak ada suatu apapun kecuali bertasbih dengan memuja-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti yang mereka tasbihkan. Sesungguhnya Dia maha penyantun lagi maha pengampun”. (Al-Isra’ 44).

Rasulullah menerangkan, bahwa bagi orang yang mati syahid dapat memperoleh kenikmatan di alam barzah, sabdanya : “Bagi seorang yang mati syahid, akan memperoleh anugerah dari Allah SWT :
  1. Diampuni segala dosanya, saat darah pertama mengalir dari tubuhnya dan diperlihatkan kedudukannya di surga kelak.
  2. Diselamatkan dari siksaan kubur.
  3. Diamankan dari ketakutan hari hisab.
  4. Diberi mahkota keagungan, tiap butir permata lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Sabdanya lagi : “Ketika kawan-kawanmu gugur di perang Uhud, Allah memindahkan roh mereka dalam bentuk burung hijau. Burung-burung itu menghampiri air sungai surga, memakan buah-buahan surga, tinggal di tempat-tempat indah, dekat dengan singgasana Allah. Ketika mereka merasakan semua kepuasannya itu, berkata : “Alangkah senangnya jika kawan-kawan mengetahui apa yang Allah berikan kepada kami, memberi kabar mereka, agar tidak segan dalam berperang dan lemah benjuang.

Allah berfirman :
“Akulah yang akan menyampaikan beritamu kepada mereka”. Kemudian Allah menurunkan firman-Nya : “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup terus di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira, disebabkan karena karunia Allah yang diberikan kepadanya, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal yang akan menyusulnya, tidak ada sedikitpun rasa khawatir dan sedih dari mereka. Mereka senang sekali dengan nikmat dan karunia yang amat besar dari Allah. Allah tidak mensia-mensiakan pahala orang-orang yang beriman” (Ali Imran 169-171).
------------------------------------------------------------------
TENTANG ROH, Ibnul Qoyyim, Gema Insani Press Jakarta, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1406 H / Maret 1986, halaman 17-22

IVANOV SENIMAN MURAL

SUIKODEN 1. Setelah Milich bergabung dengan Liberation Army, kembali lagi ke Scarleticia dan masukkan Milich dalam tim untuk merekrut Ivanov (Chiyu Star). Berikan item berupa cat (Paint) yang berwarna-warni padanya dan kamu akan dibuatkan  MURAL, dan dia akan memberikanmu BINOCULARS yang dapat mengubah kontrol sistemnya saat battle. 

Temukan item Paint tersebut :
  • Red Paint - Temukan dalam kotak harta di Scarleticia.
  • Blue Paint - Belilah di Item Shop Rikon.
  • Pink Paint - Temukan dalam kotak harta di Moravia.
  • Black Paint - Temukan dalam kotak harta di Liukan's Hermitage.
  • Green Paint - Temukan dalam kotak harta di Neclord's Castle.
  • White Paint - Temukan dalam kotak harta di Lepant's mansion in Kouan.
  • Yellow Paint - Belilah di Item Shop Teien.

SABAR (24)

Mu’adz bin Anas berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w. : Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskannya (melaksanakannya). Maka kelak pada hari qiyamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluq, kemudian disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya. (HR. Abu Dawud dan Attirmidzy).

Disyaratkan harus ia sanggup melaksanakan hawa nafsu itu tetapi lalu ditahannya karena mengharapkan keridla’an Allah, jadi menelan marah bukan karena tidak berani kepada orang yang akan dimarahinya.
------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 72-73.