"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". (QS. al-Buruj (85) : 8)

Senin, 30 September 2013

SHOLAT ORANG DALAM PERJALANAN DAN ORANG SAKIT (2)

Dari Aisyah r.a.; “Bahwasanya Nabi s.a.w. pernah meng-qashar sholat dalam perjalanan dan pernah pula menyempurnakannya, dan pernah puasa dan pernah pula berbuka”. Diriwayatkan oleh Darukutny, rawi-rawinya kuat hanya hadits ini ma’lul, sedangkan yang mahfudh dari ‘Aisyah yang menerangkan tentang perbuatannya, ia berkata : “Sesungguhnya demikian itu tidak memberatkan saya”. Dikeluarkan oleh Baihaqy.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 160.

SUNNAT ZIARAH KUBUR (3)

Buraidah r.a berkata : Adanya Nabi s.a.w mengajarkan kepada para sahabatnya jika pergi ke kubur supaya membaca : AS SALAMU ALAIKUM AHLADDIYAARI MINAL MU’MININA WALMUSLIMIN, WA INNA INSYA ALLAH BIKUM LAA HIQUNA, AS’ALULLAHA LANA WALAKUM AL’AFIYATA. (Selamat sejahtera bagimu penduduk kaum Mu’minin dan Muslimin, dan kami insya Allah akan mengikuti kamu, saya mohon kepada Allah untuk kami dan kamu selamat). (HR. Muslim).
-----------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 485.

Minggu, 29 September 2013

AL-BAATHINU

AL-BAATHINU (الْبَاطِنُ) artinya Yang Maha Tersembunyi atau Maha Terlindung, yaitu Allah tidak dapat dilihat dzat-Nya, sehingga tidak seorangpun yang dapat mengenal dzat-Nya, karena wujud-Nya tidak dibatasi oleh masa dan tempat.
Sebagian manusia tidak percaya adanya Allah karena tidak bisa melihat dzat-Nya Allah, sebagaimana orang-orang Israil masa dahulunya dimana mereka diseru oleh Nabi Musa عليه السلام agar beriman kepada Allah, mereka menjawab : “Hai Musa sekali-kali kami tidak akan beriman kepada Allah sebelum kami melihat bagaimana rupanya Allah itu dengan nyata dan jelas.
Dengan ucapannya yang kufur kepada Allah itu, akhirnya mereka dimusnahkan Allah dengan petir.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 55-56 yang artinya :
“Ingatlah ketika berkata mereka : Ya Musa, sekali-kali tidaklah kami akan beriman bagi engkau, sehingga kami melihat Allah berterang-terang (dengan mata kepala kami) maka halilintar (petir) menyiksa kamu, sedang kamu melihatnya. Kemudian Kami hidupkan kamu sesudah mati, mudah-mudahan kamu berterima kasih.”

Rasulullah ﷺ telah bersabda yang artinya :
“Pikirkanlah olehmu apa-apa yang dijadikan Allah dan janganlah kamu pikirkan dzat-Nya Tuhan sebab jika kamu pikirkan zat Tuhan, kamu akan celaka (binasa). Jadi zat Allah tidak dapat dipikirkan dan dilihat oleh manusia.”
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 82-83.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 44-45.

SHOLAT ORANG DALAM PERJALANAN DAN ORANG SAKIT (1)

Dari ‘Aisyah r.a., ia berkata; “Permulaan difardlukannya sholat itu dua raka’at, lalu yang dua raka’at itu ditetapkan untuk yang dalam perjalanan, dan disempurnakanlah, sholat hadlar (tidak dalam perjalanan) itu”. Muttafaq ‘alaih. Dan bagi Bukhary “Lantas hijrah, lalu difardlukan empat raka’at, adapun bagi yang dalam perjalanan ditetapkan seperti semula”. Dan Ahmad menambah: “Kecuali Maghrib, karena sholat itu adalah witir-siang, dan kecuali Shubuh, karena bacaan dipanjangkan padanya.”

Waktu Nabi s.a.w. di Mekkah sholat itu hanya 2 raka’at, tapi setelah hijrah ke Madinah ada perubahan jumlah raka’at sebagaimana yang kita lakukan sekarang, tapi bagi orang yang dalam perjalanan boleh sholat qasar (yang 4 raka’at dikerjakan 2 raka’at), tapi sholat Maghrib dan Shubuh tetap tidak boleh dikurangi raka’atnya.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 159.

Sabar

Sabar, tahan dan tabah dalam perjuangan.
Dalam kehidupan dan kegiatan kita kerap kali bertemu dengan kegagalan dan kejatuhan. Jatuh dan bangun kembali, roboh dan tegak lagi. Berpantang menyerah ditelan oleh kenyataan, maju dengan tenaga baru dan semangat yang baru.
“Wahai orang-orang yang beriman !!! Sabarlah dan lawanlah dengan sabar dan melakukan persiapan dan persediaan dan berbakti kepada Allah supaya kamu beroleh kejayaan”. (QS. Al-Imran : 200)
“Maka sabarlah dalam menjalankan hukum Tuhanmu dan janganlah engkau ikuti kemauan manusia bernoda dengan dosa dan ingkar”. (QS. Al-Insaan : 24)
“Dan sabarlah, karena tidak ada kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu berduka-cita terhadap mereka, dan janganlah ada kesempitan hati terhadap tipu-daya mereka”. (QS. An-Nahl : 127)
“Mudah-mudahan keselamatan atas kamu lantaran kesabaran kamu (Salamun ‘alaikum bima shabartum), maka alangkah baiknya balasan seberat itu !!!” (QS. Ar-Ra’d : 24)
Kesabaran, gigih dan ulet dalam mengendalikan jalan perjuangan, menempuh segala kelok dan liku. Itulah semangat dan jiwa Muslim sejati.
Lihatlah kesabaran air dalam menuju laut kemenangan !!! Dari puncak gunung nan tinggi dia turun kebawah, melalui semak dan belukar, menempuh lebat dan kayu nan besar. Dengan sabar dia turun memenuhi lembah. Setelah itu dia berjalan terus dengan penuh harapan. Ditengah jalan bertemu dengan batu yang besar, dia bersibak dan berkuak sebentar kekiri dan sebentar kekanan, akhirnya bertemu kembali, bersatu lagi.
Dalam perjalanan yang jauh, terik sinar matahari mengancam dirinya, hendak menelan dan melenyapkan dirinya menjadi uap. Dia menembus perut bumi dan masuk kedalam tanah, setelah udara sejuk dia keluar lagi menampakkan dirinya seperti biasa, meneruskan perjalanan. Dia terus berjalan ……….. dan dengan kesabaran yang dimilikinya itu, dia sampai kelaut kemenagan dan kejayaan.
Kegiatan dan perjuangan yang didasarkan atas kesabaran, menjaga kelestarian dan kelanggengan; tidak terputus dan patah ditengah. Kesabaran memesankan kemampuan mengendalikan diri, mematuhi undang perjuangan dan undang perhitungan. Tidak menempuh jalan melintas jika ternyata jembatan yang hendak dilalui sudah lapuk, kelak awak akan masuk jurang yang dalam : kekuatan meneruskan perjuangan, ketabahan menempuh ujian dan percobaan, adalah wajah semangat perjuangan yang sejati.#570

ASY-SYIFA’ BINTI AL-HARITS

Beliau adalah Asy-Syifa’ binti Abdullah bin Abdi Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab Al-Qurasyiyah Al-Adawiyah.
Asy-Syifa’ masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi dan beliau termasuk Muhajirah angkatan pertama dan termasuk wanita yang. berbai’at kepada Rasulullah s.a.w. Beliau pulalah yang disebutkan dalam firman Allah : “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Mumtahanah : 12).

Asy-Syifa’ termasuk wanita yang cerdas dan utama, beliau adalah seorang ulama di antara ulama’ di dalam Islam dan tanah yang subur bagi ilmu dan iman.
Asy-Syifa’ menikah dengan Abu Hatsmah. bin Hudzaifah bin Adi dan Allah memberikan rezeki kepada beliau seorang anak yang bernama Sulaiman bin Abi Hatsmah. Asy-syifa’ dikenal sebagai guru dalam membaca dan menulis sebelum datangnya Islam sehingga tatkala beliau masuk Islam beliau tetap memberikan pengajaran kepada wanita-wanita muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala, oleh karena itulah beliau disebut sebagai “guru wanita pertama di dalam Islam.” Di antara wanita yang dididik oleh Asy-Syifa’ adalah Hafshah binti Umar bin Khaththab ‘ istri dari Rasulullah s.a.w.
Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah s.a.w. meminta kepada Asy-Syifa’ untuk mengajarkan kepada Hafshah tentang menulis dan sebagian ruqyah (pengobatan dengan do‘a-do’a). Asy-Syifa’ berkata : Suatu ketika Rasulullah s.a.w. masuk sedangkan saya berada di samping Hafshah, beliau bersabda : “Mengapa tidak engkau ajarkan kepadanya ruqyah sebagaimana engkau ajarkan kepadanya menulis.”
Sebagaimana telah dimaklumi bahwa Asy-Syifa’ adalah ahli ruqyah di masa jahiliyah, maka tatkala Islam dan berhijrah beliau berkata kepada Rasulullah s.a.w., “Aku adalah ahli ruqyah di masa jahiliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada anda. “Maka Nabi bersabda : “Perlihatkanlah kepadaku.”  Asy-Syifa’ berkata : “Maka aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul.” Lalu Rasulullah bersabda : “Meruqyahlah dengan cara tersebut dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah.“
Di antara yang termasuk ruqyah adalah do’a :
“ Ya Allah Tuhan manusia, Yang maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah karena Engkau Maha Penyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi.”
Inilah Asy-Syifa’ telah mendapatkan bimbingan yang, banyak dari Rasulullah mengistimewakan baginya sebuah rumah di Madinah dan beliau tinggal bersama putranya yakni Sulaiman. Terkadang Rasululah s.a.w. mengunjunginya dan tidur siang di  sana.
Sungguh Asy-Syifa’ sangat mencintai Rasulullah s.a.w. sebagaimana kaum mukminin dan mukminat yang lain, beliau belajar dari hadits-hadits Rasulullah yang banyak tentang urusan dien dan dunia. Beliau juga turut menyebarkan Islam dan memberikan nasehat kepada khalayak dan tidak kenal lelah untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan. Di antara yang meriwayatkan hadits dari beliau adalah putranya yaitu Sulaiman dan cucu-cucunya, hamba sahayanya yaitu Abu Ishak dan Hafshah Ummul Mukminin serta yang lain-lain.
Umar bin Khaththab r.a sangat mendahulukan pendapat beliau, menjaganya dan mengutamakannya dan terkadang beliau mempercayakan kepadanya dalam urusan pasar.
Begitu pula sebaliknya, Asy-Syifa’ juga menghormati Umar, beliau memandangnya sebagai seorang muslim yang shadiq, memiliki suri tauladan yang baik dan memperbaiki, bertakwa dan berbuat adil. Suatu ketika Asy-Syifa’ melihat ada rombongan pemudi yang sedang berjalan lamban dan berbicara dengan suara lirih, beliau bertanya, “Apa ini?” Mereka menjawab, “itu adalah ahli ibadah Beliau berkata : “Demi Allah Umar adalah orang yang apabila berbicara suaranya terdengar jelas, bila berjalan melangkah dengan cepat, dan bila memukul mematikan.”
Asy-Syifa’ menjalani sisa-sisa hidupnya setelah wafatnya Rasulullah s.a.w. dengan menghormati dan menghargai pemerintahan Islam hingga beliau wafat pada tahun 20 Hijriyah.
Semoga Allah merahmati Asy-Syifa’ binti Abdullah, sungguh beliau telah mendahului umatnya dengan segala macam kebaikan dengan ilmu dan dien yang telah dikaruniakan kepada beliau agar beliau menjadi uswah hasanah bagi setiap gadis di dalam Islam, sehingga beliau tidak kikir untuk mencurahkan segala yang dimilikinya baik ilmu ataupun yang lainnya demi membela akidahnya mengharap ridha Allah Azza wa Jalla.
-----------------------------------------------
NISAA' HAULAR RASUL
, Mahmud Mahdi Al Istanbuli dan Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi (Para Penulis), MENGENAL SHAHABIAH NABI S.A.W. (Edisi Indonesia), Abu Umar Abdullah Asy Syarif (Penterjemah), At-Tibyan Solo, halaman 204 – 207

SUNNAT ZIARAH KUBUR (2)

‘Aisjah r.a berkata : Adalah Rasulullah s.a.w pada tiap malam gilirannya keluar pada tengah malam ke kubur Baqi’ lalu bersabda : ASSALAMU ALAIKUM DARO QOUMIN MU’MININ WA ATAKUM MA TU’ADUNA GHODAN MUAJJALUNA WA INNA IN SYA ALLAH BIKUM LAHIQUNA. ALLAHUMMAGHFIR LI AHLI BAQI’ILGHOR QODI. (HR. Muslim).

(Selamat sejahtera padamu tempat kaum mu’minin, telah datang kepadamu apa yang dijanjikan padamu. Besok masanya. Dan kami Insya’Allah akan mengikuti kamu. Ya Allah ampunkan penduduk Baqi’Ghorqod).
-----------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 484-485.

MALIK BIN ‘AUF MENGHASUT

Dengan perasaan gembira karena kemenangan yang telah diberikan Tuhan, kaum Muslimin masih tinggal di Mekah setelah kota itu dibebaskan. Mereka sangat bersenang hati sekali karena kemenangan besar ini tidak banyak minta korban. Setiap terdengar suara Bilal mengucapkan azan sholat, cepat-cepat mereka pergi ke Mesjid Suci, berebut-rebut di sekitar Rasulullah, di mana saja ia berada dan ke mana saja ia pergi.
Kaum Muhajirin pun sekarang dapat pulang, dapat berhubungan dengan keluarga mereka, yang kini telah mendapat petunjuk Tuhan. Hati mereka pun sudah yakin bahwa keadaan Islam sudah mulai stabil, dan bahwa perjuangan sebagian besar sudah membawa kemenangan. Akan tetapi lima belas hari kemudian setelah mereka tinggal di Mekah itu, tiba-tiba tersiar berita yang membuat mereka harus segera sadar kembali. Soalnya ialah . kabilah Hawazin yang tinggal di pegunungan tidak jauh di sebelah timur-laut Mekah, setelah melihat kemenangan Muslimin yang telah membebaskan Mekah dan menghancunkan berhala-berhala, mereka pun kuatir akan mendapat giliran; pihak Muslimin akan juga menyerbu daerah mereka. Terpikir oleh mereka apa yang harus mereka lakukan dalam mencegah bencana yang akan menimpa mereka itu, dan membendung Muhammad serta mencegah arus kaum Muslimin yang akan menghilangkan kemerdekaan kabilah-kabilah itu di seluruh jazirah bila mereka semua digabungkan ke dalam suatu kesatuan di bawah naungan Islam.
Untuk itu Malik bin ‘Auf dari Banu Nashr sekarang berusaha mengumpulkan kabilah-kabilah Hawazin dan Thaqif, demikian juga kabilah-kabilah Nashr dan Jusyam. Dari pihak Hawazin semua ikut, kecuali Ka’b dan Kilab. Sedang dari pihak Jusyam ada orang
bernama Duraid bin’sh-Shimma, orang yang sudah berusia lanjut dan sudah tidak berguna buat ikut berperang, tetapi sebagai orang yang sudah bertahun-tahun punya pengalaman dalam perang, pendapatnya sangat diperlukan. Kabilah-kabilah itu semua berkumpul, membawa serta harta benda, wanita dan anak-anak mereka. Mereka menuju dataran Autas. Bilamana dengusan unta, keledai yang melengking, tangisan anak dan kambing yang mengembik-ngembik sampai di telinga Duraid, ia bertanya kepada Malik bin ‘Auf :
“Kenapa semua harta-benda, wanita dan anak-anak itu ikut serta dalam peperangan?”
Malik menjawab bahwa hal itu dilakukan guna memberi semangat kepada angkatan perangnya.
“Kalau kalian akan mengalami kekalahan mungkinkah hal ini bisa mencegahnya?” kata Duraid lagi. “Kalau harus menang juga, maka yang penting hanyalah laki-laki dengan pedang dan panahnya: sebaliknya kalau kamu harus mengalami kekalahan, keluarga dan hartamu hanya akan membawa hencana.”
Dengan Malik ia berselisih pendapat. Tetapi orang banvak ikut Malik. Dia seorang pemuda berusia tiga puluh tahun, bersemangat dan punya kemauan keras. Sekalipun sudah berpengalaman dalam perang, sekali ini Duraid menyerah kepada pendapat mereka.

KABILAH-KABILAH BERKUBU DI LEMBAH
Sekarang Malik memerintahkan supaya orang berangkat ke puncak gunung dan ke selat Lembah Hunain. Bilamana nanti kaum Muslimin turun ke lembah itu, maka hendaklah mereka diserang, sehingga dengan serangan satu orang saja barisan mereka akan sudah jadi lemah, mereka akan kucar-kacir, akan saling menghantam sesama mereka. Dengan demikian mereka akan hancur, pengaruh kemenangan mereka ketika membebaskan Mekah sudah takkan berarti lagi. Yang ada nanti hanya kemenangan kabilah-kabilah Hunain itu saja di seluruh jazirah Arab, suatu kemenangan yang akan dapat dibanggakan dalam menghadapi kekuatan yang kini menguasai tanah Arab itu. Perintah Malik ditaati oleh kabilah-kahilah dan mereka membuat pertahanan di selat wadi itu.
Pihak Muslimin sendiri setelah dua minggu tinggal di Mekah, dalam persiapan senjata dan tenaga yang belum pernah mereka alami sebelum itu, dengan pimpinan Muhammad mereka berangkat pula cepat-cepat. Mereka bergerak dalam jumlah dua belas ribu orang. Sepuluh ribu terdiri dari mereka yang telah menyerbu dan membebaskan Mekah dan yang dua ribu lagi terdiri dari orang-orang Quraisy yang sudah Islam — di antaranya Abu Sufyan bin Harb. Mereka semua mengenakan pakaian berlapis besi didahului oleh pasukan berkuda dan unta yang membawa perlengkapan dan bahan makanan. Keberangkatan Muslimin dengan pasukan demikian ini, sebenarnya memang belum pernah dikenal di seluruh jazirah. Setiap kabilah didahului oleh panjinya masing-masing, tampil ke depan dengan hati bangga karena jumlah yang begitu besar, yang tidak akan dapat dikalahkan. Sampai-sampai antara mereka satu sama lain ada sang berkata : Karena jumlah kita yang besar ini sekarang kita takkan dapat dikalahkan.
Menjelang sore hari itu mereka sudah sampai di Hunain. Di pintu-pintu masuk wadi itu mereka berhenti dan tinggal di sana sampai waktu fajar keesokan harinya . Ketika itulah pasukan mulai bergerak lagi Muhammad mengikuti dari belakang dengan menunggang bagalnya yang putih. Sementara Khalid bin’l-Walid yang memimpmn Banu Sulaim berada di depan. Dari selat Hunain itu mereka menyusur ke sebuah wadi di Tihama. Akan tetapi sementara mereka sedang menuruni lembah itu, tiba-tiba datanglah serangan mendadak secara bertubi-tubi dari pihak kabilah-kabilah dengan komando Malik bin ‘Auf. Sementara masih dalam keadaan remang-remang subuh itu mereka telah dihujani panah oleh pihak Malik, Ketika itulah keadaan Muslimin jadi kacau-halau. Dalam keadaan terpukul demikian itu mereka berbalik surut dengan membawa perasaan takut dan gentar dalam hati, dan ada pula yang lari sekuat-kuatnya. Dalam hal ini, dengan senyum gembira di bibir — Abu Sufyan yang sekarang melihat kegagalan orang-orang yang kemarin telah dapat mengalahkan Ouraisy itu berkata : “Mereka takkan berhenti lari sebelum sampai ke laut.”
Begitu juga Syaiba bin ‘Uthman bin Abi Talha berkata : “Sekarang aku dapat membalas Muhammad.” Berkata begitu, karena bapanya telah terbunuh dalam perang Uhud.
Ketika Kalada bin Hanbal berkata : “Ya, sihirnya sekarang sudah tidak mempan”, dibalas oleh Shafwan saudaranya sendiri : “Diam kau! Sungguh aku lebih suka di bawah orang Quraisy daripada di bawah Hawazin,”
Percakapan demikian itu terjadi sementara keadaan pasukan perang sedang kucar-kacir. Dalam pada itu, kabilah-kabilah yang sedang mengalami kekalahan itu satu demi satu berlarian di hadapan Nabi yang berada di belakang — tanpa melihat ke kanan kiri lagi.
-------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 471-473.

Sabtu, 28 September 2013

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (22)

Dari Anas r.a.; “Bahwasanya Nabi s.a.w. pernah mengangkat Ibnu Ummi Maktum sebagai wakil (khalifah) mengimami orang-orang, sedangkan ia adalah orang buta.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 158.

SUNNAT ZIARAH KUBUR (1)

Buraidah r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda : Dahulu saya mencegah kamu berziarah ke kubur, namun kini berziarahlah kamu! (HR. Muslim).

Dalam lain riwayat : Maka siapa yang ingin berziarah ke kubur, hendaknya berziarah. Karena ziarah kubur itu mengingatkan kepada akherat.
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 484.

Jumat, 27 September 2013

AZH-ZHAAHIRU

AZH-ZHAAHIRU (الظَّاهِرُ) artinya Yang Maha Nyata, yakni menyatakan kewujudan-Nya dan menampakkan dengan bukti-bukti dan tanda-tanda ciptaan-Nya kepada mereka yang menggunakan akal pikiran dengan merenungkan segala kejadian dan ciptaan-ciptaan-Nya. Bukti adanya Allah karena ada perbuatan-Nya, dan takkan ada alam ini jika tak ada yang menciptakannya. Yang menciptakannya itulah yang bernama “Allah”.
Perbuatan Allah jelas, terang dan nyata buktinya. Maka berarti Allah Maha Nyata.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat  3 yang artinya :
“Dia yang mula-mula dan yang akhir sekali. Dia lahir (terang karena melihat bekas kekuasaan-Nya) dan batin, (tersembunyi karena tidak dapat dilihat dengan mata kepala) dan Dia mengetahui tiap-tiap sesuatu.”
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 81-82.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 44-45.

KURANGI ANGAN-ANGAN (6)

Ubay bin Ka’ab r.a. berkata : Adalah Rasulullah s.a.w jika sudah berlalu sepertiga malam ia bangun dan bersabda : Hai sekalian manusia ingatlah kepada Allah, telah tiba yang menggetarkan hati, diikuti oleh berikutnya. Telah datang almaut dengan segala resikonya telah tiba almaut dengan segala kesukarannya. Saya bertanya : Ya Rasulullah, saya sering membaca selawat padamu, maka beberapa banyak dan pada waktu yang harus saya pergunakan untuk membaca selawat? Jawab Nabi : Sesukamu. Saya berkata : Seperempat, Bersabda Nabi Sesukamu dan kalau kau menambah lebih baik untukmu. Saya berkata : Separuh dari waktu. Bersabda Nabi : Sesukamu dan jika kau menambah Lebih baik untukmu. Saya berkata : Dua pertiga dari waktu yang senggang bagiku. Bersabda Nabi : Sesukamu! bila kau menambah lebih baik untukmu. Saya berkata : Kalau demikian saya pergunakan semua waktuku untuk membaca selawat padamu. Bersabda Nabi s.a.w : Kalau demikian keadaanmu akan dihindarkan segala kerisauan hatimu dan diampunkan dosamu. (HR. Attirmidzy).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 483.

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (21)

Dari Ummu Waraqah r.a.; “Bahwasanya Nabi s.a.w. menyuruhnya supaya ia mengimami ahli rumahnya”. Diriwayatkan oleh Abu Daud, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaimah.

Menurut riwayat lain, Ummi Waraqah mempunyai seorang hamba laki-laki dan seorang hamba perempuan. Jadi mereka itu adalah ahli rumahnya. Jadi hadits ini jadi kekhususan bahwa perempuan boleh jadi imam yang di antara makmumnya ada laki-laki, asal mereka itu ahli rumahnya (hamba laki-laki).
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 158.

KHALID DI JADHIMA

Lima belas hari Muhammad tinggal di Mekah. Selama itu pula keadaan Mekah dibangunnya dan penduduk diajarnya mendalami hukum agama. Dan selama itu pula regu-regu dakwah dikirimkan untuk mengajarkan Islam, bukan untuk berperang, dan untuk menghancurkan berhala-berhala tanpa pertumpahan darah. Khalid bin’l-Walid waktu itu sudah berangkat ke Nakhla untuk menghancurkan ‘Uzza — berhala Banu Syaiban. Tetapi setelah berhala itu dihancurkan dan Khalid berada di Jadhima, begitu mereka melihatnya, mereka pun segera mengangkat senjata. Oleh Khalid mereka diminta supaya meletakkan senjata, orang semua sudah masuk Islam. Salah seorang dari Banu Jadhima berkata kepada golongannya : “Hai Banu Jadhima! Celaka kamu! Itu Khalid. Sesudah perletakan senjata tentu kita ditawan dan sesudah penawanan potong leher.”
Tetapi golongannya itu menjawab :
“Maksudmu kita akan menumpahkan darah kita? Orang semua sudah masuk Islam, perang sudah tidak ada, orang sudah aman”
Sesudah itu terjadi perletakan senjata. Ketika itulah dengan perintah Khalid mereka dibelenggu, kemudian dibawai pedang dan sebagian mereka ada yang dibunuh.
Apabila kemudian berita itu sampai kepada Nabi ia mengangkat tangan ke langit seraya berdoa : “Allahumma ya Allah! Aku bermohon kepada-Mu lepas tangan dari apa yang telah diperbuat oleh Khalid bin’l-Walid itu.”
Sesudah itu Ali bin Abi Talib yang diutus dengan pesan :
“Pergilah kepada mereka dan lihat bagaimana keadaan mereka. Cara-cara jahiliah harus kauletakkan di bawah telapak kakimu.”
Ali segera berangkat dengan membawa harta yang telah Nabi diserahkan kepadanya. Sesampainva di tempat itu diat dan rampasan sebagai tebusan darah dan harta-henda yang telah dirusak, diserahkan kepada mereka, sehingga semua tebusan darah dan rampasan harta-benda itu selesai dilaksanakan. Sedang yang selebihnya yang diserahkan Rasulullah kepadanya itu, semua diserahkan juga kepada mereka, untuk menjaga maksud Rasulullah, kalau-kalau ada yang belum diketahuinya.
Dalam waktu dua minggu selama Muhammad tinggal di Mekah semua jejak paganisma sudah dapat dibersihkan. Jabatan dalam Rumah Suci yang sudah pindah kepada Islam sampai pada waktu itu ialah kunci Ka’bah, yang oleh Nabi diserahkan kepada Uthman bin Talha dan sesudah dia kepada anak-anaknya, yang tidak boleh berpindah tangan, dan barangsiapa mengambilnya orang itu aniaya adanya. Sedang pengurusan Air Zamzam pada musim haji di tangan pamannya Abbas.
Dengan demikian seluruh Mekah sudah beriman, panji dan menara tauhid sudah menjulang tinggi dan selama berabad-abad dunia sudah pula disinari cahayanya yang berkilauan.
-------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 469-470.

Kamis, 26 September 2013

KURANGI ANGAN-ANGAN (5)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Banyak-banyaklah kamu mengingati kejadian yang akan menghancurkan segala kelezatan yaitu maut. (HR. Attirmidzy).
---------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 482.

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (20)

Dari Ubay bin Kalab r.a., ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sholat seorang dengan seorang lain adalah lebih baik daripada sholat sendiri, dan sholat dengan dua orang adalah lebih baik daripada sholat dengan seorang saja, dan lebih banyak adalah yang lebih disukai oleh Allah ‘azza wajalla.” Diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasa’i dan disahkan oleh Ibnu Hibban.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 157.

Rabu, 25 September 2013

AL-AAKHIRU

AL-AAKHIRU (الْاَخِرُ) artinya Yang Maha Penghabisan, Allah itu kekal abadi, baik sebelum atau setelah lenyapnya segala sesuatu yang maujud.
Tiap-tiap sesuatu ada pangkalnya dan ada ujungnya. Adanya Allah tidak ada permulaan dan tidak ada akhiran. Apabila dibawa kepada pertimbangan akal, akan susahlah akal memikirkannya, tetapi apabila dibawa kepada iman, maka segala yang mustahil menurut akal akan mudahlah memecahkannya, yakni kita harus beriman kepada Allah (mempercayai bahwa segala sifat yang sempurna kepunyaan Allah). Tidak ada yang menyerupai Allah satupun juga.
Firman Allah الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 27 yang artinya :
“Dan tetap kekal zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

Wujud Allah azali tidak didahului oleh sesuatu dan akhirnya Allah juga azali kekal abadi sesudah alam semesta ini musnah. Jadi adanya Allah itu kekal abadi (tidak mati selamanya).
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 81.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 44.

KURANGI ANGAN-ANGAN (4)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda : Segeralah beramal sebelum datangnya tujuh macam. Apakah yang kamu nantikan selain kemiskinan yang melalaikan, atau kekayaan yang menyombongkan atau penyakit yang merusak, atau tua yang melemahkan atau mati yang menghabisi atau kedatangan dajjal sejahat-jahat yang dinantikan, atau hari qiyamat dan hari qiyamat itu yang sangat pedih dan berbahaya. (HR. Attirmidzy).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 482.

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (19)

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata; Nabi s.a.w. bersabda : “Apabila engkau mendengar qamat pergilah sholat, dengan tenang dan tentram, dan janganlah tergesa-gesa, apa-apa yang keburu (bersama imam) lakukanlah, dan apa-apa yang tertinggal sempurnakanlah (nanti)”. Muttafaq 'alaih dan lafadh ini bagi Bukhary.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 157.

MEKAH KOTA SUCI BUAT SEMUA ORANG

Sesudah itu kemudian ia mendiat (memampas) keluarga orang yang dibunuh oleh Khuza’a itu. Dengan khutbah itu serta sikapnya yang begitu lapang dada dan suka memaafkan, hati penduduk telah begitu tertarik kepada Muhammad yang tadinya di luar dugaan mereka. Dengan demikian pula orang telah beramai-ramai masuk Islam.
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Setiap berhala dalam rumahnya hendaknya dihancurkan”, demikian kemudian suara orang menyerukan.
Kemudian dikirimnya serombongan orang dari Khuza’a untuk memperbaiki tiang-tiang sekitar Tanah Suci itu, suatu hal yang menunjukkan betapa besar penduduk Mekah itu menghormati tempat ini, dan yang menambah pula kecintaan mereka kepadanya. Setelah diberitahukan bahwa mereka adalah masyarakat yang patut dicintai dan bahwa ia tidak akan membiarkan atau meninggalkan mereka, kalau tidak karena mereka yang mengusirnya, kecintaan mereka terasa makin besar kepadanya.
Ketika itu Abu Bakr datang membawa ayahnya — yang dulu pennah mendaki gunung Abu Quhais waktu ada pasukan berkuda — ke hadapan Nabi. Melihat orang itu Muhammad berkata :
“Kenapa orang tua ini tidak tinggal saja di rumah; biar saya yang datang ke sana.”
“Rasulullah”, kata Abu Bakr, “sudah pada tempatnya dia yang datang kepadamu daripada engkau yang mendatanginya.”
Orang tua itu oleh Nabi dipersilakan duduk dan dielus-elusnya dadanya; kemudian katanya :
“Sudilah menerima Islam.”
Kemudian ia pun menyatakan diri masuk Islam dan menjadi orang Islam yang baik. Akhlak Nabi yang tinggi dan cemerlang inilah yang banyak menawan hati bangsa itu. Bangsa yang tadinya begitu keras melawan Muhammad, sekarang mereka sangat mencintai dan menghormatinya. Kini orang-orang Quraisy itu, laki-laki dan perempuan, sudah menerima Islam dan sudah pula memberikan ikrarnya.
-------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 469.

Selasa, 24 September 2013

KURANGI ANGAN-ANGAN (3)

Anas r.a. berkata : Rasulullah s.a.w menggaris beberapa garis, kemudian bersabda : Ini angan-angan manusia dan ini ajalnya, maka ini ajalnya, maka ketika ia sedang sibuk, tiba-tiba datang ajalnya yang terdekat, dari garis garis itu. (HR. Buchary).

Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. membuat gambar segi empat, dan di tengah-tengah ada garis lurus memanjang hingga ke luar garis kotak, dan di samping garis tengah itu ada garis-garis kecil. Lalu Nabi s.a.w. menerangkan : Ini manusia, dan garis persegi itu kurungan ajalnya, sedang garis panjang yang keluar dari batas itu, angan-angan cita-cita manusia, dan garis-garis kecil itu ialah gangguan-gangguan yang selalu menghinggapi manusia, maka bila ia selamat dari yang pertama, mungkin terkena yang kedua, jika ia terhindar dari yang satu terkena yang lain. (HR. Buchary).
 
Inilah gambarnya :
---------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 481-482.

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (18)

Dan dalam riwayatnya dari Talq bin Ali; “Tidak sah sholat sendirian di belakang shaf . Dan Thabrany menambah dalam hadits Wabishah: “Mengapa engkau tidak masuk bersama mereka atau kau tarik seorang”.

Maksudnya, orang yang datang belakangan hendaklah masuk dalam shaf, dan kalau tidak mungkin, hendaklah ia tarik seseorang untuk membikin shaf yang baru.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 156-157.

Senin, 23 September 2013

AL-AWWALU

AL-AWWALU (الْاَوَّلُ) artinya Yang Pertama atau Mula-mula tetapi tiada ada bagi-Nya permulaan. Tiap-tiap sesuatu tentu ada awalnya dan akhirnya.
Manusia lahir karena ada orang tuanya, maka orang tuanya itulah yang mengawalinya. Nabi Adam عليه السلام manusia pertama yang tidak mempunyai ibu-bapa, tapi ada yang menjadikannya dan yang menjadikannya itu disebut yang mengawalinya.
Yang mengawali semua ini (yang menciptakan) adalah Allah. Tak mungkin sesuatu itu terjadi tanpa yang mengadakannya. Yang menciptakannya itu disebut “Khaliq” artinya الله سبحانه وتعالى yang adanya tidak ada awalnya dan tak ada akhirnya (mati).
Bilamana Tuhan ada yang mengawalinya maka yang mengawalinya itulah yang lebih kuasa dan sempurna. Maha Suci Allah daripada sifat kekurangan.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 3 yang artinya :
“Dia (Allah), yang mula-mula sekali dan yang akhir. Allah, yang jelas (Zhahir tidak ragu-ragu lagi adanya, karena melihat bekas ciptaan-Nya) dan yang batin (tersembunyi, karena tidak dapat dilihat dengan mata kepala) dan Dia mengetahui atas tiap-tiap sesuatu.”

Wujud Allah azali tidak didahului oleh sesuatu dan akhirnya Allah juga azali kekal abadi sesudah alam semesta ini musnah.
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 80-81.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 44.

KURANGI ANGAN-ANGAN (2)

Ibn Umar r.a. berkata : Rasulullah s.a .w bersabda : Tiada hak bagi seorang Muslim yang mempunyai suatu yang akan di wasiyatkan, lalu bermalam sampai dua malam kecuali wasiyat itu harus sudah tertulis padanya. (HR. Buchary dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim : Ibn Umar berkata : Sejak saya mendengar hadits ini belum pernah satu malam saya bermalam tidak menulis wasiyat, melainkan wasiyat sudah saya tulis padaku. Karena umur manusia tidak diketahui, juga perubahan keadaan dan fikiran, mungkin terjadi. Maka kalau ada sesuatu yang memang niat akan diwasiyatkan segera ditulis supaya tidak lupa atau kedahuluan oleh sesuatu apa yang tidak diharapkan.
-----------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 480-481.

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (17)

Dari Abu Bakrah r.a.; Bahwasanya ia datang kepada Nabi s.aw. dan beliau sedang ruku’, maka lalu ia ruku’ sebelum sampai pada shaf, maka Nabi s.a.w. bersabda kepadanya : “Semoga Allah menambah kemauanmu, tapi (perbuatan) jangan diulang”. Diriwayatkan oleh Bukhary, dan Abu Daud menambah adanya: “Dan ia ruku’ tidak pada shaf, lalu ia berjalan masuk shaf”.

Pergi kepada sholat itu tidak boleh terburu-buru, harus tenang, dan jangan memulai sholat sebelum sampai pada shaf.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 155-156.

PENGAMPUNAN BUAT YANG SUDAH DIJATUHI HUKUMAN MATI

Sesudah memasuki Mekah pun Muhammad sudah mengeluarkan perintah jangan sampai ada pertumpahan darah dan jangan ada seorang pun yang dibunuh, kecuali kelompok itu saja. Oleh karena itu, mereka suami istri lalu menyembunyikan diri, ada pula yang lari. Tetapi setelah keadaan kembali aman dan tenteram, dan orang melihat betapa Rasulullah berlapang dada dan memberikan pengampunan yang begitu besar kepada mereka, ada beberapa orang sahabat yang minta supaya mereka yang sudah dijatuhi hukuman mati itu juga diberi pengampunan. Usman bin ‘Affan — yang masih saudara susuan dengan Abdullah bin Abi’s-Sarh — juga datang kepada Nabi, memintakan jaminan pengampunan. Seketika lamanya Nabi diam. Kemudian katanya : “ Ya”. Dan dia pun diampuni.
Sedang Umm Hakim (bint’l-Harith bin Hisyam) telah pula memintakan kepada Muhammad jaminan pengampunan buat suaminya. ‘Ikrima bin Abi Jahl yang telah lari ke Yaman. Dia ini pun diampuni. Wanita ini kemudian pergi menyusul suaminya dan dibawanya kembali menghadap Nabi. Demikian juga Muhammad telah memaafkan Shafwan bin Umayya, orang yang telah menemani ‘Ikrima lari ke jurusan laut dengan tujuan hendak ke Yaman. Kedua orang itu dibawa kembali tatkala perahu yang hendak membawa mereka sudah siap akan berangkat. Juga Hindun, istri Abu Sufyan, yang telah mengunyah hati Hamzah paman Rasul sesudah gugur dalam perang Uhud telah dimaafkan, di samping orang-orang lain yang tadinya sudah dihukum mati, semuanya dimaafkan. Yang dibunuh hanya empat, yaitu Huwairith yang telah mengganggu Zainab putri Nabi sepulangnya dari Mekah ke Medinah, serta dua orang yang sudah masuk Islam lalu melakukan kejahatan dengan mengadakan pembunuhan di Medinah dan kemudian melarikan diri ke Mekah berbalik meninggalkan agamanya menjadi musyrik dan dua orang budak perempuan Ibn Khatal, yang selalu mengganggu Nabi dengan nyanyian-nyanyiannya. Yang seorang dari mereka ini lari, dan yang seorang lagi diberi pengampunan.
Keesokan harinya setelah hari pembebasan itu ada seseorang dari pihak Hudhail yang masih musyrik oleh Khuza’a dibunuh. Nabi marah sekali karena perbuatan itu, dan dalam khutbahnya di hadapan orang banyak ia berkata :
“Wahai manusia sekalian! Allah telah menjadikan Mekah ini tanah suci sejak Ia menciptakan langit dan bumi. Ia suci sejak pertama, kedua dan ketiga (Asalnya : haramun mun haramin, min haramin, yakni ‘yang suci dan yang suci dari yang suci), sampai hari kiamat. Oleh karena itu, orang yang beriman kepada Allah dan kepada hari Kemudian tidak dibenarkan mengadakan pertumpahan darah atau menebang pohon di tempat ini. Tidak dibenarkan kepada siapa pun sebelum aku, dan tidak dibenarkan kepada siapa pun sesudah aku ini. Juga aku pun tidak dibenarkan marah kepada penghuni daerah ini hanya untuk saat ini saja, kemudian ia kembali dihormati seperti sebelum itu. Hendaklah kamu yang hadir ini memberitahukan kepada yang tidak hadir. Kalau ada orang yang mengatakan kepadamu bahwa Rasulullah telah berperang di tempat ini, katakanlah bahwa Allah telah membolehkan hal itu kepada Rasul-Nya, tapi tidak kepada kamu sekalian, wahai orang-orang Khuza’a! Lepaskanlah tangan kamu dari pembunuhan, sebab sudah terlalu banyak; itu pun kalau ada gunanya. Kalau kamu sudah membunuh orang, tentu aku juga yang akan menebusnya. Barangsiapa ada yang dibunuh sesudah ucapanku ini; maka keluarganya dapat memilih satu dari dua pertimbangan ini: kalau mereka mau, dapat menuntut darah pembunuhnya; atau dengan jalan diat.”
-------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 467-468.

Minggu, 22 September 2013

KURANGI ANGAN-ANGAN (1)

Ibn Umar r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. memegang bahuku sambil bersabda : Hendaklah engkau di dunia ini bagaikan orang asing, atau perantau. Ibn Umar sendiri berkata : Jika kau berada di waktu pagi, jangan mengharap akan sampai sore, dan jika berada di waktu sore jangan mengharap akan sampai pagi. Pergunakan kesempatan masa kesehatan untuk masa sakit, dan masa hidup untuk bekal mati. (HR. Buchary).

Jadi segala sesuatu yang akan dikerjakan tidak usah ditunda, selama kesempatan masih ada, sebab kita tidak mengetahui apa pula yang akan terjadi atas diri kita sendiri.
---------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 479-480.

SHOLAT BERJAMA’AH DAN ‘IMAMAH (16)

Dari Anas r.a., ia berkata; “Rasulullah s.a.w. sholat, saya dan seorang anak yatim di belakangnya, sedangkan Ummu Sulaim di belakang kami”. Muttafaq ‘alaih dan lafadh ini bagi Bukhari.
-------------------------------
Tarjamah BULUGHUL MARAM, Ibnu Hajar Asqalany, Penerbit : PT. Alma’arif Bandung, Cetakan ke tujuh, 1984, Bab Kitabush Sholat, halaman 155.

Sabtu, 21 September 2013

AL-MU’AKHKHIRU

AL-MU’AKHKHIRU (الْمُؤَخِّرُ) artinya Yang Maha Mengakhirkan atau memundurkan. Orang-orang yang berbuat jahat akan dibalasi Allah, akibat kejahatannya itu dan orang-orang yang berbuat baik demikian pula, yaitu mendapat balasan yang setimpal dari Allah. Balasan kejahatan itu ada yang disegerakan oleh Allah, tetapi ada pula yang dita’khirkan (dilambatkan-Nya). Melambatkan itu mungkin ada hikmahnya, semoga yang berdosa itu segera memohon ampunan Allah, dan jika orang itu bertobat dari dosanya sebenar-benar bertobat, maka Allah akan mengampuni dosa orang itu.
Sifat Tuhan yang mulia ini, menunjukkan bahwa Allah bersifat pengasih lagi penyayang.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-Munafiqun ayat 10-11 yang artinya :
“Dan belanjakanlah sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang kamu, lalu ia berkata : Ya Tuhanku, mengapakah tidak engkau tangguhkah kematianku sampai sedikit waktu lagi, supaya aku dapat bersedekah dan masuk golongan orang yang soleh? Dan Allah, tiada akan melambatkan (kematian) seseorang, bila telah sampai ajalnya dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.”
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 79-80.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 43-44.

KEUTAMAAN ORANG KAYA (3)

Abu Hurairah r.a. berkata : Bahwasanya para fakir miskin dari sahabat Muhajirin datang mengeluh kepada Rasulullah s.a.w. : Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala dan tingkat-tingkat yang tinggi serta kesenangan yang abadi. Nabi s.a.w. bertanya : Mengapakah demikian? Jawab mereka : Mereka sholat sebagaimana kami, dan puasa sebagaimana kami, dan mereka bersedekah sedang kami tidak dapat bersedekah, dan mereka memerdekakan budak sedang kami tidak dapat memerdekakan budak. Rasulullah bersabda : Sukakah saya ajarkan kepada kamu ‘amal perbuatan yang dapat mengejar mereka, dan tiada seorang yang lebih utama dari kamu kecuali yang berbuat seperti perbuatanmu? Jawab mereka : Baiklah ya Rasulullah. Bersabda Nabi : Membaca tasbih (SUBHANALLAH) dan takbir (ALLAHU AKBAR) dan tahmid (ALHAMDULILLAH) tiap selesai sholat 33 kali. Kemudian sesudah itu para fakir miskin itu kembali mengeluh kepada Rasulullah s.a.w.: Ya Rasulullah, saudara-saudara kami orang-orang kaya, mendengar perbuatan kami, maka mereka berbuat sebagaimana perbuatan kami itu. Maka sabda Nabi : Itulah kurnia Allah yang diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (HR. Buchary dan Muslim).
-------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 474-475.

GAMBAR-GAMBAR DALAM KA’BAH

Tetapi Muhammad, tetapi Nabi, tetapi Rasulullah, bukanlah manusia yang mengenal permusuhan. atau yang akan membangkitkan permusuhan di kalangan umat manusia! Dia bukan seorang tiran, bukan mau menunjukkan sebagai orang yang berkuasa. Tuhan telah memberi keringanan kepadanya dalam menghadapi musuh, dan dalam kemampuannya itu ia memberi pengampunan. Dengan itu, kepada seluruh dunia dan semua generasi ia telah memberi teladan tentang kebaikan dan keteguhan menepati janji, tentang kebebasan jiwa yang belum pernah dicapai oleh siapa pun !
Apabila Muhammad kemudian memasuki Ka’bah, dilihatnya dinding-dinding Ka’bah sudah penuh dilukis dengan gambar-gambar malaikat dan para Nabi. Dilihatnya Ibrahim yang dilukiskan sedang memegang azlam*) yang diperundikan, dilihatnya sebuah patung burung dara dari kayu. Dihancurkannya patung itu dengan tangannya sendiri dan dicampakkannya ke tanah. Ketika melihat gambar Ibrahim agak lama Muhammad memandingnya, lalu katanya : Mudah-mudahan Tuhan membinasakan mereka! Orang tua kita digambarkan mengundi dengan azlam! Apa hubungannya Ibrahim dengan azlam!? Ibrahim bukan orang Yahudi, juga bukan orang Nasrani. Tetapi ia adalah seorang hanif (yang murni imannya), yang menyerahkan diri kepada Allah dan bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sedang malaikat-malaikat yang dilukiskan sebagai wanita-wanita cantik, gambar-gambar itu oleh Muhammad disangkal samasekali , sebab malaikat-malaikat itu bukan laki-laki dan bukan perempuan. Lalu diperintahkannya supaya gambar-gambar itu dihancurkan. Berhala-berhala sekeliling Ka’bah yang disembah oleh Quraisy selain Allah, telah dilekatkan dengan timah di sekeliling Ka’bah. Demikian juga berhala Hubal yang berada di dalamnya. Dengan tongkat di tangan Muhammad menunjuk kepada berhala-berhala itu semua seraya berkata :
“Dan katakanlah : Yang benar itu sudah datang, dan yang palsu segera menghilang, sebab kepalsuan itu pasti akan lenyap.” (QS. 17 : 81)

KA’BAH DIBERSIHKAN DARI BERHALA
Berhala-berhala itu kemudian disungkurkan dan dengan demikian Rumah Suci itu dapat dibersihkan. Pada hari pertama dibebaskannya mereka itu Muhammad telah dapat menyelesaikan apa yang dianjurkannya sejak dua puluh tahun itu, dan yang telah ditentang oleh Mekah dengan mati-matian. Dihancurkannya berhala-berhala dan dihapuskannya paganisma dalam Rumah Suci itu disaksikan oleh Quraisy sendiri. Mereka melihat berhala-berhala yang mereka sembah dan disembah oleh nenek moyang mereka itu samasekali tidak dapat memberi kebaikan atau bahaya buat mereka sendiri.
Pihak Anshar dari Medinah telah menyaksikan semua kejadian ini. Mereka melihat Muhammad yang berdoa di atas gunung Shafa. Terbayang oleh mereka sekarang bahwa ia pasti akan meninggalkan Medinah dan kembali ke tempat tumpah darahnya semula yang kini telah dibukakan Tuhan. Mereka berkata satu sama lain : “Menurut pendapat kamu, adakah Rasulullah s.a.w. akan menetap di negerinya sendiri?” Mungkin kekuatiran mereka itu beralasan sekali. Ini adalah Rasulullah, dan di Mekah ini Rumah Suci Baitullah dan di Mekah ini pula Mesjid Suci.
Tetapi setelah selesai berdoa Muhammad bertanya kepada mereka : Apa yang mereka katakan itu. Selelah diketahuinva akan kekuatiran mereka yang mereka sampaikan dengan agak maju mundur itu, ia berkata. “Berlindunglah kita kepada Allah! Hidup dan matiku akan bersama kamu.” Dengan itu ia telah memberikan teladan kepada orang tentang keteguhannya memegang janji pada Ikrar ‘Aqaba serta kesetiaannya kepada sahabat-sahabatnya yang seiring sepenanggungan di kala menderita, teladan yang takkan dapat dilupakan, baik oleh tanah-air, oleh penduduk ataupun oleh Mekah sebagai Tanah Suci.
Setelah berhala-berhala itu dibersihkan dari Ka’bah, Nabi menyuruh Bilal menyerukan azan dari atas Ka’bah. Sesudah itu orang melakukan sholat bersama dan Muhammad sebagai imam. Sejak saat itu, sampai masa kita sekarang ini selama empat belas abad, tiada pernah terputus Bilal dan pengganti-pengganti Bilal terus menyerukan azan, lima kali setiap hari, dari atas mesjid Mekah. Sejak saat itu, selama empat belas abad sudah, kaum Muslimin menunaikan kewajiban sholat kepada Allah dan selawat kepada Rasul, dengan mengharapkan wajah, kalbu dan seluruh pikiran kepada Allah semata, dengan menghadap Rumah Suci ini, yang pada hari pembebasannya itu oleh Muhammad telah dibersihkan dari patung-patung dan berhala-berhala.
Atas apa yang telah terjadi itu baru sekarang Quraisy mau menerima, dan mereka pun sudah yakin pula akan pengampunan yang telah diberikan Muhammad kepada mereka. Mereka melihat Muhammad dan Muslimin yang ada di sekitarnya sekarang dengan mata penuh takjuh bercampur cemas dan hati-hati sekali. Namun sungguhpun begitu ada sekelompok manusia terdiri dari tujuh belas orang, oleh Muhammad telah dikecualikan dari pengampunannya itu. Sejak ia memasuki Mekah, sudah dikeluarkan perintah supaya mereka itu, golongan laki-lakinya. dibunuh, meskipun mereka sudah berlindung ke tirai Ka’bah. Di antana mereka itu ada yang bersembunyi dan ada pula yang sudah lari. Keputusan Muhammad supaya mereka dibunuh bukan didorong oleh rasa dengki atau karena marah kepada mereka, melainkan karena kejahatan-kejahatan besar yang mereka lakukan. Ia tidak pernah mengenal rasa dengki. Di antara mereka itu terdapat Abdullah bin Abi’s-Sarb, orang yang dulu sudah masuk Islam dan menuliskan wahyu, kemudian berbalik murtad menjadi musyrik di pihak Ouraisy dengan menggembor-gemborkan bahwa dia telah memalsukan wahyu itu waktu ia menuliskannya. Juga Abdullah bin Khatal, yang dulu sudah masuk Islam kemudian sesudah ia membunuh salah seorang bekas budak itu berhalik menjadi musyrik dan menyuruh kedua budaknya yang perempuan — Fartana dan temannya — menyanyi-nyanyi mengejek Muhammad. Dia dan kedua orang itu juga dijatuhi hukuman mati. Di samping itu ‘Ikrimah bin Abi Jahl, orang yang paling keras memusuhi Muhammad dan kaum Muslimin dan sampai waktu Khalid bin’l-Walid datang memasuki Mekah dari jurusan bawah itu pun tiada henti-hentinya ia mengadakan permusuhan.

Catatan :
*) Al-azlam (jamak zalam dan zulam) yaitu qid-h (atau anak panah tanpa kepala dari bulu) suatu kebiasaan yang berlaku pada zaman jahiliah. Pada anak panah itu tertulis kata perintah dan larangan: “kerjakan!” dan “jangan dikerjakan!” Benda itu dimasukkan orang ke dalam sebuah tabung. Apabila orang hendak melakukan perjalanan, perkawinan atau sesuatu yang penting lainnya, ia memasukkan tangannya ke dalam tabung itu setelah diperkenankan dan dikocok, dan sebuah zalam dicabutnya. Kalau yang keluar berisi “perintah” ia boleh terus melaksanakan; kalau yang keluar berisi “larangan” ia harus membatalkan maksudnya. Mengundi dengan anak panah ini ialah guna mengetahui baik buruknya nasib seseorang.
------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 465-467.

Jumat, 20 September 2013

Masjid AL-FURQOON Macanan - Jemawan - Jatinom - Klaten

Masjid AL-FURQOON
Macanan - Jemawan - Jatinom - Klaten

KEUTAMAAN ORANG KAYA (2)

Ibn Umar r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w : Tiada boleh seorang iri hati terhadap orang lain, kecuali dalam dua hal : Seorang yang diberi pengertian Qur’an, maka ia mempergunakannya sebagai pedoman ‘amalnya siang malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta, maka ia membelanjakannya siang malam untuk segala ‘amal kebaikan. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 474.

Kamis, 19 September 2013

AL-MUQADDIMU

AL-MUQADDIMU (الْمُقَدِّمُ) artinya الله سبحانه وتعالى Maha Mendahulukan yakni mendahulukan sebagian benda dan yang lainnya dalam perwujudannya atau dikemudiankan, selisih waktu atau tempatnya.
Bilamana suatu kejadian yang di belakang adanya, tidak ada yang dapat memprotes kenapa terjadi demikian. Sebabnya, karena kehendak Allah yang menentukan barang itu terjadi belakangan atau didahulukan, semuanya itu terserah kepada الله سبحانه وتعالى. Allah s.w.t. dalam Al-Qur’an surat Saba’ ayat 30 yang artinya :
“Katakanlah; bagimu ada perjanjian yang ditentukan, tiadakah kamu akan terlambat sesa’at juga daripadanya dan tiada pula terdahulu.”

Jadi jelaskah dalam ayat ini bahwa Tuhan yang menentukan terdahulunya dan terlambatnya dalam kejadian, pemberian rizki dan karunia-karunia yang lain.
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 79.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 43-44.

Aerith Gainsborough

Aerith Gainsborough
AERITH di FFVII CRISIS CORE. Suatu hari, Aerith yang sudah berusia 15 tahun sedang memeriksa bunga di Gereja ketika mendadak Zack terjatuh dari atap Gereja dan mendarat di padang bunga miliknya. Setelah tersadar, keduanya berkenalan dan mungkin di saat inilah Aerith mulai memiliki perasaan terhadap Zack, walau dia belum tahu perasaan apa. Saat menuju ke Market, seorang anak kecil menjambret dompet Zack dan Aerith kemudian membantu Zack menangkapnya.
Zack membelikan pita merah jambu dan membantu memasangkannya. Sejak saat itu pita itu menjadi trademark Aerith. Saat mereka meneruskan pembicaraan mereka di Taman, Aerith mengatakan pada Zack bahwa dia takut pada SOLDIER yang menikmati bertarung, tanpa menyadari Zack adalah SOLDIER.
Sempat kikuk, Aerith kemudian memuji mata biru Zack dan sambil tersenyum mengatakan jika langit seperti mata Zack, maka dia tidak akan takut memandang langit. Sejak saat itu keduanya mulai dekat dan Aerith selalu menyempatkan diri untuk menelpon Zack kapan pun dia bisa, walau seringkali waktunya salah. Hubungan keduanya sangat dekat dan Aerith memberikan dorongan moral saat Zack menangis setelah membunuh Angeal.
Di Before Crisis, Aerith sempat terjebak antara AVALANCHE dan TURKS, karena keduanya menginginkannya. Saat Elfe, pemimpin AVALANCHE saat itu, mengajak Aerith untuk bergabung, Aerith tidak menjawab dan TURKS menyerang. Berkat bantuan Tseng, Aerith berhasil melarikan diri. Zack sepertinya tidak mengetahui peristiwa ini karena sedang menjalankan misi dan baik Aerith maupun Tseng mungkin tidak pernah menceritakannya.
Zack kembali ke Aerith setelah misinya selesai dan menawarkan untuk membuatkan kereta kecil agar Aerith bisa menjual bunga. Namun Zack harus meninggalkan Aerith lagi untuk misi ke Nibelheim. Sebelum berpisah, Zack sempat meminta Aerith untuk mengenakan pakaian berwarna pink saat dia kembali namun usulan ini hanya ditanggapi dengan tawa Aerith saja. Kontak terakhir mereka melalui telepon, saat Zack berada di Nibelheim.
Setelah itu Aerith mulai mengenakan baju pink dengan tujuan mengejutkan Zack saat dia kembali dan terus menerus mengirimkan surat ke Zack. Total ada 88 surat yang dikirimnya, namun semua tidak ada balasan. Ia menulis surat terakhir dan mengirimkannya bersama makhluk yang diciptakan dari DNA Angeal, surat terakhir inilah yang diterima oleh Zack dan memicunya untuk kembali ke Midgar untuk bertemu Aerith.
Suatu hari, di saat Aerith sedang merawat bunga miliknya, dia merasakan sesuatu. Aerith mengatupkan tangan dan memejamkan mata. Dia merasakan ada seseorang yang penting bagi dirinya akan bergabung dengan Lifestream. Di saat yang sama, di luar Midgar, Zack sedang menghadapi pasukan SHINRA yang akan berakhir dengan kematiannya. Saat ini mungkin Aerith menyadari Zack sudah tiada, namun masih menolak menerima kenyataan ini.

KEUTAMAAN ORANG KAYA (1)

Abdullah Ibn Mas’ud r.a. berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w. : Tidak boleh irihati kecuali dalam dua macam : 1. Seorang yang diberi oleh Allah ta’ala harta kekayaan maka dipergunakan untuk mempertahankan hak (kebenaran). 2. Seorang yang diberi oleh Allah ta’ala ilmu hikmat, maka ia pergunakan dan diajarkannya. (HR. Buchary dan Muslim).
------------------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 474.

SUATU AMNESTI

Kemudian ia menanya kepada mereka :
“Orang-orang Quraisy. Menurut pendapat kamu apa yang akan kuperbuat terhadap kamu sekarang?”
“Yang baik-baik Saudara yang pemurah, sepupu yang pemurah”, jawab mereka.
“Pergilah kamu sekalian. Kamu sekarang sudah bebas!” katanya.
Dengan ucapan itu maka kepada Quraisy dan seluruh penduduk Mekah ia telah memberikan pengampunan umum (amnesti).
Alangkah indahnya pengampunan itu di kala ia mampu! Alangkah besarnya Jiwa ini, jiwa yang telah melampaui segala kebesaran. melampaui segala rasa dengki dan dendam di hati! Jiwa yang telah dapat menjauhi segala perasaan duniawi, telah mencapai segala yang di atas kemampuan insani! Itu orang-orang Quraisy, yang sudah dikenal betul oleh Muhammad, siapa-siapa mereka yang pernah berkomplot hendak membunuhnya, siapa-siapa yang telah menganiayanya dan menganiaya sahabat-sahabatnya dahulu, siapa-siapa yang memeranginya di Badr dan di Uhud, siapa yang dahulu mengepungnya dalam perang Khandaq? Dan siapa-siapa yang telah menghasut orang-orang Arab semua supaya melawannya, dan siapa pula, kalau berhasil, yang akan membunuhnya, akan mencabiknya sampai berkeping-keping kapan saja kesempatan itu ada!? Mereka itu, orang-orang Quraisy itu sekarang dalam genggaman tangan Muhammad, berada di bawah telapak kakinya. Perintahnya akan segera dilaksanakan terhadap mereka itu. Nyawa mereka semua kini tergantung hanya di ujung bibirnya dan pada wewenangnya atas ribuan balatentara yang bersenjatakan lengkap, yang akan dapat mengikis habis Mekah dengan seluruh penduduknya dalam sekejap mata!
------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 464.

Rabu, 18 September 2013

Zack Fair

Zack Fair
Zack di FFVII CRISIS CORE. Cerita dibuka dengan latihan Zack di simulasi yang berakhir dengan kegagalan Zack karena sifatnya yang terlalu bersemangat. Walaupun demikian, Angeal tetap merekomendasikan Zack untuk menjadi 1st Class SOLDIER. Sementara menunggu pensahan tersebut, Angeal dan Zack menuju ke Wu Tai untuk menyelesaikan perang yang sepertinya tiada akhir.
Sebelum menuju ke Wu Tai, Zack diberitahu mengenai menghilangnya salah satu 1st Class SOLDIER, Genesis Rhapsodos. Zack bersama Angeal kemudian menuju ke Fort Tamblin, dimana Angeal menceritakan mengenai dumb apple. Angeal menyinggung bahwa pemilik pohon dumb apple tersebut adalah sahabatnya, namun karena masalah kehormatan maka Angeal selalu menolak meminta apel tersebut ke sahabatnya.
Setelah mereka berpisah untuk menuju ke posisi masing-masing, Zack berhasil menjatuhkan Fort Tamblin sendirian. Walaupun saat menghadapi boss terakhir di Fort Tamblin dia nyaris tewas, kalau Angeal tidak menolongnya. Mereka kemudian menemui Lazard Deusericus, pimpinan SOLDIER. Lazard kemudian memberitahu mengenai kedatangan Sephiroth, yang disambut dengan gembira oleh Zack.
Namun kegembiraan Zack tidak berlangsung lama karena mereka langsung diserang oleh pasukan aneh. Angeal memerintahkan Zack untuk mengungsikan Lazard sementara dia menghadapi pasukan tersebut. Zack menuruti perintah Angeal kemudian kembali untuk menolongnya. Tapi daripada menemukan Angeal, Zack malah berhadapan dengan Ifrit. Untungnya Sephiroth berhasil menolongnya di saat-saat terakhir.
Dari Sephiroth Zack mengetahui bahwa Angeal menghilang dan diduga ikut melarikan diri dari SOLDIER bersama Genesis. Alasannya, mereka berdua adalah sahabat sejak kecil. Apalagi pasukan yang menyerang mereka memiliki wajah yang sama dengan Genesis. Zack tidak mempercayai ucapan Sephiroth dan beberapa bulan kemudian dia mengikuti misi berikutnya, menuju Bandora Village.
Bandora Village merupakan desa tempat dimana Angeal dan Genesis lahir. Zack menuju ke desa ini bersama Turks bernama Tseng. Zack kemudian bertemu dengan Gillian Hewley yang merupakan ibu Angeal. Gillian memberitahu bahwa pedang yang dibawa Angeal merupakan pedang warisan, dibuat oleh ayah Angeal sendiri. Zack kemudian bergabung dengan Tseng yang menemukan kuburan orangtua Genesis.
Mereka bertemu dengan Genesis yang mengakui bahwa dia memang membunuh orangtuanya. Tseng kemudian menjalankan perintah berikutnya, yaitu menghancurkan Banora Village. Zack berusaha menyelamatkan Gillian, tapi kaget luar biasa saat menemukan bahwa ibu tua tersebut telah tewas dibunuh oleh Angeal, anaknya sendiri. Marah, kecewa dan frustasi bercampur menjadi satu.
Sulit bagi Zack untuk mengetahui bahwa guru yang dihormatinya selama ini tega membunuh ibunya sendiri. Ia hanya bisa menatap ke pepohonan dumb apple yang mulai terbakar ketika pesawat penghancur menjatuhkan bom untuk menghancurkan Banora Village. Beberapa bulan kemudian, Lazard mengumumkan berhasilnya Zack menjadi 1st Rank. Namun berita tersebut diterima oleh Zack dengan datar.
Tugas pertamanya datang seketika karena pasukan Genesis muncul untuk menyerang Midgar. Zack dan Sephiroth kemudian berpencar untuk menangani serangan pasukan Genesis. Disinilah Zack bertemu dengan Cissnei, Reno dan Rude untuk pertama kali. Setelah mengalahkan copy dari Genesis, Zack menyusul Sephiroth yang berhasil menemukan jejak Angeal dan Professor Hollander.
Saat berhasil menemukan Hollander, Zack mengetahui mengenai cloning para monster. Itulah sebabnya mengapa pasukan Genesis bertampang seperti Genesis dan terdapat juga monser yang memiliki wajah Angeal di tubuhnya. Mereka disebut sebagai Genesis Copy atau Angeal Copy. Sementara Sephiroth berurusan dengan Genesis, Zack mengejar Hollander. Namun di akhir pengejaran, Zack kembali bertemu Angeal.
Angeal menantang Zack namun Zack menolak untuk melawan Angeal. Hal ini menyebabkan Angeal menyerang Zack, menjatuhkan Zack ke Slum Sector 5. Zack terjatuh menerobos atap gereja dan terjatuh tepat di padang bunga yang ditanam oleh Aeris Gainsborough. Ucapan pertama yang diucapkan Zack saat melihat Aeris adalah Tenshi (malaikat), yang langsung diralat oleh Aeris.
Memang dasarnya selalu mengambil kesempatan, Zack langsung mengajak Aeris berkencan dengan alasan sebagai balas budi. Walaupun sempat segan, Aeris akhirnya menerima ajakan kencan tersebut. Mereka kemudian menuju ke Slum Market, dimana Zack sempat dicopet (oleh maling anak-anak yang punya duit lebih banyak dari Zack) dan dimana Zack memberikan pita merah yang kemudian menjadi trademark Aeris.
Zack kemudian kembali ke Shinra HQ untuk membantu Sephiroth menangani serangan pasukan Genesis. Angeal kembali muncul dan kali ini membantu Zack. Mereka kemudian mendapat tugas untuk melindungi Hojo. Buntutnya Zack harus menghadapi Bahamut Fury sementara Angeal menangani Genesis. Namun setelah menang, Zack harus menelan kekecewaan lagi karena Angeal kembali menghilang.
Zack kemudian mendapat misi mengejar Genesis ke Modeoheim. Didampingi Tseng, dia menuju ke Modeoheim. Helikopter mereka sayangnya ditembak jatuh oleh pasukan Genesis dan akibatnya mereka harus memanjat secara manual. Disinilah Zack berkenalan dengan Cloud Strife dan keduanya menjadi teman sejak saat itu. Setelah mencapai Modeoheim, Zack menyelidiki Mako Reactor yang mencurigakan.
Di dalam Zack menemukan Genesis yang mulai mengalami proses ”penuaan” serta Hollander. Hollander yang ketakutan akan dibunuh oleh Genesis mencoba melarikan diri dan Zack memerintahkan Cloud untuk mengejarnya, sementara dia menghadapi Genesis. Setelah mengalahkan Genesis, Genesis menjatuhkan diri ke Mako Reactor di belakangnya sehingga Zack menduga Genesis tewas.
Zack kemudian menyusul Cloud dan Tseng di Modeoheim. Disana dia menemukan Cloud dan Tseng yang terluka. Namun ia juga bertemu kembali dengan Angeal dan Hollander. Disinilah Zack mengetahui bahwa Hollander merupakan ayah Zack dan ibunya sebetulnya melakukan bunuh diri, bukan dibunuh oleh Angeal. Obsesi Hollander mirip dengan Hojo, mencipatkan SOLDIER yang sempurna, Project G.
Hollander menganggap Angeal adalah SOLDIER yang sempurna, namun Angeal menganggap dirinya sebagai monster. Dia kemudian melakukan fusion dengan Angeal copy lainnya kemudian menantang Zack. Angeal-lah yang ”memberikan” bekas luka di pipi Zack. Dengan berat hati, Zack mengabulkan permintaan Angeal dan membunuhnya. Sebelum kematiannya, Angeal mewariskan Buster Sword miliknya ke Zack sekaligus mimpi serta kehormatannya.
Sejak saat itu, Zack menjadi salah satu dari beberapa 1st Class SOLDIER yang tersisa. Di Before Crisis, Zack menerima tugas untuk menangani AVALANCHE bersama dua temannya, Essai serta Sebastian. Ditengah misi tersebut, Essai serta Sebastian berhasil diculik oleh AVALANCHE. Mereka berdua kemudian dirubah menjadi monster yang disebut sebagai Raven.
Zack datang terlambat dan harus membunuh mereka. Zack kemudian membuat kuburan mereka di Modeoheim dan menandainya dengan menggunakan pedang mereka. Setelah tragedi ini, Zack diperintahkan untuk menjalani liburan di Costa Del Sol, dibawah pengawasan Cissnei. Liburan Zack terpaksa dipotong pendek ketika pasukan Genesis menyerang Junon dan membebaskan Hollander.
Zack mencoba menghentikan Hollander, namun niatnya gagal dan Hollander berhasil melarikan diri. Rasa kaget Zack bertambah ketika mengetahui bahwa yang membantu Hollander melarikan diri adalah Lazard! Sephiroth kemudian memerintahkannya untuk kembali ke Midgar secepatnya karena Midgar juga mengalami serangan pasukan Genesis.
Khawatir terhadap Aeris, Zack bergegas menuju ke Gereja di Slum Sektor 5. Ia kemudian mengetahui bahwa salah satu Angeal Copy kini bertugas melindungi Aeris. Sephiroth kemudian memanggil Zack untuk menjalani misi berikutnya di Nibelheim. Zack kemudian membuatkan kereta bunga agar Aeris bisa berjualan bunga dan menitipkan Aeris kepada Tseng.
Zack juga meminta Aeris untuk mengenakan pakaian berwarna pink saat dia kembali dari misi. Aeris menganggap ide itu konyol dan menolak melakukannya, walaupun kemudian dia melakukannya juga. Aeris berjanji dia akan menulis surat untuk Zack kemudian memberikan daftar yang berisi permintaannya kepada Zack. Tanpa sempat membacanya, Zack berangkat ke Nibelheim bersama Sephiroth dan Cloud.
Tiba di Nibelheim, Zack bertemu dengan Tifa Lockhart yang merasa penasaran mengenai seorang SOLDIER berambut pirang alias Cloud. Dengan panduan Tifa, mereka kemudian menuju ke Mako Reactor di Nibel Mountain. Di dalam reaktor, Zack kembali bertemu dengan Genesis yang ternyata masih hidup. Dia yang mengatakan bahwa Sephiroth adalah monster karena memiliki sel Jenova di dalam tubuhnya.
Genesis mengajak Sephiroth bergabung dengannya, namun ajakan ini ditolak mentah-mentah oleh Sephiroth. Sejak saat itu Zack merasakan perubahan dari Sephiroth. Suatu hari dia menemukan Sephiroth di dalam basement Shinra Mansion dan Sephiroth mengatakan bahwa dialah pewaris sesungguhnya dari Planet. Tindakan pertama Sephiroth adalah membakar Nibelheim dan membunuh sebagian besar penduduknya.
Zack langsung mengikuti Sephiroth ke Mako Reactor, dimana dia menemukan Tifa yang terluka parah. Merasa bersalah atas kemarahan Tifa terhadap SOLDIER, Mako serta Shinra, Zack menghadapi Sephiroth. Walaupun awalnya dia sempat menang, namun kekuatan Sephiroth akhirnya mampu mengalahkannya dengan telak. Setengah sadar Zack terpaksa mempercayai Cloud menghadapi Sephiroth setelah dia kalah.
Zack dan Cloud kemudian menjadi bahan percobaan Hojo di Shinra Mansion. Hojo berniat menjadikan mereka sebagai Sephiroth Clone. Tapi niat Hojo gagal karena sel Zack sudah terbiasa dengan Mako, mengingat dia adalah 1st Class SOLDIER. Sedangkan Cloud dianggap tidak memenuhi syarat. Empat tahun kemudian, Zack tersadar dan dengan susah payah berhasil lolos dari ”tabung” eksperimennya.
Walaupun demikian, Zack menyadari bahwa dia belum pulih total sehingga mereka memutuskan untuk melarikan diri setelah gelap. Zack kembali bertemu Cissnei yang sedang mengejar mereka (walau dia tidak mengetahuinya). Cissnei kemudian memberikan sepeda motor agar Zack bisa melarikan diri bersama Cloud, sementara dia berpura-pura tidak melihat mereka.
Ditengah perjalanan, Zack kembali dicegah oleh Genesis. Genesis rupanya mengejar S-Cell alias Sephiroth Cell yang berada di tubuh Zack. Namun karena Zack merupakan 1st SOLDIER, maka selnya bercampur dengan sel Jenova, menjadikan S-Cell ditubuhnya tidak murni. Akibatnya bukannya sembuh, Genesis Copy yang memakan rambut Zack malah menjadi monster.
Pelarian Zack membawanya ke Gongaga dimana dia kembali bertemu Cissnei, Hollander dan Genesis. Cissnei kembali memutuskan untuk menghiraukan Zack, walau dia mengakui sudah berkenalan dengan orangtua Zack. Sementara Hollander yang menggunakan sel Genesis, sudah terkena ”penuaan” juga. Baik dia dan Genesis membutuhkan S-Cell yang murni, dan mereka bisa mendapatkannya dari Cloud.
Untungnya Lazard, yang sudah menjadi Angeal Copy, sempat menghentikan mereka sebelum Zack tiba dan membunuh Hollander. Zack kemudian menyusul Genesis ke Bandora, dimana Genesis berada selama ini. Di sisi paling dalam Banora, Zack menemukan Genesis yang memanfaatkan Lifestream untuk bertemu Goddess (Minerva) dan menghabisi Zack. Walaupun demikian, Zack mampu mengalahkan Genesis.
Zack kemudian membawa Genesis ke permukaan, dimana dia bersama Cloud (yang sedang koma), Genesis dan Lazard yang sekarat, menyantap dumb apple. Zack juga menemukan Angeal Copy terakhir yang seharusnya menjaga Aeris. Ia menemukan surat Aeris yang ke-89 dan memutuskan untuk bertemu Aeris kembali di Midgar. Zack meninggalkan Genesis dan bersama Cloud menuju ke Midgar.
Namun sebelum mencapai Midgar, Zack dicegah oleh ratusan pasukan Shinra. Setelah meletakkan Cloud ke tempat yang aman, Zack menghadapi semuanya. Namun 1st SOLDIER sekali pun punya batas dan Zack harus tewas setelah mengalahkan sebagian besar pasukan Shinra. Sebelum meninggal, Zack menyerahkan Buster Sword ke Cloud yang baru tersadar.
Dengan permintaan terakhirnya, agar Cloud terus hidup agar hidup yang diberikan Zack tidak sia-sia, Zack menutup mata sambil tersenyum. Hujan kemudian turun, menenggelamkan suara teriakan Cloud yang histeris. Cloud kemudian meninggalkan Zack setelah mengucapkan terima kasih dan berjanji akan terus hidup sampai ke bagian Zack juga. Tubuh Zack kemudian menghilang ke dalam Lifestream.

MEMPERBANYAK BEKAL UNTUK AKHIRAT (2)

Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w. : Ketika Nabi Ayyub a.s. mandi sambil telanjang, mendadak jatuh padanya belalang dari mas, maka Nabi Ayyub meletakkan bajunya di atas belalang itu. Maka dipanggil oleh Tuhan : Hai Ayyub tidakkah Kami telah memberi kepadamu kekayaan yang melebihi daripada itu? Jawab Ayyub : Benar Tuhanku demi kemulyaan-Mu, tetapi saya belum merasa cukup dari berkat-Mu. (HR. Buchary).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 471.

Selasa, 17 September 2013

AL-MUQTADIRU

AL-MUQTADIRU (الْمُقْتَدِرُ) artinya, Yang Sangat Menentukan dan Menguasai isi alam seluruhnya.
Pada Al-Qaadiru adalah Yang Maha Kuasa yang ada pada zat-Nya, maka Al-Muqtadiru, Yang Maha menentukan yang bersangkutan dengan perbuatan-Nya. Kedua sifat tersebut Al-Qaadiru dan Al-Muqtadiru berasal dari kata qudrah yang artinya kekuasaan.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 45 yang artinya :
“Unjukkanlah kepada mereka itu, perumpamaan hidup di dunia ini, yaitu sebagai air hujan yang turun dari langit, lalu bercampur dengan tumbuh-tumbuhan bumi, sehingga subur hidupnya, kemudian ia menjadi kering dan hancur sampai diterbangkan angin. Allah berkuasa pada tiap-tiap sesuatu.”

Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Az-Zukhruf ayat  42 yang artinya :
“Atau Kami perlihatkan kepada engkau siksa yang Kami janjikan kepada mereka, sungguh Kami berkuasa atas mereka itu.”

Maka jelaslah perbedaan antara Al-Qaadiru dengan Al-Muqtadiru, yaitu Qadiru ada pada zat Allah dan Muqtadiru ada pada perbuatan-Nya.
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 78-79.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 43.

Tawakkal 'Alallah

Tawakkal’alallah, menyerahkan dan mempercayakan diri bulat-bulat kepada Allah.
Gelanggang perjuangan hidup yang dihadapi, maha kesulitan yang datang silih berganti, bala dan bencana yang bertemu ditengah jalan, segala itu hanya dapat diatasi oleh Mukmin yang bertawakkal kepada Allah s.w.t. bertawakkal dan berusaha, berserah diri dalam melakukan tugas, mempercayakan diri sewaktu menunaikan amanat Illahi, perjuangan hidup demi Cita dan Agama. Menyerahkan diri bulat-bulat dalam memegang keyakinan dan memperjuangkan keyakinan.
Itulah pesan dan sunnat perjuangan yang disampaikan Musa kepada pengikutnya :
“Dan Musa berkata; “Wahai bangsaku !!! Jika sungguh-sungguh kamu sekalian beriman kepada Allah, maka kepada-Nya sajalah kamu menyerahkan diri, kalau betul-betul kamu golongan Muslimin”. Lalu bangsanya berkata; “Kepada Allah sajalah kami berserah diri. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami menjadi fitnah-percobaan bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami denganrahmat-Mu dari kaum yang kafir itu””. (QS. Yunus : 84 – 86)
“Mengapa kami tidak menyerahkan diri kepada Allah, padahal Ia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan sungguhnya kami akan sabar melayani gangguan kamu kepada kami, dan kepada Allah-lah hendaknya bertawakkal orang-orang yang berserah diri”. (QS. Ibrahim : 12)
#570

MEMPERBANYAK BEKAL UNTUK AKHIRAT (1)

Sahal bin Sa’ad r.a. berkata : Ketika Rasulullah s.a.w. diberi minuman dan setelah minum, tiba-tiba disebelah kanannya seorang anak muda sedang sebelah kirinya orang-orang tua. Maka Nabi bersabda kepada anak muda itu : Izinkan saya memberikan minuman ini kepada orang-orang tua itu? Jawab anak itu : Tidak ya Rasulullah, demi Allah saya tidak akan memberikan bahagianku dari padamu kepada lain orang. Maka oleh Rasulullah diberikan sisa minuman itu di tangannya. (HR. Buchary dan Muslim).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 471.

MEMASUKI MEKAH

Sekarang Muhammad berhenti di hulu kota Mekah. di hadapan Bukit Hind. Di tempat itu dibangunnya sebuah kubah (kemah lengkung), tidak jauh dari makam Abu Talib dan Khadijah. Ketika ia ditanya, maukah ia beristirahat di rumahnya, dijawahnya :
“Tidak. Tidak ada rumah yang mereka tinggalkan buat saya di Mekah”, katanya.
Kemudian ia masuk ke dalam kemah lengkung itu, ia beristirahat dengan hati penuh rasa syukur kepada Tuhan, karena ia telah kembali dengan terhormat. dengan membawa kemenangan ke dalam kota, kota yang dulu telah mengganggunya, menyiksanya dan mengusirnya dan keluarga dari kampung halamannya. Ia melepaskan pandang ke sekitar tempat itu, ke lembah wadi dan gunung-gunung yang ada di sekelilingnya. Gunung-gunung, tempat ia dahulu tinggal di celah-celahnya, ketika tindakan Ouraisy sudah begitu memuncak, begitu keras mengasingkan dia. Di pegunungan itulah, yang juga di antaranya Gua Hira, tempat ia menjalankan tahannuth ketika datang kepadanya wahyu :
“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …..” (QS 96 : 1-5)

Ke sekitar gunung-gunung itu ia melepaskan pandang, ke lembah-lembah, dengan rumah-rumah Mekah yang bertebaran, dan di tengah-tengah adalah Rumah Suci. Begitu rendah hati ia kepada Tuhan, sehingga air mata menitik dari matanya, setitik air mata Islam dan rasa syukur demi Kehenaran Yang Mutlak, yang dalam segala soal kepada-Nya jua akan kembali
Saat itu juga terasa olehnya bahwa tugasnya sebagai komandan sudah selesai. Tidak lama tinggal dalam kemah itu, ia segera keluar lagi. Dinaikinya untanya Al-Qashwa’ dan ia pergi meneruskan perjalanan ke Ka’bah. Ia bertawaf di Ka’bah tujuh kali dan menyentuh sudut (hajar aswad) dengan sebatang tongkat (Mihjan sebagai tongkat yang hulunya berkeluk) di tangan. Selesai ia melakukan tawaf, dipanggilnya Uthman bin Talha dan pintu Ka’bah dibuka. Sekarang Muhammad berdiri di depan pintu, orang mulai berkumpul di masjid. Ia berkhutbah di hadapan mereka itu serta membacakan firman Tuhan : “Wahai manusia. Kami menciptakan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Tetapi orang yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah orang yang paling takwa (menjaga diri dari kejahatan). Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengerti.” (QS. 49 : 13)
-----------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 462-464.

Senin, 16 September 2013

MENOLONG DAN MENGUTAMAKAN TEMAN (5)

Abu Musa r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya kaum Asy’ary ; apabila persediaan mereka dalam peperangan hampir habis atau makanan bagi keluarga mereka sudah berkurang, segera mereka mengumpulkan semua persediaan dan sisa-sisa makänan itu dalam satu kain kemudian membagi di antara mereka sama rata. Merekalah dari golonganku dan saya dari golongan mereka. (HR. Buchary dan Muslim).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 469.

Minggu, 15 September 2013

AL-QAADIRU

AL-QAADIRU (الْقَادِرُ) artinya Yang Maha Kuasa yaitu Kuasa menjadikan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya tanpa perantara dan tidak dihinggapi kelemahan atas apa-apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah menghendaki menciptakan sesuatu, maka jadilah, dan apabila tidak menghendaki, maka tidak terjadi.
Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Ath-Thariq ayat 8 yang artinya :
“Sesungguhnya Allah berkuasa menghidupkan manusia kembali sesudah matinya”

Firman Allah الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an Al-Ahqaf ayat 33 yang artinya :
“Tidakkah mereka memperhatikan bahwasanya Allah, yang menjadikan langit bumi dan Dia tiada merasa lemah menjadikan semuanya itu, kuasa pula menghidupkan orang-orang yang mati? Ya, sesungguhnya Dia Maha Kuasa pada tiap-tiap sesuatu.”
--------------------------------
URAIAN ASMA'UL HUSNA, H. Hadiyah Salim, PT. Alma'arif, Cetakan Pertama 1983, halaman 77-78.
DO’A ASMAULLAH AL HUSNA DAN URAIAN MAKNANYA, Staf Redaksi C.V. Peladjar, C.V. Peladjar Bandung, halaman 43.

Kami menolak Miss World

Ustadz Felix Siauw
  1. Sampai detik ini masih teringat nasihat @hari_moekti | "kaum yang tak senang pada Islam merusak ummat dengan 3F: Food, Fun, Fashion".
  2. Kaum Munafik pahami bahwa perang fisik takkan mereka menangkan | maka mereka mulai perang pemikiran (Ghazwul Fikri) sebagai ganti.
  3. Dan target empuk Ghazwul Fikri ini adalah pemuda Muslim | yang cenderung masih mudah diarahkan dan diwarnai; REMAJA.
  4. Berbicara remaja maka tentu paling mudah dengan 3F tadi | Food-Fun-Fashion | Makanan-Hiburan-Pakaian.
  5. Lewat Food, Ghazwul Fikri membuat Muslim tidak aware dengan konsep halal | sekaligus membanjiri produk haram bagi Muslim.
  6. Lewat Fun, Ghazwul Fikri melalaikan Muslim untuk peduli pada "masalah penting ummat" | lewat Music, Movie, Love, Pacaran, Bola dan lain-lain.
  7. Lewat Fashion, Ghazwul Fikri menuntun pikir remaja | bahwa pakaian itu aktualisasi diri dan gaya hidup | bukan penutup aurat.
  8. Semua serangan pemikiran ini tujuannya satu | agar Muslim menjauh dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sumber kekuatan | hingga mereka lemah.
  9. Ketika Muslim jauh dari Al-Qur'an dan As-Sunnah | maka Allah bukan lagi sumber kebahagiaan bagi mereka.
  10. Bila Allah bukan lagi sumber kebahagiaan lalu apa gantinya? | MATERI, itulah sumber kebahagiaan baru yang ditawarkan kaum Munafik.
  11. Saat kenikmatan makanan lebih diutamakan dari halal dan haram | saat itulah materi menjadi sumber kebahagiaan.
  12. Saat alis disulam, operasi wajah, dan segala ketentuan Allah diubah demi jempol dari manusia | saat itu materi menggantikan Allah.
  13. Saat HIJAB SYAR'I dikira kuno karena tak menarik | dan Muslimah berlomba berpakaian untuk menarik perhatian | Ghazwul Fikri sukses.
  14. Idola bukan lagi RASULULLAH namun artis penyanyi panggung | peraduan bukan lagi masjid namun arena konser atau stadion.
  15. Hasilnya lebih dari yang diharapkan kaum munafik | bukan hanya mengambil paham liberal barat | ada pula Muslim yang jadi pembelanya.
  16. Paham Materialisme yang mendewakan lahiriah, fisik dan dunia | lahirkan Sekularisme, Liberalisme, Demokrasi, Nasionalisme dan lain-lain.
  17. Khusus bagi Muslimah mereka bermain dalam ranah pemikiran turunan langsung Liberalisme | yaitu Feminisme (Genderisme).
  18. By the way, kenapa Muslimah jadi pangsa pasar utama Liberalis? | karena rusaknya Muslimah bakal mengajak 2 yang lain, anak dan suaminya.
  19. Lewat media para Liberalis mendikte Muslimah | bagaimana seharusnya mereka berperilaku, berpakaian dan menampilkan diri. 
  20. Liberalis meredefinisi cantik bagi Muslimah | yaitu badan seksi, pakaian minim, otak kosong tak mengapa, agama minus bukan masalah.
  21. Bagaimana cantik versi Rasul dan shahabiyah? | jangan tanya lagi, Muslimah korban Ghazwul Fikri sudah antipati mendengarnya.
  22. Bagaimana dengan fungsi "ibu dan pengelola rumah tangga"? | jangan tanya, Ghazwul Fikri sukses membentuk wanita sukses itu karir.
  23. Bila dulu katanya lelaki menjajah wanita | sekarang juga sama, hanya lelaki gunakan Food, Fun, Fashion jadi alat menjajah.
  24. Lihat berapa besar usaha wanita agar terlihat "seksi" | beli pelangsing, sedot lemak, operasi, steroid?
  25. Apakah semua itu dilakukan untuk dirinya? tidak | wanita melakukan itu agar mendapat perhatian dari lelaki, diakui atau tidak.
  26. Bila lelaki yang dicari perhatiannya adalah suami, duhai manisnya! | namun perhatian yang dicari justru lelaki-lelaki siapapun!
  27. Karena itulah ada ajang #MissWorld #MissUniverse | apapun ajangnya, dominasi penontonnya adalah lelaki, diadakan lelaki.
  28. Misalnya #MissUniverse yang awalnya diadakan perusahaan pakaian Pacific Mills | bagian dari kampanye jual pakaian "konsumerisme"
  29. #MissUniverse ini lalu dibeli Kayser-Roth perusahaan pakaian dalam wanita | sama untuk kampanye jual pakaian.
  30. Terakhir #MissUniverse dibeli Donald Trump | nyata bahwa kontes kecantikan ini dibuat lelaki dan untuk lelaki.
  31. #MissWorld juga sama | sebelum dikenal sebagai #MissWorld awalnya ia Festival Bikini Contest yang dibesut Eric Morley pada 1951.
  32. Dari Festival Bikini lalu jadilah #MissWorld | dari lelaki untuk lelaki | wanita? hanya jadi komoditas jual saja.
  33. Jadi apa kesamaan kontes-kontes kecantikan dunia? | apapun alasannya, intinya satu | menjual keindahan tubuh wanita | THAT'S ALL.
  34. "Jangan su'udzan, kan dinilai dari 3B; "Beauty, Brain, Behaviour" | dari Hongkong? mana ada Miss World overweight?
  35. Yang ada yang kepilih berdasar 3S; Sexy, Sexy and Sexy | kasihan wanita hanya jadi tontonan, dimana keindahan tubuh jadi jualan.
  36. Melalui kontes kecantikan dunia semisal #MissWorld ini | wanita didoktrin gila belanja, gila penampilan, gila perhatian.
  37. Sementara kontes kecantikan dunia ini ajang kemesuman publik bagi lelaki | bikini contest, one piece | kapan lagi tontonan gratis?
  38. Jadi mesti disadari bahaya #MissWorld | apalagi hendak dihelat di Indonesia September 2013 | Muslim harus paham ini agenda Ghazwul Fikri.
  39. Ini negeri Muslim dan Liberalis harus tahu bahwa masih ada Muslim yang sadar | kita menyerukan untuk #TolakMissWorld.
  40. Bila untuk pariwisata dan budaya | masih banyak cara tingkatkan pariwisata dan budaya | bukan dengan cara jual kehormatan dan agama.
  41. Minimal opini harus digelar dan dipahamkan pada ummat | kedepan kita bisa buat aksi-aksi konkrit sebagai bentuk kepedulian.
  42. Dan memahami beginilah bila bukan syariat Islam yang jadi standar pemutus | #MissWorld dibolehkan berdasar timbangan manfaat manusia.
  43. Maka agenda besar yang mesti dipatri di benak | bahwa syariat adalah solusi semua masalah.
  44. Sekaligus memahami bahwa Ghazwul Fikri bertujuan | agar Muslim jauhi 2 hal yang Rasulullah minta kita untuk berpegang teguh padanya.
  45. Maka pelajari Al-Qur'an dan As-Sunnah | hingga pahami dan dapat amalkan keduanya | insya Allah mentah tak berguna tipuan mereka.
  46. #MissWorld bukan hanya kontes kecantikan | ia bagian dari perang pemikiran | maka Muslim wajib #TolakMissWorld
  47. Khususnya bagi Muslimah | cantikmu karena syahadat dan indahmu karena taat | bukan penilaian manusia dari lahir dan fisikmu.
  48. Bertakwa pada Allah mohon pertolongan Allah | semoga kita bisa melalui setiap perang pemikiran yang ditujukan pada kita. 
  49. Dan semoga #TolakMissWorld jadi jalan bagi kita | agar berkeinginan mengetahui Islam lebih dalam | mempelajari dan mengamalkannya.

PEMBAGIAN PASUKAN

Tetapi sebelum ia sampai ke rumahnya pasukan berkuda itu sudah lebih dulu sampai.
Muhammad merasa bersyukur kepada Tuhan karena pintu Mekah kini telah terbuka Tetapi sungguhpun demikian ia tetap selalu waspada dan berhati-hati. Diperintahkannya pasukannya supaya dipecah menjadi empat bagian. Diperintahkan kepada mereka semua supaya jangan melakukan pertempuran jangan sampai meneteskan darah, kecuali jika sangat terpaksa sekali. Zubair bin’l-’Awwam dalam memimpin pasukan itu ditempatkan pada sayap kiri dan diperintahkan memasuki Mekah dari sebelah utara Khalid bin’l-Walid ditempatkan pada sayap kanan dan diperintahkan supaya memasuki Mekah dari jurusan bawah, Sa’d bin ‘Ubada yang memimpin orang Medinah supaya memasuki Mekah dari sebelah barat, sedang Abu ‘Ubaida bin’l-Jarrah oleh Muhammad ditempatkan ke dalam barisan Muhajirin dan bersama-sama memasuki Mekah dari bagian atas, di kaki gunung Hind.
Sementara mereka sedang dalam persiapan demikian itu, tiba-tiba terdengar Sa’d bin ‘Ubada berkata :
“Hari ini adalah hari perang. Hari dibolehkannya segala yang terlarang ……..”

Dalam hal ini ia telah melanggar perintah Nabi, bahwa kaum Muslimin tidak boleh membunuh penduduk Mekah. Oleh karena itu ketika Nabi mengetahui apa yang dikatakan oleh Sa’d itu, terpikir olehnya akan mengambil bendera yang ada di tangannya dan menyerahkannya kepada anaknya, Qais. Qais adalah laki-laki yang bertubuh besar, tapi ia lebih tenang dari ayahnya.
Ketika pasukan sudah memasuki kota, dan pihak Mekah tidak ada perlawanan, kecuali pasukan Khalid bin’l-Walid yang berhadapan dengan perlawanan dari meneka yang tinggal di daerah bagian bawah Mekah. Mereka ini terdiri dari orang-orang Ouraisy yang paling keras memusuhi Muhammad dan yang ikut serta dengan Banu Bakr melanggar Perjanjian Hudaibiya dengan mengadakan serangan terhadap Khuza’a. Mereka tidak mau memenuhi seruan Abu Sufyan. Bahkan mereka telah menyiapkan diri hendak berperang. sementara yang lain dari golongan mereka itu juga telah bersiap-siap pula hendak melarikan diri. Mereka dipimpin oleh Safwan, Suhail dan ‘Ikrima bin Abi Jahl. Bilamana pasukan Khalid ini datang, mereka menghujaninya dengan serangan panah. Tetapi secepat itu pula Khalid berhasil mencerat-beraikan mereka. Sungguhpun begitu dua orang dari anak buahnya tewas, karena mereka ini ternyata sesat jalan dan terpisah dari induk pasukannya, sementara pihak Ouraisy kehilangan tiga belas orang, menurut satu sumber, atau dua puluh delapan orang, menurut sumber yang lain.
Melihat malapetaka yang sekarang sedang menimpa mereka ini, Shafwan, Suhail dan ‘Ikrima cepat-cepat angkat kaki melarikan diri, dengan meninggalkan orang-orang yang tadinya mereka kerahkan mengadakan perlawanan menghadapi kekuatan dan pukulan Khalid yang heroik itu. Dalam pada itu Muhammad dengan pasukan Muhajirin yang kini di atas sehuah dataran tinggi itu, sedang menyusur turun menuju ke Mekah, dengan keyakinan hati hendak membebaskannya dalam keadaan aman dan damai. Dilihatnya kota itu dengan segala isinya, dilihatnya pula kilatan pedang di bagian bawah kota serta pasukan Khalid yang sedang mengejar-ngejar mereka yang menyerangnya itu. Di sini ia merasa sedih sekali dan berteriak geram dengan mengingatkan kembali akan perintahnya untuk tidak mengadakan pertempuran. Setelah diketahuinya kemudian apa yang telah terjadi, teringat ia bahwa yang sudah dikehendaki Tuhan itulah yang baik.
-------------------------------------
SEJARAH HIDUP MUHAMMAD, Muhammad Husain Haekal, diterbitkan oleh Litera Antar Nusa, Cetakan Kesebelas, Januari 1990, halaman 460-462.

MENOLONG DAN MENGUTAMAKAN TEMAN (4)

Sahel bin Sa’ad r.a. berkata : Seorang perempuan datang kepada Nabi s.a.w. membawa sebuah kain hangat tenunan sambil berkata : Saya sendiri menenun kain ini untuk saya pakaikan kepadamu. Maka diterima oleh Nabi s.a.w. yang memang ia berhajat padanya. Kemudian Nabi keluar dan bersarung dengan kain tenun itu, tiba-tiba ada seorang berkata : Alangkah bagusnya kain itu berikanlah kepada saya. Jawab Nabi : Baiklah. Kemudian Nabi pulang ke rumah dan melipat kain itu kemudian dikirimkannya kepada orang yang meminta itu. Maka orang-orang berkata kepada orang itu : Tidak baik bagimu, kain dipakai oleh Nabi, sedang Nabi berhajat padanya, lalu kauminta, padahal kautahu bahwa Nabi tidak pernah menolak orang yang minta. Berkata orang itu : Demi Allah saya tiada meminta untuk saya pakai hanya untuk persediaan kafanku kelak. Berkata Sahel : maka benarlah kain itu untuk kafan bagi orang itu. (HR. Buchary).
--------------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN I, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1978, halaman 468-469.